Our previous journey: Kuwait

Monday, August 25, 2008

Civil ID Administration Survival Guide 4

by : Pinot & Dita

Kami masih punya hutang buat posting tahap akhir dalam urusan administrasi CIVIL ID. Semua anggota keluarga sudah punya CIVIL ID dari sejak bulan Maret lalu, tapi baru sempat mengurai dan menyusun sekarang. Seperti biasa, prosedur ini hanya berdasarkan pengalaman kami -- mengurus Civil ID anggota keluarga dengan suami/ayah sebagai sponsor keluarga. Setiap orang bisa saja mengalami perjalanan kisah yang berbeda, apalagi pemerintah Kuwait demen gonta ganti sistem dan peraturan :P

Biaya yang disiapkan :
- 250 fils per amplop Civil ID
- 2 KD untuk pengambilan per 1 (satu) Civil ID

1. Beli amplop Civil ID


Ini tampang si amplop civil ID(click to enlarge)

Amplop ini bisa dibeli di PACI (lihat peta) seharga 250 fils (Rp 8.000-an) per kepala. Kami sempat 'tersesat' dan menemui kesulitan saat mencari tempat untuk membeli amplop ini. Katanya amplop ini bisa dibeli di Co-Op (Koperasi Pemerintah) di wilayah mana pun. Setelah ngider-ngider ternyata nemu satu Co-Op di Rawda yang menjual amplop tersebut.


2. Mengisi formulir dalam amplop

Di dalam amplop terdapat 2 lembar kertas formulir yang harus diisi.




Kami mengisi formulir dengan rincian sebagai berikut :
1. Foto anggota keluarga
2. Data anggota keluarga (nomor Civil ID kosong)
3. Data pemberi sponsor : suami/ayah dari anggota keluarga
4. Data anggota keluarga dengan mencantumkan nomor Civil ID suami/ayah

Setelah mengisi formulir, lampirkan berkas berikut ini :
1. Fotokopi paspor halaman nama, foto dan halaman iqomah yang sudah diurus di tahap sebelumnya.
2. 2 pas foto anggota keluarga ukuran 4 x 6
3. Formulir yang telah diisin
4. Golongan darah (kami melampirkan fotokopi kartu darah dari Rumah Sakit di Indonesia - yang penting ada kata 'Blood Type')
5. Tambahan : fotokopi civil ID suami/ayah

Masukkan semua berkas ke dalam amplop coklat.

2. Penyerahan amplop ke mesin


(click to enlarge)


Pintu depan PACI


Koridor menuju pintu masuk

Amplop coklat dibawa ke PACI (Public Authority for Civil Information) di wilayah South Surra (dekat 6th Ringroad). Dari pintu depan berjalan menuju pintu masuk. Tanya pada security untuk mesin penerima amplop Civil ID.


Mesin penerima amplop civil ID

Di tempat mesin penerima amplop, seorang petugas menerima amplop kita dan memasukkannya ke dalam mesin. Dari petugas tersebut, kami mendapatkan receipt yang harus disimpan dan diserahkan saat pengambilan civil ID nantinya.


Envelope receipt yang didapat setelah memasukkan amplop civil ID


3. Pengecekan di website PACI


Proses pembuatan civil ID bisa dimonitor di website PACI : http://www.paci.gov.kw/eng/index.htm



Klik pada menu "Civil ID Readiness Status". Masukkan nomor yang tertera pada Envelope Receipt. Berikutnya akan muncul status window seperti di bawah ini :


Amplop belum diterima dan belum diproses. Tunggu beberapa hari kemudian.


Setelah 2 - 3 hari, amplop sudah diterima dan sedang diproses. Tunggu beberapa hari kemudian.


Dalam waktu kurang dari seminggu, Civil ID sudah selesai dan siap diambil di mesin penyerahan di kantor PACI. Perhatikan nomor mesin yang ditunjuk. Di mesin itulah civil ID yang sudah jadi bisa diambil.


