Our previous journey: Kuwait

Thursday, January 31, 2008

Dusty Kuwait City 2

by : Pinot



Salju ngga ada, malah kabut pasir bolak balik hilir mudik memasuki Kuwait. Sejalan dengan peralihan dari winter ke musim transisi (ke summer), kabut pasir makin sering nongol seperti pada malam hari ini. Sekitar pukul 19:00 sore ini, jarak pandang sepanjang 5th ring road dari jendela apartemen kami ke arah City Center Salmiya sangat terbatas.

Internet Timur Tengah Lumpuh

by : Pinot

Dari kemarin kami tidak dapat mengakses internet seperti biasa. Kegiatan browsing dan email lumpuh total, kalau bisa dibilang pamer badan - padat merayap bandwith seadanya.
Ternyata terjadi kerusakan jaringan bawah laut di Mediterranean yang mengakibatkan kelumpuhan internet di beberapa negara seperti Mesir, Dubai dan beberapa negara teluk seperti Kuwait. Bahkan masalah ini juga dirasakan di India yang mengalami penurunan kualitas akses hingga 50%. Menurut kabar jaringan terputus akibat tersangkut jangkar kapal di perairan Alexandria, Mesir. Beberapa negara menyalahkan Mesir karena peristiwa ini.

Membuat posting blog ini saja cukup mati-matian karena saking seretnya. Mencari kesempatan dalam kesempitan kecepatan akses internet yang hari ini fluktuatif - kadang cepat kadang mati total.

Walau begitu, kami masih bisa mengakses website Indonesia seperti detik.com. Tampaknya jalur ke Asia Tenggara masih normal adanya.

More about this :
Kuwait Times : Net Outages Hit Kuwait
ForzaQ8 : Blame Egypt for this

Tuesday, January 29, 2008

Kata Mereka tentang Soeharto

by : Pinot & Dita


Karikatur Panji Koming saat Soeharto kritis (klik untuk perbesar gambar)

Sebenarnya kami tidak terlalu memberikan perhatian khusus atas wafatnya sang mantan presiden Soeharto. Namun di luar dugaan kami, teman-teman kami di kantor yang berkebangsaan Arab menaruh perhatian kepada Soeharto, sejak hari-hari kritis hingga hari wafatnya. Perhatian mereka bisa positif - ungkapan prihatin belasungkawa - atau bisa juga becandaan satir, seolah tahu masalah yang sedang dihadapi bangsa Indonesia dengan Soeharto-nya.

Seperti rekan kami Zaydun (lahir di Irak besar di Inggris) yang selalu memanggil kami dengan nama Soeharto. Dan beberapa kali melontarkan pertanyaan satir kepada kami, "How are you Soeharto? Feeling well... rr.. wealthy?" Atau supir taxi yang mengantar kami ke kantor, mengucapkan belasungkawa atas wafatnya Soeharto. Tentu saja dengan ungkapan serius dan tulus berbahasa Arab.

Lain lagi yang kami temui di sebuah toko Osh Kosh B'Gosh di bilangan Old Salmiya Commercial pagi ini. Sang manajer toko yang berkebangsaan Syria tiba-tiba tertarik mengobrol dengan kami setelah tahu bahwa kami berasal dari Indonesia. Ia ternyata punya perhatian dan pandangan khusus tentang negara kami. Baginya, Indonesia is a great country dan identik dengan negara muslim. Terutama saat kepemimpinan Soeharto, menurutnya Indonesia adalah negara yang menjadi impian bagi warga Timur Tengah yang mendambakan perdamaian, khususnya untuk sebuah negara yang didominasi masyarakat muslim. Bagi si manajer, urusan perdagangan dan hubungan dengan luar negeri sangat baik pada masa Soeharto. Ia berpendapat, begitu Soeharto lengser, Indonesia langsung ambruk dan terpuruk. Papin dan Mamin menjelaskan situasi yang sebenarnya. Sang manajer tampak antusias mendengarkan penjelasan kami dan dia tetap berpendapat bahwa Indonesia is better saat bersama Soeharto. Dan mendoakan agar Indonesia benar-benar bisa lepas dari keterpurukan dengan kepemimpinan yang baru. Ia juga ingin sekali suatu saat bisa berkunjung ke Indonesia. Tapi tidak sekarang-sekarang karena dalam pemikirannya Indonesia adalah negara yang belum bisa dianggap "aman" untuk dikunjungi.

