Our previous journey: Kuwait

Monday, June 30, 2008

Kerjaan Kami Dibilang 'Gawat'!

by : Pinot



Beberapa hari lalu, General Manager tempat kami bekerja bertandang ke departemen kami. Sekedar memantau perkembangan pekerjaan untuk Ramadan nanti. Lalu beliau menghampiri kami satu persatu melihat hasil kerja sejauh ini. Saat di meja Yoswar, beliau bergumam "Gawat! Gawaatt!!"

Wah! Kerjaannya dibilang "Gawat!" Jangan-jangan pekerjaan kami mencemaskan. Terlalu biasa atau takut ngga ngejar deadline.
Usut punya usut, tidak sesuai harapan, ternyata yang dimaksud adalah "Gawad", yang dalam bahasa Arab artinya cukup negatif, namun konteksnya adalah pujian. Seperti yang biasa kami ucapkan saat melihat sesuatu yang dasyat, keren, luar biasa dengan kata-kata negatif (cenderung kotor dan kampungan.. hehehe).

Huehehehehe.. kirain beliau cemas dengan berucap "Gawat", cemas karena kerjaannya kami bagus (aminnn..) dan harus memikirkan untuk menaikkan gaji kami (amin laggiii..)

Ternyata ngga di kampung halaman ngga di sini, kelakuan orang-orangnya sama saja (termasuk kami) : Memuji dengan kata-kata negatif.

ps : pengen tahu arti kata Gawad? Google ajah :D

Friday, June 27, 2008

Bengkel Perahu di Depan Apartemen

by : Pinot

Boat Parking

Beberapa saat lalu kami posting tentang kendaraan-kendaraan yang tidak pada habitatnya : jetski dan perahu motor nongkrong di depan apartemen. Setelah dipantau beberapa hari ini, ternyata kendaraan berhabitat air tersebut sedang dalam perawatan bengkel. Kami jadi makin terbiasa dengan pemandangan perahu motor nongkrong di daratan jauh dari pantai. Apalagi setelah mendapati bengkelnya di depan apartemen :)

video
Pasien baru tiba di bengkel

Tuesday, June 24, 2008

Graphic Designer can Cook

by : Pinot & Dita

Ketrampilan memasak kayaknya adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki jika tinggal di negeri orang. Gak ada si mbok ato jajanan kaki lima yang dapat diandalkan untuk menyediakan sajian pengisi perut. Sesekali mungkin bisa aja makan di luar. Tapi kalo tiap hari makan/jajan di luar, yaaaaa bisa jebol dong kantong ini. Belum lagi urusan selera yang seringnya gak kompatibel sama lidah Asia ;). Seperti juga mungkin teman-teman perantauan yang lain, sering putus asa bingung mau makan apa, akhirnya makanan instan model indomie dijadikan penyelamat usus dari cacing-cacing kelaparan :D. Tapi gak mungkin kan makan indomie tiap hari, gak mungkin juga cuman ceplok telor terus menerus. Akhirnya ya mau gak mau, 'dipaksa' juga masuk dapur

Untuk Papin dan Bayu -- yang keluarga sudah bergabung di Kuwait -- istri tercinta adalah savior (wooiii Papin dan Bayu curang!!). Hampir setiap hari, bekal masakan Mamin selalu menemani saat bekerja. Kebutuhan makan sesuai selera bisa dikatakan terpenuhi. Dan tentu saja menghemat pengeluaran. Lain halnya dengan Aji, Daud dan Yoswar. Tidak ada yang bisa diandalkan untuk memasak di dapur. Dulu pada saat kami masih tinggal bareng-bareng dalam satu apartemen, urusan makanan masih bisa terbantu dengan masakan Mamin. Tiap hari Mamin, seperti layaknya pengusaha catering (soalnya yang dimasak dalam porsi gede :D), menyiapkan makanan dan bekal untuk penduduk apartemen. Nah, sekarang masalahnya Mamin udah pensiun ngempanin anak orang (baca : ngasih makan anak orang). Sejak kami berpisah dan pindah ke apartemen masing-masing, Mamin tidak lagi menyiapkan makanan untuk teman-teman. Dan akhirnya, mau gak mau mereka harus memasak sendiri!

Mereka-mereka ini yang biasa berurusan dengan spesifikasi komputer (Macintosh), software Adobe AfterEffect, plug-in Trapcode 3D stroke, Wacom tablet, harddisk FireWire, QuickTime movie dan seabreg urusan kerjaan grafis, kini mencoba untuk terjun ke kancah dapur -- dunia yang berbeda dengan dunia kerja sehari-hari.

