Our previous journey: Kuwait

Saturday, July 19, 2008

Found : Yellow Submarine Action Figures

by : Pinot

Yellow Submarine

Ditemukan action figures The Beatles : Yellow Submarine di sebuah stand toko mainan murah meriah di Dream Mall (namanya keren, padahal cuma toko-toko sekelas pasar pagi) di basement Lulu Hypermarket. Semua barang-barang yang dijual di toko tersebut dihargai 1 KD (Rp 30.000), termasuk 2 action figures The Beatles dari film Yellow Submarine : John Lennon dan Ringo. Yang tadinya mau beli mainan buat Arwen dan Leia, malah bapaknya ikut-ikutan beli mainan. Lha harganya cuma 1 KD -- harga diluar sekitar US$ 15 - US$ 30 bahkan di Amazon.com ada yang mematok hingga US$ 85 -- masak ngga disabet?

Yellow Submarine

Yellow Submarine

Papin jelas jejingkrakan excited ngga karuan bisa nemu barang ini dengan harga sangat murah. Sampai di rumah pun, Papin bolak balik menolak rengekan Arwen yang minta packaging-nya dibuka. Huekekekekek... bapaknya pelit!
Arwen sudah bolak balik menonton Yellow Submarine ini dan suka dengan film tersebut (padahal ceritanya absurd). Tunggu, ya Wen. Action figures Yellow Submarine-nya disimpan dulu sampai kamu sudah gede.

Sayang, action figures Paul dan George tidak ditemukan. Mungkin nyelip somewhere di toko lainnya seperti harta karun yang menunggu digali.

Link :
- Action figures Yellow Submarine : Ringo in Amazon.com
- Action figures Yellow Submarine : John Lennon in Amazon.com
- Spawn.com
- Wikipedia

Wednesday, July 09, 2008

Setahun Lewat : Transportasi

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

by : Pinot

Jangan berharap banyak dengan sarana transportasi publik di negeri ini. Dengan pendapatan tinggi, bisa beli/sewa mobil dan bahan bakar murah, membuat minat masyarakatnya minim terhadap transportasi publik. Dan akibatnya ketersediaan sarana ini sangat kurang. Belum lagi saat musim panas sekarang, rata-rata pada ogah jalan kaki ke halte (yang cukup jauh di jalan besar dan dengan kondisi halte ala kadarnya) dan rutenya cenderung panjang karena harus ke kota dulu sebagai pusat transit/terminal. Apalagi kantor kami cukup jauh dari apartemen. Selama kami di sini, hanya beberapa kali naik bus. Itu pun malam hari dan winter, kalo siang saat summer gini mending ngadem kalleeeee???


Beberapa cuplikan profil taxi dan supirnya (click to enlarge)

Akhirnya transportasi terpaksa bergantung dengan taxi atau mobil omprengan. Jumlahnya cukup banyak dan mahal, apalagi rata-rata supir taxi di sini pakai argo kuda :P Jarak dekat minimal 1 KD (Rp 30.000). Kami menghabiskan 3 KD (Rp 90.000) sehari atau 3,5 KD (Rp 75.000) dengan taxi langganan. Yang bikin capek nawarnya itu, yang numpang ngga bisa bahasa Arab supir taxinya ngga bisa bahasa Inggris. Klop!


Pak Fulail, item sangar gede tapi demen anak kecil (lagi mbekep Arwen)

Kami punya taxi langganan bernama Fulail dari Srilanka dan teman-temannya (yang juga dari Srilanka). Dia ini mantan inspektur polisi di Srilanka. Menurut kisah, dia dan keluarganya terancam jiwanya karena menjadi sasaran pemberontak Macan Tamil dan ngungsi ke Timur Tengah, menetap di Kuwait sampai sekarang. Karena berangkat dari golongan masyarakat kelas menengah dan terdidik, dia sangat sopan dan hangat kepada kami dan kami pun cukup aman nyaman bersamanya. Mamin, Arwen dan Leia -- hanya bertiga tanpa Papin -- beberapa kali menjadi penumpang Fulail dan kawan-kawan.

Sayang, jika ada Mass Rapid Trans seperti Singapura -- yang menjangkau hampir semua area -- pasti jadi pilihan utama untuk kemana-mana. Seorang rekan kerja Kuwaiti bercerita bahwa 10 tahun lalu sempat ada wacana pembuatan subway dan menjangkau semua lokasi, bahkan sempat dianggarkan di tahun-tahun berikutnya. Namun setelah sekian lama tidak ada kabar dan tidak diketahui rimbanya kemana anggaran tersebut. Kami berkata padanya, mungkin anggaran tersebut masih ada dan diinvestasikan di Indonesia untuk membangun proyek infrastruktur dan ...ehm.. sarana transportasi :D

Untuk saat ini, ngga apa-apa deh bergantung dengan taxi langganan, yang penting tinggal duduk manis sampai tujuan.

More stories about transportation

Related stories :
- Taxi Omprengan Bonus Hair Dryer
- Omprengan Arab
- Si Abah
- Taxi nge-Bronx
- Supir Taxi beristrikan Orang Indonesia
- Jalan-jalan Pakai Bus
- Tareq the Pakistani

Sunday, July 06, 2008

Kicau Burung di Gurun

by : Pinot


Segerombolan burung dara di kawasan kota

Saat di Jakarta dulu, rasanya jarang sekali mendengar kicau burung kalau sudah di tengah kota. Bahkan di kawasan Bintaro tempat tinggal kami, sektor-sektor yang di depan sudah jarang mendengar kicau burung -- kecuali sektor 9 - 10 ke belakang di kawasan yang masih hijau royo-royo.

Sementara, di Kuwait yang sebagian besar areanya didominasi gurun dan padang pasir -- not to mention its temperature and dryness -- kami masih bisa mendengar kicau burung di mana-mana. Bahkan di tengah kota yang dipenuhi hutan beton. Sayang kami tidak terlalu memperhatikan jenis burungnya, tapi sesekali kami mendengar kicau khas kutilang somewhere. Mungkin memang banyak yang memelihara. Ada juga yang keluyuran, seperti yang kami saksikan di pertokoan City Center beberapa hari lalu. Terbang melenggang di antara rak-rak supermarket. Arwen & Leia sampai histeris kegirangan, "Burung! Burung!!"