Lepas dari segala polemik dan kontroversi, Soeharto telah memberi sesuatu pada Indonesia. Dan bagi orang-orang Timur Tengah ini, Soeharto adalah Indonesia dan Indonesia adalah Soeharto. Image ini yang menempel pada diri kami. Walau tidak mendapatkan dari rakyatnya sendiri - seperti kami-kami ini - Soeharto ternyata masih mendapatkan sepercik kehormatan dan image positif dari rakyat Timur Tengah.

Monday, January 28, 2008

Souq Sharq, The Splendid Spot

by : Dita

Beautiful Day @ Souq Sharq Beautiful Day @ Souq Sharq

Souq Sharq adalah salah satu spot pantai yang pernah kami kunjungi dan tempat ini telah berhasil mencuri hati kami. Best spot yang wajib dikunjungi lah (terutama saat winter yah). Lingkungan di sekitar pantainya tertata apik, cantik dan rapi. Seperti halnya pantai Marina, Souq Sharq juga dibentengi dengan pusat perbelanjaan, dan sebuah pasar ikan Furdha Fish Market. Pusat perbelanjaannya pun tertata rapi dan bersuasana tenang jauh dari kesan hingar bingar mall.

Souq Sharq
Higher, mommy! Souq Sharq

Pemandangan dermaga yang cantik bakal mencuri perhatian jika berkunjung ke mall ini. Menyenangkan sekali mengajak anak-anak jalan-jalan ke tempat ini. Owiyah satu lagi, kalo laper jangan lupa mampir ke Oriental Cuisine :)...nyam nyam, soalnya lokasinya berdekatan.

Beautiful Day @ Souq Sharq Souq Sharq

More foto-foto cantik di Souq Sharq -dari halaman 4 sampe 8 yahh-:)!

Location :
Photobucket - Video and Image Hosting
(click to enlarge the map)

Lat 29 23.320
Long 47 58.730

Ithcy Winter


by : Pinot

Para mahluk tropis ndeso ini sempat kebingungan dengan perubahan sifat kulit yang tadinya tenang tenteram damai sejahtera tiba-tiba jadi bawel minta perhatian dan garukan. Gatal-gatal di permukaan kulit sudah tidak pandang tempat dan waktu. Dari bagian tubuh yang memang sering gatal hingga daerah yang terlalu bikin isin (malu) kalau ketahuan digaruk-garuk. Kami pun jadi saling bahu membahu untuk membantu menggarukkan punggung rekan kerja kami - sebagai bagian tersulit untuk digaruk sendiri - yang kegatelan.


Galah kayu panjang cukup membantu untuk menggaruk daerah-daerah sulit dijangkau seperti punggung

Fenomena yang sempat membuat panik ini ternyata wajar adanya. Karena winter, kulit kami jadi cepat mengering dan bagian kulit-kulit mengering tersebut nongkrong dan menetap sehingga mengganggu pori-pori kulit. Terutama dibagian kulit yang terdapat timbunan lemak di bawah permukaannya.

Sempat menggunakan moisturizer, namun karena memang dasar pemalas dan kurang rajin, gatal-gatal tetap menghantui. Ada satu lagi kiat untuk menghadapi gatal saat winter ini, yaitu melakukan exfoliation. Ini adalah kegiatan membasuh badan saat mandi seperti halnya melakukan spa treatment. Saat mandi air hangat, badan dibalur baby oil yang sudah dicampur garam atau gula. Setelahnya, badan dikeringkan dengan handuk, tidak digosok namun hanya ditekan-tekan pada bagian yang basah. Dengan dilakukan selama 2 -3 kali seminggu, insya Allah badan bisa aman dari serangan gatal-gatal.

Sejauh ini, Papin masih sibuk garuk sana garuk sini. Bukan malas menggunakan moisturizer atau melakukan exfoliation, tapi memang rasanya kok asyik garuk-garuk sebagai kegiatan ringan menjelang tidur.

More :
http://www.butyoudontlooksick.com/2007/12/surviving_dry_itchy_winter_ski.php
http://www.medicalnewstoday.com/articles/58594.php

Saturday, January 26, 2008

Uncharted Ishbilya

by : Pinot

Papin sedang mulai bergairah kembali hobby ngoprek GPS, bermodalkan GPS unit tua buatan 2003. Yang menarik, kini 4 anggota geng New Kids on the Block (Aji, Daud, Eman & Yoswar) juga ikutan punya perhatian khusus dengan mulai mencari peta Kuwait yang bisa ditanam di PDA mereka masing-masing.