Simak deh video ini, bagaimana mereka mencoba terjun ke dalam dunia persilatan cooking dan saat-saat nongkrong diisi dengan obrolan seputar resep, bumbu dan hardware dapur. Serta Aji yang masak cah kangkung dengan lihainya dan tentu saja hasilnya layak dimakan...rr.. ng.. lebih tepat : cukup enak dan sedap!



Btw... pernah tahu ada quote "Most famous chef are men". Bukan ngga mungkin mereka jadi famous chef suatu saat nanti :D

Sunday, June 22, 2008

What's in Our Bag?

by : Pinot



  1. Masker. Perlindungan pertama untuk pernafasan dan mulut biar ngga diserbu pasir kalau pas intensitas badai lagi tinggi
  2. Suhu rata-rata 40˚ bikin tenggorokan cepat kering dan gampang haus. Biasanya sehari bisa minum 4,5 liter, sudah termasuk 2 botol kecil yang selalu stand-by di tas
  3. Kotak bekal. Bawa persediaan buat makan atau ngemil dari dapur Mamin
  4. TuneJuice (emergency power) untuk iPhone yang hanya mengandalkan 1 batere 9 volt
  5. iPhone buat telpon (d'oh!), internet dan nonton podcast :)
  6. Kamera digital saku Nikon P1. Selalu stand-by buat merekam segala peristiwa unik di Kuwait, termasuk dokumentasi peristiwa alam langka : hujan es di Kuwait
  7. GPS tua Garmin eTrex Summit. Gak ada peta. Gak ada memory card. Layar hitam putih. Tapi sangat berguna saat menginjakkan kaki di negeri ini. Bahkan bos kami yang Kuwaiti saja tanya arah jalan kepada kami saat berkendara bersama. 
  8. Last but not least : sambal Indofood botol kecil! Kami yang penggemar pedas ini merasa risau dengan kelangkaan sambal saat makan di restoran-restoran Kuwait. Setiap restoran fast-food ternama pasti tidak punya sambal seperti layaknya di Indonesia. Saus tomat lagi saus tomat lagi. McDonald masih mau menawarkan 'spicy chilly' yang tidak terlalu pedas dengan membayar(!) 300 fils alias Rp 9000! Akhirnya, botol kecil ini selalu stand-by, di mana pun, kapan pun, makanan apa pun!

Note :
Isi tas yang kami jabarkan di sini adalah wajib hukumnya untuk selalu dibawa. Selain isi-isi tas ini, kami juga membawa persediaan diapers buat Leia, juice-juice kecil, pakaian balita cadangan dan segala peralatan pendukung balita :D

Thursday, June 19, 2008

Mari Melanggar Peraturan

by : Pinot

no ciggy

There are lots of laws & rules here in Kuwait. Salah satunya peraturan yang melarang masyarakat untuk membeli rokok jika berumur di bawah 21 tahun. Untuk kami, peraturan tersebut sangat bagus, dengan catatan jika diterapkan dengan baik dan benar.

Suatu ketika, Papin sekeluarga hendak membeli barang titipan di counter rokok Carrefour. Ada beberapa pemuda Arab (Kuwaiti?) di situ dan seseorang diantaranya menghampiri Papin dan berkata-kata dalam bahasa Arab. Walau sudah memberi kode bahwa kami ngga ngerti ngomong apa, pemuda tersebut ngotot minta sesuatu. Kasir counter (berkebangsaan Filipina) senyum-senyum sambil geleng-geleng dan menunjuk ke sign-board bertuliskan :

"No Cigarettes to those below 21"

Akhirnya mereka pergi menjauh. Kami tanya pada kasir, apa mau mereka.

"Mereka mau beli rokok tapi belum cukup umur. Dan mereka minta tolong ke anda untuk membelikan mereka rokok karena anda dianggap sudah berumur"

What? Dasar ABG (Arab Baru Gede) gendheng! Kami langsung geleng-geleng. Hebat, mereka baru saja melecehkan peraturan mereka sendiri di depan kami sebagai kaum pendatang. Tahu gitu -- jika kami bisa berbahasa Arab -- kami akan jawab dengan sindiran sarkas :

"Maaf. Uang saya hanya cukup untuk membeli rokok buat anak perempuan saya yang baru berumur 3 tahun"

Well. Di mana pun peraturan pasti dilanggar. Kami juga ngga tutup mata dengan kondisi di kampung halaman. Tapi, apa yang ABG tersebut lakukan tampaknya menunjukkan 2 hal : melecehkan peraturan mereka sendiri dan mengajak kami sebagai kaum pendatang untuk melanggarnya :D

