Our previous journey: Kuwait

Monday, June 16, 2008

Oleh-oleh Majalah WIRED



by : Pinot

I'm an Apple fanboy. Punya hobi yang cukup ngrepotin (Mamin sudah melotot nih) : mengumpulkan pernak pernik Apple sampai menggunung menuh-menuhin rumah. Salah satunya koleksi majalah tua yang berhubungan dengan Apple. One day, (I believe) these historical junks will be precious items.

Saat majalah WIRED edisi April lalu menurunkan artikel Apple sebagai cover story-nya, panik bukan main. Karena majalah itu tidak (atau susah) ditemukan di Kuwait ini :(
Wah barang koleksi nih!!!!!
Dan kebetulan punya WIRED edisi tahun 1997 -- ngejogrok di gudang -- mengulas Apple yang sedang sekarat. Jadi cocok disandingkan dengan edisi April 2008 ini.

Untungnya seorang rekan di Jakarta bersedia keep edisi itu, dan memohon Eman yang sedang pelesir ke Indonesia untuk dibawa ke Kuwait sini.

Satu lagi calon 'junk' dikoleksi. Semoga ngga menggunung di Kuwait. Susah bawa pulangnya :P

More story here.

Saturday, June 14, 2008

Busana Summer : Siapa yang Nyamber?



Sejak memasuki summer, toko-toko pakaian terkemuka mulai memamerkan koleksi busana summer mereka di display toko. Kami cukup terkesima dengan jenis busana yang dipajang. Jika kami melihat display tersebut di Jakarta, jelas biasa-biasa saja. Namun di negeri yang katanya sangat ketat dalam urusan aurat, busana-busana summer tersebut sangat 'terbuka'. Malah kami sempat menyaksikan koleksi busana yang full bikini di salah satu toko - namun belakangan sudah tidak terpajang di display, mungkin disimpan di dalam.

Membuat kami bertanya-tanya, siapa yang membeli di sini ya? Expatriat atau foreigner thok? Atau wanita-wanita Kuwaiti juga membelinya? Namun jika mereka membelinya, kapan digunakan? Mungkin saat ada acara khusus yang dihadiri cuma wanita-wanita saja. Atau dibeli untuk digunakan saat berlibur summer di luar negeri?

Musim Bawarih Bikin Mata Perih

by : Pinot



Sudah sejak 2 - 3 minggu ini, Kuwait tidak habis-habisnya dikepung debu pasir, lengkap dengan angin ngebutnya berkisar 30 - 40 km/jam. Ternyata, tidak hanya kami sebagai pendatang baru yang keheranan dengan debu pasir berkepanjangan, teman-teman Indonesia yang sudah lama tinggal di Kuwait pun terheran-heran. Bahkan rekan kerja Kuwaiti pun demikian, "This Bawarih season is not normal because of the long dusty weeks."

Bawarih season adalah istilah untuk awal Summer yang dimulai dari awal Juni hingga puncak (Agustus atau awal September), dengan suhu tertinggi beranjak dari 40˚ C hingga 50˚ C. Debu pasir yang nggak putus-putus ini membuat mata gampang perih. Jika tidak menggunakan masker, kadang suka terasa ada pasir nemplok di gigi. Puih Pwueh Puh!!! Dan tentu saja, rambut jadi penuh ketombe pasir :P

Sumber :
- Q8weather.com
- Kuwait National Meteorological Centre

Thursday, June 12, 2008

Berburu Pernak-Pernik Crafting dan Baking

by : Dita

Bird Cage 2

Buat pecinta crafting dan baking, siap-siap kecewa begitu menginjakkan kaki di negara ini. Gue kasih tau aja ya, mending kalo suka crafting dan baking, peralatan-peralatn dan pernak-pernik yang spesifik bawa aja deh dari kampung halaman.

