Our previous journey: Kuwait

Thursday, March 20, 2008

Si Abah

by : Pinot


Dia agak keberatan difoto, karena... belum cukur dan belum sisiran (sambil pegang-pegang rambut)

Kami ngga tahu siapa namanya.
Kami ngga tahu asalnya dari mana.
Kami ngga tahu umurnya berapa.
Kami ngga tahu apa-apa soal bapak ini.

Yang kami tahu, si Abah -- kami menyebutnya -- ini adalah supir taxi gelap yang selalu ngetem di depan apartemen kami. Beberapa hari ini, beliau selalu stand by di depan apartemen setiap jam 1 siang, menunggu kami untuk berangkat ke kantor. Dan, hingga kini kami belum 'berkenalan' dan bertukar nama. Maklum, beliau cuma bisa bahasa arab. Komunikasi yang dilakukan hanya sejauh bahasa tubuh dan kode :D


Si Abah menunggu kami sambil membersihkan Toyota-nya.
Post a Comment