Diawali peluncuran software beta BobCat untuk MacOS X oleh Garmin pertengahan bulan ini, kegiatan mengumpulkan waypoint atau titik lokasi dimulai. Semua dipersiapkan dengan baik sehingga jika nanti sudah bisa punya mobil (AMIN!) bisa anti-kesasar. Insya Allah.

Namun, kami baru memperhatikan. Area tempak kerja kami, Ishbilya, belum tercover oleh peta mana pun. Baik dari Goggle Map, MapQuest ataupun Wikimapia. Yang terparah, area tersebut tidak tercover di file MapSource Middle-East versi 4 milik Garmin. Suatu ketika, kami pulang bersama rekan kerja yang menggunakan GPS di Toyota Prado-nya. Sama saja, jalanan di area Ishbilya tidak tercantum di layar GPS-nya.


Ishbilya terletak di sebelah kanan, bertetanggaan dengan stadion Jaber dan di bawah area Rehab

Memang, Ishbilya termasuk area yang baru dibuka dan sebagian masih berupa padang gersang. Mungkin butuh waktu untuk update. Tapi tetap saja rada heran, sebuah negara yang sudah pasti detail lokasinya diperhatikan oleh Amerika (secara mereka punya kepentingan di sini gituh!), seharusnya tidak terjadi status 'uncharted area' seperti ini. Barangkali versi militernya jauh lebih akurat dan update, versi sipilnya dibiarkan apa adanya :D

Jika Ishbilya uncharted, ada berapa lagi lokasi di Kuwait yang sama-sama tidak terdapat di peta? Let's tracking! Eh.. belum ada mobil ya?

Lokasi :


(click to enlarge the map)

Kantor Al Watan TV di Ishbilya
Lat 29 16.337
Long 47 56.103

Thursday, January 24, 2008

"Ke Bakala Dulu, Ya!"

by : Dita

Bakala aka Toko Kelontong

Teriakan itu sama aja dengan, "gue ke warung dulu yak!"

Warung ala Arab ini dinamakan Bakala, toko kelontong kecil yang menjual berbagai macam kebutuhan rumah tangga dan biasanya dimiliki oleh warga non Kuwait. Sama dengan warung, biasanya terletak di sekitar pemukiman (apartemen). Bedanya, Bakala lebih komplit, walopun kecil kayaknya semua barang mau dijual. Dari ember sampe sayur mayur! Udah tempatnya kecil, semua barang dagangan tumpang tindih di situ. Makanya paling males kalo ke Bakala pas lagi rame, dijamin gak bisa bergerak ato harus mlipir mlipir excuse me :)).

They sell veggies Bakala Time

Kalo lagi kepepet kekurangan bahan masak, Bakala sangat bisa diandalkan. Sayuran standar yang mereka jual adalah : kacang panjang, wortel, kentang, tomat, buncis, pare dan berbagai sayuran India yang asing bagi gue. Telur, beras dan bumbu-bumbu masak juga dijual di sana. Lumayan komplitlah, kayak minimarket mini (hehehe udah mini diminiin lagi). Biarpun kecil tapi gaya, biasanya mereka juga dilengkapi refrigerator gede untuk menyimpan susu, keju, daging olahan, dll. Gak cuman itu, kalo kehabisan pulsa, tinggal lari ke Bakala karena hampir sebagian besar Bakala menjual voucher pulsa isi ulang

Bakala They sell instant food

Cuman ya itu, harga Bakala agak lebih mahal daripada kalo kita belanja di Carrefour atau Lulu. Tapi kalo kepepet mah, lumayan membantu.

Dan menurut info, ada juga Bakala Thailand dan Indonesia, yang tentunya banyak menjual barang-barang yang berbau Indonesia.

Kemping di Kuwait

by : Pinot



Bukan. Ini bukan tentang kegiatan kemping kami di padang pasir Kuwait. Tapi hanya di apartemen, saat kami belum bisa tidur, ngerumpul ngerumpi ngopi. Kebetulan saja, busana yang dipakai memang selengkap saat kemping di gunung, lengkap dengan pemandangan kemah kecil punya Arwen & Leia.

