Our previous journey: Kuwait

Thursday, July 24, 2008

Setahun Lewat : Working Place

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

by : Pinot

Bekerja di mana pun, pasti ada suka dan duka. Dan pinter-pinternya kita menyikapi segala duka, sehingga bisa tetap kerja dalam kondisi suka. Namun, setelah belasan tahun di tempat kerja itu-itu juga, ternyata pindah di tempat kerja baru jadi lebih banyak rasa suka-nya dibanding duka.
  • Orang-orangnya asik. Kadar gelo-nya sih kurang lebih sama dengan rekan-rekan kerja di kantor sebelumnya. Tapi karena yang gelo orang-orang dari belahan dunia lain, rasanya jadi lebih asik. Walau memang, beberapa kali terjadi pergesekan perbedaan adat dan budaya. Apalagi rata-rata orang-orang Arab ini bawaannya sombong dan pinter ngomong. Bahkan yang tengil juga ada *curhat!* Kalau ngomong teriak-teriak seperti orang marah. Membuat kami rada shock awal-awalnya. Tapi setelah sekian lama bekerja dengan mereka -- dan semakin kenal -- pada dasarnya mereka orang-orang yang baik, sopan dan perhatian.



  • Bosnya juga asik. yang kami harapkan dari kantor lama, kini tercapai di kantor baru : boss-nya asik! Berumur hampir paruh baya, boss Bader punya pengalaman yang seabrek-abrek di dunia TV dan film. Walau sudah 40 something, gayanya tetep funky, cuwawakan, mbeling dan rebellion. Bahkan tidak segan-segan ikut gabung bekerja membantu -- sekarang lagi bantuin tracing (kerjaan ece-ece) untuk melengkapi pekerjaan Eman! Best of all, beliau cukup baik dalam meng-handle creative people. Royal dalam memberi reward dan tegas dalam bersikap. Sangat melindungi anak buahnya dari masalah kerjaan, bahkan di luar kerjaan (kami sering meminta tolong padanya jika kami terlibat masalah dan berurusan dengan orang Arab. Kuwaiti tea, ngga ada lawan.. kakakakak) It's hard to find a boss who can balancing and juggling between creativity and administration. Sesuatu yang tidak pernah kami dapatkan di kantor lama.


    Bos Bader jahil motret-motret saat anak buahnya tidur nglembur semaleman

  • Your work, your idea, your deadline. Beberapa kasus, kami ditugaskan untuk membuat pekerjaan grafis yang ide dan rentang waktu kerjanya ditentukan sendiri oleh kami. Memang tidak semua pekerjaan, tapi jika menuntut pekerjaan yang harus berkualitas, kami diberikan otoritas dan tanggung jawab untuk berbuat semaksimal mungkin, mengatur waktu kerjanya dan menyelesaikannya tepat waktu. Hal ini mendorong kami untuk pushing to the edge. Jika ada pekerjaan dadakan yang tidak bisa nego deadline - bahkan nabrak-nabrak weekend - tidak jarang kami harus mengorbankan kualitas. Walau, tentunya, tetap diawasi mata boss Bader yang detail (saking detailnya kadang bikin senewen.. huahahahahaha)
  • Tools. Kami cukup dimanja dengan ketersediaan alat kerja. Komputernya MacPro heaven-edition -- RAM tinggi, HD gede -- plus monitor Cinema Display 24inch 2 buah. Suatu ketika, boss kami datang dari kantor pusat membawa oleh-oleh : Wacom Intuos3 untuk masing-masing designer. Software masih gado-gado antara original (Apple Motion, FinalCut Pro, Color etc) dan versi petani (menunggu anggaran turun.. hehehe). Dan, selain fasilitas komputer, kami diberikan meja, kursi, ruangan dan sofa! Yeah!



  • New Company, New Chaos. Tempat kami bekerja umurnya belum genap setahun. Terbayang betapa 'berantakannya' kalau sudah urusan administrasi. Belum lagi masalah-masalah bermunculan saat on air pertama kalinya. Yang menarik, berhubung kami sudah cukup lama di dunia broadcast, bos Bader beberapa kali meminta pendapat jika menemui kasus-kasus baru, terutama kasus-kasus yang mirip di kantor lama. Been there, done that!


Marina Fuwalk

Banyak hal baru yang kami dapatkan. Dan dari semuanya, bekerja bareng 1 almamater (Aji, Bayu, Daud, Eman, Yoswar) adalah landasan utama kami untuk bisa tetap berjuang bekerja. Tanpa mereka, mungkin Papin tidak bisa tetap bekerja hingga sejauh ini.

More works stories :
- All about works

Related stories :
- Kerjaan kami dibilang 'Gawat'
- Galta Project : 2 bulan untuk 1 project
- Kabar Indonesia dari Rekan non-Indonesia
- Minggu Gempor
- Manusia-manusia Jahil

Wednesday, July 23, 2008

Berburu Mesin Jahit

by : Dita

My Corner

Perburuan itu berakhir sudah. Setelah muter ke sana ke mari mencari mesin jahit, dan sempet juga bertanya-tanya lewat blog ini, di mana gerangan mencari mesin jahit di Kuwait, akhirnya mesin itu kutemukan juga. Tadinya udah sempet mikir mo nyari di ebay atau amazon aja. Abis tanya-tanya sama tukang jualan kain di sini juga mereka gak tau. Udah gitu negara ini sangat tidak bersahabat dengan para crafters...hehehe....hiperbola ya? Abis cari pernak-pernik kerajinan tangan susahnya minta ampun. Udah ngubek ke sana ke mari, nemunya prentilan-prentilan doang, gak ada gitu satu craftstore yang gede dan lengkap.