Burung-burung belanja barang-barang promosi di City Center

Rasanya kalau sudah jalan kaki panas-panas gini -- ditampar angin panas, diserbu debu -- mendengar suara kicau burung rasanya jadi sejuk. Teringat kampung halaman, saat kicau burung masih sering menghibur.

Saturday, July 05, 2008

Setahun Lewat : Makanan

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

Balik lagi setahun lalu. Proses adaptasi yang lumayan jungkir balik adalah adaptasi lidah dan perut pada menu makanan. Bagaimana bisa mengisi perut dengan makanan yang cocok tapi juga gampang didapat dan ngga mahal. Seperti yang terlihat pada diagram, pada awal-awal kedatangan kami jenis makanan yang populer adalah fast 'junk' food. Cocok di lidah, gampang didapat dan relatif murah. Tapi ngga sehat lah kalau tiap hari dijejelin 'junk'.

(click to enlarge)

Solusi makan alternatif saat hari kerja adalah tikka, kebab, roti kobus atau nasi briyanni -- seperti nasi uduk disiram bawang goreng diberi kuah kari. Atau sesekali keroyokan makan martabak Fteera atau ngemil Shawarma. Kalau dompet lagi tebel -- habis gajian -- mampir ke restoran Filipina untuk melahap Chinese Food atau ke Avenue Mall menggasak menu khas restoran Noodle Factory : Bakmi Goreng Indonesia seharga 2,5 KD atau sekitar Rp 75.000!!

Saat akhir pekan, mie instant menjadi pengganjal perut. Atau kadang merebus sarden dan kornet untuk pelengkap menu nasi putih :D

Setahun kemudian, dapur Mamin menjadi dewi penyelamat. Bahkan Aji, Daud dan Yoswar sudah memberanikan diri bertempur di dapur menyiapkan hidangan untuk mereka sendiri. Alhamdulillah kami sudah menemukan cara-cara alternatif untuk mengisi perut, seperti belanja bahan-bahan makanan khas Asia, nemu rempah-rempah, dan tempat belanja murah seperti Lulu atau City Market. Sehingga, pada diagram di atas, posisi mie instant bisa digantikan dengan masakan sendiri yang dijamin cocok dengan selera kampung halaman, murah, gampang didapat dan tentu saja sehat.

Thursday, July 03, 2008

Genap 1 Tahun

by : Pinot

Nggak kerasa sudah 1 tahun Papin menginjakkan kakinya di padang pasir negeri ini. Kebayang lagi rasa sesak dan tersayatnya hati saat berpisah dengan keluarga Neverland di bandara Soekarno Hatta.


Photo session terakhir sebelum berpisah selama 4 bulan lebih

Buat sahabat dan teman-teman yang sudah duluan lebih lama bermukim di sini, 1 tahun mungkin ngga ada artinya.. huehehehhehe. Tapi bagi kami, mahluk-mahluk ndeso yang ngga pernah keluar kandang, it's big gigantic leap.

Alhamdulillah dengan rasa syukur tak terhingga kepada Nya kami bisa berkumpul lagi dan bertualang bersama, hingga kini. Dan terima kasih tak terhingga kepada sahabat dan rekan yang membantu kami untuk survive di sini, terutama keluarga Mas Heru. Serta tentu saja, terima kasih kepada 5 mahluk alumnus RCTI lainnya (Aji, Bayu, Daud, Eman & Yoswar) yang sudah ikutan bareng bertualang.

More about first month in Kuwait here.

Monday, June 30, 2008

Kerjaan Kami Dibilang 'Gawat'!

by : Pinot



Beberapa hari lalu, General Manager tempat kami bekerja bertandang ke departemen kami. Sekedar memantau perkembangan pekerjaan untuk Ramadan nanti. Lalu beliau menghampiri kami satu persatu melihat hasil kerja sejauh ini. Saat di meja Yoswar, beliau bergumam "Gawat! Gawaatt!!"

Wah! Kerjaannya dibilang "Gawat!" Jangan-jangan pekerjaan kami mencemaskan. Terlalu biasa atau takut ngga ngejar deadline.
Usut punya usut, tidak sesuai harapan, ternyata yang dimaksud adalah "Gawad", yang dalam bahasa Arab artinya cukup negatif, namun konteksnya adalah pujian. Seperti yang biasa kami ucapkan saat melihat sesuatu yang dasyat, keren, luar biasa dengan kata-kata negatif (cenderung kotor dan kampungan.. hehehe).

Huehehehehe.. kirain beliau cemas dengan berucap "Gawat", cemas karena kerjaannya kami bagus (aminnn..) dan harus memikirkan untuk menaikkan gaji kami (amin laggiii..)

Ternyata ngga di kampung halaman ngga di sini, kelakuan orang-orangnya sama saja (termasuk kami) : Memuji dengan kata-kata negatif.

ps : pengen tahu arti kata Gawad? Google ajah :D

Friday, June 27, 2008

Bengkel Perahu di Depan Apartemen

by : Pinot

Boat Parking

Beberapa saat lalu kami posting tentang kendaraan-kendaraan yang tidak pada habitatnya : jetski dan perahu motor nongkrong di depan apartemen. Setelah dipantau beberapa hari ini, ternyata kendaraan berhabitat air tersebut sedang dalam perawatan bengkel. Kami jadi makin terbiasa dengan pemandangan perahu motor nongkrong di daratan jauh dari pantai. Apalagi setelah mendapati bengkelnya di depan apartemen :)


Pasien baru tiba di bengkel

Tuesday, June 24, 2008

Graphic Designer can Cook

by : Pinot & Dita

Ketrampilan memasak kayaknya adalah salah satu kemampuan yang harus dimiliki jika tinggal di negeri orang. Gak ada si mbok ato jajanan kaki lima yang dapat diandalkan untuk menyediakan sajian pengisi perut. Sesekali mungkin bisa aja makan di luar. Tapi kalo tiap hari makan/jajan di luar, yaaaaa bisa jebol dong kantong ini. Belum lagi urusan selera yang seringnya gak kompatibel sama lidah Asia ;). Seperti juga mungkin teman-teman perantauan yang lain, sering putus asa bingung mau makan apa, akhirnya makanan instan model indomie dijadikan penyelamat usus dari cacing-cacing kelaparan :D. Tapi gak mungkin kan makan indomie tiap hari, gak mungkin juga cuman ceplok telor terus menerus. Akhirnya ya mau gak mau, 'dipaksa' juga masuk dapur

Untuk Papin dan Bayu -- yang keluarga sudah bergabung di Kuwait -- istri tercinta adalah savior (wooiii Papin dan Bayu curang!!). Hampir setiap hari, bekal masakan Mamin selalu menemani saat bekerja. Kebutuhan makan sesuai selera bisa dikatakan terpenuhi. Dan tentu saja menghemat pengeluaran. Lain halnya dengan Aji, Daud dan Yoswar. Tidak ada yang bisa diandalkan untuk memasak di dapur. Dulu pada saat kami masih tinggal bareng-bareng dalam satu apartemen, urusan makanan masih bisa terbantu dengan masakan Mamin. Tiap hari Mamin, seperti layaknya pengusaha catering (soalnya yang dimasak dalam porsi gede :D), menyiapkan makanan dan bekal untuk penduduk apartemen. Nah, sekarang masalahnya Mamin udah pensiun ngempanin anak orang (baca : ngasih makan anak orang). Sejak kami berpisah dan pindah ke apartemen masing-masing, Mamin tidak lagi menyiapkan makanan untuk teman-teman. Dan akhirnya, mau gak mau mereka harus memasak sendiri!

Mereka-mereka ini yang biasa berurusan dengan spesifikasi komputer (Macintosh), software Adobe AfterEffect, plug-in Trapcode 3D stroke, Wacom tablet, harddisk FireWire, QuickTime movie dan seabreg urusan kerjaan grafis, kini mencoba untuk terjun ke kancah dapur -- dunia yang berbeda dengan dunia kerja sehari-hari.

Simak deh video ini, bagaimana mereka mencoba terjun ke dalam dunia persilatan cooking dan saat-saat nongkrong diisi dengan obrolan seputar resep, bumbu dan hardware dapur. Serta Aji yang masak cah kangkung dengan lihainya dan tentu saja hasilnya layak dimakan...rr.. ng.. lebih tepat : cukup enak dan sedap!



Btw... pernah tahu ada quote "Most famous chef are men". Bukan ngga mungkin mereka jadi famous chef suatu saat nanti :D

Sunday, June 22, 2008

What's in Our Bag?

by : Pinot



  1. Masker. Perlindungan pertama untuk pernafasan dan mulut biar ngga diserbu pasir kalau pas intensitas badai lagi tinggi
  2. Suhu rata-rata 40˚ bikin tenggorokan cepat kering dan gampang haus. Biasanya sehari bisa minum 4,5 liter, sudah termasuk 2 botol kecil yang selalu stand-by di tas
  3. Kotak bekal. Bawa persediaan buat makan atau ngemil dari dapur Mamin
  4. TuneJuice (emergency power) untuk iPhone yang hanya mengandalkan 1 batere 9 volt
  5. iPhone buat telpon (d'oh!), internet dan nonton podcast :)
  6. Kamera digital saku Nikon P1. Selalu stand-by buat merekam segala peristiwa unik di Kuwait, termasuk dokumentasi peristiwa alam langka : hujan es di Kuwait
  7. GPS tua Garmin eTrex Summit. Gak ada peta. Gak ada memory card. Layar hitam putih. Tapi sangat berguna saat menginjakkan kaki di negeri ini. Bahkan bos kami yang Kuwaiti saja tanya arah jalan kepada kami saat berkendara bersama. 
  8. Last but not least : sambal Indofood botol kecil! Kami yang penggemar pedas ini merasa risau dengan kelangkaan sambal saat makan di restoran-restoran Kuwait. Setiap restoran fast-food ternama pasti tidak punya sambal seperti layaknya di Indonesia. Saus tomat lagi saus tomat lagi. McDonald masih mau menawarkan 'spicy chilly' yang tidak terlalu pedas dengan membayar(!) 300 fils alias Rp 9000! Akhirnya, botol kecil ini selalu stand-by, di mana pun, kapan pun, makanan apa pun!

Note :
Isi tas yang kami jabarkan di sini adalah wajib hukumnya untuk selalu dibawa. Selain isi-isi tas ini, kami juga membawa persediaan diapers buat Leia, juice-juice kecil, pakaian balita cadangan dan segala peralatan pendukung balita :D

Thursday, June 19, 2008

Mari Melanggar Peraturan

by : Pinot

no ciggy

There are lots of laws & rules here in Kuwait. Salah satunya peraturan yang melarang masyarakat untuk membeli rokok jika berumur di bawah 21 tahun. Untuk kami, peraturan tersebut sangat bagus, dengan catatan jika diterapkan dengan baik dan benar.

Suatu ketika, Papin sekeluarga hendak membeli barang titipan di counter rokok Carrefour. Ada beberapa pemuda Arab (Kuwaiti?) di situ dan seseorang diantaranya menghampiri Papin dan berkata-kata dalam bahasa Arab. Walau sudah memberi kode bahwa kami ngga ngerti ngomong apa, pemuda tersebut ngotot minta sesuatu. Kasir counter (berkebangsaan Filipina) senyum-senyum sambil geleng-geleng dan menunjuk ke sign-board bertuliskan :

"No Cigarettes to those below 21"

Akhirnya mereka pergi menjauh. Kami tanya pada kasir, apa mau mereka.