Nah ini yang berabe. Kami mengalami hal yang cukup bikin pusing. Dari 3 civil ID yang diproses, hanya 1 yang lolos tidak ada masalah dan bisa diambil di kantor PACI. Kebetulan civil ID tersebut adalah milik Leia, putri kami terkecil. Sementara civil ID Mamin (Dita sang istri) dan Arwen si sulung bermasalah dengan status seperti tertera di website PACI di atas. Kami pun datang ke kantor PACI -- lengkap dengan pasukan 2 krucil dengan harapan urusan bisa lebih lancar, maklum orang-orang Arab sini demen tampang bayi-bayi imut Asia. kekekekek.
Alhamdulillah, ternyata hanya ada kesalahan pencantuman alamat :P

4. Pengambilan Civil ID

Setelah mencatat nomor mesin yang tertera pada website PACI, kami pun bertamu kembali ke kantor PACI. Hanya saja, sebelum menuju mesin penyerahan civil ID, kami harus rekonfirmasi kepada petugas di loket yang sudah disediakan. Loket tersebut terletak di sebelah kanan setelah pintu masuk. Kalau tersesat, tanyakan saja pada security untuk mengambil civil ID.


Loket untuk konfirmasi dan pengambilan dummy card

Kami mengambil nomor antrean dan menunggu untuk dipanggil. Setelah tiba giliran, kami menuju loket dan petugas menanyakan Envelope Receipt, Civil ID suami/ayah. Dari petugas, kami mendapatkan dummy card yang digunakan untuk mengambil civil ID di mesin penyerahan.


Dummy card tampak depan dan belakang. Bentuknya seperti kertas tebal dilaminating plastik tebal, lengkap dengan barcode.

Kami pun menuju ruangan luas yang berisi deretan mesin-mesin penyerahan civil ID berwarna biru dengan masing-masing nomor.



Setelah menemukan mesin yang dimaksud, dummy card dimasukkan ke dalam slot. Terdengar suara pria dalam bahasa Arab. Ngga ngerti ngomong apa. Tiba-tiba suara pria menyebut-nyebut 2 KD. Langsung serahkan uang 2 KD (Rp 60.000) ke dalam slot lembar uang. Suara pria lagi, menyuruh kita untuk menunggu. Terdengar suara 'klik' di salah satu slot, ternyata civil ID sudah nongol di situ.



Bahagia rasanya. Pengen meluk mesinnya dan bilang 'masykur' (terima kasih) kepada si pemilik suara dari dalam mesin. Cuma terpaksa diurungkan niatnya, daripada malah nambah masalah. Yang jelas, keluar dari kantor PACI, wajah sumringah terpampang disambut angin panas summer saat itu.

Related stories :
- Civil ID Survival Guide 1
- Civil ID Survival Guide 2
- Civil ID Survival Guide 3
- Family Visa Survival Guide

Thursday, August 21, 2008

Malam nan Lembab Berkabut

by : Pinot



Sekitar jam 8 malam, saat keluar dari taxi kami dihadang udara pengap lembab seperti layaknya di Jakarta. Semua kaca dan jendela mobil serta pertokoan buram tertutup embun. Pas dicek, ternyata saat itu tingkat kelembaban menjulang tinggi hingga 67% -- normalnya di musim panas ini 15 % - 20 %. Badan jadi sumuk dan pliket.



Yang menarik, langit Kuwait terlihat agak foggy (kami sempat mengira bahwa itu adalah debu pasir yang lagi mejeng). Tidak pekat tapi cukup terlihat, samar membuat bulan tampak seperti diberi efek blur pada Photoshop.



Pada jam 0:10 malam, kelembaban makin naik menjadi 84 %, persis sama saat tanggal 22 Juli lalu.



Winter is on the way? :D

Related story :
- The Night was Moist

Weather info :
- Wunderground.com

Sunday, August 17, 2008

Setahun Lewat : Indonesia (part 2)

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

Rindu kampung. Itu sudah jadi 'SOP' (Standard Operation Procedure) buat yang merantau jauh dari kampung halaman. Apalagi jika menemukan hal-hal yang bikin homesick.

