Our previous journey: Kuwait

Thursday, August 30, 2007

Tetes-tetes Air Penyegar

Tidak terbayang betapa besar rasa syukur Papin dkk kepada Yang di Atas. Walau kami berjauhan dengan keluarga, pasti ada saja tetes air yang menyegarkan kami di padang gersang ini.

Tetes air 1 :
Perusahaan memberi kami fasilitas driver dan mobil untuk antar jemput. Jelas kami jadi jejingkrakan ngga karuan, bisa menghemat 3 jutaan sebulan untuk ongkos taksi. Walau Sarwat (driver kami) tidak bisa berbahasa inggris, dia cukup baik dan ngocol. Hitung-hitung buat kami untuk memaksakan diri belajar menggunakan bahasa Arab. Dan tentu saja mengajari Sarwat untuk berbahasa Inggris. Kasihan, bo! Di perusahaan ini ada lebih dari satu nationality, kalau dia tidak bisa bahasa Inggris bakal berantakan semua urusan.

Tetes air 2 :
Papin dkk mulai sedikit demi sedikit belajar menggunakan software profesional seperti Color, Motion, Final Cut Pro (semua dari Apple). Perusahaan sudah menginvestasikan software-software tersebut dan harus dipakai. Akhirnya, kami bisa mencicipi software-software mahal itu walau agak minder awalnya :D

Tetes air 3 :
Dapat iLife '08 dari Ahmad! Tapi jadi bingung, beli sendiri atau copy saja dari punya Ahmad ya? wekekekekek

Tetes air 3 :
Arwen dikabarkan sudah mulai mereda amarahnya. Dan Mamin sudah mulai belajar banyak untuk menguasai keadaan. Everything's gonna be right, dear.

Tetes air 4 :
Mas Indra KBRI yang tinggal satu gedung apartemen dengan kita menawarkan piring-piring. Alhamdulillah, kini kami tidak perlu makan menggunakan alas aluminium foil lagi.

Tetes air 5 :
Satu dari tahap perjuangan mendapatkan civil id dilalui : cap jari!

Tetes air 6 :
Gajian! Bisa beli sprei dan korden!

Dan banyak tetes-tetes air lainnya yang bikin panjang blog ini. Ujung-ujungnya jadi banjir syukur nih. Terima kasih, Tuhan.
Post a Comment