Our previous journey: Kuwait

Monday, January 21, 2008

Mari Bercocok Tanam

by : Dita

Sebelum menginjakkan kaki di negeri berpasir ini, Papin udah pernah bilang bahwa di sini gak ada taneman. Waakksss!! Gak ada ijo-ijo sama sekali??!! *pasrah*. Yaa udahlah mau gimana lagi. Bayangan tentang negeri berpasir nan gersang tanpa taneman sudah tertanam erat di benak dan pasrah aja menerima keadaan.

Begitu mendarat di Kuwait, ternyata jauh dari bayangan. Yang namanya tanaman bukan gak ada sama sekali, tapi jarang (huh Papin hiperbola amat). Langsung deh adem hati dan mata ini. Cuman memang kayaknya orang-orang sini rada gak tertarik bercocok tanam, jarang banget melihat teras-teras apartemen yang dipenuhi tanaman (mungkin juga karena males ngurus mengingat perubahan cuaca yang ekstrim ato mungkin mereka bertanam ria di dalam rumah atau apartemen ato mungkin karena harga tanaman mahal). Di apartemen kami saja yang terdiri dari 9 lantai (27 flat) hanya terlihat 2 flat yang menghijaukan terasnya, satu flat kami dan satu flat Mas Hakim staf KBRI.

Belakangan kami malah menemukan, ternyata yang namanya toko tanaman atau nursery di sini juga banyak. Beberapa orang teman sudah wanti-wanti, "di Kuwait taneman mahal loh. Bahkan bisa sampe jut-jutan (baca : jutaan)."

Deretan nursery banyak terdapat di dekat Lulu Hypermarket dan Pasar Jumat. Tapi kami belum pernah mampir. Soalnya minder duluan :), mengingat pesan-pesan teman soal harga tanaman (tapi terus terang penasaran berat pengen ke tempat ini).

Suatu ketika saat jalan-jalan ke city, kami menemukan toko tanaman di depan supermarket Ambassador (sebenernya gak layak dibilang toko, karena mereka hanya berjualan di emperan Ambassador). Iseng-iseng tanya, ternyata harga tanaman-tanaman yang mereka jual masih reasonable lah. Berkisar mulai dari 1 KD sampe 5 KD dan bisa ditawar lumayan jauh pulak.



Beberapa kali kami membeli tanaman dari mereka. Dan sering tanaman-tanaman yang kami beli beranak banyak. Jadi untung juga, dengan harga lumayan murah, bisa dapet banyak tanaman ( asal telaten mindah-mindahin anak-anaknya ke pot-pot kecil aja)....hihihi curang! Tinggal beli potting soilnya di supermarket (biasanya sih beli di Sultan), terus beli pot-pot lucu di IKEA...hehehe...pindah-pindahin deh tuh tanaman. Yuuukkk maree bercocok tanam!

Akhirnya punya banyak 'ijo-ijo' di apartemen. Ademnya mata ini!
Post a Comment