Dibandingkan negara-negara Teluk lainnya, di Kuwait tidak terlalu banyak ditemui hal-hal yang berbau Indonesia -- jangan harap nemu restoran Padang seperti di Qatar atau Arab Saudi di sini :P

Namun -- walau tidak banyak -- tetap bisa ditemui hal-hal unik yang mengingatkan kami pada Indonesia. Beberapa diantaranya :

- Menu Bakmi Goreng Indonesia di restoran Noodle Factory



- Banner bank-bank terkemuka Indonesia di tempat pengiriman uang



- Naik taxi diiringi alunan lagu Indonesia. Biasanya, supir taxi sudah mempersiapkan beberapa kaset untuk penumpangnya. Kebetulan koleksi lagu-lagu Indonesia-nya cukup banyak. Walau koleksinya hanya seputaran musik dang dut thok, tapi rasanya itu lho.. serasa naik taxi di Bintaro :D

- Masih tentang taxi. Suatu ketika pernah numpang taxi yang kebetulan supirnya beristrikan orang Indonesia. "Can you speak to my wife?" dia kasih handphonenya ke kami buat ngobrol-ngobrol.

- Made in Indonesia. Ya ya ya... ngga ngamprah-ngamprah amat. Tapi masih bisa nemu Indomie, sambel Indofood, tisyu dari Bekasi, barang-barang plastik dan beberapa barang lainnya diantara barang-barang Filipina atau India :D

Setahun Lewat : Indonesia (part 1)

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.



Kerja di negara orang, ternyata mengemban tugas baru : membawa nama bangsa. Tugas tersebut semakin terasa berat saat mendapatkan kondisi image Indonesia -- di Kuwait sini -- yang mencerminkan sebuah negara miskin terbelakang. Image negara pembantu melekat erat di benak orang-orang sini. Maklum, tingkat populasi pekerja non-profesional (TKI) sekitar 80 - 90 % dibanding pekerja profesional.

Untungnya, kami berenam bertugas di bidang media kreatif. Dengan populasi bangsa terbanyak di departemen (lebih banyak dibanding Kuwaiti-nya sendiri), kami bisa membantu memperkuat image positif Indonesia diantara teman-teman kerja kami. Tentu saja dengan cara yang kreatif pula :D


Politik

Indonesia sebagai negara besar sebenarnya sudah cukup populer di mata orang-orang.
Seorang rekan kerja mengucapkan 'bela sungkawa' saat Pak Harto meninggal beberapa waktu lalu. Selain itu juga, rekan kerja dari negara lain jadi agak perhatian dengan kampung halaman. Beberapa kali, mereka malah memberi tahu atau bertanya apa yang sedang terjadi di Indonesia jika mereka menemukan berita di media cetak atau televisi.


Makanan

Ya ya ya. Memang yang namanya selera ngga gampang nyambung dengan lidah Indonesia. Walau sempat terjadi kecelakaan (tragedi kripik usus) atau yang bermasalah dengan aromanya, pada dasarnya mereka senang makanan Asia, terutama bos Bader yang sempat dibawakan tongseng. "This is delicious!! What was that again? Tangsang?"


Budaya

Berhubung kami bekerja dekat dengan seni dan budaya, rekan-rekan kerja non-Indonesia sudah cukup mengenal budaya Indonesia. Beberapa diantaranya selalu minta dibelikan batik jika salah satu dari kami pulang kampung. Sudah ngga heran kalau beberapa kali diantara mereka datang ke kantor berpakaian batik, either oleh-oleh titipan dari kami atau memang sudah punya sebelumnya saat pelesir ke Indonesia.


Sami dan batiknya

Suatu ketika, Sami the Lebanese mengirimkan junk-mail ke kami dengan subject "Somewhere in Africa". Email tersebut berisi gambar-gambar pria kulit hitam setengah telanjang menggunakan koteka pada kemaluan mereka. Kami jelaskan bahwa itu adalah pria-pria Papua Indonesia bukan Afrika. Sami terkejut, "It's in your country? Indonesia? How many tribes that you have there??"
Dan ujung-ujungnya dia minta dibelikan koteka dari Papua. Kami tanya balik, "Does it fit with yours?"

