Our previous journey: Kuwait

Thursday, August 16, 2007

Sabar ya, Peri-peri Kecil Kami


Arwen, Salma & Nida

Saat Papin berencana pergi ke Kuwait beberapa bulan lalu, ada satu hal yang tidak Papin Mamin duga & antisipasi sebelumnya. Jika rasa kehilangan dan kangen muncul, paling tidak hanya Mamin, orang tua & kerabat kami yang mengalaminya. Namun kini ternyata Arwen pun juga merasakan hal yang sama. Dan dampaknya sangat luar biasa.

Kami pun sempat dibuat bingung dan pusing pada perilaku Arwen seperti yang diceritakan di blog nya. Awal-awal kepergian Papin, perilaku Arwen tidak terlalu berubah, paling sekedar minta ditambahin kumis biar mirip bapaknya. Lewat 1 bulan, perilaku Arwen makin unpredictable.

Yoswar dan Bayu pun mengalami hal yang sama pada putri tertua mereka, Salma dan Nida. Gejolak psikologis menghantui perilaku keseharian mereka. Gejalanya pun sama. Kami bertiga pun saling bertukar informasi tentang kondisi masing-masing putri tertua kami. Intensitas komunikasi dengan istri masing-masing juga makin tinggi. Maklum, kami (merasa) harus terus mendapatkan update perkembangan dari hari ke hari. Dan tentu saja untuk memberi dorongan dukungan moral spiritual kepada istri tercinta kami yang bertugas ganda sebagai pengganti ayah putri kami, sekaligus sebagai kepala rumah tangga bagi keluarga mungil kami.

Sabar ya putri-putri kami. Kita akan segera berkumpul kembali dan bercengkerama seperti sediakala. Amin.

Read also Santi's blog.
Post a Comment