Our previous journey: Kuwait

Sunday, July 15, 2007

Lunch Time : Noodle Factory



Mohammad the Egyptian tiba-tiba datang ke ruangan kerja Papin dan Eman, mengajak makan siang dan dia ingin makanan yang noodle dan pedas-pedas. Berangkatlah kami ke Avenue Mall dan memilih restoran Noodle Factory. Wow! Indonesian food! Bakmi goreng! Nasi goreng! Waahhhh... jadi bikin pengen pulang.

Dan ternyata pelayannya banyak dari Indonesia, salah satuya Didi yang tinggal di wilayah Kampung Utan, Ciputat. Beliau tampak ramah ngobrol singkat dengan kami berdua (Mohammad asik 'ngeceng').

Harganya sendiri 'tidak-terlalu-mahal' untuk ukuran Kuwait. Bakmi yang Papin pesan seharga 2.5 KD (Rp 70.000-an) dengan teh jasmine 1 KD. Eman pesan Nasi Goreng dengan harga yang sama dengan Bakmi Goreng. Rasanya sendiri cukup mendekati saat kita membeli mie goreng gerobak dok-dok. Bedanya hanya lebih manis sedikit ;D

Berikut detail bon pesanan kami :
1 Water Large 1.000
1 Pepsi 0.750
1 Jasmine Tea 1.000
1 Bakmi Goreng 2.500
1 Malay Chow (sejenis Kwe Tiauw) 2.900
1 Nasi Goreng 2.500
1 Szech Beef (sejenis sapi lada hitam?) 2.950
1 Veg Rice 0.900

Dengan total 15.000 KD (setara Rp 450.000!!) harga ini jelas terlalu mahal jika dibandingkan di Indonesia, tapi buat di Kuwait bagi kami harga ini adalah harga kangen makanan khas Indonesia. Walau begitu, kami tetap berharap bisa menemukan tempat lain yang jauh lebih murah demi mengobati lidah kami untuk merasakan santapan khas rumah.
Post a Comment