Our previous journey: Kuwait

Tuesday, September 18, 2007

Ronda di Ishbilya

Mumpung bulan puasa, Papin dkk usul ke bos Bader untuk masuk malam, instead of regular day work. Sehingga kami bisa bekerja lebih tenang, lebih konsentrasi dan tentu saja : bisa kerja sambil nyeruput kopi, sahur gratis ngga perlu bangun, pagi pulang tidur seharian, bangun tidur kuterus buka! Bader setuju-setuju saja. Dan dia pun ingin kerja malam juga, karena memang pada dasarnya dia juga night-worker. Sayang siang harinya dia banyak diganggu urusan departemen jadi ngga bisa ikutan shift malam.

Sebelumnya, Papin pernah kerja shift malam di departemen News di kantor lama selama... uhm.. 7 tahun dan sekarang kembali bekerja malam untuk 1 bulan. Memang bekerja malam memberikan kenikmatan tersendiri. Serasa lebih renyah dan gurih. Lebih santai, tenang bak nge-ronda jaga kampung. Paling baru blingsatan kalau ada maling iseng.

Hanya saja, kok begitu keluar ruangan saat pulang, matahari terasa lebih menusuk dan menyakitkan mata ya? Tampaknya sapa pagi matahari di Kuwait lebih pedas untuk mata kami yang belum tidur - dibanding saat dulu pulang shift malam di kantor lama.


Dari malam hingga pagi datang
Post a Comment