Our previous journey: Kuwait

Monday, August 17, 2009

Ucapan Selamat Di Dalam Lift


Menjalani proses kelahiran anak sendiri jauh dari kampung halaman merupakan sebuah pengalaman yang menarik. Berbeda dengan kelahiran Arwen & Leia sebelumnya, kelahiran Neo tidak ada yang mendampingi, tidak ada keluarga yang menengok, tidak ada telepon ucapan selamat, tidak ada yang dikenal, tidak ada yang bisa diajak pelukan (selain tentu saja teman-teman di Twitter yang rajin memantau proses kelahiran & memberi ucapan selamat).

Ditengah galau rasa sendiri & sepi, papin naik lift berdua dengan seorang Kuwaiti. Dia bertanya dalam bahasa Inggris yang terbata-bata
"Istri baru saja melahirkan?"
"Iya. Seorang putra. Alhamdulillah."
"Oh anda muslim?"
"Alhamdulillah. Saya dari Indonesia."
"Ooohh.. selamat! Mashallah! Anda sudah menjadi seorang ayah! Alhamdulillah!"
Dia menjabat tangan papin & menepuk pundak, melanjutkan kata-katanya
"Saya juga baru lahiran, seorang putra juga."

Kami pun saling berjabat tangan & memberi ucapan selamat dalam sebuah lift rumah sakit.

Sederhana. Tapi sangat kaya makna. Ada seorang yang tidak dikenal, bukan dari bangsa sendiri, memberi ucapan selamat atas kelahiran Neo. Syukran, habibi. Syukran.

Related stories:
- Live report di Twitter 1
- Live report di Twitter 2
- Neo is born!

No comments: