Our previous journey: Kuwait

Friday, December 14, 2007

Pak Ibrahim

by : Pinot



Taxi masih menjadi andalan transportasi ke manapun kami pergi. Setiap naik taxi, kami selalu mendapatkan berbagai kisah baru dari supir-supir taxi dengan beragam latar belakang budaya. Hari ini, seperti biasa kami kedapatan supir yang hanya bisa bahasa Arab dan beberapa penggal bahasa Inggris. Ketika sang supir bertanya asal kami dan kami menjawab, dia pun tertawa.

"Haaa... I think you are Filipino. Jakarta! Jakarta! Indonesia! I go there! Last time!"

Keakraban pun terjalin. Yoswar yang duduk di depan sebelah pak supir (yang sedang bekerja - kok jadi lagu?) pun mulai mencoba mengobrol dengan bahasa campuran (Arab, Inggris, kode, bahasa tubuh dan semua alat bantu komunikasi). Tak lama berselang pak supir berkata :

"My wife is Indonesian!"

Dia mengambil handphone, memencet nomor dan berkata sejenak kepada lawan bicaranya, untuk kemudian menyerahkan handphone-nya ke Yoswar untuk berbicara.

"Talk to my wife."

Ternyata beliau menghubungi istrinya. Kamipun kemudian berkenalan, bertukar nama dan nomor telepon (sang istri bernama Wahida bekerja di LuLu Supermarket).

Sang supir - yang kemudian kami tahu bernama Ibrahim - bercerita banyak tentang dia dan Wahida istrinya. Sayang, kami hanya bisa mengangguk dan tersenyum tanpa berhasil menerjemahkan arti dan maksudnya. Dan kami pun masih bertanya-tanya, darimana asal negara Pak Ibrahim ini dan mengapa ia tidak bisa bahasa Indonesia sedikit pun? Padahal Pak Ibrahim beristrikan orang Indonesia :)

ps : Bu Wahida kalau baca blog ini bisa cerita-cerita? :)

2 comments:

Anonymous said...

hadoooh.. pinot, ya jelas pake bahasa cinta dong ah! :)

Anonymous said...

O gitcu? Mungkin nyambung ya bahasa cinta arab & bahasa cinta indonesia? *o'on mode on*