Sebelum akhirnya gue memutuskan untuk membeli mesin jahit di Lulu Hypermarket, sempet lirik-lirik mesin yang dijual di Carrefour. Sayang pilihannya cuman merk Singer which is pasti mahal!! Di Brand for Less juga sempet nemu keluaran Tchibo/TCM, konon sih katanya merk ini bisa diandelin-lah di Jerman sana *bener gak gitu, Irma, Echa, Isti?*, tapi berhubung gue gak paham merk ini, mending gak usahlah.

Waktu nemu mesin jahit ini di Lulu pun sebenernya masih agak kurang puas. Karena pilihannya cuman satu brand, yaitu Brother. Terus serinya juga gak lengkap, jadi gak banyak pilihan. Tapi setelah dipikir-pikir, ahhhh gue gak butuh yang advance banget kok, yang penting bisa buat jait lurus :D dan cuman untuk keperluan rumah tangga aja kok. Akhirnya gue beli seri yang paling murah dengan fitur 14 jenis jahitan. Mayan, bisa buat beberapa jenis jahit lurus, buat embroidering, bisa buat bikin lubang kancing, dll.

Perburuan berikutnya adalah ngubek-ngubek toko kaiiinnnnnnnnn, bosen liat kainnya IKEA yang modelnya masih itu-itu aja!!!! :D. Gak berburu buku crafting??? Gak usah ditanya deh kalo itu, udah pasrah. Susah! :P Mending cari pattern-pattern gratisan di internet.

Yiippeeeee!!!! Makasih Papin untuk kado ulang tahunnya.




Tuesday, July 22, 2008

The Night was Moist

by : Pinot

Ingat dialog di film Danny DeVitto "Throw Momma from the train"?

"The night was moist."

Kondisi malam ini cocok banget dengan dialog film itu. Saat mau tidur jam 2:00 malam ini, tiba-tiba mendapatkan jendela apartemen yang buram tertutup embun. Wuah! Jarang-jarang melihat fenomena ini. Walau AC apartemen selalu dingin, tapi belum pernah kejadian sampai berembun. 

Pas buka jendela, langsung terasa udara lembab pengap di luar. Kuwait yang terkenal negara super kering, malam ini lembab luar biasa. Ngecek ke internet, salah satu website mengukur tingkat kelembaban malam ini adalah 86% (dengan suhu 30˚ C)! Sementara, kalau melihat tingkat kelembaban normal di bulan ini harusnya berkisar antara 40% hingga 50%. Naik 2 kalinya dong? (sumber)



Ujung-ujungnya hujan nggak ya??? *ngarep-dot-kom*

The night was moist. The air was airy...
Hopefully the rain will falling...
:D

Sunday, July 20, 2008

Found : Loyang Beraneka Bentuk

by : Dita

Di postingan kemaren kan Papin cerita kalo nemu action figures-nya Beatles Yellow Submarine. Di areal yang sama Mamin juga menemukan harta karun.....hahaha.....gak mau kalah ceritanya!

Lulu Hypermarket itu emang tempat belanja groceries favorit. Karena hampir sebagian besar bumbu masak Asia dan Indonesia bisa ditemukan di sana. Cuman kalo hari Jumat ke sini, jangan harap bisa melenggang dengan leluasa. Karena penuhnya minta ampun. Hampir sebagian besar pengunjungnya didominasi orang India (cerita lengkap tentang Lulu, di sini).

Udah bolak-balik ke Lulu tapi kita gak pernah "nglirik" Dreammall yang lokasinya satu areal dengan Lulu.....hehehe.....abis sugesti aja, mall kok kayak pasar pagi, mending gak usah dikasih nama mall sekalian, abis kalo mall itu kesannya bangunan besar, rapi, wangi dengan deretan toko-toko menawan :P. Nah, kalo Dreammall ini memang belum seratus persen beroperasi. Lantai atas bahkan sama sekali belum digunakan masih dalam tahap pembangunan. Yang sudah beroperasi adalah lantai basement (kita gak tau deh, ini sebenernya masuk dalam Dreammall ato gak?).

Hari itu, niat iseng untuk eksplor muncul. Sebelum ke Lulu, kami berniat liat-liat dulu ke basement, kali-kali nemu sesuatu yang unik (soalnya udah lama nih kita gak jalan-jalan iseng untuk nyari-nyari tempat unik. Males juga soalnya lagi summer begini, puanasnya puooollll!)

Turun ke basement disambut dengan aroma dupa/wewangian khas Arab yang...ehhhmmm.....wanginya sering bikin kami gak nyaman dan anak-anak batuk-batuk. Di sebelah kanan tangga eskalator turun terlihat toko ikan dan burung. Leia dan Arwen seneng banget ngliatin burung kutilang dan deretan anak-anak ayam yang diberi warna-warni. Mereka tambah seneng lagi karena di sekitarnya adalah toko mainan anak-anak. Sekilas kami langsung menangkap kesan, seperti Pasar Pagi Mangga Dua dengan deretan kios-kios yang menjual aneka barang. Mainan-mainan yang dijual adalah mainan-mainan made in China, persis deh kayak toko-toko mainan ITC. Iseng-iseng kami masuk ke salah satu toko karena tertarik ngeliat tokonya yang penuh banget, bukan cuman sama mainan, tapi juga dengan barang-barang prentilan kebutuhan sehari-hari seperti gunting kuku, sisir, benang jahit sampe piring-piring makan. Nah di toko inilah Papin menemukan harta karunnya. Setelah Papin girang dengan penemuannya dan Arwen serta Leia senang dengan mainan barunya, kami melanjutkan perjalanan.

