Our previous journey: Kuwait

Monday, February 09, 2015

Jalan-jalan ke Manhattan

Hari ini setelah sarapan pagi, kami bersiap untuk jalan-jalan ke Manhattan. Sekalian pengen ngetest subway. Karena kami tinggal di Williamsburg Brooklyn, stasiun terdekat ada di Graham Ave. Jalan kaki 15 menit lah dari apartemen. Perjalanan menuju stasiun lumayan bikin happy, karena jadi makin tau, di lingkungan tempat kita tinggal banyak resto-resto kecil, ada apotik, toko stationery, ada toko buah (ini penting) dan yang paling paling penting........ADA TOKO ARTS & CRAFTS. Walaupun gak sempet masuk, tapi next time kami berencana untuk  mengunjungi toko tersebut.


Sesampainya di stasiun, kami agak bingung di mana harus membeli metro card dan tipe seperti apa yang baiknya kami beli. Waktu di London jelas sekali ditunjukkan, kartu untuk naik tube bisa didapat di mana aja dan kami dengan mudah juga mendapatkan informasi tentang isi ulang kartu dan paket-paket yang ditawarkan. Bahkan kartu tube bisa diisi ulang di grocery store. Akhirnya kami datangi petugas di loket yang dengan cuek menjawab pertanyaan-pertanyaan kami. Setelah tau kami berlima, 2 dewasa dan 3 anak kecil, dia menyarankan untuk membeli tiket pulang pergi saja ke Herald Square untuk Papin dan Mamin. Ok yang penting bisa pergi pulang dulu, masalah teknis soal kartu metro ini nanti kami tanyakan lagi ke teman-teman di sini.

Untuk 2 orang dewasa, kami hanya mendapatkan 1 kartu, yang berarti begitu Papin/Mamin masuk duluan (berikut masing-masing dengan 1/2 krcuils) lewat turnstiles, setelah itu kartu diserahkan ke orang berikutnya untuk digesek lagi. Hmmmm sedikit merepotkan. Apalagi musti lewat turnstiles yang sempit itu dengan untel-untelan bareng bocah-bocah. Gak ada pintu khusus family kayaknya. Tapi kata seorang temen di stasiun gede biasanya ada pintu khusus yang bisa dibuka petugas.

Kesan pertama memang terlihat jorok dan tak terawat ya stasiun-stasiun di sini, gak kayak London yang resik dan terang benderang. Seru, jadi bisa melihat sesuatu yang berbeda lagi dan punya pengalaman lain. Selain itu, line subwaynya juga banyak banget, jadi mungkin karena baru pertama kali, bingung rasanya.

Keluar di Herald Square langsung disambut pemandangan Manhattan yang begitu rame (yaiyalah rame melulu pasti). 

Tujuan utama kami ke sini adalah mencari sepatu boots buat Arwen dan baju-baju training untuk anak-anak. Karena selama kami transit di Indo 4 bulan kemarin, kaki Arwen bertambah panjang rupanya. Jadi udah gak muat lagi. Keluar masuk toko, ke Macy's, Old Navy, Payless ternyata udah susah mencari snowboots. Mungkin karena seharusnya udah lewat musimnya. Jadi gagal deh perburuan hari ini. Kami hanya mendapatkan celana-celana training buat krucils.




Dinginnya NYC, gak bisa membuat kami berlama-lama jalan-jalan dengan krucils. Selain karena masih capek, mereka juga belum terbiasa dengan cuaca yang dingin ekstrim. Maklumlah laskar-laskar padang pasir ini terbiasa dengan panas ekstrim di Timur Tengah.



Sebelum pulang kami menyempatkan diri berfoto di 34th St. dengan latar belakang Empire State building.



Pukul 5 sore saat matahari mulai terbenam, kami memutuskan pulang. Dari Herald Square menuju Graham Avenue ternyata subway-nya lumayan padat. Mungkin ini termasuk rush hour. Sesampainya di Graham Ave, menyempatkan untuk duduk sebentar karena kaki lumayan penat dan krucils terlihat lelah, sebelum melanjutkan perjalanan ke apartemen.

Post a Comment