Sebelum berangkat ke Kuwait, gue sudah melakukan survey mengenai baking ke teman-teman yang tinggal di Kuwait. Di mana cari ini itu. Jawaban yang didapat sama, banyak gak adanya. Ya, kalo cuman standart-standart tepung, gula, pewarna makanan sih ada. Cuman untuk keperluan yang lebih advance seperti cake decorating, duuhhh jangan harap deh. Kalo punya seperangkat perkakas wilton, bawa aja! Di sini gak pernah nemu batang idungnya produk-produk Wilton. So far buat gue penyedia peralatan dan bahan-bahan baking paling kumplit adalah The Sultan Center dan City Center. Di luar itu, jangan harap nemu brown sugar, jangan harap dapet gula bubuk, even Carrefour sini aja gak lengkap (maksud gue bukan gak lengkap gimana, ini sih berdasar ekspektasi gue aja kalo pas lagi baking yang aneh-aneh suka gak nemu bahan-bahannya). Kayak mascarpone untuk bikin tiramisu, gue cuman menemukan di Sultan. Parchment Paper cuman ada di City Center dan Sultan. Brown Sugar, Powder Sugar and Icing Sugar pasti ada di dua tempat ini.

Untuk urusan loyang, kalo yang standart-standart aja ada, tapi kalo udah mau bikin Madeleines....ya gak ada lah ya. Mo cari loyang bongkar pasang yang kotak...ya susah *lagian yang dicari juga aneh-aneh sih...wakakakakakkk!!*

Lil' creature

Itu tadi urusan baking. Kalo urusan crafting? 11-12, 13-14 deh! Ini lebih parah lagi, yang namanya craftstore kayaknya gak ada di sini. Biasanya yang jual benang, jarum dan pernak-pernik craft mencar-mencar. Di Lulu Hypermarket ada sedikit section yang jual benang-benang, jarum dan keperluan hand embroidery. Embroidery hoop juga gue dapet di sini. Made in Pakistan tapi kualitasnya sangat jauh dari hoop yang gue punya di Indonesia. Pilihan warna benang juga terbatas.

Made in Pakistan

Di pasar Mubarakiyah, konon banyak perlengkapan jahit-menjahit, gue penasaran pengen ke sana. Daiso juga menyediakan sedikit keperluan crafting.

Needles Thread

Beberapa hari yang lalu, pas belanja ke City Center Salmiya sempet mampir juga ke toko yang selama ini cuman gue lewatin doang. Ternyata toko ini menjual aneka pita, bisband, jarum, renda, kancing dan peralatan jahit lainnya. Berasa di surga!! Langsung deh borong pita lucu-lucu buat keperluan crafting dan food photography ;).

IMG_0663.JPG IMG_0667.JPG

Satu tempat yang bolehlah gue rekomendasikan untuk berburu keperluan craft adalah Toko buku Jarir. Mereka punya satu bagian tersendiri yang cukup luas untuk menjual keperluan kerajinan tangan. Lumayan lah walaupun gak lengkap-lengkap banget, tapi sudah cukup memuaskan dahaga membuat kerajinan tangan.

Nyari mesin jahit, nah ini dia. Belum nemu nih tempatnya, selain di Carrefour yang tentunya pilihannya cuman dikit banget. Temen-temen yang punya infonya, please mau dong. Selain Pasar Jumat tentunya, ya.

Bukan cuman urusan mesin jahit dan jahit menjahit, kalo ada temen-temen di Kuwait yang punya informasi perlengkapan baking dan crafting yang lengkap, kami akan sangat berterima kasih jika temen-temen bisa share di sini.

'Kopi Tubruk' di IKEA Food

by : Pinot



Di dalam IKEA, sejak bulan Mei lalu baru dibuka IKEA FOOD yang menjual aneka makanan dan minuman. Ada juice, roti dan roasted coffee!!! Kalau lihat bungkusnya, kopi yang berjudul "Kaffe Mellanrost" (Coffee Medium Roast) ini buatan Netherland dan disertifikasi oleh Utz Kapeh program. Best of all, harganya 'cuma' 500 fils alias Rp 15.000 saja! Bandingkan dengan kopi item Starbucks yang dipatok KD 2,2 alias Rp 65.000!!!!