Heater lampu syuting video klip Yoswar juga turut menemani kami, seperti layaknya api unggun yang menghangatkan kami yang duduk disekitarnya.



Memang sih, winter Kuwait ini sudah seperti layaknya kemping berminggu-minggu di Gunung Bromo. Dinginnya itu bok!

Monday, January 21, 2008

Mari Bercocok Tanam

by : Dita

Sebelum menginjakkan kaki di negeri berpasir ini, Papin udah pernah bilang bahwa di sini gak ada taneman. Waakksss!! Gak ada ijo-ijo sama sekali??!! *pasrah*. Yaa udahlah mau gimana lagi. Bayangan tentang negeri berpasir nan gersang tanpa taneman sudah tertanam erat di benak dan pasrah aja menerima keadaan.

Begitu mendarat di Kuwait, ternyata jauh dari bayangan. Yang namanya tanaman bukan gak ada sama sekali, tapi jarang (huh Papin hiperbola amat). Langsung deh adem hati dan mata ini. Cuman memang kayaknya orang-orang sini rada gak tertarik bercocok tanam, jarang banget melihat teras-teras apartemen yang dipenuhi tanaman (mungkin juga karena males ngurus mengingat perubahan cuaca yang ekstrim ato mungkin mereka bertanam ria di dalam rumah atau apartemen ato mungkin karena harga tanaman mahal). Di apartemen kami saja yang terdiri dari 9 lantai (27 flat) hanya terlihat 2 flat yang menghijaukan terasnya, satu flat kami dan satu flat Mas Hakim staf KBRI.

Belakangan kami malah menemukan, ternyata yang namanya toko tanaman atau nursery di sini juga banyak. Beberapa orang teman sudah wanti-wanti, "di Kuwait taneman mahal loh. Bahkan bisa sampe jut-jutan (baca : jutaan)."

Deretan nursery banyak terdapat di dekat Lulu Hypermarket dan Pasar Jumat. Tapi kami belum pernah mampir. Soalnya minder duluan :), mengingat pesan-pesan teman soal harga tanaman (tapi terus terang penasaran berat pengen ke tempat ini).

Suatu ketika saat jalan-jalan ke city, kami menemukan toko tanaman di depan supermarket Ambassador (sebenernya gak layak dibilang toko, karena mereka hanya berjualan di emperan Ambassador). Iseng-iseng tanya, ternyata harga tanaman-tanaman yang mereka jual masih reasonable lah. Berkisar mulai dari 1 KD sampe 5 KD dan bisa ditawar lumayan jauh pulak.



Beberapa kali kami membeli tanaman dari mereka. Dan sering tanaman-tanaman yang kami beli beranak banyak. Jadi untung juga, dengan harga lumayan murah, bisa dapet banyak tanaman ( asal telaten mindah-mindahin anak-anaknya ke pot-pot kecil aja)....hihihi curang! Tinggal beli potting soilnya di supermarket (biasanya sih beli di Sultan), terus beli pot-pot lucu di IKEA...hehehe...pindah-pindahin deh tuh tanaman. Yuuukkk maree bercocok tanam!

Akhirnya punya banyak 'ijo-ijo' di apartemen. Ademnya mata ini!

Friday, January 18, 2008

Shopaventure : Kuwait Bookshops



by : Pinot

Sudah lama mendengar tempat ini tapi baru kesampaian mampir hari ini ke toko buku Kuwait Bookshops. Akhirnya menemukan toko buku yang bener-bener jual buku atau paling tidak didominasi rak-rak buku - dibanding Jarir Bookstore yang 75% menjual stationary dan pernak pernik peralatan kantor/gambar.


Finally! I'm in (books) heaven!

Toko ini terletak di dalam Al Multana Complex building (di depan hotel JW Mariott, Kuwait City - lihat peta) di lantai basement. Luas tokonya sendiri hampir sebesar toko buku Kinokuniya Plaza Senayan, Jakarta. Secara sekilas, koleksi bukunya terlihat tidak terlalu lengkap dan pengelompokan rak buku masih belum cukup rapi. Namun, bagi yang sudah belet mencari buku, toko ini cukup menjanjikan. Anda bisa bertanya kepada petugas jaga, mereka akan dengan ramah membantu mencarikannya.

Terdapat satu bagian yang memajang buku untuk anak-anak, seperti layaknya Kinokuniya. Dan terjajar pula rak majalah-majalah import. Sayang, 2 majalah favorit Papin tidak tersedia di sana, WIRED & Fast Company.

