Our previous journey: Kuwait

Tuesday, July 29, 2008

Setahun Lewat : Weather


Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

Sebagai mahluk Jakartaensis, sudah terbiasa hidup dengan dua musim : musim hujan dan musim kemarau, dengan suhu terendah paling banter kira-kira 27˚ dan tertinggi 35˚. Sekarang, di Kuwait sini kami mengalami empat musim : panas, dingin, panas banget dan dingin banget dengan range suhu antara 1˚ hingga 50˚.

SUMMER

Dulu jaman kuliah pernah mengalami panas luar biasa, saat turun dari bus (ber AC) di terminal Cililitan pas jam 1 siang. Rasanya ampun-ampunan. Ternyata, panas di terminal Cililitan ngga ada apa-apanya dibanding Kuwait sini. Dengan suhu mentok-mentok 52˚, panasnya kira-kira seperti memeluk kap mesin mobil habis menempuh perjalanan Jakarta - Cirebon non-stop. Masih ditambah dengan angin panas berdebu seperti terhembus dari sebuah hair-dryer raksasa. Rasanya ngga sreg kalau kemana-mana ngga bawa botol air.
Summer mulai berkuasa dari bulan Mei hingga September. Hari terasa panjang karena jam 4:30 pagi matahari sudah nongol dan baru ngumpet saat jam 7 sore.

FALL & SPRING

Seorang rekan di Kuwait berpendapat, saat spring (bulan Maret - April) dan fall (Oktober - November) merupakan suhu-nya surga. Udaranya sejuk, anginnya breezy adem. Seperti di daerah Puncak - Cipanas. Biasanya, masyarakat Kuwait jadi sering keluar rumah siang-siang, keliling kota sambil membuka jendela dan sunroof mobil, nggelar tiker di luar menikmati cuaca yang lagi jinak-jinaknya.

WINTER

Motif

Winter berkuasa di bulan Desember - Februari dengan range suhu 1˚ (bisa drop sampai -5˚) hingga 8˚ saat siang hari. Ini adalah musim idaman kami sekeluarga. Langit bersih, enak buat jalan-jalan siang, matahari tidak menyengat terbantu angin dingin. Cocok buat foto-foto. Wajar kalau koleksi foto-foto kami berada di luar rumah semua ;)
Nyruput coklat hangat rasanya nikmat sekaleeyyy. Sayang, dinginnya tidak mampu membuat Kuwait turun salju (padahal di negara sekitar seperti Lebanon, Iraq dan Jordan salju sempat turun). Hari terasa pendek, matahari nongol di jam 6:30 pagi dan mulai ngumpet jam 4:30 sore.

HUJAN

IMG_0008.jpg

Bagi pecinta hujan seperti kami, rasa rindu pada hujan dan bunyi geluduk menjadi besar saat mengetahui betapa jarangnya turun hujan di negeri Kuwait ini. Frekwensi turun hujan hanya bisa dihitung dengan jari -- itu pun bukan jari manusia, mungkin jari kuda :P -- dalam setahun kami menghitung hanya ada 2 hujan besar -- 1 kali sehari penuh, 1 kali dadakan plus hujan es -- dan 4 cipratan hujan ala kadarnya.

CUACA ANOMALI

Kuwait yang terkenal sebagai negeri kering, beberapa kali mengalami fenomena alam anomali. Seperti yang kami alami pada saat hujan es di bulan April lalu, kebetulan bulan-bulan ini adalah sarayat season atau masa-masa transisi dari winter ke summer.

Hail Storm in Kuwait-April 11, 2008
Anomali : Hujan es segede kelereng

Anomali lainnya adalah terjadinya petir. Bulan Mei (masih dalam sarayat season) Kuwait dihujani petir (tanpa turun hujan).

Terakhir adalah saat tingkat kelembaban melonjak dari normal 15% hingga 85% saat beberapa minggu lalu. Udara kering berubah menjadi lembab dan pengap, seperti Jakarta sedang terik-teriknya tiba-tiba turun hujan. Badan jadi pliket dan kemringet ngga karuan. Rasanya setiap saat pingin mandi.. hahahahak.

More about weather journeys.
Post a Comment