Our previous journey: Kuwait

Thursday, November 22, 2007

Papin is Coming, Arwen is Salting

Jam 8:20, Mamin, Arwen dan Pa'e Dowi tiba di bandara. Arwen begitu excitednya berharap segera bertemu Papin. Bolak balik bertanya, "Mana Papin? Mana Papin?"
Celingak celinguk memperhatikan satu persatu setiap orang yang berjalan membawa koper dan trolley bagasi.

Sementara di dalam Papin masih mengantri di gerbang imigrasi dan menunggu si koper biru di antara iring-iringan bagasi yang diturunkan dari perut Emirates.

Jam 8:55, Papin akhirnya selesai juga, tidak sabar rasanya bertemu langsung dengan keluarga Neverland. Dan Mamin sudah SMS bahwa Arwen sudah tidak sabar pecicilan menunggu di luar.



Sesaat kemudian kami pun bertemu. Papin memanggil Arwen yang ternyata berubah malu-malu dan salting. Hahaha! 4 bulan tidak bertemu membuat Arwen pangling! Sepertinya terjadi kebingungan luar biasa dalam otak dan hati mungil Arwen. Bingung harus berbuat apa untuk menghadapi situasi semacam ini.

Untunglah, tidak lama kemudian Arwen sudah tidak shock dan bisa menyadari sepenuhnya bahwa Papin (memang sudah) pulang dari Kuwait!



Lihat juga di blog Arwen.
Post a Comment