Our previous journey: Kuwait

Sunday, October 05, 2008

Lebaran 2008 : Full Story

by : Pinot

Beruntung. Papin bisa bermalam takbiran, berlebaran bersama keluarga kecil dan shalat Eid dengan normal, tidak seperti tahun lalu yang sendirian dan saat shalat Eid ngga mandi karena habis ngelembur di kantor (bahkan tetep harus ngantor setelahnya :P ).

Malam Takbiran

Malam takbiran di Kuwait tidak berkesan hingar bingar. Biasa saja. Tidak terdengar gema takbir di mesjid-mesjid, hanya terdengar suara petasan di sana sini.
Saat ke tempat perbelanjaan, ramainya sama seperti Jakarta. Kami pergi ke City Center (Souk Salmiya - sejenis Bintaro Plaza) mendapatkan parkiran penuh dan macet, apalagi di dalam gedung.





Pulang dari City Center, Mamin nglembur bikin lontong dan opor ayam, dibantu Papin dan krucil. Baru tidur jam 4 pagi :D



Lebaran Hari Pertama

Berhubung Mamin dan krucil baru tidur jam 4, Papin berangkat sendiri ke KBRI buat shalat EId, bareng keluarga Bayu. Sepanjang perjalanan banyak orang wira wiri mau shalat Eid. Tapi berkesan sangat lengang dan tidak ditemui kerumunan orang di tanah lapang untuk shalat Eid, rata-rata di dalam masjid.

Kecuali Eman yang kebetulan diundang shalat Eid di lapangan parkir dekat rumahnya, diadakan oleh tetangga-tetangga Kuwaiti. Tidak ada yang nggelar koran bekas kata Eman, karena seluruh permukaan shalat dialasi karpet.. huahahaha. Setelah shalat, panitia membagi-bagikan candy, chocolate dan makanan ringan kepada Eman dan keluarga Mas Heru.


Ketupat karya keluarga Mas Heru

Setelah shalat Eid, Papin dkk bersalam-salaman dengan teman-teman di KBRI. Dari situ berangkat ke rumah Mas Heru buat silaturahim.



Sorenya, kami berjalan-jalan melihat suasana. Walau bunyi petasan masih bergerilya di sana sini (tanpa suara tabuhan bedug :P ), suasana berkesan lengang tidak ada keramaian. Beberapa toko terlihat tutup.


Lengang di jalan Salem Al Mubarak




Kami pun nongkrong di StarBucks. Saat kami tiba cukup sepi, begitu menjelang malam, suasana menjadi ramai penuh ABG (Arab Baru Gede). Begitu pula jalanan Salem Al Mubarak, sebelumnya kami bisa melenggang menyeberang dengan santai karena sepi, semakin malam kami pun masih bisa menyeberang dengan santai karena jalanan sudah penuh kendaraan yang berbaris macet :)
Tampaknya memang kehidupan dan suasana ramai baru dimulai di atas jam 9 malam. Kami pun pulang setelahnya, diiringi suara musik keras-keras dari kendaraan gaul ABG dan tentu saja : dar der dor petasan :P

Lebaran Hari Kedua



Kami ke Avenue Mall (terbesar di Kuwait) untuk melihat-lihat suasana. Wuih ramainya luar biasa. Jika Avenue Mall sebesar Pondok Indah Mall 2, pasti sudah berdesak-desakan.


ABG duduk-duduk di atas meja makan IKEA, diusir petugas malah ngece

Banyaknya ABG membuat suasana terlihat agak rusuh. Perilaku 'kampungan' mereka membuat kami malas berlama-lama di mall ini. Di toko olah raga, mereka rusuh pecicilan bermain bola (produk yang dipajang). Arwen dan Leia cepat-cepat diselamatkan sebelum terkena dampak gedombrangan mereka. Eman, yang kebetulan datang setelah kami pulang, bercerita sempat terjadi keributan dan perkelahian antar gang di mall tersebut (have a look at 248am.com). Great!!

Sampai di rumah, kami pun menghabiskan malam dengan menonton update-an Tumblr dari keluarga di Indonesia.
(pinodita.tumblr.com).
Post a Comment