Di sana-sini terlihat toko-toko pakaian, sepatu, sandal, tas-tas bahkan peralatan elektronik. Khas Mangga Dua deh! Di sebuah sudut kami menemukan toko barang pecah belah dan keperluan rumah tangga. Hmmmmm.....Mamin mah gak bisa liat yang beginian. Byasa deh pikirannya langsung urusan props! Yang dicari pastinya bukan barang biasa tapi barang pecah belah dengan model dan motif unik.

Bener aja kan, feeling Mamin tepat, gak salah deh masuk toko ini. Barang-barang dagangannya semua digelar di bawah, mereka tidak menggunakan rak-rak pajangan. Dari mulai laundry bag, lemari-lemari kecil baik yang berbahan plastik atau kayu, piring aneka bentuk, gelas, panci-panci dari yang kecil sampe yang segede gabon buat jualan bakso ;), ada semua.

Areal tokonya lumayan luas, jadi kita memang musti telaten merhatiin barang satu-satu. Singkatnya, sampailah Mamin di sebuah pojok peralatan baking. Sempat terkesiap, terbelalak dan gak bisa berkata-kata. "YESSSS!!! Ini kan yang selama ini gue cariiiiiii!!!!" Yupppp!!! Mamin menemukan deretan loyang-loyang beraneka rupa ragam bentuk!! Yang kayak beginian barang langka dan susah nyarinya di Kuwait! Mamin udah pernah cerita betapa susahnya berburu peralatan baking di sini apalagi untuk urusan loyang dan cetak mencetak kue. Ya kalo nyarinya loyang standar kotak dan bulet sih banyak. Jadi serasa nemu toko loyang Edi Mayestik.....hehehehe....walopun gak selengkap toko Edi. Ok....tenang tenang....mari kita liat satu-satu.....



.....Ada loyang bongkar pasang kotak!! Ada yang kayak loyang muffin tapi bentuknya macem-macem bukan cuman bulet doang tapi berbentuk hati, kotak, dll. Trus ada juga yang kayak loyang muffin tapi bulet-buletannya berbentuk loyang pie (enak nih buat bikin pie kecil-kecil). Ada loyang donat (yang ini langsung gue samber ber!!). Ada loyang tulban aneka ukuran. Nah itu tuh apa lagi tuh??!! Gubrak! Loyang Madeleines!!! OMG!! Ada loyang Madeleines yang selama ini gue cari-cari!!!!!! (tapi gak beli, nanti aja deh kalo pas butuh yang penting udah tau tempatnya). Ada loyang-loyang silikon aneka bentuk. Duh bisa pingsan deh gue! Pengennya ya beli semuanya :D. Sambil senyum-senyum gue milih-milihin loyang :)) *norak* (sayang motretnya gak bisa detil, harus sneaky-sneaky pake hp).



Buat yang bawa anak kecil, hati-hati kalo ke sini karena kalo emak udah kalap gak liat kanan kiri, takutnya anak-anak jahil tangannya megangin pecah belah yang ada di bawah. Jadi musti sambil ngawasin bocah-bocah, ada bagusnya juga sih jadi gak kalap-kalap amat! :P.

Akhirnya sore itu, kami pulang dengan hati gembira (gak pulang ding, mampir Lulu dulu nyari mesin jahit....story menyusul ya *wink*). Semua menjinjing harta karun masing-masing :D. Dan yang pasti dengan membawa rasa penasaran untuk kembali lagi. Papin penasaran pengen nglengkapin action figure Beatles-nya yang baru ada 2, Mamin pengen melototin lagi loyang-loyang yang lain, dan anak-anak pastinya pengen liat-liat lagi toko mainan yang ngamprah di mana-mana.

Related Stories :
1. Found : Yellow Submarine Action Figures
2. Lulu Rocks!

Saturday, July 19, 2008

Found : Yellow Submarine Action Figures

by : Pinot

Yellow Submarine

Ditemukan action figures The Beatles : Yellow Submarine di sebuah stand toko mainan murah meriah di Dream Mall (namanya keren, padahal cuma toko-toko sekelas pasar pagi) di basement Lulu Hypermarket. Semua barang-barang yang dijual di toko tersebut dihargai 1 KD (Rp 30.000), termasuk 2 action figures The Beatles dari film Yellow Submarine : John Lennon dan Ringo. Yang tadinya mau beli mainan buat Arwen dan Leia, malah bapaknya ikut-ikutan beli mainan. Lha harganya cuma 1 KD -- harga diluar sekitar US$ 15 - US$ 30 bahkan di Amazon.com ada yang mematok hingga US$ 85 -- masak ngga disabet?