Untuk sebuah negara yang sangat sedikit menyediakan toko buku, tempat ini sudah cukup untuk sementara ini. Dan bisa dijadikan tempat tujuan belanja buku selain toko buku Mr. Jacob yang terletak tidak terlalu jauh (sekitar 500 meter) dari Kuwait Bookshops.

Lokasi :


(click to enlarge the map)

Lat : 29°21'57.68"N
Long : 47°58'1.16"E

Thursday, January 17, 2008

Beli Heater, Finally!!

by : Pinot

Winter mungkin sudah mulai berangsur berganti. Walau begitu, angka suhu yang selalu tiarap di bawah 5º saat malam membuat kami menyerah bertekuk lutut dengan membeli heater. Mungkin sudah terlambat, tapi membeli heater di ujung berakhirnya winter memberi keuntungan tersendiri. Heater-heater ini dijual dengan diskon yang menarik. Seperti yang baru kami beli di sebuah toko, barunya 20 KD kini dijual dengan harga 14 KD.


Heater merk Panasonic... eh Pensonic seharga 14 KD (sekitar Rp 475.000)

Tanpa babibu dan melihat merk, sebuah oil heater dibopong ke rumah untuk menghangatkan badan saat malam mata terpejam. Walau sempat bermasalah (kabel terlepas), heater ber-merk - tidak ngetop - Pensonic ini berhasil menjalankan tugas mengusir hawa dingin. Hanya saja, kini kami harus pasang mata memantau dan menjaga agar heater ini tidak tersentuh tangan Arwen & Leia, bukan karena takut mereka pegang-pegang permukaan heater yang lumayan "hangat", tapi karena tangan mereka gratil banget mencet-mencet tombol power dan tombol suhu, sehingga malah bikin heater jadi gak panas-panas.


Mengamankan heater dari tangan gratil Arwen.. atau tepatnya menjaga agar tangan Arwen tidak menyentuh heater

Yoswar tidak mau ketinggalan. Sebuah heater dengan lampu halogen ber-merk Geepas (bukan kipas, tapi Geepas, produk elektronik kelas Maspion buatan India) dibeli untuk menemani tidurnya. Walau sang Geepas memberi kehangatan yang cukup, namun nyala lampu halogennya terasa sangat terang menyilaukan. Saking terangnya, bisa digunakan sebagai lampu shooting video klip. Jika kami harus menjaga agar tangan bayi-bayi tidak menyentuh oil heater kami, maka Yoswar harus menggunakan kaca mata agar matanya tidak tersilaukan oleh halogen heaternya.


Ian Kasela sedang syuting video klip?

Alhamdulillah, suhu tiarap bisa kami bendung sejauh ini. Thanks to Pensonic (dan Geepas Yoswar) :D

Tuesday, January 15, 2008

Brrr...Musim Dingin di Ishbilya

by : Pinot

Walau hidung ber-srat-srot, bersin-bersin dan garuk-garuk badan (gatal-gatal karena kulit mengering), mahluk-mahluk tropis ini sudah mulai terbiasa menghadapi perilaku suhu Kuwait saat winter. Papin sendiri sudah beberapa hari ini menggunakan komposisi busana yang sama saat tidur dan bekerja : sarung tangan, jaket kaos ber-capuchon, kemeja flanel.





Saat bekerja, kami terpaksa menggunakan sarung tangan, walau agak kikuk saat menggerakkan mouse atau stylus tablet Wacom. Sup hangat, semangkuk Indomie, kopi tubruk (titipan dari Jakarta) menghangatkan 'kebekuan' saat bekerja. Pak Boss! Heater dhuonk!!!

Kebetulan kami sempat menengok website Detik.com dan masuk ke dalam kolom Surat dari Buncit yang menceritakan suasana kantor Detik.com (juga sedang) musim dingin. Wah yang bener?? Woohoooo... rasanya pengen beneran mengalami musim dingin ke Jakarta! Sedingin-dinginnya Jakarta masih berasa hangat dan yang penting bisa mampir ke warung bakso, bubur ayam, bandrek, sekoteng!!

Baca Detik.com : Brrr...Musim Dingin di Buncit 75

BTW, saat pulang malam (sekitar jam 21 atau 22), sambil menunggu taxi di luar kami menyempatkan diri untuk menghangatkan suasana dengan... berfoto bersama! Biar ti'is teteup narsis!






