Our previous journey: Kuwait

Wednesday, April 23, 2008

They Don't Like Keripik Usus

by : Pinot & Dita

Indonesia. Indonesia. Indonesia. Nama negara yang makin dikenal di kantor kami. Dari perilaku orangnya, bahasanya, bau rokok kreteknya dan.. makanannya! Sebagai rakyat pemakan jeroan, sudah tentu keripik usus ayam sangat digemari. Ketika Aji kembali dari Indonesia, dia membawa oleh-oleh keripik usus yang tentu saja langsung disambut gembira oleh lidah kami yang sudah rindu berat dengan cemilan khas Indonesia.

Bably, rekan kami dari Mesir menghampiri kami yang sedang 'pesta' cemilan keripik usus.
Bably : "What's this?"
Kami : "Usus."
Bably sambil mengunyah keripik usus : "Usus? Hmmm.. nice"
Kami : "Do you know usus? Usus means intestine. So this is chicken intestine"
Bably dengan terkaget-kaget : "WHATT?????"

Dia pun tiba-tiba ngeloyor entah kemana.

Berikutnya kami menawarkan ke rekan kami lainnya, Sami the Lebanese. Seperti Bably, kami biarkan dulu dia merasakan keripik usus tersebut, untuk kemudian kami beritahu asal muasalnya. Reaksinya membuat kami ketawa ngakak, dia lari ke dapur dan (ternyata) bergabung dengan Bably yang sedang berusaha memuntahkan keripik-keripik tersebut, serta banyak-banyak minum air putih.

Usil kami berkelanjutan dan korban berjatuhan.. hahahahahaha. Setelah usai dengan kehebohan tersebut, kami diskusi dengan mereka tentang keripik usus. Mereka merasa jijik karena usus bagian dari saluran pencernaan dan dekat dengan pembuangan. Dan mereka ogah makanan yang berasal dari jeroan (visceral/guts) dengan alasan resiko kesehatan. Wajar sih, di negara lain rata-rata jeroan pasti dibuang. Wah gimana reaksi mereka ya kalo disodori soto tangkar?



Related stories :
- Lagu Benyamin S
- Kabar Indonesia dari rekan non-Indonesia
- Jahil time
- What is this smell?
Post a Comment