Our previous journey: Kuwait

Thursday, September 20, 2007

Belantara Administrasi Kuwait 2

Photobucket - Video and Image Hosting
(click to enlarge the map)

Akhirnya, kami merasakan juga bulan puasa di Kuwait dengan kegiatan outdoor dari pagi hingga siang hari. Hari ini kami diharuskan datang ke kantor cap jari dan test kesehatan sebagai tahap lanjutan pengurusan izin tinggal di Kuwait, yang berujung pada pemilikan civil ID. Namun kali ini yang berangkat Papin, Yoswar, Bayu dan Sami the Lebanese, serta Sallah dari Jordania sebagai tour guide. Enak juga kalau rame-rame gini, apalagi ada Sami. Maka jadilah kami gerombolan sirkus menembus belantara administrasi Kuwait.


Antre cap jari & Sami sibuk dengan berkas-berkas

Seperti biasa, kami bertiga bak orang pasrah digiring sana sini. Plonga plongo di antara lautan obrolan bahasa Arab dan sesekali Sami berbaik hati menjelaskan apa yang terjadi serta bertindak sebagai 'bapaknya' anak-anak. Semakin tinggi matahari, semakin tinggi godaan untuk membasahkan tenggorokan yang makin kering mencekat dengan air minum. Sallah yang sedang berpuasa pun tidak habis-habisnya curhat dengan bahasa Inggris ala kadarnya, "I'm so thirsty! Too hot today!" sambil mengusap dahinya yang sudah seperti Niagara keringat. Kami yang belum tidur semalaman pun tidak hanya bermandikan keringat, tapi juga mata yang makin perih ditusuk-tusuk matahari Kuwait nan dasyat. We're gonna dddiiieeeeeee......


Meterai seharga Rp 300.000!

Semakin tinggi matahari, semakin banyak pula kertas-kertas berbahasa Arab yang kami pegang. Jangan tanya arti masing-masing lembarnya. Dan semakin besar pula kekhawatiran kami jika salah satu lembar bermasalah atau keselip atau hilang atau ngga sengaja dipakai buat lap keringat.

Benar saja. Ketika kami memulai tahap test kesehatan, Yoswar kesandung masalah. Salah satu lembar-lembar Arab tersebut ada yang kurang - tidak ada stempel dari kantor cap jari! Salah siapa? Yha jelas salah petugas di kantor tersebut! Kami mah cuma nurut aja kayak kambing digiring. Akibatnya, Yoswar harus memulai tahap test kesehatan besoknya, sementara Papin, Bayu & Sami menyelesaikan test kesehatan hingga selesai. "Poor Yoswar, he will stuck again in this stupid parade," kata Sami sambil menunjuk barisan antrian orang-orang yang sedang menunggu giliran test kesehatan.



Saat mengambil darah, Papin & Bayu diterima petugas kesehatan dari Indonesia bernama Zaenal & Arif. Sempat ngobrol-ngobrol sekilas, sambil tuker-tukeran nomor telepon. Janjian ketemu di acara buka bersama di KBRI. Insya Allah.....


Sallah, our tour guide dan Sami main game di handphone menunggu giliran

Perjalanan gerombolan sirkus berakhir di kantor pusat Al Watan di Suwaikh. Di sini, sempat terjadi 'keributan' berbahasa Arab yang mempermasalahkan lembar sial Yoswar. Dan ternyata, Papin pun juga ditegur, karena seharusnya sudah bisa test kesehatan 2 minggu lalu dan berakibat denda 30 dinar. HLLHHOOO... ngga tahu apa-apa dan ngga ada yang ngabarin kok ujug-ujug harus bayar denda. Sami's coming to the rescue dan Papin lolos dari jerat denda 30 dinar. *phew!*

Seru pisan. Akhirnya kami bertiga pulang menggunakan taxi dan sampai rumah jam 3.00 an. Tidur dan bangun untuk buka setelahnya. WHAT A DAY!!!
Post a Comment