Our previous journey: Kuwait

Sunday, June 22, 2008

What's in Our Bag?

by : Pinot



  1. Masker. Perlindungan pertama untuk pernafasan dan mulut biar ngga diserbu pasir kalau pas intensitas badai lagi tinggi
  2. Suhu rata-rata 40˚ bikin tenggorokan cepat kering dan gampang haus. Biasanya sehari bisa minum 4,5 liter, sudah termasuk 2 botol kecil yang selalu stand-by di tas
  3. Kotak bekal. Bawa persediaan buat makan atau ngemil dari dapur Mamin
  4. TuneJuice (emergency power) untuk iPhone yang hanya mengandalkan 1 batere 9 volt
  5. iPhone buat telpon (d'oh!), internet dan nonton podcast :)
  6. Kamera digital saku Nikon P1. Selalu stand-by buat merekam segala peristiwa unik di Kuwait, termasuk dokumentasi peristiwa alam langka : hujan es di Kuwait
  7. GPS tua Garmin eTrex Summit. Gak ada peta. Gak ada memory card. Layar hitam putih. Tapi sangat berguna saat menginjakkan kaki di negeri ini. Bahkan bos kami yang Kuwaiti saja tanya arah jalan kepada kami saat berkendara bersama. 
  8. Last but not least : sambal Indofood botol kecil! Kami yang penggemar pedas ini merasa risau dengan kelangkaan sambal saat makan di restoran-restoran Kuwait. Setiap restoran fast-food ternama pasti tidak punya sambal seperti layaknya di Indonesia. Saus tomat lagi saus tomat lagi. McDonald masih mau menawarkan 'spicy chilly' yang tidak terlalu pedas dengan membayar(!) 300 fils alias Rp 9000! Akhirnya, botol kecil ini selalu stand-by, di mana pun, kapan pun, makanan apa pun!

Note :
Isi tas yang kami jabarkan di sini adalah wajib hukumnya untuk selalu dibawa. Selain isi-isi tas ini, kami juga membawa persediaan diapers buat Leia, juice-juice kecil, pakaian balita cadangan dan segala peralatan pendukung balita :D
Post a Comment