Our previous journey: Kuwait

Friday, October 03, 2008

Ditampar Nenek Kuwaiti

 

Di suatu akhir pekan yang tenang, Aji, Daud & Yoswar duduk-duduk di sebuah bangku. Tiba-tiba datang seorang nenek tua dengan abaya hitam menghampiri mereka. "Ruih ruih!" katanya sambil mengibas tangannya, mengisyaratkan bahwa dia mengusir mereka dan mau duduk di bangku tersebut. Aji & Daud berdiri mempersilakan nenek tersebut untuk dudu. Namun, Yoswar tetap duduk tenang & tidak ada niatan untuk berdiri.

Walau sudah tersedia tempat untuk duduk, nenek tersebut rupanya keberatan jika Yoswar tetap duduk di situ. Barangkali dipikirnya tidak sopan jika seorang wanita & pria bukan muhrim duduk di satu tempat. Mengetahui Yoswar tidak beranjak, nenek tersebut ngomel-ngomel (dalam bahasa arab) dan mendaratkan tamparan sangat keras di wajah Yoswar.

"WHAT THE??" Yoswar kaget, berdiri menatap si nenek dengan gusar. Nenek pun dengan tenang duduk di bangku yang baru direbutnya, sementara orang-orang di sekitar tertegun memandang peristiwa tersebut.

Mulai sejak itu, setiap kali kami bertemu ibu-ibu atau nenek berabaya hitam jalan bergerombol, kami jadi trauma. Lebih baik menjauh daripada ditabok karena sesuatu yang tidak terduga. "Awas hati-hati, daripada nanti ditampar seperti Yoswar!" sambil cekikikan.
Post a Comment