"Mereka mau beli rokok tapi belum cukup umur. Dan mereka minta tolong ke anda untuk membelikan mereka rokok karena anda dianggap sudah berumur"

What? Dasar ABG (Arab Baru Gede) gendheng! Kami langsung geleng-geleng. Hebat, mereka baru saja melecehkan peraturan mereka sendiri di depan kami sebagai kaum pendatang. Tahu gitu -- jika kami bisa berbahasa Arab -- kami akan jawab dengan sindiran sarkas :

"Maaf. Uang saya hanya cukup untuk membeli rokok buat anak perempuan saya yang baru berumur 3 tahun"

Well. Di mana pun peraturan pasti dilanggar. Kami juga ngga tutup mata dengan kondisi di kampung halaman. Tapi, apa yang ABG tersebut lakukan tampaknya menunjukkan 2 hal : melecehkan peraturan mereka sendiri dan mengajak kami sebagai kaum pendatang untuk melanggarnya :D

Related stories :
- Little Rascals
- Kelakuan anak muda Kuwait
- Cerita garing Didat (bagian cerita 2)
- Alina's experience

Wednesday, June 18, 2008

Taxi Omprengan Bonus Hair Dryer

by : Pinot


Mata boleh terlindungi kacamata, hidung mulut boleh terlindungi masker, tapi rambut pasrah dikerumuni pasir

Suatu ketika di musim panas-panasan berdebu pasir ini, kami ditawari taxi omprengan saat hendak berangkat kantor. Tanpa ba-bi-bu -- tetap menawar harga tentunya -- kami langsung menyerbu masuk taxi, daripada berjemur lebih lama lagi di pinggir jalan.

Namun, dewi keberuntungan sedang cuti summer pulang kampung tampaknya. Taxi sedan bodol yang kami tumpangi tidak memiliki AC! Jendela terpaksa dibuka, mengantar angin panas (suhu sekitar 40˚) dan mengajak debu pasir di jalanan masuk ke dalam sedan.

"Fi AC? (Ada AC?)" tanya kami.
"Mafi AC (Tidak ada AC). Broken!" jawab si sopir sambil cengengesan.

Gemblung!!
Jendela ditutup salah, bikin hypergerah. Jendela dibuka juga salah, ngga terlalu gerah tapi pasir berdatangan menjarah. Yah diterima saja kondisinya dengan pasrah. Hitung-hitung naik taxi bonus hair dryer, mengeringkan rambut kami yang basah habis keramas. Rambut Yoswar yang panjang langsung kering tergerai 'hair dryer' dari jendela. Plus pasir tentunya.

Related stories :
- Omprengan Arab
- Si Abah
- Taxi Yukon
- Alunan Inka Christie & Dangdut di taxi Kuwait
- Taxi nge-bronx
- Pak Ibrahim
- Tareq the taxi driver

Monday, June 16, 2008

Oleh-oleh Majalah WIRED



by : Pinot

I'm an Apple fanboy. Punya hobi yang cukup ngrepotin (Mamin sudah melotot nih) : mengumpulkan pernak pernik Apple sampai menggunung menuh-menuhin rumah. Salah satunya koleksi majalah tua yang berhubungan dengan Apple. One day, (I believe) these historical junks will be precious items.

Saat majalah WIRED edisi April lalu menurunkan artikel Apple sebagai cover story-nya, panik bukan main. Karena majalah itu tidak (atau susah) ditemukan di Kuwait ini :(
Wah barang koleksi nih!!!!!
Dan kebetulan punya WIRED edisi tahun 1997 -- ngejogrok di gudang -- mengulas Apple yang sedang sekarat. Jadi cocok disandingkan dengan edisi April 2008 ini.

Untungnya seorang rekan di Jakarta bersedia keep edisi itu, dan memohon Eman yang sedang pelesir ke Indonesia untuk dibawa ke Kuwait sini.

Satu lagi calon 'junk' dikoleksi. Semoga ngga menggunung di Kuwait. Susah bawa pulangnya :P

More story here.

Saturday, June 14, 2008

Busana Summer : Siapa yang Nyamber?



Sejak memasuki summer, toko-toko pakaian terkemuka mulai memamerkan koleksi busana summer mereka di display toko. Kami cukup terkesima dengan jenis busana yang dipajang. Jika kami melihat display tersebut di Jakarta, jelas biasa-biasa saja. Namun di negeri yang katanya sangat ketat dalam urusan aurat, busana-busana summer tersebut sangat 'terbuka'. Malah kami sempat menyaksikan koleksi busana yang full bikini di salah satu toko - namun belakangan sudah tidak terpajang di display, mungkin disimpan di dalam.

Membuat kami bertanya-tanya, siapa yang membeli di sini ya? Expatriat atau foreigner thok? Atau wanita-wanita Kuwaiti juga membelinya? Namun jika mereka membelinya, kapan digunakan? Mungkin saat ada acara khusus yang dihadiri cuma wanita-wanita saja. Atau dibeli untuk digunakan saat berlibur summer di luar negeri?

Musim Bawarih Bikin Mata Perih

by : Pinot



Sudah sejak 2 - 3 minggu ini, Kuwait tidak habis-habisnya dikepung debu pasir, lengkap dengan angin ngebutnya berkisar 30 - 40 km/jam. Ternyata, tidak hanya kami sebagai pendatang baru yang keheranan dengan debu pasir berkepanjangan, teman-teman Indonesia yang sudah lama tinggal di Kuwait pun terheran-heran. Bahkan rekan kerja Kuwaiti pun demikian, "This Bawarih season is not normal because of the long dusty weeks."

