Our previous journey: Kuwait

Tuesday, December 25, 2007

Pila di Ishbilya

by : Pinot


Lembur di villa Ishbilya


Petugas pengamat gunung atau APIL?

Jika siang hari suhu paling tinggi hanya 13º - 14º, maka malam hari sudah pasti di bawah angka 10º. Dan karena pekerjaan kami menuntut untuk pulang larut, maka menggigillah 6 TKI (Papin, Eman, Bayu, Yoswar, Daud & Aji) ini saat bekerja. Berbalut kupluk, jaket, sweater bertumpuk-tumpuk membuat kami tampak seperti petugas pengamat gunung Tangkuban Perahu, Bandung. Atau, seperti orang-orang yang menawarkan villa untuk menginap di pinggir jalan di daerah Puncak atau Lembang, Jawa Barat. Sehingga ada istilah baru : APIL alias A'! Pila, A'! (diucapkan persis seperti orang-orang penjaga villa dengan logat Sunda).

Saking dinginnya, muncul becandaan-becandaan tidak lucu diantara kami seperti :
- Membuka jendela ruangan (terutama saat malam hari)
- Memegang leher teman dengan tangan dingin
- Menawarkan es teh manis kepada teman

Dan sudah pasti gebuk-gebukan jika ada yang mencoba memasukkan es batu ke baju teman sendiri. Jackass teaa... huekekekekekekekekek!

Di dalam villa Ishbilya (Ishbilya adalah sektor/daerah bagian dari Kuwait tempat kantor kami berada) ini, bersama kami juga ada Sami, Ahmad Najdi, Jaber dan terkadang Rami dan Heba masih ikut lembur. Hanya saja, jika melihat komposisi suku bangsa, kami berenam berasa jadi penjaga villa (APIL) dan mereka adalah tamu atau turisnya :D

A'! Pila, A'!!!!


Malam dengan suhu seperti ini, mending tidur berlindung di balik selimut tebal!
Post a Comment