Yellow Submarine

Yellow Submarine

Papin jelas jejingkrakan excited ngga karuan bisa nemu barang ini dengan harga sangat murah. Sampai di rumah pun, Papin bolak balik menolak rengekan Arwen yang minta packaging-nya dibuka. Huekekekekek... bapaknya pelit!
Arwen sudah bolak balik menonton Yellow Submarine ini dan suka dengan film tersebut (padahal ceritanya absurd). Tunggu, ya Wen. Action figures Yellow Submarine-nya disimpan dulu sampai kamu sudah gede.

Sayang, action figures Paul dan George tidak ditemukan. Mungkin nyelip somewhere di toko lainnya seperti harta karun yang menunggu digali.

Link :
- Action figures Yellow Submarine : Ringo in Amazon.com
- Action figures Yellow Submarine : John Lennon in Amazon.com
- Spawn.com
- Wikipedia

Wednesday, July 09, 2008

Setahun Lewat : Transportasi

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

by : Pinot

Jangan berharap banyak dengan sarana transportasi publik di negeri ini. Dengan pendapatan tinggi, bisa beli/sewa mobil dan bahan bakar murah, membuat minat masyarakatnya minim terhadap transportasi publik. Dan akibatnya ketersediaan sarana ini sangat kurang. Belum lagi saat musim panas sekarang, rata-rata pada ogah jalan kaki ke halte (yang cukup jauh di jalan besar dan dengan kondisi halte ala kadarnya) dan rutenya cenderung panjang karena harus ke kota dulu sebagai pusat transit/terminal. Apalagi kantor kami cukup jauh dari apartemen. Selama kami di sini, hanya beberapa kali naik bus. Itu pun malam hari dan winter, kalo siang saat summer gini mending ngadem kalleeeee???


Beberapa cuplikan profil taxi dan supirnya (click to enlarge)

Akhirnya transportasi terpaksa bergantung dengan taxi atau mobil omprengan. Jumlahnya cukup banyak dan mahal, apalagi rata-rata supir taxi di sini pakai argo kuda :P Jarak dekat minimal 1 KD (Rp 30.000). Kami menghabiskan 3 KD (Rp 90.000) sehari atau 3,5 KD (Rp 75.000) dengan taxi langganan. Yang bikin capek nawarnya itu, yang numpang ngga bisa bahasa Arab supir taxinya ngga bisa bahasa Inggris. Klop!


Pak Fulail, item sangar gede tapi demen anak kecil (lagi mbekep Arwen)

Kami punya taxi langganan bernama Fulail dari Srilanka dan teman-temannya (yang juga dari Srilanka). Dia ini mantan inspektur polisi di Srilanka. Menurut kisah, dia dan keluarganya terancam jiwanya karena menjadi sasaran pemberontak Macan Tamil dan ngungsi ke Timur Tengah, menetap di Kuwait sampai sekarang. Karena berangkat dari golongan masyarakat kelas menengah dan terdidik, dia sangat sopan dan hangat kepada kami dan kami pun cukup aman nyaman bersamanya. Mamin, Arwen dan Leia -- hanya bertiga tanpa Papin -- beberapa kali menjadi penumpang Fulail dan kawan-kawan.

Sayang, jika ada Mass Rapid Trans seperti Singapura -- yang menjangkau hampir semua area -- pasti jadi pilihan utama untuk kemana-mana. Seorang rekan kerja Kuwaiti bercerita bahwa 10 tahun lalu sempat ada wacana pembuatan subway dan menjangkau semua lokasi, bahkan sempat dianggarkan di tahun-tahun berikutnya. Namun setelah sekian lama tidak ada kabar dan tidak diketahui rimbanya kemana anggaran tersebut. Kami berkata padanya, mungkin anggaran tersebut masih ada dan diinvestasikan di Indonesia untuk membangun proyek infrastruktur dan ...ehm.. sarana transportasi :D

Untuk saat ini, ngga apa-apa deh bergantung dengan taxi langganan, yang penting tinggal duduk manis sampai tujuan.

More stories about transportation

Related stories :
- Taxi Omprengan Bonus Hair Dryer
- Omprengan Arab
- Si Abah
- Taxi nge-Bronx
- Supir Taxi beristrikan Orang Indonesia
- Jalan-jalan Pakai Bus
- Tareq the Pakistani

Sunday, July 06, 2008

Kicau Burung di Gurun

by : Pinot


Segerombolan burung dara di kawasan kota

Saat di Jakarta dulu, rasanya jarang sekali mendengar kicau burung kalau sudah di tengah kota. Bahkan di kawasan Bintaro tempat tinggal kami, sektor-sektor yang di depan sudah jarang mendengar kicau burung -- kecuali sektor 9 - 10 ke belakang di kawasan yang masih hijau royo-royo.

Sementara, di Kuwait yang sebagian besar areanya didominasi gurun dan padang pasir -- not to mention its temperature and dryness -- kami masih bisa mendengar kicau burung di mana-mana. Bahkan di tengah kota yang dipenuhi hutan beton. Sayang kami tidak terlalu memperhatikan jenis burungnya, tapi sesekali kami mendengar kicau khas kutilang somewhere. Mungkin memang banyak yang memelihara. Ada juga yang keluyuran, seperti yang kami saksikan di pertokoan City Center beberapa hari lalu. Terbang melenggang di antara rak-rak supermarket. Arwen & Leia sampai histeris kegirangan, "Burung! Burung!!"


Burung-burung belanja barang-barang promosi di City Center

Rasanya kalau sudah jalan kaki panas-panas gini -- ditampar angin panas, diserbu debu -- mendengar suara kicau burung rasanya jadi sejuk. Teringat kampung halaman, saat kicau burung masih sering menghibur.