Secara rasa, cukup yummy. Walau agak asem-asem dikit. Lumayanlah buat nggantiin kopi tubruk di kampung.



Related story :
- Black coffee

Sunday, June 08, 2008

Jajal ke Tukang Cukur

by : Pinot



Sejak dulu, kalo sudah urusan potong rambut suka males dan berbulan-bulan dibiarkan panjang gondrong awut-awutan. Alasannya, susah nemu potongan yang pas (padahal mending potong pendek walau ngga pas daripada gondrong semrawut). Sejak mendarat di Kuwait 11 bulan lalu, hanya 2 kali potong. Pertama saat kebetulan pulang ke Jakarta, mampir cukur di Bintaro Plaza. Kedua minta tolong potongin Mamin, walau hasilnya hwarakadah masih lebih percaya istri sendiri .. kakakakakak. Beberapa area kelihatan pitak seperti cukuran di video MTV Jackass -- adegan jahil bawa-bawa cukuran listrik "hit & run" mencukur orang dari belakang.

So, akhirnya setelah dipaksa-paksa Mamin -- dan daripada rambut gondrong buat sarang debu pasir mesti keramas tiap 2 kali sehari -- diseretlah ke tukang cukur atau barber shop deket apartemen. Sekalian jajal dan ngecek harga. Tukang cukurnya sepertinya berkebangsaan India atau Pakistan. Terlihat dari tampang dan bahasanya seperti orang Bali kalo lagi ngomong.



Lumayanlah. Hasilnya juga ngga jelek-jelek amat, cuma masih rada kepanjangan nih rambut. Mungkin mesti dibilangin dari awal "shorter and shorter" :D
Biayanya? 1,5 KD atau Rp 45.000 'saja' :P

Wednesday, June 04, 2008

Mural Day

by : Pinot & Dita

Mural : Tree and Birds

Pindah ke apartemen sendiri berarti waktunya berekspresi sebebas-bebasnya :D. Dan bisa eksplorasi sesuka hati. Artinya bisa mendekor apartemen sesuai selera kita :P.

Dari dulu memang Mamin paling gak betah liat yang namanya dinding polos. Bawaannya pengen nge-cat atau digambar-gambarin. Untungnya Papin juga gak masalah dan seneng-seneng aja *iya gak?*

Weekend kemaren kita gak kemana-mana, so kita bikin project home decorating. Sasaran pertama adalah tembok! Kami punya ide untuk membuat mural atau lukisan dinding. Media yang digunakan adalah cat poster dan kain. Kebetulan Mamin punya kain-kain sisa dari IKEA, yang kemudian di cut and paste di tembok.

Sisa-sisa kain lainnya, kami gunakan untuk membuat elemen dekorasi, seperti boneka-boneka kain yang diisi kain perca.

Pada dasarnya kami memang pecinta warna-warna cerah. Merasa lebih "hidup" aja kalo di sekeliling kami itu penuh warna. Dan sebenernya, prinsip kami adalah pengen membuat rumah itu friendly buat anak-anak, jadi seleranya pun menyesuaikan dengan selera anak-anak. Buat kami, rumah harus bisa membuat anak-anak bahagia, menjadi semangat untuk berkreasi dan mencintai kerajinan handmade (bukannya apa-apa, supaya mereka jadi kreatif dan gak dikit-dikit minta dibeliin mainan di toko mainan. Sebisa mungkin bikin mainan sendiri). Itulah sebabnya kenapa apartemen kami terlihat playful dan kekanakan. Ujung-ujungnya buat the krucils juga :).

Home decor


Suasana corat-coret tembok, direkam ala time-lapsed video

Enjoy our Mural Day!

