Our previous journey: Kuwait

Thursday, January 17, 2008

Beli Heater, Finally!!

by : Pinot

Winter mungkin sudah mulai berangsur berganti. Walau begitu, angka suhu yang selalu tiarap di bawah 5º saat malam membuat kami menyerah bertekuk lutut dengan membeli heater. Mungkin sudah terlambat, tapi membeli heater di ujung berakhirnya winter memberi keuntungan tersendiri. Heater-heater ini dijual dengan diskon yang menarik. Seperti yang baru kami beli di sebuah toko, barunya 20 KD kini dijual dengan harga 14 KD.


Heater merk Panasonic... eh Pensonic seharga 14 KD (sekitar Rp 475.000)

Tanpa babibu dan melihat merk, sebuah oil heater dibopong ke rumah untuk menghangatkan badan saat malam mata terpejam. Walau sempat bermasalah (kabel terlepas), heater ber-merk - tidak ngetop - Pensonic ini berhasil menjalankan tugas mengusir hawa dingin. Hanya saja, kini kami harus pasang mata memantau dan menjaga agar heater ini tidak tersentuh tangan Arwen & Leia, bukan karena takut mereka pegang-pegang permukaan heater yang lumayan "hangat", tapi karena tangan mereka gratil banget mencet-mencet tombol power dan tombol suhu, sehingga malah bikin heater jadi gak panas-panas.


Mengamankan heater dari tangan gratil Arwen.. atau tepatnya menjaga agar tangan Arwen tidak menyentuh heater

Yoswar tidak mau ketinggalan. Sebuah heater dengan lampu halogen ber-merk Geepas (bukan kipas, tapi Geepas, produk elektronik kelas Maspion buatan India) dibeli untuk menemani tidurnya. Walau sang Geepas memberi kehangatan yang cukup, namun nyala lampu halogennya terasa sangat terang menyilaukan. Saking terangnya, bisa digunakan sebagai lampu shooting video klip. Jika kami harus menjaga agar tangan bayi-bayi tidak menyentuh oil heater kami, maka Yoswar harus menggunakan kaca mata agar matanya tidak tersilaukan oleh halogen heaternya.


Ian Kasela sedang syuting video klip?

Alhamdulillah, suhu tiarap bisa kami bendung sejauh ini. Thanks to Pensonic (dan Geepas Yoswar) :D
Post a Comment