Saturday, July 05, 2008

Setahun Lewat : Makanan

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

Balik lagi setahun lalu. Proses adaptasi yang lumayan jungkir balik adalah adaptasi lidah dan perut pada menu makanan. Bagaimana bisa mengisi perut dengan makanan yang cocok tapi juga gampang didapat dan ngga mahal. Seperti yang terlihat pada diagram, pada awal-awal kedatangan kami jenis makanan yang populer adalah fast 'junk' food. Cocok di lidah, gampang didapat dan relatif murah. Tapi ngga sehat lah kalau tiap hari dijejelin 'junk'.

(click to enlarge)

Solusi makan alternatif saat hari kerja adalah tikka, kebab, roti kobus atau nasi briyanni -- seperti nasi uduk disiram bawang goreng diberi kuah kari. Atau sesekali keroyokan makan martabak Fteera atau ngemil Shawarma. Kalau dompet lagi tebel -- habis gajian -- mampir ke restoran Filipina untuk melahap Chinese Food atau ke Avenue Mall menggasak menu khas restoran Noodle Factory : Bakmi Goreng Indonesia seharga 2,5 KD atau sekitar Rp 75.000!!

Saat akhir pekan, mie instant menjadi pengganjal perut. Atau kadang merebus sarden dan kornet untuk pelengkap menu nasi putih :D

Setahun kemudian, dapur Mamin menjadi dewi penyelamat. Bahkan Aji, Daud dan Yoswar sudah memberanikan diri bertempur di dapur menyiapkan hidangan untuk mereka sendiri. Alhamdulillah kami sudah menemukan cara-cara alternatif untuk mengisi perut, seperti belanja bahan-bahan makanan khas Asia, nemu rempah-rempah, dan tempat belanja murah seperti Lulu atau City Market. Sehingga, pada diagram di atas, posisi mie instant bisa digantikan dengan masakan sendiri yang dijamin cocok dengan selera kampung halaman, murah, gampang didapat dan tentu saja sehat.

Thursday, July 03, 2008

Genap 1 Tahun

by : Pinot

Nggak kerasa sudah 1 tahun Papin menginjakkan kakinya di padang pasir negeri ini. Kebayang lagi rasa sesak dan tersayatnya hati saat berpisah dengan keluarga Neverland di bandara Soekarno Hatta.


Photo session terakhir sebelum berpisah selama 4 bulan lebih

Buat sahabat dan teman-teman yang sudah duluan lebih lama bermukim di sini, 1 tahun mungkin ngga ada artinya.. huehehehhehe. Tapi bagi kami, mahluk-mahluk ndeso yang ngga pernah keluar kandang, it's big gigantic leap.

Alhamdulillah dengan rasa syukur tak terhingga kepada Nya kami bisa berkumpul lagi dan bertualang bersama, hingga kini. Dan terima kasih tak terhingga kepada sahabat dan rekan yang membantu kami untuk survive di sini, terutama keluarga Mas Heru. Serta tentu saja, terima kasih kepada 5 mahluk alumnus RCTI lainnya (Aji, Bayu, Daud, Eman & Yoswar) yang sudah ikutan bareng bertualang.

More about first month in Kuwait here.

Monday, June 30, 2008

Kerjaan Kami Dibilang 'Gawat'!

by : Pinot



Beberapa hari lalu, General Manager tempat kami bekerja bertandang ke departemen kami. Sekedar memantau perkembangan pekerjaan untuk Ramadan nanti. Lalu beliau menghampiri kami satu persatu melihat hasil kerja sejauh ini. Saat di meja Yoswar, beliau bergumam "Gawat! Gawaatt!!"

Wah! Kerjaannya dibilang "Gawat!" Jangan-jangan pekerjaan kami mencemaskan. Terlalu biasa atau takut ngga ngejar deadline.
Usut punya usut, tidak sesuai harapan, ternyata yang dimaksud adalah "Gawad", yang dalam bahasa Arab artinya cukup negatif, namun konteksnya adalah pujian. Seperti yang biasa kami ucapkan saat melihat sesuatu yang dasyat, keren, luar biasa dengan kata-kata negatif (cenderung kotor dan kampungan.. hehehe).

Huehehehehe.. kirain beliau cemas dengan berucap "Gawat", cemas karena kerjaannya kami bagus (aminnn..) dan harus memikirkan untuk menaikkan gaji kami (amin laggiii..)

Ternyata ngga di kampung halaman ngga di sini, kelakuan orang-orangnya sama saja (termasuk kami) : Memuji dengan kata-kata negatif.

ps : pengen tahu arti kata Gawad? Google ajah :D

Friday, June 27, 2008

Bengkel Perahu di Depan Apartemen

by : Pinot

Boat Parking

Beberapa saat lalu kami posting tentang kendaraan-kendaraan yang tidak pada habitatnya : jetski dan perahu motor nongkrong di depan apartemen. Setelah dipantau beberapa hari ini, ternyata kendaraan berhabitat air tersebut sedang dalam perawatan bengkel. Kami jadi makin terbiasa dengan pemandangan perahu motor nongkrong di daratan jauh dari pantai. Apalagi setelah mendapati bengkelnya di depan apartemen :)


