Our previous journey: Kuwait

Thursday, June 18, 2015

Puasa Pertama di NYC

Hari pertama puasa. Papin dan Arwen mencoba berpuasa di negara ini. Lamanya 17,5 jam dengan waktu berbuka puasa jam 8:30 malam hari.



Dibanding saat di Kuwait, berpuasa di New York jauh lebih menantang. Selain lebih lama, semua kegiatan berlangsung seperti hari-hari biasa. Jangan harap ada restaurant atau tempat makan yang tutup seperti di Kuwait. Semua tetap buka dan tetap menyebarkan aroma sedap menggoda.



Kegiatan di kantor juga berlangsung seperti biasa. Kebetulan di hari-hari pertama puasa ini Papin harus syuting di studio. Syuting artinya gotong-gotong equipment dan olor-olor kabel. Saat yang lain break lunch, Papin break dengan corat coret nggambar di sketchpad buat menghabiskan waktu.
Di hari pertama, sempat dehidrasi dan exhausted. Sempat ditanya temen kantor yang memperhatikan Papin "You look exhausted!" Mungkin karena kegiatan di hari itu tetap dilakukan seperti saat tidak berpuasa.

Di hari kedua, sudah mulai paham tingkat kesulitannya. Sahur banyak-banyakin minum air. Dan perjalanan pulang pergi kantor tidak dilakukan terburu-buru. Jalan kaki & naik turun tangga stasiun subway dilakukan dengan santai. Dan ngga malu naik bus walau jaraknya dekat :D
Manajemen aktivitas ini cukup membantu tetap survive sampai jam buka puasa.

Akhirnya, mendapatkan Arwen dan Papin mendapatkan pertanyaan basic dari teman sekolah dan kantor, yang selalu dilontarkan orang barat pada yang berpuasa: Not even water?
Heran dan prihatin menghiasi ekspresi mereka. Kegiatan puasa seperti dianggap tidak baik untuk kesehatan.
"The key is activity management, my friend." jawab Papin santai. Semoga bisa tahan sampai akhir Ramadan! Bismillah!
Post a Comment