Banyak kisah dan hikayat tentang Indonesia yang kami siarkan kepada rekan-rekan kerja kami. Sesuatu yang remeh tapi ternyata memberi kebanggaan tersendiri bercerita tentang negeri sendiri.

We know it's not a perfect country, but it's our country.

Related stories :
- Batik di kantor Al Watan TV
- Tentang Pak Harto
- Aroma makanan Indonesia
- Kabar Indonesia
- Lagu Benyamin S
- Tragedi Kripik Usus

Sunday, August 10, 2008

Icip-Icip Breadtalk Kuwait

by : Dita



Postingan ini gak bermaksud mendeskreditkan gerai roti ternama Breadtalk. Cuman mau rumpi-rumpi dikit soal gerai roti ini *sama aja yak*.

Selama setahun di Kuwait, kami baru 2 kali belanja di Breadtalk. Sementara waktu di Jakarta, dalam sebulan saja kami bisa beberapa kali menyambangi toko roti ini. Kayaknya kalo lewat depan Breadtalk latah aja pengen mampir, walau cuman membeli barang 1-2 items. Seneng aja liat varian-variannya yang begitu banyak dengan rasa yang cukup menggoda.

Kebetulan dulu, Mamin pernah ada proyek kerjasama launching varian Breadtalk terbaru di Jakarta. Dari situ, akhirnya kami tahu bahwa masing-masing roti punya filosofi tersendiri. Sesuai dengan namanya Breadtalk, mereka memang ingin jualan bahwa roti itu bisa "berbicara" tentunya lewat rasa. Didukung dengan penamaan tiap roti yang cukup kreatif, bukan sekedar roti keju, roti coklat, dsb. Sampe-sampe waktu itu kita mikir, asik juga ya strategi marketingnya, kreatif. Brainstorming dan bedah idenya jadi enak banget, karena materinya fun. Jaman itu mana ada toko roti yang dagangan kayak gitu. Menurut kita sih mereka cukup inovatif. Gak heran dimana-mana terlihat antrian bak ular naga panjangnya.

Waktu pertama kali tau ada Breadtalk di Kuwait, kirain bisa mengobati kerinduan akan aneka rasa roti mereka. Bayangannya seperti Breadtalk Jakarta, dengan gerai minimalis, clean dan biasanya terletak di pusat perbelanjaan terkemuka. Begitu liat Breadtalk Kuwait, kok rasa-rasanya ilang feeling ya. Gerainya kecil, sepi, terkadang nyempil dan gak terletak di tempat-tempat strategis. Begitu disamperin, blllaaaaahhhh makin gak excited aja, varian rotinya dikit dan gak kreatif, lebih banyak jenis roti asin. Nama-namanya pun gak kreatif. Roti keju ya roti keju, roti coklat ya coklat, kalaupun ada modifikasi paling-paling jadi roti keju coriander. Kebanyakan memang disesuaikan/adaptasi makanan Arab. Padahal sih ya, kalo menurut gue nih, coba deh lebih kreatif jualan, karena gue tau orang-orang Arab ini termasuk sweet tooth doyan yang manis-manis. Yakin deh kalo pake strategi marketing kayak di Indonesia, gak bakal sesepi ini. Akhirnya memang jadi roti yang gak spesial, biassaaa banget bukan roti yang berbicara. Lucunya, roti-roti ini dipasarkan juga di beberapa supermarket kecil. Model Sari Roti gitulah! :D

Kemaren tuh iseng beli Breadtalk (sekalian ngecilin duit). Beli roti keju 2, chicken floss 1, croissant isi chicken 1 dan opera cake 1. Semuanya 5 items, total 1.8 KD atau setara hampir Rp 60.000,-. Rotinya sih emang gak expect banyak, makanya nyobain cake-nya. Pilihan jatuh pada Opera Cake.....kebayang kan yumm yumm yummm. Layer demi layer berlapis buttercream, ganache dan sirup kopi.