Pasien baru tiba di bengkel

Tuesday, June 24, 2008

Graphic Designer can Cook

by : Pinot & Dita

Ketrampilan memasak kayaknya adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki jika tinggal di negeri orang. Gak ada si mbok ato jajanan kaki lima yang dapat diandalkan untuk menyediakan sajian pengisi perut. Sesekali mungkin bisa aja makan di luar. Tapi kalo tiap hari makan/jajan di luar, yaaaaa bisa jebol dong kantong ini. Belum lagi urusan selera yang seringnya gak kompatibel sama lidah Asia ;). Seperti juga mungkin teman-teman perantauan yang lain, sering putus asa bingung mau makan apa, akhirnya makanan instan model indomie dijadikan penyelamat usus dari cacing-cacing kelaparan :D. Tapi gak mungkin kan makan indomie tiap hari, gak mungkin juga cuman ceplok telor terus menerus. Akhirnya ya mau gak mau, 'dipaksa' juga masuk dapur

Untuk Papin dan Bayu -- yang keluarga sudah bergabung di Kuwait -- istri tercinta adalah savior (wooiii Papin dan Bayu curang!!). Hampir setiap hari, bekal masakan Mamin selalu menemani saat bekerja. Kebutuhan makan sesuai selera bisa dikatakan terpenuhi. Dan tentu saja menghemat pengeluaran. Lain halnya dengan Aji, Daud dan Yoswar. Tidak ada yang bisa diandalkan untuk memasak di dapur. Dulu pada saat kami masih tinggal bareng-bareng dalam satu apartemen, urusan makanan masih bisa terbantu dengan masakan Mamin. Tiap hari Mamin, seperti layaknya pengusaha catering (soalnya yang dimasak dalam porsi gede :D), menyiapkan makanan dan bekal untuk penduduk apartemen. Nah, sekarang masalahnya Mamin udah pensiun ngempanin anak orang (baca : ngasih makan anak orang). Sejak kami berpisah dan pindah ke apartemen masing-masing, Mamin tidak lagi menyiapkan makanan untuk teman-teman. Dan akhirnya, mau gak mau mereka harus memasak sendiri!

Mereka-mereka ini yang biasa berurusan dengan spesifikasi komputer (Macintosh), software Adobe AfterEffect, plug-in Trapcode 3D stroke, Wacom tablet, harddisk FireWire, QuickTime movie dan seabreg urusan kerjaan grafis, kini mencoba untuk terjun ke kancah dapur -- dunia yang berbeda dengan dunia kerja sehari-hari.

Simak deh video ini, bagaimana mereka mencoba terjun ke dalam dunia persilatan cooking dan saat-saat nongkrong diisi dengan obrolan seputar resep, bumbu dan hardware dapur. Serta Aji yang masak cah kangkung dengan lihainya dan tentu saja hasilnya layak dimakan...rr.. ng.. lebih tepat : cukup enak dan sedap!



Btw... pernah tahu ada quote "Most famous chef are men". Bukan ngga mungkin mereka jadi famous chef suatu saat nanti :D

Sunday, June 22, 2008

What's in Our Bag?

by : Pinot



  1. Masker. Perlindungan pertama untuk pernafasan dan mulut biar ngga diserbu pasir kalau pas intensitas badai lagi tinggi
  2. Suhu rata-rata 40˚ bikin tenggorokan cepat kering dan gampang haus. Biasanya sehari bisa minum 4,5 liter, sudah termasuk 2 botol kecil yang selalu stand-by di tas
  3. Kotak bekal. Bawa persediaan buat makan atau ngemil dari dapur Mamin
  4. TuneJuice (emergency power) untuk iPhone yang hanya mengandalkan 1 batere 9 volt
  5. iPhone buat telpon (d'oh!), internet dan nonton podcast :)
  6. Kamera digital saku Nikon P1. Selalu stand-by buat merekam segala peristiwa unik di Kuwait, termasuk dokumentasi peristiwa alam langka : hujan es di Kuwait
  7. GPS tua Garmin eTrex Summit. Gak ada peta. Gak ada memory card. Layar hitam putih. Tapi sangat berguna saat menginjakkan kaki di negeri ini. Bahkan bos kami yang Kuwaiti saja tanya arah jalan kepada kami saat berkendara bersama. 
  8. Last but not least : sambal Indofood botol kecil! Kami yang penggemar pedas ini merasa risau dengan kelangkaan sambal saat makan di restoran-restoran Kuwait. Setiap restoran fast-food ternama pasti tidak punya sambal seperti layaknya di Indonesia. Saus tomat lagi saus tomat lagi. McDonald masih mau menawarkan 'spicy chilly' yang tidak terlalu pedas dengan membayar(!) 300 fils alias Rp 9000! Akhirnya, botol kecil ini selalu stand-by, di mana pun, kapan pun, makanan apa pun!

Note :
Isi tas yang kami jabarkan di sini adalah wajib hukumnya untuk selalu dibawa. Selain isi-isi tas ini, kami juga membawa persediaan diapers buat Leia, juice-juice kecil, pakaian balita cadangan dan segala peralatan pendukung balita :D

Thursday, June 19, 2008

Mari Melanggar Peraturan

by : Pinot

no ciggy

There are lots of laws & rules here in Kuwait. Salah satunya peraturan yang melarang masyarakat untuk membeli rokok jika berumur di bawah 21 tahun. Untuk kami, peraturan tersebut sangat bagus, dengan catatan jika diterapkan dengan baik dan benar.