Bawarih season adalah istilah untuk awal Summer yang dimulai dari awal Juni hingga puncak (Agustus atau awal September), dengan suhu tertinggi beranjak dari 40˚ C hingga 50˚ C. Debu pasir yang nggak putus-putus ini membuat mata gampang perih. Jika tidak menggunakan masker, kadang suka terasa ada pasir nemplok di gigi. Puih Pwueh Puh!!! Dan tentu saja, rambut jadi penuh ketombe pasir :P

Sumber :
- Q8weather.com
- Kuwait National Meteorological Centre

Thursday, June 12, 2008

Berburu Pernak-Pernik Crafting dan Baking

by : Dita

Bird Cage 2

Buat pecinta crafting dan baking, siap-siap kecewa begitu menginjakkan kaki di negara ini. Gue kasih tau aja ya, mending kalo suka crafting dan baking, peralatan-peralatn dan pernak-pernik yang spesifik bawa aja deh dari kampung halaman.

Sebelum berangkat ke Kuwait, gue sudah melakukan survey mengenai baking ke teman-teman yang tinggal di Kuwait. Di mana cari ini itu. Jawaban yang didapat sama, banyak gak adanya. Ya, kalo cuman standart-standart tepung, gula, pewarna makanan sih ada. Cuman untuk keperluan yang lebih advance seperti cake decorating, duuhhh jangan harap deh. Kalo punya seperangkat perkakas wilton, bawa aja! Di sini gak pernah nemu batang idungnya produk-produk Wilton. So far buat gue penyedia peralatan dan bahan-bahan baking paling kumplit adalah The Sultan Center dan City Center. Di luar itu, jangan harap nemu brown sugar, jangan harap dapet gula bubuk, even Carrefour sini aja gak lengkap (maksud gue bukan gak lengkap gimana, ini sih berdasar ekspektasi gue aja kalo pas lagi baking yang aneh-aneh suka gak nemu bahan-bahannya). Kayak mascarpone untuk bikin tiramisu, gue cuman menemukan di Sultan. Parchment Paper cuman ada di City Center dan Sultan. Brown Sugar, Powder Sugar and Icing Sugar pasti ada di dua tempat ini.

Untuk urusan loyang, kalo yang standart-standart aja ada, tapi kalo udah mau bikin Madeleines....ya gak ada lah ya. Mo cari loyang bongkar pasang yang kotak...ya susah *lagian yang dicari juga aneh-aneh sih...wakakakakakkk!!*

Lil' creature

Itu tadi urusan baking. Kalo urusan crafting? 11-12, 13-14 deh! Ini lebih parah lagi, yang namanya craftstore kayaknya gak ada di sini. Biasanya yang jual benang, jarum dan pernak-pernik craft mencar-mencar. Di Lulu Hypermarket ada sedikit section yang jual benang-benang, jarum dan keperluan hand embroidery. Embroidery hoop juga gue dapet di sini. Made in Pakistan tapi kualitasnya sangat jauh dari hoop yang gue punya di Indonesia. Pilihan warna benang juga terbatas.

Made in Pakistan

Di pasar Mubarakiyah, konon banyak perlengkapan jahit-menjahit, gue penasaran pengen ke sana. Daiso juga menyediakan sedikit keperluan crafting.

Needles Thread

Beberapa hari yang lalu, pas belanja ke City Center Salmiya sempet mampir juga ke toko yang selama ini cuman gue lewatin doang. Ternyata toko ini menjual aneka pita, bisband, jarum, renda, kancing dan peralatan jahit lainnya. Berasa di surga!! Langsung deh borong pita lucu-lucu buat keperluan crafting dan food photography ;).

IMG_0663.JPG IMG_0667.JPG

Satu tempat yang bolehlah gue rekomendasikan untuk berburu keperluan craft adalah Toko buku Jarir. Mereka punya satu bagian tersendiri yang cukup luas untuk menjual keperluan kerajinan tangan. Lumayan lah walaupun gak lengkap-lengkap banget, tapi sudah cukup memuaskan dahaga membuat kerajinan tangan.

Nyari mesin jahit, nah ini dia. Belum nemu nih tempatnya, selain di Carrefour yang tentunya pilihannya cuman dikit banget. Temen-temen yang punya infonya, please mau dong. Selain Pasar Jumat tentunya, ya.

Bukan cuman urusan mesin jahit dan jahit menjahit, kalo ada temen-temen di Kuwait yang punya informasi perlengkapan baking dan crafting yang lengkap, kami akan sangat berterima kasih jika temen-temen bisa share di sini.

'Kopi Tubruk' di IKEA Food

by : Pinot



Di dalam IKEA, sejak bulan Mei lalu baru dibuka IKEA FOOD yang menjual aneka makanan dan minuman. Ada juice, roti dan roasted coffee!!! Kalau lihat bungkusnya, kopi yang berjudul "Kaffe Mellanrost" (Coffee Medium Roast) ini buatan Netherland dan disertifikasi oleh Utz Kapeh program. Best of all, harganya 'cuma' 500 fils alias Rp 15.000 saja! Bandingkan dengan kopi item Starbucks yang dipatok KD 2,2 alias Rp 65.000!!!!

Secara rasa, cukup yummy. Walau agak asem-asem dikit. Lumayanlah buat nggantiin kopi tubruk di kampung.



Related story :
- Black coffee

Sunday, June 08, 2008

Jajal ke Tukang Cukur

by : Pinot



Sejak dulu, kalo sudah urusan potong rambut suka males dan berbulan-bulan dibiarkan panjang gondrong awut-awutan. Alasannya, susah nemu potongan yang pas (padahal mending potong pendek walau ngga pas daripada gondrong semrawut). Sejak mendarat di Kuwait 11 bulan lalu, hanya 2 kali potong. Pertama saat kebetulan pulang ke Jakarta, mampir cukur di Bintaro Plaza. Kedua minta tolong potongin Mamin, walau hasilnya hwarakadah masih lebih percaya istri sendiri .. kakakakakak. Beberapa area kelihatan pitak seperti cukuran di video MTV Jackass -- adegan jahil bawa-bawa cukuran listrik "hit & run" mencukur orang dari belakang.

So, akhirnya setelah dipaksa-paksa Mamin -- dan daripada rambut gondrong buat sarang debu pasir mesti keramas tiap 2 kali sehari -- diseretlah ke tukang cukur atau barber shop deket apartemen. Sekalian jajal dan ngecek harga. Tukang cukurnya sepertinya berkebangsaan India atau Pakistan. Terlihat dari tampang dan bahasanya seperti orang Bali kalo lagi ngomong.