Thursday, May 29, 2008

Nissan Baru

by : Pinot



Salah seorang rekan kami memamerkan kendaraan barunya kepada kami, Nissan Qashqai, yang dicicil dengan 108 KD (Rp 3 jutaan) sebulan tanpa DP. Berarti total harga yang dibayar kira-kira Rp 190 jutaan. Mungkin kalau cash bisa lebih murah lagi. Kami cuma bisa ngiler saat melihat-lihat SUV keren ini dari dekat. Ngiler sudah pengen bawa mobil sendiri di sini, sementara driving license (masih juga) belum punya. Dan kalo terus bergantung dengan taxi, dompet digorok terus tiap hari. Dengan bensin seharga di sekitar 30 fils per liter (Rp 1000-an perak per liter!!) 60 fils per liter untuk premium (Rp 1800-an perak per liter), punya kendaraan sendiri sudah pasti lebih hemat.


Mbak! Anterin kita jalan-jalann dhuoonnnnnnkkkk!

More about Nissan Qashqai

Sunday, May 25, 2008

Akhirnya....Apartemen Baru!

by : Dita



Legaaaaa akhirnya ini malam pertama kami tidur di apartemen baru. Setelah beberapa hari ini ribet packing, angkut-angkut barang dan berakhir pada hari ini, ngangkutin barang-barang gede dan cuapeknya minta ampun.

Gak peduli, apartemen masih berantakan sama barang-barang, yang penting malem ini kita bisa bareng-bareng bobok di kamar baru kita, sambil memandangi langit malam dari lantai 4 flat kami. Arwen dan Leia sibuk bertanya-tanya dan menunjuk-nunjuk pemandangan malam yang terhampar di hadapan mereka (kebetulan jendela kamar kami cukup besar). Mungkin mereka terkagum-kagum karena bisa melihat sesuatu dari atas. Selama ini kan, cuman dari lantai 1 di apartemen lama.

Capeknya memang gak ketulungan, tapi bisa terbayar dengan rasa senang yang tak terkira. Akhirnya bisa tinggal di apartemen sendiri yang lebih mungil jadi gak capek ngurusnya dan yang penting punya dapur berjendela *Mamin lompat-lompat* :). Beruntung udah punya kenalan uncle Nwufr yang bersedia membantu angkut-angkut barang dengan truk dinasnya, jadi ritual pindah-pindahan bisa berjalan dengan lancar. Juga dibantu dengan teman-teman seperjuangan, Aji, Daud dan Yos yang sama-sama pindah, acara transmigrasi ini jadi lebih mudah.

Pekerjaan rumah berikutnya adalah ngluar-ngluarin barang dari dus, rapi-rapi dan atur-atur :P......dahhh puyeng....emang yang namanya pindah-pindahan itu pasti melelahkan :D. Mudah-mudahan sedikit demi sedikit mulai tertata rapi dan acara nge-blog bisa lancar lagi ;).

Related stories :
1. Suasana beberes dan pindah-pindahan
2. Kardus IKEA dari Polandia
3. Kereta Wira-Wiri
4. Pindah Apartemen
5. Uncle Nwufr

Thursday, May 22, 2008

Omprengan Arab

by : Pinot



Lagi nunggu taxi ke kantor, tiba-tiba ada yang datang menawarkan tumpangan : pengemudi Arab (lengkap dengan disdasha) dengan mobil bak terbuka berkapasitas 5 penumpang. Kendaraan multifungsi ini ternyata menggunakan transmisi manual -- yang selama ini jarang kami temui karena rata-rata semua kendaraan bertransmisi otomatis. Sang pengemudi yang sudah sepuh ini tetap lincah memindahkan gigi transmisi sembari mengepulkan rokok -- padahal AC dinyalakan. Sayang, kami tidak bisa bertanya lebih banyak karena masalah.. well you know laahhh.. bahasa :P



Related stories (omprengan) :
- Si Abah
- Taxi Yukon
- Pak Ibrahim

Sunday, May 18, 2008

Pindah Habitat

by : Pinot



2 buah kendaraan yang berhabitat tidak pada tempatnya teronggok dengan antengnya di depan apartemen kami : jet ski dan perahu motor. Jarak terdekat dengan perairan sekitar 3 kilometer dari lokasinya sekarang. Membuat kami bertanya-tanya, seberapa besar rasa rindu mereka pada habitat aslinya?

Thursday, May 15, 2008

Suasana Beberes dan Pindah-pindahan

by : Pinot

Berhubung kami baru 1/2 pindah (sudah punya kunci apartemen baru tapi masih bobok di apartemen lama), jadi kami harus wira wiri (pakai kereta wira wiri tentunya) buat beberes dan nyicil angkut-angkut barang. Baladewa krucil - Arwen dan Leia - ikut bantu-bantu, termasuk ngepel apartemen baru. Mereka sangat excited dengan pindah-pindahan ini. Saking semangatnya, Arwen sampai terpeleset karena lantai licin. Tengok saja videonya.. hehehehehe.



Related stories :
- Kardus Polandia
- Kereta wira wiri
- Pindah apartemen

Wednesday, May 14, 2008

Kardus Serius IKEA dari Polandia

by : Pinot



Jaman pindah-pindahan begini, kardus sudah tentu jadi salah satu perangkat utama. Jika biasanya hunting ke pasar cari kardus bekas kiloan, kali ini kami menjajal membeli kardus (khusus) di IKEA. Dari segi penampakan luar, kardus ini tidak ada bedanya dengan kardus bekas. Hanya saja, setelah dipelototin lebih dekat, bahan kardusnya terasa lebih liat, seperti tidak gampang sobek. Dan konstruksinya sendiri juga kokoh, terlihat dari lipatan dan sudut-sudutnya.


Lengkap dengan instruksi bagaimana kardus dibangun


Doelahhh.. kardus aja ampe buatan Polandia :P

Benar-benar yang namanya "ada harga ada kualitas" terlihat dalam produk 'ece-ece' ini. Coba tebak berapa harga satuannya?
Kalau dirupiahkan, kurang lebih Rp 30.000 saja! Beli dikit aja kaleee... sisanya pake kardus bekas :D

Sunday, May 11, 2008

Kereta Wira-Wiri

by : Dita

kereta wira-wiri

Buat penghuni rumah susun seperti kami, punya kereta kecil buat angkut-angkut barang sangatlah berguna. Apalagi kalo tinggalnya di lantai atas. Menolong banget kalo abis ngluarin belanjaan (apalagi belanja bulanan yang segambreng) dari mobil, dalam sekali angkut gak musti bolak-balik turun naik lift, belanjaan terangkut semua.

Bukan cuman itu, kadang kalo harus ke bakala atau supermarket kecil deket apartemen, kami juga sering mendorong-dorong kereta wira-wiri ini. Gak cuman belanjaan yang terangkut, tapi juga krucils. Seringkali terlihat pemandangan lucu, krucils berdesakan dengan barang-barang belanjaan.

Dan pada saat pindah-pindahan apartemen seperti sekarang ini, kereta wira-wiri banyak membantu. Kebetulannya pindahnya juga deket dari apartemen lama, jadi jalan kaki juga nyampe. Bukan buat angkut barang pindahan sih, tapi buat bawa-bawa perlengkapan bersih-bersih apartemen :). Kumplit dengan krucils di atasnya.

kereta wira-wiri

Wednesday, May 07, 2008

Poto-Poto Asoy!

by : Dita

Waktu bikin postingan pose gaya India, tiba-tiba keinget sama pasfoto kami yang pernah dicetak di Kuwait. Soalnya orang-orang India ini bukan cuman heboh bergaya, tapi urusan selera cetak mencetak foto juga uhhuuuyyyy. Pernah nglirik dikit waktu ada orang India mo cetak foto....alamak itu foto ditouch up abis-abisan, ditambahin ornamen-ornamen gak penting.