Makanya begitu sampe rumah, yang disikat duluan rotinya, cake-nya disayang-sayang ;). Besoknya, bangun tidur siang sama anak-anak langsung kebayang sore-sore nyemil Opera Cake pasti sedep bener. Sepotong dimakan rame-rame. Masuk mulut....haapp....lempeng....
satu kata : biasa bangett ehhh 2 kata ding! :p. Masssiiihhh enakan bikinan gue jeh! Jauh!! *xixixixi narsis dikit, cuman kalo punya gue pasti kalah dipenampilan*.



Jadilah Opera Cake itu dimakan pelan-pelan, ilfil bow, jauh dari harapan. Akhirnya anak-anak yang ngabisin :D.

Kiraaaiiin....Breadtalk di dunia punya standart yang sama ato paling nggak mirip. Ada yang punya pengalaman lain? Di Breadtalk negara lain?

Tuesday, July 29, 2008

Setahun Lewat : Weather


Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

Sebagai mahluk Jakartaensis, sudah terbiasa hidup dengan dua musim : musim hujan dan musim kemarau, dengan suhu terendah paling banter kira-kira 27˚ dan tertinggi 35˚. Sekarang, di Kuwait sini kami mengalami empat musim : panas, dingin, panas banget dan dingin banget dengan range suhu antara 1˚ hingga 50˚.

SUMMER

Dulu jaman kuliah pernah mengalami panas luar biasa, saat turun dari bus (ber AC) di terminal Cililitan pas jam 1 siang. Rasanya ampun-ampunan. Ternyata, panas di terminal Cililitan ngga ada apa-apanya dibanding Kuwait sini. Dengan suhu mentok-mentok 52˚, panasnya kira-kira seperti memeluk kap mesin mobil habis menempuh perjalanan Jakarta - Cirebon non-stop. Masih ditambah dengan angin panas berdebu seperti terhembus dari sebuah hair-dryer raksasa. Rasanya ngga sreg kalau kemana-mana ngga bawa botol air.
Summer mulai berkuasa dari bulan Mei hingga September. Hari terasa panjang karena jam 4:30 pagi matahari sudah nongol dan baru ngumpet saat jam 7 sore.

FALL & SPRING

Seorang rekan di Kuwait berpendapat, saat spring (bulan Maret - April) dan fall (Oktober - November) merupakan suhu-nya surga. Udaranya sejuk, anginnya breezy adem. Seperti di daerah Puncak - Cipanas. Biasanya, masyarakat Kuwait jadi sering keluar rumah siang-siang, keliling kota sambil membuka jendela dan sunroof mobil, nggelar tiker di luar menikmati cuaca yang lagi jinak-jinaknya.

WINTER

Motif

Winter berkuasa di bulan Desember - Februari dengan range suhu 1˚ (bisa drop sampai -5˚) hingga 8˚ saat siang hari. Ini adalah musim idaman kami sekeluarga. Langit bersih, enak buat jalan-jalan siang, matahari tidak menyengat terbantu angin dingin. Cocok buat foto-foto. Wajar kalau koleksi foto-foto kami berada di luar rumah semua ;)
Nyruput coklat hangat rasanya nikmat sekaleeyyy. Sayang, dinginnya tidak mampu membuat Kuwait turun salju (padahal di negara sekitar seperti Lebanon, Iraq dan Jordan salju sempat turun). Hari terasa pendek, matahari nongol di jam 6:30 pagi dan mulai ngumpet jam 4:30 sore.

HUJAN

IMG_0008.jpg

Bagi pecinta hujan seperti kami, rasa rindu pada hujan dan bunyi geluduk menjadi besar saat mengetahui betapa jarangnya turun hujan di negeri Kuwait ini. Frekwensi turun hujan hanya bisa dihitung dengan jari -- itu pun bukan jari manusia, mungkin jari kuda :P -- dalam setahun kami menghitung hanya ada 2 hujan besar -- 1 kali sehari penuh, 1 kali dadakan plus hujan es -- dan 4 cipratan hujan ala kadarnya.