Suatu ketika, Papin sekeluarga hendak membeli barang titipan di counter rokok Carrefour. Ada beberapa pemuda Arab (Kuwaiti?) di situ dan seseorang diantaranya menghampiri Papin dan berkata-kata dalam bahasa Arab. Walau sudah memberi kode bahwa kami ngga ngerti ngomong apa, pemuda tersebut ngotot minta sesuatu. Kasir counter (berkebangsaan Filipina) senyum-senyum sambil geleng-geleng dan menunjuk ke sign-board bertuliskan :

"No Cigarettes to those below 21"

Akhirnya mereka pergi menjauh. Kami tanya pada kasir, apa mau mereka.

"Mereka mau beli rokok tapi belum cukup umur. Dan mereka minta tolong ke anda untuk membelikan mereka rokok karena anda dianggap sudah berumur"

What? Dasar ABG (Arab Baru Gede) gendheng! Kami langsung geleng-geleng. Hebat, mereka baru saja melecehkan peraturan mereka sendiri di depan kami sebagai kaum pendatang. Tahu gitu -- jika kami bisa berbahasa Arab -- kami akan jawab dengan sindiran sarkas :

"Maaf. Uang saya hanya cukup untuk membeli rokok buat anak perempuan saya yang baru berumur 3 tahun"

Well. Di mana pun peraturan pasti dilanggar. Kami juga ngga tutup mata dengan kondisi di kampung halaman. Tapi, apa yang ABG tersebut lakukan tampaknya menunjukkan 2 hal : melecehkan peraturan mereka sendiri dan mengajak kami sebagai kaum pendatang untuk melanggarnya :D

Related stories :
- Little Rascals
- Kelakuan anak muda Kuwait
- Cerita garing Didat (bagian cerita 2)
- Alina's experience

Wednesday, June 18, 2008

Taxi Omprengan Bonus Hair Dryer

by : Pinot


Mata boleh terlindungi kacamata, hidung mulut boleh terlindungi masker, tapi rambut pasrah dikerumuni pasir

Suatu ketika di musim panas-panasan berdebu pasir ini, kami ditawari taxi omprengan saat hendak berangkat kantor. Tanpa ba-bi-bu -- tetap menawar harga tentunya -- kami langsung menyerbu masuk taxi, daripada berjemur lebih lama lagi di pinggir jalan.

Namun, dewi keberuntungan sedang cuti summer pulang kampung tampaknya. Taxi sedan bodol yang kami tumpangi tidak memiliki AC! Jendela terpaksa dibuka, mengantar angin panas (suhu sekitar 40˚) dan mengajak debu pasir di jalanan masuk ke dalam sedan.

"Fi AC? (Ada AC?)" tanya kami.
"Mafi AC (Tidak ada AC). Broken!" jawab si sopir sambil cengengesan.

Gemblung!!
Jendela ditutup salah, bikin hypergerah. Jendela dibuka juga salah, ngga terlalu gerah tapi pasir berdatangan menjarah. Yah diterima saja kondisinya dengan pasrah. Hitung-hitung naik taxi bonus hair dryer, mengeringkan rambut kami yang basah habis keramas. Rambut Yoswar yang panjang langsung kering tergerai 'hair dryer' dari jendela. Plus pasir tentunya.

Related stories :
- Omprengan Arab
- Si Abah
- Taxi Yukon
- Alunan Inka Christie & Dangdut di taxi Kuwait
- Taxi nge-bronx
- Pak Ibrahim
- Tareq the taxi driver

Monday, June 16, 2008

Oleh-oleh Majalah WIRED



by : Pinot

I'm an Apple fanboy. Punya hobi yang cukup ngrepotin (Mamin sudah melotot nih) : mengumpulkan pernak pernik Apple sampai menggunung menuh-menuhin rumah. Salah satunya koleksi majalah tua yang berhubungan dengan Apple. One day, (I believe) these historical junks will be precious items.

Saat majalah WIRED edisi April lalu menurunkan artikel Apple sebagai cover story-nya, panik bukan main. Karena majalah itu tidak (atau susah) ditemukan di Kuwait ini :(
Wah barang koleksi nih!!!!!
Dan kebetulan punya WIRED edisi tahun 1997 -- ngejogrok di gudang -- mengulas Apple yang sedang sekarat. Jadi cocok disandingkan dengan edisi April 2008 ini.

Untungnya seorang rekan di Jakarta bersedia keep edisi itu, dan memohon Eman yang sedang pelesir ke Indonesia untuk dibawa ke Kuwait sini.

Satu lagi calon 'junk' dikoleksi. Semoga ngga menggunung di Kuwait. Susah bawa pulangnya :P

More story here.

Saturday, June 14, 2008

Busana Summer : Siapa yang Nyamber?



Sejak memasuki summer, toko-toko pakaian terkemuka mulai memamerkan koleksi busana summer mereka di display toko. Kami cukup terkesima dengan jenis busana yang dipajang. Jika kami melihat display tersebut di Jakarta, jelas biasa-biasa saja. Namun di negeri yang katanya sangat ketat dalam urusan aurat, busana-busana summer tersebut sangat 'terbuka'. Malah kami sempat menyaksikan koleksi busana yang full bikini di salah satu toko - namun belakangan sudah tidak terpajang di display, mungkin disimpan di dalam.