Gue juga gak tau apakah karena memang gue nyetaknya di daerah Salhiya (city), di mana orang-orang India beredar, akhirnya foto gue dan anak-anak malah dengan kreatifnya digarap seperti ini, atau emang orang-orang Arab sini doyan foto-foto yang didandanin begini.



Ya elaahhhh next time harus request abis-abisan kayaknya, biar foto gak dimacem-macemin. Suka terlalu over bermain-main dengan photoshop dan sok kerajinan :D. Kalo bikin mulus dan putih muka mah kayaknya udah standar mereka deh. Aarrgghhh....tapi gak usah pake bingkai-bingkai begicu :D.

Recommended Daily Product : Black Coffee

by : Pinot


Kopiku maccaannnn bo!

Kebiasaan nyeruput kopi tubruk seperti saat di kampung halaman agak mengalami masalah. Selain ngga nemu kopi yang bener-bener pas, kalau pun ada harganya juga bukan harga warung di kampung. Yoswar beberapa kali minta dibawakan kopi medan dari kampung saat ada kenalan yang pulang. Cuma ya itu, kalau stock kopi meda sudah menipis harus punya stock cadangan. Dan mau tidak mau harus lokal.

Selama ini, pilihan dijatuhkan pada kopi Starbucks yang berlabel Sumatra -- selain itu juga ada kopi Sulawesi -- dengan rasa dan aroma yang lumayan mendekati kopi dari kampung halaman. Hanya saja, harganya bukan harga warung : dijual dengan harga KD 2 atau Rp 60.000-an saja.

Yha lumayanlah. Daripada mesti jalan ke warung di samping pos ronda komplek yang jaraknya ribuan kilometer dari sini :P

Related stories (Recommended daily product) :
- Sambal Indofood
- Sabun cuci piring
- Pelembab kulit
- Sabun cuci baju

Tuesday, May 06, 2008

Pindah Apartemen

by : Pinot


Flat kami di lantai 4 paling kanan

Setelah 8 bulan ngelumpruk satu flat, akhirnya Papin sekeluarga, Yoswar, Daud dan Aji 'berpisah' pindah apartemen baru. Berhubung apartemen yang diincar masih sangat baru, jadi kami semua bisa ambil 4 flat dalam 1 lantai yang sama (teteup wee kembar siam dempet 4). Mamin sudah pasti bahagia luar biasa, karena dapurnya berjendela (hehehehehe.. sebelumnya cuma tersambung dengan utility tunnel)! Selain itu, karena tidak berada tepat di samping highway -- seperti apartemen lama -- jadi bisa tidak terlalu berisik dan berdebu.

Yah semoga di tempat baru ini diberkati oleh Yang Maha Kuasa. Semoga krucil bisa semakin betah di rumah barunya. Amin.

Related stories :
- Malam pertama
- Berburu apartemen
- Barbie house

Sunday, May 04, 2008

Pose Gaya India

by : Pinot & Dita


Berpose dengan latar belakang air mancur dan dikelilingi bunga-bunga

Inget istilah 'gaya India' saat berfoto-foto, terutama di taman, yang biasanya bergaya di samping pohon atau sambil memeluk pohon, tiduran di antara bunga-bunga atau memegang bunga dengan ngintip di balik semak-semak. Pokoknya tuh segala gaya yang banyak di film-film India, deh.

Sore itu, seperti biasa tiap Jumat siang di area Salhiya dan Maliya, orang-orang India (Pakistan & Bangladesh) berkerumun bergerombol saling bertemu dan bersilaturahmi dengan rekan-rekan senegara. Saking banyaknya sampai merasa seperti sedang tidak berada di Timur Tengah, tapi di India -- rekan kami Didat menyebut tempat ini pasar tawon, karena ramainya orang-orang tersebut berbicara hingga menimbulkan suara seperti dengung tawon. Dan tentunya dengan aroma khas yang hmmmmm....you know laa :D.

