Our previous journey: Kuwait

Sunday, August 17, 2008

Setahun Lewat : Indonesia (part 1)

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.



Kerja di negara orang, ternyata mengemban tugas baru : membawa nama bangsa. Tugas tersebut semakin terasa berat saat mendapatkan kondisi image Indonesia -- di Kuwait sini -- yang mencerminkan sebuah negara miskin terbelakang. Image negara pembantu melekat erat di benak orang-orang sini. Maklum, tingkat populasi pekerja non-profesional (TKI) sekitar 80 - 90 % dibanding pekerja profesional.

Untungnya, kami berenam bertugas di bidang media kreatif. Dengan populasi bangsa terbanyak di departemen (lebih banyak dibanding Kuwaiti-nya sendiri), kami bisa membantu memperkuat image positif Indonesia diantara teman-teman kerja kami. Tentu saja dengan cara yang kreatif pula :D


Politik

Indonesia sebagai negara besar sebenarnya sudah cukup populer di mata orang-orang.
Seorang rekan kerja mengucapkan 'bela sungkawa' saat Pak Harto meninggal beberapa waktu lalu. Selain itu juga, rekan kerja dari negara lain jadi agak perhatian dengan kampung halaman. Beberapa kali, mereka malah memberi tahu atau bertanya apa yang sedang terjadi di Indonesia jika mereka menemukan berita di media cetak atau televisi.


Makanan

Ya ya ya. Memang yang namanya selera ngga gampang nyambung dengan lidah Indonesia. Walau sempat terjadi kecelakaan (tragedi kripik usus) atau yang bermasalah dengan aromanya, pada dasarnya mereka senang makanan Asia, terutama bos Bader yang sempat dibawakan tongseng. "This is delicious!! What was that again? Tangsang?"


Budaya

Berhubung kami bekerja dekat dengan seni dan budaya, rekan-rekan kerja non-Indonesia sudah cukup mengenal budaya Indonesia. Beberapa diantaranya selalu minta dibelikan batik jika salah satu dari kami pulang kampung. Sudah ngga heran kalau beberapa kali diantara mereka datang ke kantor berpakaian batik, either oleh-oleh titipan dari kami atau memang sudah punya sebelumnya saat pelesir ke Indonesia.


Sami dan batiknya

Suatu ketika, Sami the Lebanese mengirimkan junk-mail ke kami dengan subject "Somewhere in Africa". Email tersebut berisi gambar-gambar pria kulit hitam setengah telanjang menggunakan koteka pada kemaluan mereka. Kami jelaskan bahwa itu adalah pria-pria Papua Indonesia bukan Afrika. Sami terkejut, "It's in your country? Indonesia? How many tribes that you have there??"
Dan ujung-ujungnya dia minta dibelikan koteka dari Papua. Kami tanya balik, "Does it fit with yours?"

Banyak kisah dan hikayat tentang Indonesia yang kami siarkan kepada rekan-rekan kerja kami. Sesuatu yang remeh tapi ternyata memberi kebanggaan tersendiri bercerita tentang negeri sendiri.

We know it's not a perfect country, but it's our country.

Related stories :
- Batik di kantor Al Watan TV
- Tentang Pak Harto
- Aroma makanan Indonesia
- Kabar Indonesia
- Lagu Benyamin S
- Tragedi Kripik Usus
Post a Comment