Our previous journey: Kuwait

Saturday, December 01, 2007

Petualangan Dimulai

oleh : Pinot & Dita



Pukul 16:15, kami berempat meninggalkan negeri tercinta. Keberangkatan kami lengkap satu pasukan berikut gembolan-gembolan yang nyaris overweight (maklum bawa bayi), menandai dimulainya Neverland Journey. Papin, yang biasanya wira-wiri sendiri sekarang excited karena ditemani Mamin, Arwen dan Leia. Walau juga harus diakui, sebenarnya Papin sendiri jadi lebih ketar ketir daripada biasanya. Maklum, baru pertama kali ini kami traveling jarak jauh dengan 2 bayi, naik pesawat pulak yang gak ada berhenti-berhentinya.


Good bye everybody, sez Arwen

Selain itu sudah pasti dibutuhkan stamina lebih demi menjaga kenyamanan perjalanan 2 bayi ini. Apalagi Leia yang gampang bosan dan menu wajib breastfeeding. Untungnya Arwen tidak rewel dan justru terlalu excited. Thanks juga to Ipod yang udah jadi hiburan Arwen dan Leia slama perjalanan. Bahkan saat pesawat beberapa kali mengalami goncangan karena cuaca buruk, Arwen malah berteriak-teriak kegirangan, "goncang! goncang! asikkkk!!", sementara emak bapaknya ketar-ketir.

Hingga pesawat mendarat di Abu Dhabi sekitar 10 jam kemudian, Arwen hanya sempat tidur beberapa menit. Sisanya ketawa-ketawa becanda wira-wiri kemana-mana. Sementara Leia sempat beberapa kali tertidur lama, untungnya ada baby bassinet, jadi ia bisa dengan nyamannya terlelap di balik selimut.



Mengurangi rasa bosan dengan mewarnai buku warna & memandang dataran awan dengan matahari terbenam di ujung sana

Transit di Abu Dhabi memakan waktu 9 jam dan sayangnya Airport Hotel sudah penuh. Kami pun terpaksa tidur bermodalkan kursi tunggu bandara. Arwen dan Leia yang dari tadi terlihat full-charged baterenya, tiba-tiba meredup mengantuk dan tidur. Papin dan Mamin pun bisa mengambil kesempatan tersebut untuk merem sejenak. Sayangnya, ketidak-nyamanan kursi bandara membuat Arwen harus terbangun dan menangis. Kasihan, bolak balik mengucapkan kata sambil sesenggukan, "Arwen pingin bobok di rumah.."
Kami pun berusaha mengalihkan rasa letih Arwen ke toko mainan di bandara tersebut. Sayang, Abu Dhabi International Airport gak baby friendly, gak ada nursing room, kamar mandi khusus bayi dan playground untuk anak-anak. Yang ada hanya jajaran duty free shop yang hanya bisa dinikmati orang dewasa :(. Bayangin mau nyari susu uht aja susyeeenya minta ampun.


Bagai pengungsi tanpa istirahat yang layak

Setelah menunggu tanpa istirahat yang layak, akhirnya kami berangkat paginya pukul setengah sembilan. Dalam perjalanan 45 menit ke Kuwait, Arwen dan Leia bisa sejenak membalas rasa letih mereka untuk memejamkan mata di kursi pesawat.

Di bandara Kuwait, kami bisa segera keluar tanpa ada masalah administrasi dan barang bawaan. Mas Heru sudah menunggu di gerbang untuk menjemput kami. Udara sejuk musim dingin juga menyambut kedatangan kami (berbeda saat Papin tiba di awal bulan Juli lalu, yang langsung 'ditampar' angin panas Kuwait saat summer).

Tiba di apartemen, kami bersih-bersih dengan air hangat. Walau Arwen sempat canggung dengan suasana barunya (dan kembali ingin bobok di rumah), akhirnya kami bisa memejamkan mata, sejenak melepas penat untuk membalas istirahat yang tertunda selama hampir 20 jam.
Post a Comment