Related stories :
- Little Rascals
- Kelakuan anak muda Kuwait
- Cerita garing Didat (bagian cerita 2)
- Alina's experience

Wednesday, June 18, 2008

Taxi Omprengan Bonus Hair Dryer

by : Pinot


Mata boleh terlindungi kacamata, hidung mulut boleh terlindungi masker, tapi rambut pasrah dikerumuni pasir

Suatu ketika di musim panas-panasan berdebu pasir ini, kami ditawari taxi omprengan saat hendak berangkat kantor. Tanpa ba-bi-bu -- tetap menawar harga tentunya -- kami langsung menyerbu masuk taxi, daripada berjemur lebih lama lagi di pinggir jalan.

Namun, dewi keberuntungan sedang cuti summer pulang kampung tampaknya. Taxi sedan bodol yang kami tumpangi tidak memiliki AC! Jendela terpaksa dibuka, mengantar angin panas (suhu sekitar 40˚) dan mengajak debu pasir di jalanan masuk ke dalam sedan.

"Fi AC? (Ada AC?)" tanya kami.
"Mafi AC (Tidak ada AC). Broken!" jawab si sopir sambil cengengesan.

Gemblung!!
Jendela ditutup salah, bikin hypergerah. Jendela dibuka juga salah, ngga terlalu gerah tapi pasir berdatangan menjarah. Yah diterima saja kondisinya dengan pasrah. Hitung-hitung naik taxi bonus hair dryer, mengeringkan rambut kami yang basah habis keramas. Rambut Yoswar yang panjang langsung kering tergerai 'hair dryer' dari jendela. Plus pasir tentunya.

Related stories :
- Omprengan Arab
- Si Abah
- Taxi Yukon
- Alunan Inka Christie & Dangdut di taxi Kuwait
- Taxi nge-bronx
- Pak Ibrahim
- Tareq the taxi driver

Monday, June 16, 2008

Oleh-oleh Majalah WIRED



by : Pinot

I'm an Apple fanboy. Punya hobi yang cukup ngrepotin (Mamin sudah melotot nih) : mengumpulkan pernak pernik Apple sampai menggunung menuh-menuhin rumah. Salah satunya koleksi majalah tua yang berhubungan dengan Apple. One day, (I believe) these historical junks will be precious items.

Saat majalah WIRED edisi April lalu menurunkan artikel Apple sebagai cover story-nya, panik bukan main. Karena majalah itu tidak (atau susah) ditemukan di Kuwait ini :(
Wah barang koleksi nih!!!!!
Dan kebetulan punya WIRED edisi tahun 1997 -- ngejogrok di gudang -- mengulas Apple yang sedang sekarat. Jadi cocok disandingkan dengan edisi April 2008 ini.

Untungnya seorang rekan di Jakarta bersedia keep edisi itu, dan memohon Eman yang sedang pelesir ke Indonesia untuk dibawa ke Kuwait sini.

Satu lagi calon 'junk' dikoleksi. Semoga ngga menggunung di Kuwait. Susah bawa pulangnya :P

More story here.

Saturday, June 14, 2008

Busana Summer : Siapa yang Nyamber?



Sejak memasuki summer, toko-toko pakaian terkemuka mulai memamerkan koleksi busana summer mereka di display toko. Kami cukup terkesima dengan jenis busana yang dipajang. Jika kami melihat display tersebut di Jakarta, jelas biasa-biasa saja. Namun di negeri yang katanya sangat ketat dalam urusan aurat, busana-busana summer tersebut sangat 'terbuka'. Malah kami sempat menyaksikan koleksi busana yang full bikini di salah satu toko - namun belakangan sudah tidak terpajang di display, mungkin disimpan di dalam.

Membuat kami bertanya-tanya, siapa yang membeli di sini ya? Expatriat atau foreigner thok? Atau wanita-wanita Kuwaiti juga membelinya? Namun jika mereka membelinya, kapan digunakan? Mungkin saat ada acara khusus yang dihadiri cuma wanita-wanita saja. Atau dibeli untuk digunakan saat berlibur summer di luar negeri?

Musim Bawarih Bikin Mata Perih

by : Pinot



Sudah sejak 2 - 3 minggu ini, Kuwait tidak habis-habisnya dikepung debu pasir, lengkap dengan angin ngebutnya berkisar 30 - 40 km/jam. Ternyata, tidak hanya kami sebagai pendatang baru yang keheranan dengan debu pasir berkepanjangan, teman-teman Indonesia yang sudah lama tinggal di Kuwait pun terheran-heran. Bahkan rekan kerja Kuwaiti pun demikian, "This Bawarih season is not normal because of the long dusty weeks."

