Our previous journey: Kuwait

Monday, August 31, 2015

Mengintip US Open



Hari ini Papin dapat kesempatan bareng Mamin & krucil bertandang ke penghelatan tenis US Open, memenuhi undangan Twitter NY yang meminta Papin untuk membuat 1-2 Vine merekam suasana di lokasi.



Lokasi pertandingan ada di Flushing, Queens, 2 kali naik subway dari rumah. Turun di Mets station, suasananya sudah sangat ramai banyak orang. Baru kami sadari, event seperti ini memang menarik minat banyak orang dari seluruh New York bahkan dunia.

 
Jelang gerbang masuk, semua barang bawaan diperiksa dan tidak diperkenankan membawa backpack besar atau koper. Semua barang dimasukkan dalam kantong plastik transparan. Dilarang juga membawa tripod atau selfie stick. Backpack dan barang yang dilarang dibawa masuk disimpan dalam locker.



Barisan antrian sangat panjang dan ramai menuju gerbang masuk. Untungnya Papin bisa terhubung dengan tim Twitter yang datang membawakan tiket masuk dan credential ID. Kami pun bisa mbablas masuk tanpa harus berjemur lama-lama di antrian gerbang.



Kami menonton di Arthur Ashe Stadium, dapat posisi di suite room yang dilengkapi makanan/minuman dan ruangan ber-AC! Yesss.. panas-panas begini memang enaknya ngendon di tempat adem. Terima kasih, Twitter! Di terasnya kami bisa menikmati pertandingan. Walau tidak sampai acara pembukaan, kami sempat menonton pertandingan Venus Williams vs Monica Puig dan Novac Djokovic vs Joao Souza. Kami bukan penggemar atau pemerhati tenis, tapi sangat menikmati pertandingan mereka. Seru! Apalagi tim dari Twitter beberapa kali memberi latar belakang sejarah pemainnya, lengkap dengan bumbu drama persaingan antar pemain.

video

Papin sempat membuat 2 Vine di hari itu (1 on the spot, 1 diselesaikan di rumah). Setelah pamitan dengan tim Twitter, kami pun pulang, kegerahan pengen cepet-cepet mandi!


Vine Andy Murray nge-serve saat latihan


Vine timelapse nggambar suasana stadion

Thursday, August 20, 2015

Home Automation 11 Tahun Kemudian

 photo 2840321.jpg

 photo 2840327.jpg  photo 2840317.jpg

11 tahun silam kami lagi getol-getolnya bereksperimen dengan home automation. Dari berbagai merk & jenis, dipilih modul X10 - yang menggunakan jalur listrik rumah sebagai network-nya. Controllernya pakai PowerBook lawas 1400cs dan modul Smarthome. Dengan konfigurasi begitu, bisa mengontrol lampu rumah, mengatur jadwal kapan lampu mati dan menyala dan otomatisasi ketika rumah kosong dan ada yang mencurigakan di halaman belakang - maklum, dulu belakang rumah adalah tanah kosong dan gampang banget dipakai untuk akses merampok rumah - langsung menyalakan TV atau kaset suara anjing menggonggong, seolah ada orang di rumah.

Eksperimen berhenti setelah mengalami kendala untuk memberi fungsi tambahan seperti mengontrol dari jarak jauh semua device lewat internet.

11 tahun kemudian, eksperimen dilanjutkan. Kali ini sudah banyak kemudahan teknologi dan banyaknya pilihan merk. Bahkan semua device bisa tersambung dalam satu network dan layanan. Terima kasih, internet & wifi.

Dipilihlah modul-modul littleBits. LittleBits bukan khusus untuk home automation, tapi memberi kemudahan jika ingin membangun project semacam itu. Apalagi ada paket khusus home automation, dengan modul-modul yang siap pakai untuk berbagai kebutuhan.



Dari modul-modul ini, yang sudah bekerja dengan baik adalah pembuka pintu kalau ada tukang kirim barang pencet bel dan pengantur AC jarak jauh.



Kedua project ini menggunakan modul andalan: cloudBits - modul penghubung dari/ke internet. Dengan modul cloudBits ini bisa berkomunikasi via email, SMS, notifikasi iPhone bahkan terhubung ke layanan IFTTT.com.


Ada tukang pos dateng, dia pencet bel, lalu kasih notifikasi ke iPhone, cek security cam dan membukakan pintu supaya dia menaruh barang di dalam.


Nyalain remote AC dari internet. Jadi, 15 menit sebelum pulang, rumah sudah sejuk tanpa harus menyalakan AC seharian.

Belum lagi brand ternama seperti Philips mengeluarkan produk lampu otomatis Philips HUE, lalu Nest thermostat dan Dropcam camera. Semua device bisa saling ngobrol dan koordinasi satu sama lain.

Sebagai bonus, littleBits membuat anak-anak jadi senang membuat project-project elektronika. Seperti misalnya membuat robot-robotan yang dikontrol oleh gerakan, suara atau cahaya.



Tidak menyangka, dalam 11 tahun teknologi sudah membawa kita sejauh ini.

Tuesday, August 04, 2015

Jalan-jalan Dengan Zipcar



Hari Pertama

Mumpung masih baru di sini, semua hal dicoba & di-observasi. Kali ini kami menjajal untuk apply keanggotaaan Zipcar - penyewaan mobil dengan sistem komunitas. Walau tidak memiliki driving license yang dikeluarkan di New York, kami tetap mencoba karena Zipcar memberi kemudahan bagi yang memiliki foreign driving license, seperti Indonesia. Ngecek di website, Indonesia termasuk dalam list yang diberi kemudahan menjadi anggota. Syaratnya menanda tangani surat pernyataan bahwa kita berumur 21 tahun ke atas dan memiliki surat izin mengemudi yang dikeluarkan lembaga resmi negara, melampirkan scanned SIM Papin dan paspor (termasuk visa Amerika). Semua dikirim via email dan besoknya sudah di-approve, kartu Zipcar dikirim ke rumah 2 hari kemudian.