Aktivitas yang mereka lakukan biasanya adalah duduk-duduk di kursi taman atau malah piknik di taman-taman kota di seputaran area tersebut. Biasanya sih, kami gak terlalu merhatiin apa aja yang mereka lakukan. Nah, sore itu kebetulan kami nongkrong di sebuah cafe di sekitar situ, sambil menunggu janji dengan seseorang. Sembari duduk-duduk menikmati secangkir kopi dan wi-fi-an, kami menemukan aktivitas lain mereka yang bikin mesem-mesem geli. Ternyata mereka senang foto-foto. Dan lucunya posenya itu loh bo, ajaib-ajaib. Ya itu...persis kayak yang di film-film India...hahahaha...baru tau, ternyata gak cuman di film-film, pada kenyataannya pun begitu. Entah film yang memberi inspirasi atau memang kebiasan orang-orang India ini yang menjadi sumber inspirasi film :).


Lagi siap-siap photo session, diskusi dan briefing ide :D

Beberapa pria India tersebut berpose habis-habisan dengan latar belakang air mancur dan bunga-bunga. Seru! Sampai kalau perlu naik ke atas pagar tembok dan berselonjor di atas permukaan rumput. Ada yang berangkulan ada juga yang gandengan. Uhuiy pisan lah! Kamipun bisa dengan bebas mengabadikan aksi lucu mereka dari balik kaca cafe karena kaca cafenya tertutup dengan kaca film...xixixixiiii....curang! Mereka gatau kalo lagi kami perhatikan :D.

Belakangan baru ngeh, orang-orang India ini emang kayaknya doyan foto-foto di manapun berada tanpa tedeng aling-aling. Yang paling sering kalo ada promosi mobil di mal, pasti ada aja orang India yang berfoto bersama mobil yang dijual :), tentunya teteubbhhh dengan penuh aksi.

Saturday, May 03, 2008

Made in Indonesia : Plasticware

by : Pinot



Lagi lihat-lihat rak plasticware di Lulu hypermarket, eh kok liat stiker bertuliskan "Kotak Sekolah". Pas lihat "made in" nya ternyata buatan kampung sendiri. Lihat ke produk-produk di sampingnya, ternyata berasal dari kampung yang sama juga. Kalau dihitung-hitung, satu rak penuh buatan kampung sendiri. Merk-nya pun cukup terkenal di Indonesia.




Produk-produk ini tentu tidak asing di supermarket Indonesia.

Related stories :
- Bangga saat jauh
- Tisyu Bekasi
- Lulu rocks!

notes : kami tidak ada afiliasi apa pun dengan produk-produk tersebut di atas, juga tidak ada hubungan komersial dengan pihak mana pun.

Friday, May 02, 2008

Geluduk di Langit Malam Kuwait 2

by : Pinot

Sumprit. Dengerin suara geluduk malem-malem bener-bener bikin kangen rumah. Rasanya nyaman bener kalau tidur ditemenin suara rintik hujan dan petir. Maklum, di negeri ini aktivitas petir bisa dihitung dengan jari saking jarangnya. Apalagi kalau malam-malam begini. Terakhir mengalami bulan Februari lalu dan baru kali ini disertai rintik hujan.

Photobucket
Titik-titik symbol menandakan intensitas aktivitas petir dari jam 1:45 hingga 2:10

Jam 1:45 dini hari, suara petir menyambar mulai terdengar, berlangsung hingga pada jam 2:30 saat post ini ditulis. Seperti terlihat di kuwaitstorm.com (situs yang mengamati aktivitas petir secara real-time), Kuwait terlihat dihujani titik-titik indikator terjadinya petir. Total sudah terdapat 1949 aktivitas petir di sekitar wilayah Kuwait. Sebuah fenomena alam yang sangat amat jarang terjadi.

Related story :
- Geluduk di Langit Malam Februari