Lumayanlah. Hasilnya juga ngga jelek-jelek amat, cuma masih rada kepanjangan nih rambut. Mungkin mesti dibilangin dari awal "shorter and shorter" :D
Biayanya? 1,5 KD atau Rp 45.000 'saja' :P

Wednesday, June 04, 2008

Mural Day

by : Pinot & Dita

Mural : Tree and Birds

Pindah ke apartemen sendiri berarti waktunya berekspresi sebebas-bebasnya :D. Dan bisa eksplorasi sesuka hati. Artinya bisa mendekor apartemen sesuai selera kita :P.

Dari dulu memang Mamin paling gak betah liat yang namanya dinding polos. Bawaannya pengen nge-cat atau digambar-gambarin. Untungnya Papin juga gak masalah dan seneng-seneng aja *iya gak?*

Weekend kemaren kita gak kemana-mana, so kita bikin project home decorating. Sasaran pertama adalah tembok! Kami punya ide untuk membuat mural atau lukisan dinding. Media yang digunakan adalah cat poster dan kain. Kebetulan Mamin punya kain-kain sisa dari IKEA, yang kemudian di cut and paste di tembok.

Sisa-sisa kain lainnya, kami gunakan untuk membuat elemen dekorasi, seperti boneka-boneka kain yang diisi kain perca.

Pada dasarnya kami memang pecinta warna-warna cerah. Merasa lebih "hidup" aja kalo di sekeliling kami itu penuh warna. Dan sebenernya, prinsip kami adalah pengen membuat rumah itu friendly buat anak-anak, jadi seleranya pun menyesuaikan dengan selera anak-anak. Buat kami, rumah harus bisa membuat anak-anak bahagia, menjadi semangat untuk berkreasi dan mencintai kerajinan handmade (bukannya apa-apa, supaya mereka jadi kreatif dan gak dikit-dikit minta dibeliin mainan di toko mainan. Sebisa mungkin bikin mainan sendiri). Itulah sebabnya kenapa apartemen kami terlihat playful dan kekanakan. Ujung-ujungnya buat the krucils juga :).

Home decor


Suasana corat-coret tembok, direkam ala time-lapsed video

Enjoy our Mural Day!

Thursday, May 29, 2008

Nissan Baru

by : Pinot



Salah seorang rekan kami memamerkan kendaraan barunya kepada kami, Nissan Qashqai, yang dicicil dengan 108 KD (Rp 3 jutaan) sebulan tanpa DP. Berarti total harga yang dibayar kira-kira Rp 190 jutaan. Mungkin kalau cash bisa lebih murah lagi. Kami cuma bisa ngiler saat melihat-lihat SUV keren ini dari dekat. Ngiler sudah pengen bawa mobil sendiri di sini, sementara driving license (masih juga) belum punya. Dan kalo terus bergantung dengan taxi, dompet digorok terus tiap hari. Dengan bensin seharga di sekitar 30 fils per liter (Rp 1000-an perak per liter!!) 60 fils per liter untuk premium (Rp 1800-an perak per liter), punya kendaraan sendiri sudah pasti lebih hemat.


Mbak! Anterin kita jalan-jalann dhuoonnnnnnkkkk!

More about Nissan Qashqai

Sunday, May 25, 2008

Akhirnya....Apartemen Baru!

by : Dita



Legaaaaa akhirnya ini malam pertama kami tidur di apartemen baru. Setelah beberapa hari ini ribet packing, angkut-angkut barang dan berakhir pada hari ini, ngangkutin barang-barang gede dan cuapeknya minta ampun.

Gak peduli, apartemen masih berantakan sama barang-barang, yang penting malem ini kita bisa bareng-bareng bobok di kamar baru kita, sambil memandangi langit malam dari lantai 4 flat kami. Arwen dan Leia sibuk bertanya-tanya dan menunjuk-nunjuk pemandangan malam yang terhampar di hadapan mereka (kebetulan jendela kamar kami cukup besar). Mungkin mereka terkagum-kagum karena bisa melihat sesuatu dari atas. Selama ini kan, cuman dari lantai 1 di apartemen lama.

Capeknya memang gak ketulungan, tapi bisa terbayar dengan rasa senang yang tak terkira. Akhirnya bisa tinggal di apartemen sendiri yang lebih mungil jadi gak capek ngurusnya dan yang penting punya dapur berjendela *Mamin lompat-lompat* :). Beruntung udah punya kenalan uncle Nwufr yang bersedia membantu angkut-angkut barang dengan truk dinasnya, jadi ritual pindah-pindahan bisa berjalan dengan lancar. Juga dibantu dengan teman-teman seperjuangan, Aji, Daud dan Yos yang sama-sama pindah, acara transmigrasi ini jadi lebih mudah.

Pekerjaan rumah berikutnya adalah ngluar-ngluarin barang dari dus, rapi-rapi dan atur-atur :P......dahhh puyeng....emang yang namanya pindah-pindahan itu pasti melelahkan :D. Mudah-mudahan sedikit demi sedikit mulai tertata rapi dan acara nge-blog bisa lancar lagi ;).