CUACA ANOMALI

Kuwait yang terkenal sebagai negeri kering, beberapa kali mengalami fenomena alam anomali. Seperti yang kami alami pada saat hujan es di bulan April lalu, kebetulan bulan-bulan ini adalah sarayat season atau masa-masa transisi dari winter ke summer.

Hail Storm in Kuwait-April 11, 2008
Anomali : Hujan es segede kelereng

Anomali lainnya adalah terjadinya petir. Bulan Mei (masih dalam sarayat season) Kuwait dihujani petir (tanpa turun hujan).

Terakhir adalah saat tingkat kelembaban melonjak dari normal 15% hingga 85% saat beberapa minggu lalu. Udara kering berubah menjadi lembab dan pengap, seperti Jakarta sedang terik-teriknya tiba-tiba turun hujan. Badan jadi pliket dan kemringet ngga karuan. Rasanya setiap saat pingin mandi.. hahahahak.

More about weather journeys.

Saturday, July 26, 2008

Found : 'Kijang' Accessory

by : Pinot



Setelah sekian lama kami menggunakan 'taxi omprengan' pas Mustafa, baru ngeh kalau dia memasang asesori tempelan di tempat isi bahan bakar dengan logo "KIJANG", mirip dengan logo Toyota Kijang di tanah air. Sementara, tidak ada Toyota Kijang di negeri ini, kalau pun ada paling banter Toyota Innova (tanpa Kijang).

Walau bukan asesori resmi Toyota, tapi tetap membuat kami garuk-garuk kepala : bagaimana Kijang ini bisa menclok ke sini?

Thursday, July 24, 2008

Setahun Lewat : Working Place

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.

by : Pinot

Bekerja di mana pun, pasti ada suka dan duka. Dan pinter-pinternya kita menyikapi segala duka, sehingga bisa tetap kerja dalam kondisi suka. Namun, setelah belasan tahun di tempat kerja itu-itu juga, ternyata pindah di tempat kerja baru jadi lebih banyak rasa suka-nya dibanding duka.
  • Orang-orangnya asik. Kadar gelo-nya sih kurang lebih sama dengan rekan-rekan kerja di kantor sebelumnya. Tapi karena yang gelo orang-orang dari belahan dunia lain, rasanya jadi lebih asik. Walau memang, beberapa kali terjadi pergesekan perbedaan adat dan budaya. Apalagi rata-rata orang-orang Arab ini bawaannya sombong dan pinter ngomong. Bahkan yang tengil juga ada *curhat!* Kalau ngomong teriak-teriak seperti orang marah. Membuat kami rada shock awal-awalnya. Tapi setelah sekian lama bekerja dengan mereka -- dan semakin kenal -- pada dasarnya mereka orang-orang yang baik, sopan dan perhatian.



  • Bosnya juga asik. yang kami harapkan dari kantor lama, kini tercapai di kantor baru : boss-nya asik! Berumur hampir paruh baya, boss Bader punya pengalaman yang seabrek-abrek di dunia TV dan film. Walau sudah 40 something, gayanya tetep funky, cuwawakan, mbeling dan rebellion. Bahkan tidak segan-segan ikut gabung bekerja membantu -- sekarang lagi bantuin tracing (kerjaan ece-ece) untuk melengkapi pekerjaan Eman! Best of all, beliau cukup baik dalam meng-handle creative people. Royal dalam memberi reward dan tegas dalam bersikap. Sangat melindungi anak buahnya dari masalah kerjaan, bahkan di luar kerjaan (kami sering meminta tolong padanya jika kami terlibat masalah dan berurusan dengan orang Arab. Kuwaiti tea, ngga ada lawan.. kakakakak) It's hard to find a boss who can balancing and juggling between creativity and administration. Sesuatu yang tidak pernah kami dapatkan di kantor lama.


