Our previous journey: Kuwait

Wednesday, June 18, 2008

Taxi Omprengan Bonus Hair Dryer

by : Pinot


Mata boleh terlindungi kacamata, hidung mulut boleh terlindungi masker, tapi rambut pasrah dikerumuni pasir

Suatu ketika di musim panas-panasan berdebu pasir ini, kami ditawari taxi omprengan saat hendak berangkat kantor. Tanpa ba-bi-bu -- tetap menawar harga tentunya -- kami langsung menyerbu masuk taxi, daripada berjemur lebih lama lagi di pinggir jalan.

Namun, dewi keberuntungan sedang cuti summer pulang kampung tampaknya. Taxi sedan bodol yang kami tumpangi tidak memiliki AC! Jendela terpaksa dibuka, mengantar angin panas (suhu sekitar 40˚) dan mengajak debu pasir di jalanan masuk ke dalam sedan.

"Fi AC? (Ada AC?)" tanya kami.
"Mafi AC (Tidak ada AC). Broken!" jawab si sopir sambil cengengesan.

Gemblung!!
Jendela ditutup salah, bikin hypergerah. Jendela dibuka juga salah, ngga terlalu gerah tapi pasir berdatangan menjarah. Yah diterima saja kondisinya dengan pasrah. Hitung-hitung naik taxi bonus hair dryer, mengeringkan rambut kami yang basah habis keramas. Rambut Yoswar yang panjang langsung kering tergerai 'hair dryer' dari jendela. Plus pasir tentunya.

Related stories :
- Omprengan Arab
- Si Abah
- Taxi Yukon
- Alunan Inka Christie & Dangdut di taxi Kuwait
- Taxi nge-bronx
- Pak Ibrahim
- Tareq the taxi driver
Post a Comment