Related stories :
1. Suasana beberes dan pindah-pindahan
2. Kardus IKEA dari Polandia
3. Kereta Wira-Wiri
4. Pindah Apartemen
5. Uncle Nwufr

Thursday, May 22, 2008

Omprengan Arab

by : Pinot



Lagi nunggu taxi ke kantor, tiba-tiba ada yang datang menawarkan tumpangan : pengemudi Arab (lengkap dengan disdasha) dengan mobil bak terbuka berkapasitas 5 penumpang. Kendaraan multifungsi ini ternyata menggunakan transmisi manual -- yang selama ini jarang kami temui karena rata-rata semua kendaraan bertransmisi otomatis. Sang pengemudi yang sudah sepuh ini tetap lincah memindahkan gigi transmisi sembari mengepulkan rokok -- padahal AC dinyalakan. Sayang, kami tidak bisa bertanya lebih banyak karena masalah.. well you know laahhh.. bahasa :P



Related stories (omprengan) :
- Si Abah
- Taxi Yukon
- Pak Ibrahim

Sunday, May 18, 2008

Pindah Habitat

by : Pinot



2 buah kendaraan yang berhabitat tidak pada tempatnya teronggok dengan antengnya di depan apartemen kami : jet ski dan perahu motor. Jarak terdekat dengan perairan sekitar 3 kilometer dari lokasinya sekarang. Membuat kami bertanya-tanya, seberapa besar rasa rindu mereka pada habitat aslinya?

Thursday, May 15, 2008

Suasana Beberes dan Pindah-pindahan

by : Pinot

Berhubung kami baru 1/2 pindah (sudah punya kunci apartemen baru tapi masih bobok di apartemen lama), jadi kami harus wira wiri (pakai kereta wira wiri tentunya) buat beberes dan nyicil angkut-angkut barang. Baladewa krucil - Arwen dan Leia - ikut bantu-bantu, termasuk ngepel apartemen baru. Mereka sangat excited dengan pindah-pindahan ini. Saking semangatnya, Arwen sampai terpeleset karena lantai licin. Tengok saja videonya.. hehehehehe.



Related stories :
- Kardus Polandia
- Kereta wira wiri
- Pindah apartemen

Wednesday, May 14, 2008

Kardus Serius IKEA dari Polandia

by : Pinot



Jaman pindah-pindahan begini, kardus sudah tentu jadi salah satu perangkat utama. Jika biasanya hunting ke pasar cari kardus bekas kiloan, kali ini kami menjajal membeli kardus (khusus) di IKEA. Dari segi penampakan luar, kardus ini tidak ada bedanya dengan kardus bekas. Hanya saja, setelah dipelototin lebih dekat, bahan kardusnya terasa lebih liat, seperti tidak gampang sobek. Dan konstruksinya sendiri juga kokoh, terlihat dari lipatan dan sudut-sudutnya.


Lengkap dengan instruksi bagaimana kardus dibangun


Doelahhh.. kardus aja ampe buatan Polandia :P

Benar-benar yang namanya "ada harga ada kualitas" terlihat dalam produk 'ece-ece' ini. Coba tebak berapa harga satuannya?
Kalau dirupiahkan, kurang lebih Rp 30.000 saja! Beli dikit aja kaleee... sisanya pake kardus bekas :D

Sunday, May 11, 2008

Kereta Wira-Wiri

by : Dita

kereta wira-wiri

Buat penghuni rumah susun seperti kami, punya kereta kecil buat angkut-angkut barang sangatlah berguna. Apalagi kalo tinggalnya di lantai atas. Menolong banget kalo abis ngluarin belanjaan (apalagi belanja bulanan yang segambreng) dari mobil, dalam sekali angkut gak musti bolak-balik turun naik lift, belanjaan terangkut semua.

Bukan cuman itu, kadang kalo harus ke bakala atau supermarket kecil deket apartemen, kami juga sering mendorong-dorong kereta wira-wiri ini. Gak cuman belanjaan yang terangkut, tapi juga krucils. Seringkali terlihat pemandangan lucu, krucils berdesakan dengan barang-barang belanjaan.

Dan pada saat pindah-pindahan apartemen seperti sekarang ini, kereta wira-wiri banyak membantu. Kebetulannya pindahnya juga deket dari apartemen lama, jadi jalan kaki juga nyampe. Bukan buat angkut barang pindahan sih, tapi buat bawa-bawa perlengkapan bersih-bersih apartemen :). Kumplit dengan krucils di atasnya.

kereta wira-wiri

Wednesday, May 07, 2008

Poto-Poto Asoy!

by : Dita

Waktu bikin postingan pose gaya India, tiba-tiba keinget sama pasfoto kami yang pernah dicetak di Kuwait. Soalnya orang-orang India ini bukan cuman heboh bergaya, tapi urusan selera cetak mencetak foto juga uhhuuuyyyy. Pernah nglirik dikit waktu ada orang India mo cetak foto....alamak itu foto ditouch up abis-abisan, ditambahin ornamen-ornamen gak penting.

Gue juga gak tau apakah karena memang gue nyetaknya di daerah Salhiya (city), di mana orang-orang India beredar, akhirnya foto gue dan anak-anak malah dengan kreatifnya digarap seperti ini, atau emang orang-orang Arab sini doyan foto-foto yang didandanin begini.



Ya elaahhhh next time harus request abis-abisan kayaknya, biar foto gak dimacem-macemin. Suka terlalu over bermain-main dengan photoshop dan sok kerajinan :D. Kalo bikin mulus dan putih muka mah kayaknya udah standar mereka deh. Aarrgghhh....tapi gak usah pake bingkai-bingkai begicu :D.

Recommended Daily Product : Black Coffee

by : Pinot


Kopiku maccaannnn bo!

Kebiasaan nyeruput kopi tubruk seperti saat di kampung halaman agak mengalami masalah. Selain ngga nemu kopi yang bener-bener pas, kalau pun ada harganya juga bukan harga warung di kampung. Yoswar beberapa kali minta dibawakan kopi medan dari kampung saat ada kenalan yang pulang. Cuma ya itu, kalau stock kopi meda sudah menipis harus punya stock cadangan. Dan mau tidak mau harus lokal.

Selama ini, pilihan dijatuhkan pada kopi Starbucks yang berlabel Sumatra -- selain itu juga ada kopi Sulawesi -- dengan rasa dan aroma yang lumayan mendekati kopi dari kampung halaman. Hanya saja, harganya bukan harga warung : dijual dengan harga KD 2 atau Rp 60.000-an saja.