    Bos Bader jahil motret-motret saat anak buahnya tidur nglembur semaleman

  • Your work, your idea, your deadline. Beberapa kasus, kami ditugaskan untuk membuat pekerjaan grafis yang ide dan rentang waktu kerjanya ditentukan sendiri oleh kami. Memang tidak semua pekerjaan, tapi jika menuntut pekerjaan yang harus berkualitas, kami diberikan otoritas dan tanggung jawab untuk berbuat semaksimal mungkin, mengatur waktu kerjanya dan menyelesaikannya tepat waktu. Hal ini mendorong kami untuk pushing to the edge. Jika ada pekerjaan dadakan yang tidak bisa nego deadline - bahkan nabrak-nabrak weekend - tidak jarang kami harus mengorbankan kualitas. Walau, tentunya, tetap diawasi mata boss Bader yang detail (saking detailnya kadang bikin senewen.. huahahahahaha)
  • Tools. Kami cukup dimanja dengan ketersediaan alat kerja. Komputernya MacPro heaven-edition -- RAM tinggi, HD gede -- plus monitor Cinema Display 24inch 2 buah. Suatu ketika, boss kami datang dari kantor pusat membawa oleh-oleh : Wacom Intuos3 untuk masing-masing designer. Software masih gado-gado antara original (Apple Motion, FinalCut Pro, Color etc) dan versi petani (menunggu anggaran turun.. hehehe). Dan, selain fasilitas komputer, kami diberikan meja, kursi, ruangan dan sofa! Yeah!



  • New Company, New Chaos. Tempat kami bekerja umurnya belum genap setahun. Terbayang betapa 'berantakannya' kalau sudah urusan administrasi. Belum lagi masalah-masalah bermunculan saat on air pertama kalinya. Yang menarik, berhubung kami sudah cukup lama di dunia broadcast, bos Bader beberapa kali meminta pendapat jika menemui kasus-kasus baru, terutama kasus-kasus yang mirip di kantor lama. Been there, done that!


Marina Fuwalk

Banyak hal baru yang kami dapatkan. Dan dari semuanya, bekerja bareng 1 almamater (Aji, Bayu, Daud, Eman, Yoswar) adalah landasan utama kami untuk bisa tetap berjuang bekerja. Tanpa mereka, mungkin Papin tidak bisa tetap bekerja hingga sejauh ini.

More works stories :
- All about works

Related stories :
- Kerjaan kami dibilang 'Gawat'
- Galta Project : 2 bulan untuk 1 project
- Kabar Indonesia dari Rekan non-Indonesia
- Minggu Gempor
- Manusia-manusia Jahil

Wednesday, July 23, 2008

Berburu Mesin Jahit

by : Dita

My Corner

Perburuan itu berakhir sudah. Setelah muter ke sana ke mari mencari mesin jahit, dan sempet juga bertanya-tanya lewat blog ini, di mana gerangan mencari mesin jahit di Kuwait, akhirnya mesin itu kutemukan juga. Tadinya udah sempet mikir mo nyari di ebay atau amazon aja. Abis tanya-tanya sama tukang jualan kain di sini juga mereka gak tau. Udah gitu negara ini sangat tidak bersahabat dengan para crafters...hehehe....hiperbola ya? Abis cari pernak-pernik kerajinan tangan susahnya minta ampun. Udah ngubek ke sana ke mari, nemunya prentilan-prentilan doang, gak ada gitu satu craftstore yang gede dan lengkap.

Sebelum akhirnya gue memutuskan untuk membeli mesin jahit di Lulu Hypermarket, sempet lirik-lirik mesin yang dijual di Carrefour. Sayang pilihannya cuman merk Singer which is pasti mahal!! Di Brand for Less juga sempet nemu keluaran Tchibo/TCM, konon sih katanya merk ini bisa diandelin-lah di Jerman sana *bener gak gitu, Irma, Echa, Isti?*, tapi berhubung gue gak paham merk ini, mending gak usahlah.