Saat akhir pekan, kami mencoba me-reservasi Zipcar untuk berjalan-jalan keluar kota. Sayangnya, di sekitar kami tinggal tidak tersedia mobil mini van atau SUV, umumnya sedan. Lalu kami memilih mobil Honda City yang tersedia tidak jauh dari rumah, hanya 10 menit naik bis.

Tiba di tempat yang ditentukan, ternyata mobil yang di-reservasi tidak ada di tempat. Kami menelepon call center dan komplen, kenapa tidak ada notifikasi jika mobil belum tersedia. Mereka minta maaf, memajukan jadwal reservasi dan menyuruh kami pergi ke tempat lain untuk mengambil mobil lain. Terpaksalah kami naik bis lagi dan jalan kaki mencari Zipcar di tempat yang sudah ditentukan.



video

Untunglah kali ini mobilnya tersedia di tempat, sebuah Honda Civic keluaran baru. Walau agak grogi, kami pun menempelkan kartu Zipcar ke kaca mobil dan pintu mobil terbuka. Di dalam ada kunci mobil untuk menyalakan mesin. Kami pun siap berangkat ke Bear Mountain hari itu.



Yang menyenangkan, bensin & bayar toll gratis - beberapa jembatan mewajibkan pengendara membayar toll, namun hampir semua interstate highway gratis, paling tidak sepanjang perjalanan kami - dengan cukup menggunakan kartu pengisian bensin dan kartu pembayaran toll. Sayangnya kami ngga ngerti cara ngisi bensin, jadi terpaksa kami skip. Dan kartu pembayaran toll yang seharusnya tersedia tidak ada di dalam mobil. Jadi kami tetap membayar toll $8 dan $14, untuk jembatan Triboro (RFK bridge) & jembatan George Washington yang menyeberangi Hudson River.
Total waktu: 7 jam (selesai 45 menit sebelum jadwal).
Total jarak: 157 km bolak balik
Total biaya: $157.34 (sudah dengan pajak ini itu).

Selesai perjalanan hari ini, kami mengembalikan mobil sebelum jam reservasi habis. Dilanjutkan dengan berjalan kaki ke rumah :D

Hari Kedua

Kali ini kami menjajal perjalanan dalam kota, dari rumah ke IKEA di Brooklyn dengan jarak 20km dari rumah. Cukup jauh jika menggunakan kereta api atau bis, jadi kami sekalian mengukur jika menggunakan mobil sendiri. Kami menyewa Mazda 3 jam, dari jam 12 siang hingga jam 3. Namun kami tidak mengantisipasi kondisi jalanan yang macet di beberapa titik. Plus, harus salah baca instruksi GPS, sehingga salah keluar dari highway sampai dua kali hahahaha.



Jam 2 lebih masih di IKEA, sudah dipastikan bakal telat. Mencoba kirim SMS untuk minta extend, tapi ditolak. Telpon call center, katanya ngga bisa extend karena ada penyewa berikutnya yang menunggu. Artinya, akan ada penalty karena telat. Yasudah mau gimana lagi.

Sampai di lokasi reservasi, kami terlambat 17 menit. Dari sana kami gotong-gotong barang IKEA naik kereta 1 stop & bis ke rumah :D

Total waktu: 3 jam 17 menit.
Total jarak: 43 km bolak balik.
Total biaya: $116.9 (sudah dengan penalty keterlambatan $50 :(((( )

Kesimpulan sementara

video

Lepas dari biayanya yang besar, pengalaman berkendara mobil pertama kali di New York ini sangat memberi kesan yang mendalam. Walau semua aturan lalu lintas cukup jelas, tetep saja was-was takut salah atau bikin kesalahan. Wajar sih ya. Namanya juga di negara orang. Rasa khawatir itu berangsur hilang setelah 30 menit menyetir, karena semua pengguna jalan menghormati lainnya dan rambu lalu lintas sangat jelas, mengantisipasi salah ambil jalur atau melebihi kecepatan. Benar-benar nyaman. Buat yang biasa menyetir di Jakarta atau Kuwait, pengalaman ini sangat menyenangkan. Panduan di GPS juga sangat akurat, tinggal masalah kebiasaan saja membaca nomor & nama jalan seperti Exit 25 atau I95.

 

Lalu pemandangan. Setelah sekian lama terkepung hutan beton kota New York, akhirnya bisa menikmati sisi lain negara ini. Juga bisa melihat sisi lain di perjalanan dalam kota, yang biasanya hanya bisa dilihat dari jendela kereta subway atau bis.

Yang menarik, saat kami tiba di parkiran IKEA, krucil langsung berasa nostalgia sedang di IKEA Kuwait. "Kita kayak lagi masuk parkiran Avenues Mall - IKEA." Referensinya bukan IKEA Alam Sutra tapi Kuwait hahahaha. Ya maklum, seumur hidup ke IKEA Alam Sutra baru sekali.

Apakah kita akan kembali pakai Zipcar lain kali? Tentu saja, wong sudah bayar $7 buat keanggoataan sebulan. Tapi ngga bakal terus-terusan pakai kali ya? Cukup buat special occasion, seperti menjamu tamu negara atau blusukan ke tempat yang jauh-jauh sekalian. Dengan harga sewa $15/jam, untuk keseharian sekitar NYC mending naik kereta atau bis.