Suhu 2 - 3 jam kemudian setelah bernarsis-ria

Monday, January 14, 2008

Cookaventure : Chicken Mechbous

by : Dita

Chicken Mechbous

Satu Kuwaiti Recipe yang udah gue taklukkan adalah Chicken Mechbous. Sayangnya kalo mau eksperimen masakan lokal, lidah-lidah yang makan agak-agak susah kompromi, jadinya mau sering-sering eksperimen takut mubazir ;). Bahan-bahan yang digunakan cukup unik, salah satunya yang baru gue lihat seumur hidup adalah Loomi. Loomi adalah jeruk yang direbus kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari, jadi penampakannya emang hitam gak menarik, memiliki aroma yang unik dan khas. Dan seperti kebanyakan masakan Arab lain, tiba-tiba ada campuran kismisnya aja gitu :). Bumbu yang dipakai juga gak jauh-jauh dari cardamom dan pasta tomat. Resepnya di Our Yummy Corner yah.

Saturday, January 12, 2008

Freezy Kuwait City

by : Pinot


Sudah jam 9 pagi, mending nglumpruk di balik selimut tebal

Sudah beberapa minggu ini Kuwait menunjukkan perilaku dinginnya kepada kami - mahluk-mahluk tropis ndeso yang sedang mencicipi atmosfir winter - dengan suhu terendah di range 1º hingga 15º. Apa yang kami alami menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi winter berikutnya akhir tahun ini. Beberapa daftar belanja sudah kami siapkan untuk nanti, termasuk beli heater (HEH??? Masih belum beli heater juggaa?????), penambahan jumlah selimut dan lain sebagainya.


Simpatik = Antisipasi Pakai Batik :P

Bayu, the winter-haters, selama ini sudah melakukan langkah perlindungan berlapis. Tidak tanggung-tanggung, pakaiannya berlapis-lapis dan menggunakan bahan batik - bukan long-john seperti umumnya.

Jika sebelumnya sempat diinformasikan bahwa minggu-minggu ini Kuwait mengalami extremely cold, tersiar kabar juga bahwa di Baghdad, Irak hari ini sempat turun salju. Wah, sekalian mampir ke Kuwait saja, Ju (salju). Sudah sedingin ini paling tidak ada hiburan buat mahluk-mahluk tropis ndeso ini.


Saat malam & pagi hari, suhu masih senang keliaran di angka 1º - 5º

Thursday, January 10, 2008

Shopaventure : Friday Market

by : Pinot & Dita

Dari dulu, kami berdua selalu tertarik dengan yang namanya Pasar Loak. Tapi ironisnya di Jakarta cuman seneng mandangin doang, belum sempet nyambangin. Yang pertama karena males macat-macetan, yang kedua, pasar loak di Jakarta kurang terorganisir jadi susah untuk membawa serta krucils.

Sejak tiba di Kuwait, urusan barang loak bisa ditemui di 2 tempat, satu nyempil di Shamiya Center dan satu lagu Pasar Jum'at. Sudah beberapa kali kami diajak menengok pasar barang bekas yang bernama Pasar Jumat atau Friday Market ini - karena memang bukanya hanya hari Jumat (Kamis dan Sabtu juga, ding!). Tapi baru beberapa waktu lalu kami sempat pergi ke sana.


Bersih, luas, teratur, murah. Cuma kalo sudah summer rasanya males mampir ke sini.. panas bo!

Pasar Jumat terletak di samping Lulu Hypermarket, buka dari jam 8 pagi sampe 10 malam. Terbagi dalam 2 seksi. Bagian pertama menjual barang-barang baru (ngapain juga ke sini....ihihihik...kalo barang baru mah gak ada yang aneh). Section kedua adalah bagian yang menjual barang-barang bekas...dan inilah sasaran kami.


Mesin fotokopi? Ada!


Projector film? Bangkai handphone? Adaptor MacBook Pro? Addaaa..!

Kami berangkat agak sore, karena menurut informasi, semakin sore harga-harga semakin dibanting tapi resikonya yah barang-barang sisa. Cuman kalo rejeki sih dapet aja barang bagus. Rencananya sih mau window shopping dulu kali-kali ada yang nyangkut :). Pasar ini menjual aneka kebutuhan, dari urusan sandang (baju, sepatu), pernak-pernik hobi (kamera bekas, proyektor, uang kuno), pernak-pernik rumah tangga (panci-panci, elemen dekorasi, karpet, sofa), barang elektronik (kompor, heater, mixer, bor, radio, stereo set, vacuum cleaner sampe mesin fotokopi!!), mainan anak (sepeda, mobil-mobilan, motor-motoran), dll.


