Our previous journey: Kuwait

Saturday, August 11, 2007

Beberes Rumah



Photobucket - Video and Image Hosting
(click to enlarge the map)

Sudah 2 hari ini kami memaksakan diri untuk mempersiapkan dan beres-beres rumah berteduh kami di Kuwait. Setelah membayar lunas di hari Kamis, kami diberikan kunci oleh haris (penjaga tempat) dan segera mengukur ruang, 'check and recheck' kondisi air & toilet (test langsung oleh Eman yang kebetulan lagi sakit perut), lampu, kebersihan, pengatur AC dan lainnya.

Dengan bantuan mas Haidar sebagai penerjemah dan negosiator kami dengan haris Mahmoud si brewok (yang tidak bisa bahasa Inggris), kami menanyakan beberapa hal seperti kunci, pipa saluran untuk wash-machine serta kemungkinan membongkar, mengecat, memaku. Untungnya Mahmoud cukup baik dan becandaan, jadi kami bisa mulai mengakrabkan diri secara perlahan walau bahasanya saling teu nyambung.



Hari ini kami borong barang IKEA (setelah sebelumnya membeli spring bed di daerah Farwaniya bawah). Bahkan Eman pun ketularan untuk juga membeli pernak-pernik. Kami terpaksa membawa 3 trolley untuk mengangkut bed frame, curtain, venetian blinds, karpet, sprei, bed cover, sarung bantal, etc.




Setelah didrop Mas Heru dan Mbak Ida di rumah baru, kami pun langsung menyingsingkan lengan baju dan menggulung kaos kaki untuk memulai prosedur bersih-bersih.Walau letih, tapi kami sangat bersemangat dan ingin segera mempergunakan rumah ini secepatnya. Dan makin semangat saat Mas Indra yang tinggal di lantai 3 datang membawa teh manis dingin.

Selesai beberes, kami pun berjalan kaki menuju rumah Mas Heru yang jaraknya 2,5 km. Dalam perjalanan, kami sudah membuat berbagai macam rencana dan bayangan tentang rumah baru kami, yang sedikit banyak harus menjadi pengganti rumah kami yang sesungguhnya di Indonesia. Sebuah tempat di mana kami bisa pulang tanpa harus terbang ribuan kilometer. Sebuah tempat di mana kami bisa tenang terlelap untuk bertemu keluarga kami dalam mimpi.

video
Post a Comment