Our previous journey: Kuwait

Monday, August 25, 2008

Civil ID Administration Survival Guide 4

by : Pinot & Dita

Kami masih punya hutang buat posting tahap akhir dalam urusan administrasi CIVIL ID. Semua anggota keluarga sudah punya CIVIL ID dari sejak bulan Maret lalu, tapi baru sempat mengurai dan menyusun sekarang. Seperti biasa, prosedur ini hanya berdasarkan pengalaman kami -- mengurus Civil ID anggota keluarga dengan suami/ayah sebagai sponsor keluarga. Setiap orang bisa saja mengalami perjalanan kisah yang berbeda, apalagi pemerintah Kuwait demen gonta ganti sistem dan peraturan :P

Biaya yang disiapkan :
- 250 fils per amplop Civil ID
- 2 KD untuk pengambilan per 1 (satu) Civil ID

1. Beli amplop Civil ID


Ini tampang si amplop civil ID(click to enlarge)

Amplop ini bisa dibeli di PACI (lihat peta) seharga 250 fils (Rp 8.000-an) per kepala. Kami sempat 'tersesat' dan menemui kesulitan saat mencari tempat untuk membeli amplop ini. Katanya amplop ini bisa dibeli di Co-Op (Koperasi Pemerintah) di wilayah mana pun. Setelah ngider-ngider ternyata nemu satu Co-Op di Rawda yang menjual amplop tersebut.


2. Mengisi formulir dalam amplop

Di dalam amplop terdapat 2 lembar kertas formulir yang harus diisi.




Kami mengisi formulir dengan rincian sebagai berikut :
1. Foto anggota keluarga
2. Data anggota keluarga (nomor Civil ID kosong)
3. Data pemberi sponsor : suami/ayah dari anggota keluarga
4. Data anggota keluarga dengan mencantumkan nomor Civil ID suami/ayah

Setelah mengisi formulir, lampirkan berkas berikut ini :
1. Fotokopi paspor halaman nama, foto dan halaman iqomah yang sudah diurus di tahap sebelumnya.
2. 2 pas foto anggota keluarga ukuran 4 x 6
3. Formulir yang telah diisin
4. Golongan darah (kami melampirkan fotokopi kartu darah dari Rumah Sakit di Indonesia - yang penting ada kata 'Blood Type')
5. Tambahan : fotokopi civil ID suami/ayah

Masukkan semua berkas ke dalam amplop coklat.

2. Penyerahan amplop ke mesin


(click to enlarge)


Pintu depan PACI


Koridor menuju pintu masuk

Amplop coklat dibawa ke PACI (Public Authority for Civil Information) di wilayah South Surra (dekat 6th Ringroad). Dari pintu depan berjalan menuju pintu masuk. Tanya pada security untuk mesin penerima amplop Civil ID.


Mesin penerima amplop civil ID

Di tempat mesin penerima amplop, seorang petugas menerima amplop kita dan memasukkannya ke dalam mesin. Dari petugas tersebut, kami mendapatkan receipt yang harus disimpan dan diserahkan saat pengambilan civil ID nantinya.


Envelope receipt yang didapat setelah memasukkan amplop civil ID


3. Pengecekan di website PACI


Proses pembuatan civil ID bisa dimonitor di website PACI : http://www.paci.gov.kw/eng/index.htm



Klik pada menu "Civil ID Readiness Status". Masukkan nomor yang tertera pada Envelope Receipt. Berikutnya akan muncul status window seperti di bawah ini :


Amplop belum diterima dan belum diproses. Tunggu beberapa hari kemudian.


Setelah 2 - 3 hari, amplop sudah diterima dan sedang diproses. Tunggu beberapa hari kemudian.


Dalam waktu kurang dari seminggu, Civil ID sudah selesai dan siap diambil di mesin penyerahan di kantor PACI. Perhatikan nomor mesin yang ditunjuk. Di mesin itulah civil ID yang sudah jadi bisa diambil.


Nah ini yang berabe. Kami mengalami hal yang cukup bikin pusing. Dari 3 civil ID yang diproses, hanya 1 yang lolos tidak ada masalah dan bisa diambil di kantor PACI. Kebetulan civil ID tersebut adalah milik Leia, putri kami terkecil. Sementara civil ID Mamin (Dita sang istri) dan Arwen si sulung bermasalah dengan status seperti tertera di website PACI di atas. Kami pun datang ke kantor PACI -- lengkap dengan pasukan 2 krucil dengan harapan urusan bisa lebih lancar, maklum orang-orang Arab sini demen tampang bayi-bayi imut Asia. kekekekek.
Alhamdulillah, ternyata hanya ada kesalahan pencantuman alamat :P

4. Pengambilan Civil ID

Setelah mencatat nomor mesin yang tertera pada website PACI, kami pun bertamu kembali ke kantor PACI. Hanya saja, sebelum menuju mesin penyerahan civil ID, kami harus rekonfirmasi kepada petugas di loket yang sudah disediakan. Loket tersebut terletak di sebelah kanan setelah pintu masuk. Kalau tersesat, tanyakan saja pada security untuk mengambil civil ID.


Loket untuk konfirmasi dan pengambilan dummy card

Kami mengambil nomor antrean dan menunggu untuk dipanggil. Setelah tiba giliran, kami menuju loket dan petugas menanyakan Envelope Receipt, Civil ID suami/ayah. Dari petugas, kami mendapatkan dummy card yang digunakan untuk mengambil civil ID di mesin penyerahan.


Dummy card tampak depan dan belakang. Bentuknya seperti kertas tebal dilaminating plastik tebal, lengkap dengan barcode.

Kami pun menuju ruangan luas yang berisi deretan mesin-mesin penyerahan civil ID berwarna biru dengan masing-masing nomor.



Setelah menemukan mesin yang dimaksud, dummy card dimasukkan ke dalam slot. Terdengar suara pria dalam bahasa Arab. Ngga ngerti ngomong apa. Tiba-tiba suara pria menyebut-nyebut 2 KD. Langsung serahkan uang 2 KD (Rp 60.000) ke dalam slot lembar uang. Suara pria lagi, menyuruh kita untuk menunggu. Terdengar suara 'klik' di salah satu slot, ternyata civil ID sudah nongol di situ.



Bahagia rasanya. Pengen meluk mesinnya dan bilang 'masykur' (terima kasih) kepada si pemilik suara dari dalam mesin. Cuma terpaksa diurungkan niatnya, daripada malah nambah masalah. Yang jelas, keluar dari kantor PACI, wajah sumringah terpampang disambut angin panas summer saat itu.

Related stories :
- Civil ID Survival Guide 1
- Civil ID Survival Guide 2
- Civil ID Survival Guide 3
- Family Visa Survival Guide
Post a Comment