Our previous journey: Kuwait

Wednesday, February 11, 2015

Pengalaman pertama naik taksi



Hari ini kami memutuskan untuk mencoba naik taksi. Karena rute yang musti ditempuh dari Target Faltbush Ave Brooklyn menuju apartemen di Williamsburg, agak nanggung. Kalo mau naik subway, musti jalan agak jauh dulu. Kasian krucils udah capek. Mau naik bis juga udah males mikirin rutenya. Pokoknya judulnya udah capek, males mikir karena sebeumnya kita abis keliling-keliling di Fulton Street.



















Jauh-jauh sampai sini, nemunya supir bengali lagi. Namanya Bakar Khan, mungkin masih sepupuan sama Jamal (mentang-mentang sesama bengali!) tapi bahasa inggrisnya lebih manusiawi. Yaiyalah, tinggal 15 tahun di New York masa ngga ada improvisasi bahasa?

Pas masuk taksinya, Papin pikir dia cukup tech-savvy dengan GPS device di kanan dan iPhone di kiri. Sepertinya sudah memanfaatkan teknologi lalu lintas macam Google Maps atau Waze. Ternyata dia terheran-heran saat Papin bukan Google Maps dan memberi tahu dia kalau jalanan macet sepanjang 7km dan makan waktu tempuh 14 menit sampai tujuan.
"What is that?" tanyanya.

Akhirnya Papin jelaskan panjang lebar dan bantu install Google Maps di iPhone dia. Dari situ ngobrol-ngobrol, anaknya dua, satu cowok ngga betah tinggal di New York, menikah dan kembali ke Bangladesh. "This country is not for muslim, you know. I'm here only for money. Nothing else."

Ternyata dia ngga mudeng jalan, malah Papin yang ngarahin. "You look very familiar with this street. Have you been here before?"
Papin jawab "No, this is the first time. But thanks to technology, I know the better route."
Dianya nurut Papin suruh belok-belok.



















Lalu, muncullah kekhasan hindi worker yang merantau, nanya-nanya tempat kerja, jadi apa, berapa lama terus mulai menasehati segala macam. Kami ingat dulu saat pertama kali kenal supir Pakistani, Srilankan dan Bangladeshi saat di Kuwait, pasti kepo banget dengan latar belakang pekerjaan. Dan pasti buntut-buntutnya nanya gaji. Dan belum sampai Bakar melontarkan pertanyaan itu, taxi kami tiba di tujuan :D.
Post a Comment