Bawarih season adalah istilah untuk awal Summer yang dimulai dari awal Juni hingga puncak (Agustus atau awal September), dengan suhu tertinggi beranjak dari 40˚ C hingga 50˚ C. Debu pasir yang nggak putus-putus ini membuat mata gampang perih. Jika tidak menggunakan masker, kadang suka terasa ada pasir nemplok di gigi. Puih Pwueh Puh!!! Dan tentu saja, rambut jadi penuh ketombe pasir :P

Sumber :
- Q8weather.com
- Kuwait National Meteorological Centre

Thursday, June 12, 2008

Berburu Pernak-Pernik Crafting dan Baking

by : Dita

Bird Cage 2

Buat pecinta crafting dan baking, siap-siap kecewa begitu menginjakkan kaki di negara ini. Gue kasih tau aja ya, mending kalo suka crafting dan baking, peralatan-peralatn dan pernak-pernik yang spesifik bawa aja deh dari kampung halaman.

Sebelum berangkat ke Kuwait, gue sudah melakukan survey mengenai baking ke teman-teman yang tinggal di Kuwait. Di mana cari ini itu. Jawaban yang didapat sama, banyak gak adanya. Ya, kalo cuman standart-standart tepung, gula, pewarna makanan sih ada. Cuman untuk keperluan yang lebih advance seperti cake decorating, duuhhh jangan harap deh. Kalo punya seperangkat perkakas wilton, bawa aja! Di sini gak pernah nemu batang idungnya produk-produk Wilton. So far buat gue penyedia peralatan dan bahan-bahan baking paling kumplit adalah The Sultan Center dan City Center. Di luar itu, jangan harap nemu brown sugar, jangan harap dapet gula bubuk, even Carrefour sini aja gak lengkap (maksud gue bukan gak lengkap gimana, ini sih berdasar ekspektasi gue aja kalo pas lagi baking yang aneh-aneh suka gak nemu bahan-bahannya). Kayak mascarpone untuk bikin tiramisu, gue cuman menemukan di Sultan. Parchment Paper cuman ada di City Center dan Sultan. Brown Sugar, Powder Sugar and Icing Sugar pasti ada di dua tempat ini.

Untuk urusan loyang, kalo yang standart-standart aja ada, tapi kalo udah mau bikin Madeleines....ya gak ada lah ya. Mo cari loyang bongkar pasang yang kotak...ya susah *lagian yang dicari juga aneh-aneh sih...wakakakakakkk!!*

Lil' creature

Itu tadi urusan baking. Kalo urusan crafting? 11-12, 13-14 deh! Ini lebih parah lagi, yang namanya craftstore kayaknya gak ada di sini. Biasanya yang jual benang, jarum dan pernak-pernik craft mencar-mencar. Di Lulu Hypermarket ada sedikit section yang jual benang-benang, jarum dan keperluan hand embroidery. Embroidery hoop juga gue dapet di sini. Made in Pakistan tapi kualitasnya sangat jauh dari hoop yang gue punya di Indonesia. Pilihan warna benang juga terbatas.

Made in Pakistan

Di pasar Mubarakiyah, konon banyak perlengkapan jahit-menjahit, gue penasaran pengen ke sana. Daiso juga menyediakan sedikit keperluan crafting.

Needles Thread

Beberapa hari yang lalu, pas belanja ke City Center Salmiya sempet mampir juga ke toko yang selama ini cuman gue lewatin doang. Ternyata toko ini menjual aneka pita, bisband, jarum, renda, kancing dan peralatan jahit lainnya. Berasa di surga!! Langsung deh borong pita lucu-lucu buat keperluan crafting dan food photography ;).

IMG_0663.JPG IMG_0667.JPG

Satu tempat yang bolehlah gue rekomendasikan untuk berburu keperluan craft adalah Toko buku Jarir. Mereka punya satu bagian tersendiri yang cukup luas untuk menjual keperluan kerajinan tangan. Lumayan lah walaupun gak lengkap-lengkap banget, tapi sudah cukup memuaskan dahaga membuat kerajinan tangan.

Nyari mesin jahit, nah ini dia. Belum nemu nih tempatnya, selain di Carrefour yang tentunya pilihannya cuman dikit banget. Temen-temen yang punya infonya, please mau dong. Selain Pasar Jumat tentunya, ya.

Bukan cuman urusan mesin jahit dan jahit menjahit, kalo ada temen-temen di Kuwait yang punya informasi perlengkapan baking dan crafting yang lengkap, kami akan sangat berterima kasih jika temen-temen bisa share di sini.

'Kopi Tubruk' di IKEA Food

by : Pinot



Di dalam IKEA, sejak bulan Mei lalu baru dibuka IKEA FOOD yang menjual aneka makanan dan minuman. Ada juice, roti dan roasted coffee!!! Kalau lihat bungkusnya, kopi yang berjudul "Kaffe Mellanrost" (Coffee Medium Roast) ini buatan Netherland dan disertifikasi oleh Utz Kapeh program. Best of all, harganya 'cuma' 500 fils alias Rp 15.000 saja! Bandingkan dengan kopi item Starbucks yang dipatok KD 2,2 alias Rp 65.000!!!!

Secara rasa, cukup yummy. Walau agak asem-asem dikit. Lumayanlah buat nggantiin kopi tubruk di kampung.



Related story :
- Black coffee

Sunday, June 08, 2008

Jajal ke Tukang Cukur

by : Pinot



Sejak dulu, kalo sudah urusan potong rambut suka males dan berbulan-bulan dibiarkan panjang gondrong awut-awutan. Alasannya, susah nemu potongan yang pas (padahal mending potong pendek walau ngga pas daripada gondrong semrawut). Sejak mendarat di Kuwait 11 bulan lalu, hanya 2 kali potong. Pertama saat kebetulan pulang ke Jakarta, mampir cukur di Bintaro Plaza. Kedua minta tolong potongin Mamin, walau hasilnya hwarakadah masih lebih percaya istri sendiri .. kakakakakak. Beberapa area kelihatan pitak seperti cukuran di video MTV Jackass -- adegan jahil bawa-bawa cukuran listrik "hit & run" mencukur orang dari belakang.

So, akhirnya setelah dipaksa-paksa Mamin -- dan daripada rambut gondrong buat sarang debu pasir mesti keramas tiap 2 kali sehari -- diseretlah ke tukang cukur atau barber shop deket apartemen. Sekalian jajal dan ngecek harga. Tukang cukurnya sepertinya berkebangsaan India atau Pakistan. Terlihat dari tampang dan bahasanya seperti orang Bali kalo lagi ngomong.



Lumayanlah. Hasilnya juga ngga jelek-jelek amat, cuma masih rada kepanjangan nih rambut. Mungkin mesti dibilangin dari awal "shorter and shorter" :D
Biayanya? 1,5 KD atau Rp 45.000 'saja' :P

Wednesday, June 04, 2008

Mural Day

by : Pinot & Dita

Mural : Tree and Birds

Pindah ke apartemen sendiri berarti waktunya berekspresi sebebas-bebasnya :D. Dan bisa eksplorasi sesuka hati. Artinya bisa mendekor apartemen sesuai selera kita :P.

Dari dulu memang Mamin paling gak betah liat yang namanya dinding polos. Bawaannya pengen nge-cat atau digambar-gambarin. Untungnya Papin juga gak masalah dan seneng-seneng aja *iya gak?*

Weekend kemaren kita gak kemana-mana, so kita bikin project home decorating. Sasaran pertama adalah tembok! Kami punya ide untuk membuat mural atau lukisan dinding. Media yang digunakan adalah cat poster dan kain. Kebetulan Mamin punya kain-kain sisa dari IKEA, yang kemudian di cut and paste di tembok.

Sisa-sisa kain lainnya, kami gunakan untuk membuat elemen dekorasi, seperti boneka-boneka kain yang diisi kain perca.

Pada dasarnya kami memang pecinta warna-warna cerah. Merasa lebih "hidup" aja kalo di sekeliling kami itu penuh warna. Dan sebenernya, prinsip kami adalah pengen membuat rumah itu friendly buat anak-anak, jadi seleranya pun menyesuaikan dengan selera anak-anak. Buat kami, rumah harus bisa membuat anak-anak bahagia, menjadi semangat untuk berkreasi dan mencintai kerajinan handmade (bukannya apa-apa, supaya mereka jadi kreatif dan gak dikit-dikit minta dibeliin mainan di toko mainan. Sebisa mungkin bikin mainan sendiri). Itulah sebabnya kenapa apartemen kami terlihat playful dan kekanakan. Ujung-ujungnya buat the krucils juga :).

Home decor


Suasana corat-coret tembok, direkam ala time-lapsed video

Enjoy our Mural Day!