Membuat kami bertanya-tanya, siapa yang membeli di sini ya? Expatriat atau foreigner thok? Atau wanita-wanita Kuwaiti juga membelinya? Namun jika mereka membelinya, kapan digunakan? Mungkin saat ada acara khusus yang dihadiri cuma wanita-wanita saja. Atau dibeli untuk digunakan saat berlibur summer di luar negeri?

Musim Bawarih Bikin Mata Perih

by : Pinot



Sudah sejak 2 - 3 minggu ini, Kuwait tidak habis-habisnya dikepung debu pasir, lengkap dengan angin ngebutnya berkisar 30 - 40 km/jam. Ternyata, tidak hanya kami sebagai pendatang baru yang keheranan dengan debu pasir berkepanjangan, teman-teman Indonesia yang sudah lama tinggal di Kuwait pun terheran-heran. Bahkan rekan kerja Kuwaiti pun demikian, "This Bawarih season is not normal because of the long dusty weeks."

Bawarih season adalah istilah untuk awal Summer yang dimulai dari awal Juni hingga puncak (Agustus atau awal September), dengan suhu tertinggi beranjak dari 40˚ C hingga 50˚ C. Debu pasir yang nggak putus-putus ini membuat mata gampang perih. Jika tidak menggunakan masker, kadang suka terasa ada pasir nemplok di gigi. Puih Pwueh Puh!!! Dan tentu saja, rambut jadi penuh ketombe pasir :P

Sumber :
- Q8weather.com
- Kuwait National Meteorological Centre

Thursday, June 12, 2008

Berburu Pernak-Pernik Crafting dan Baking

by : Dita

Bird Cage 2

Buat pecinta crafting dan baking, siap-siap kecewa begitu menginjakkan kaki di negara ini. Gue kasih tau aja ya, mending kalo suka crafting dan baking, peralatan-peralatn dan pernak-pernik yang spesifik bawa aja deh dari kampung halaman.

Sebelum berangkat ke Kuwait, gue sudah melakukan survey mengenai baking ke teman-teman yang tinggal di Kuwait. Di mana cari ini itu. Jawaban yang didapat sama, banyak gak adanya. Ya, kalo cuman standart-standart tepung, gula, pewarna makanan sih ada. Cuman untuk keperluan yang lebih advance seperti cake decorating, duuhhh jangan harap deh. Kalo punya seperangkat perkakas wilton, bawa aja! Di sini gak pernah nemu batang idungnya produk-produk Wilton. So far buat gue penyedia peralatan dan bahan-bahan baking paling kumplit adalah The Sultan Center dan City Center. Di luar itu, jangan harap nemu brown sugar, jangan harap dapet gula bubuk, even Carrefour sini aja gak lengkap (maksud gue bukan gak lengkap gimana, ini sih berdasar ekspektasi gue aja kalo pas lagi baking yang aneh-aneh suka gak nemu bahan-bahannya). Kayak mascarpone untuk bikin tiramisu, gue cuman menemukan di Sultan. Parchment Paper cuman ada di City Center dan Sultan. Brown Sugar, Powder Sugar and Icing Sugar pasti ada di dua tempat ini.

Untuk urusan loyang, kalo yang standart-standart aja ada, tapi kalo udah mau bikin Madeleines....ya gak ada lah ya. Mo cari loyang bongkar pasang yang kotak...ya susah *lagian yang dicari juga aneh-aneh sih...wakakakakakkk!!*

Lil' creature

Itu tadi urusan baking. Kalo urusan crafting? 11-12, 13-14 deh! Ini lebih parah lagi, yang namanya craftstore kayaknya gak ada di sini. Biasanya yang jual benang, jarum dan pernak-pernik craft mencar-mencar. Di Lulu Hypermarket ada sedikit section yang jual benang-benang, jarum dan keperluan hand embroidery. Embroidery hoop juga gue dapet di sini. Made in Pakistan tapi kualitasnya sangat jauh dari hoop yang gue punya di Indonesia. Pilihan warna benang juga terbatas.

Made in Pakistan

Di pasar Mubarakiyah, konon banyak perlengkapan jahit-menjahit, gue penasaran pengen ke sana. Daiso juga menyediakan sedikit keperluan crafting.

Needles Thread

Beberapa hari yang lalu, pas belanja ke City Center Salmiya sempet mampir juga ke toko yang selama ini cuman gue lewatin doang. Ternyata toko ini menjual aneka pita, bisband, jarum, renda, kancing dan peralatan jahit lainnya. Berasa di surga!! Langsung deh borong pita lucu-lucu buat keperluan crafting dan food photography ;).

IMG_0663.JPG IMG_0667.JPG

Satu tempat yang bolehlah gue rekomendasikan untuk berburu keperluan craft adalah Toko buku Jarir. Mereka punya satu bagian tersendiri yang cukup luas untuk menjual keperluan kerajinan tangan. Lumayan lah walaupun gak lengkap-lengkap banget, tapi sudah cukup memuaskan dahaga membuat kerajinan tangan.

Nyari mesin jahit, nah ini dia. Belum nemu nih tempatnya, selain di Carrefour yang tentunya pilihannya cuman dikit banget. Temen-temen yang punya infonya, please mau dong. Selain Pasar Jumat tentunya, ya.

Bukan cuman urusan mesin jahit dan jahit menjahit, kalo ada temen-temen di Kuwait yang punya informasi perlengkapan baking dan crafting yang lengkap, kami akan sangat berterima kasih jika temen-temen bisa share di sini.