Yha lumayanlah. Daripada mesti jalan ke warung di samping pos ronda komplek yang jaraknya ribuan kilometer dari sini :P

Related stories (Recommended daily product) :
- Sambal Indofood
- Sabun cuci piring
- Pelembab kulit
- Sabun cuci baju

Tuesday, May 06, 2008

Pindah Apartemen

by : Pinot


Flat kami di lantai 4 paling kanan

Setelah 8 bulan ngelumpruk satu flat, akhirnya Papin sekeluarga, Yoswar, Daud dan Aji 'berpisah' pindah apartemen baru. Berhubung apartemen yang diincar masih sangat baru, jadi kami semua bisa ambil 4 flat dalam 1 lantai yang sama (teteup wee kembar siam dempet 4). Mamin sudah pasti bahagia luar biasa, karena dapurnya berjendela (hehehehehe.. sebelumnya cuma tersambung dengan utility tunnel)! Selain itu, karena tidak berada tepat di samping highway -- seperti apartemen lama -- jadi bisa tidak terlalu berisik dan berdebu.

Yah semoga di tempat baru ini diberkati oleh Yang Maha Kuasa. Semoga krucil bisa semakin betah di rumah barunya. Amin.

Related stories :
- Malam pertama
- Berburu apartemen
- Barbie house

Sunday, May 04, 2008

Pose Gaya India

by : Pinot & Dita


Berpose dengan latar belakang air mancur dan dikelilingi bunga-bunga

Inget istilah 'gaya India' saat berfoto-foto, terutama di taman, yang biasanya bergaya di samping pohon atau sambil memeluk pohon, tiduran di antara bunga-bunga atau memegang bunga dengan ngintip di balik semak-semak. Pokoknya tuh segala gaya yang banyak di film-film India, deh.

Sore itu, seperti biasa tiap Jumat siang di area Salhiya dan Maliya, orang-orang India (Pakistan & Bangladesh) berkerumun bergerombol saling bertemu dan bersilaturahmi dengan rekan-rekan senegara. Saking banyaknya sampai merasa seperti sedang tidak berada di Timur Tengah, tapi di India -- rekan kami Didat menyebut tempat ini pasar tawon, karena ramainya orang-orang tersebut berbicara hingga menimbulkan suara seperti dengung tawon. Dan tentunya dengan aroma khas yang hmmmmm....you know laa :D.

Aktivitas yang mereka lakukan biasanya adalah duduk-duduk di kursi taman atau malah piknik di taman-taman kota di seputaran area tersebut. Biasanya sih, kami gak terlalu merhatiin apa aja yang mereka lakukan. Nah, sore itu kebetulan kami nongkrong di sebuah cafe di sekitar situ, sambil menunggu janji dengan seseorang. Sembari duduk-duduk menikmati secangkir kopi dan wi-fi-an, kami menemukan aktivitas lain mereka yang bikin mesem-mesem geli. Ternyata mereka senang foto-foto. Dan lucunya posenya itu loh bo, ajaib-ajaib. Ya itu...persis kayak yang di film-film India...hahahaha...baru tau, ternyata gak cuman di film-film, pada kenyataannya pun begitu. Entah film yang memberi inspirasi atau memang kebiasan orang-orang India ini yang menjadi sumber inspirasi film :).


Lagi siap-siap photo session, diskusi dan briefing ide :D

Beberapa pria India tersebut berpose habis-habisan dengan latar belakang air mancur dan bunga-bunga. Seru! Sampai kalau perlu naik ke atas pagar tembok dan berselonjor di atas permukaan rumput. Ada yang berangkulan ada juga yang gandengan. Uhuiy pisan lah! Kamipun bisa dengan bebas mengabadikan aksi lucu mereka dari balik kaca cafe karena kaca cafenya tertutup dengan kaca film...xixixixiiii....curang! Mereka gatau kalo lagi kami perhatikan :D.

Belakangan baru ngeh, orang-orang India ini emang kayaknya doyan foto-foto di manapun berada tanpa tedeng aling-aling. Yang paling sering kalo ada promosi mobil di mal, pasti ada aja orang India yang berfoto bersama mobil yang dijual :), tentunya teteubbhhh dengan penuh aksi.

Saturday, May 03, 2008

Made in Indonesia : Plasticware

by : Pinot



Lagi lihat-lihat rak plasticware di Lulu hypermarket, eh kok liat stiker bertuliskan "Kotak Sekolah". Pas lihat "made in" nya ternyata buatan kampung sendiri. Lihat ke produk-produk di sampingnya, ternyata berasal dari kampung yang sama juga. Kalau dihitung-hitung, satu rak penuh buatan kampung sendiri. Merk-nya pun cukup terkenal di Indonesia.




Produk-produk ini tentu tidak asing di supermarket Indonesia.

Related stories :
- Bangga saat jauh
- Tisyu Bekasi
- Lulu rocks!

notes : kami tidak ada afiliasi apa pun dengan produk-produk tersebut di atas, juga tidak ada hubungan komersial dengan pihak mana pun.

Friday, May 02, 2008

Geluduk di Langit Malam Kuwait 2

by : Pinot

Sumprit. Dengerin suara geluduk malem-malem bener-bener bikin kangen rumah. Rasanya nyaman bener kalau tidur ditemenin suara rintik hujan dan petir. Maklum, di negeri ini aktivitas petir bisa dihitung dengan jari saking jarangnya. Apalagi kalau malam-malam begini. Terakhir mengalami bulan Februari lalu dan baru kali ini disertai rintik hujan.

Photobucket
Titik-titik symbol menandakan intensitas aktivitas petir dari jam 1:45 hingga 2:10

Jam 1:45 dini hari, suara petir menyambar mulai terdengar, berlangsung hingga pada jam 2:30 saat post ini ditulis. Seperti terlihat di kuwaitstorm.com (situs yang mengamati aktivitas petir secara real-time), Kuwait terlihat dihujani titik-titik indikator terjadinya petir. Total sudah terdapat 1949 aktivitas petir di sekitar wilayah Kuwait. Sebuah fenomena alam yang sangat amat jarang terjadi.

Related story :
- Geluduk di Langit Malam Februari