Mamin kalap boots murah, Papin cari harta karun elektronik

Mata Mamin sempet nyangkut di deretan sepatu boots bekas, iseng-iseng nanya dan nemu yang sesuai selera. Diobral 1 KD sama si abang (penjual-red). Kondisi masih canteekk bener. Sayang ukuran gak pas. Begitulah resiko beli barang bekas :P. Sementara mata Papin asik memonitor gelaran barang-barang elektronik.

Sayang waktu kami terbatas. Nanti jika sudah tersedia alat transportasi tempat ini tampaknya bakal sering jadi kunjungan utama. Apa mending sewa kendaraan bak terbuka saja sekalian ya? *Borong mode on*

Lokasi :

(click to enlarge the map)

Lat 29°18'50.02"N
Long 47°57'15.35"E

Wednesday, January 09, 2008

Ke Koperasi, Just Like the Old Days

by : Pinot


Photo by Daud

Berhubung 6 New Kids on the Block ini berasal dari kantor yang sama, maka beberapa perilaku keseharian di kantor sebelumnya ikut terbawa ke Kuwait. Salah satu perilaku tersebut adalah mampir belanja ke koperasi karyawan untuk membeli cemilan-cemilan teman bekerja (selain kebutuhan lain tentunya). Kini di dekat kantor Al Watan sudah tersedia co-op yang baru saja dibuka. Perilaku belanja cemilan seperti di kantor lama pun terlaksana. Sore hari, kini kami menyempatkan berjalan sejauh 400-an meter untuk mampir co-op belanja cemilan dan sup instant. Mamin pun seperti biasa, mengirim SMS daftar titipan belanjaan. Huehehhehe.. aktivitas yang nyaris sama dengan koperasi Kebon Jeruk dulu. Sayangnya, di koperasi milik pemerintah Kuwait ini, tidak ada fasilitas potong gaji seperti yang ada di koperasi kantor lama kami :P

video
Bareng Sulai-cemilan Sagala belanja

Tuesday, January 08, 2008

Eating Out : Oriental Cuisine

by : Dita

Harga makanan di Kuwait termasuk mahal, that's why kalo sering-sering makan di luar, bisa jebol nih dompet *ouuugghhhh jadi kangen jajanan di Jakarta, betapa mudahnya nyari makanan enak murah meriah*. Kalo mau agak murah, ya makan fast food. Tapi kok rasanya gak rela mengisi perut ini dengan junk food apalagi buat anak-anak, kalo gak kepepet banget (sampe kepala pusing) mending nahan laper buat makan di rumah.

Oriental Cuisine

Tapi resto yang satu ini, boleh banget jadi rekomendasi. Selain rasanya yang mantap, porsinya gede, harganya pun masih reasonable (jarang loh nemu makanan resto seenak ini dengan harga sekitar 1 KD-2,5 KD (1 KD=kurleb Rp 30.000,-). Adalah Oriental Cuisine nama rumah makan ini. Mungil cuman menyediakan 4 meja makan dengan masing-masing 4-6 kursi, dan terletak agak masuk dari jalan besar. Menu yang disediakan adalah menu rumahan a la Thailand dan tentunya udah akrab dengan lidah kami, wong-wong Indonesah ini.

Menu juaranya adalah Tom Yam dan Mie Baksonya. Sweaarrr, seumur-umur baru kali ini nemu Tom Yam yang sedeeep banget kayak gini! Berani bumbu dan spicy....sueger!!! Gue sampe ketagihan!!!

Tom Yang Kung-Oriental Cuisine Mie Bakso Thailand-Oriental Cuisine
Tom Yam Juara dan Mie Bakso

Pad Thai
Pad Thai

Buat yang beredar di seputaran Kuwait, musti coba makan di sini!

Alamat :
Bi Bi Tower, Al-Sharq Dasman Circle, IBN Misdah Street, Block No.1, Plot No.36, Kuwait
Phone : 247 0400 - Email : info@orientalcuisinr.net

Lokasi :

(click to enlarge the map)

Lat : 29°23'14.14"N
Long : 47°59'32.25"E