Waktu nemu mesin jahit ini di Lulu pun sebenernya masih agak kurang puas. Karena pilihannya cuman satu brand, yaitu Brother. Terus serinya juga gak lengkap, jadi gak banyak pilihan. Tapi setelah dipikir-pikir, ahhhh gue gak butuh yang advance banget kok, yang penting bisa buat jait lurus :D dan cuman untuk keperluan rumah tangga aja kok. Akhirnya gue beli seri yang paling murah dengan fitur 14 jenis jahitan. Mayan, bisa buat beberapa jenis jahit lurus, buat embroidering, bisa buat bikin lubang kancing, dll.

Perburuan berikutnya adalah ngubek-ngubek toko kaiiinnnnnnnnn, bosen liat kainnya IKEA yang modelnya masih itu-itu aja!!!! :D. Gak berburu buku crafting??? Gak usah ditanya deh kalo itu, udah pasrah. Susah! :P Mending cari pattern-pattern gratisan di internet.

Yiippeeeee!!!! Makasih Papin untuk kado ulang tahunnya.




Tuesday, July 22, 2008

The Night was Moist

by : Pinot

Ingat dialog di film Danny DeVitto "Throw Momma from the train"?

"The night was moist."

Kondisi malam ini cocok banget dengan dialog film itu. Saat mau tidur jam 2:00 malam ini, tiba-tiba mendapatkan jendela apartemen yang buram tertutup embun. Wuah! Jarang-jarang melihat fenomena ini. Walau AC apartemen selalu dingin, tapi belum pernah kejadian sampai berembun. 

Pas buka jendela, langsung terasa udara lembab pengap di luar. Kuwait yang terkenal negara super kering, malam ini lembab luar biasa. Ngecek ke internet, salah satu website mengukur tingkat kelembaban malam ini adalah 86% (dengan suhu 30˚ C)! Sementara, kalau melihat tingkat kelembaban normal di bulan ini harusnya berkisar antara 40% hingga 50%. Naik 2 kalinya dong? (sumber)



Ujung-ujungnya hujan nggak ya??? *ngarep-dot-kom*

The night was moist. The air was airy...
Hopefully the rain will falling...
:D

Sunday, July 20, 2008

Found : Loyang Beraneka Bentuk

by : Dita

Di postingan kemaren kan Papin cerita kalo nemu action figures-nya Beatles Yellow Submarine. Di areal yang sama Mamin juga menemukan harta karun.....hahaha.....gak mau kalah ceritanya!

Lulu Hypermarket itu emang tempat belanja groceries favorit. Karena hampir sebagian besar bumbu masak Asia dan Indonesia bisa ditemukan di sana. Cuman kalo hari Jumat ke sini, jangan harap bisa melenggang dengan leluasa. Karena penuhnya minta ampun. Hampir sebagian besar pengunjungnya didominasi orang India (cerita lengkap tentang Lulu, di sini).

Udah bolak-balik ke Lulu tapi kita gak pernah "nglirik" Dreammall yang lokasinya satu areal dengan Lulu.....hehehe.....abis sugesti aja, mall kok kayak pasar pagi, mending gak usah dikasih nama mall sekalian, abis kalo mall itu kesannya bangunan besar, rapi, wangi dengan deretan toko-toko menawan :P. Nah, kalo Dreammall ini memang belum seratus persen beroperasi. Lantai atas bahkan sama sekali belum digunakan masih dalam tahap pembangunan. Yang sudah beroperasi adalah lantai basement (kita gak tau deh, ini sebenernya masuk dalam Dreammall ato gak?).

Hari itu, niat iseng untuk eksplor muncul. Sebelum ke Lulu, kami berniat liat-liat dulu ke basement, kali-kali nemu sesuatu yang unik (soalnya udah lama nih kita gak jalan-jalan iseng untuk nyari-nyari tempat unik. Males juga soalnya lagi summer begini, puanasnya puooollll!)

Turun ke basement disambut dengan aroma dupa/wewangian khas Arab yang...ehhhmmm.....wanginya sering bikin kami gak nyaman dan anak-anak batuk-batuk. Di sebelah kanan tangga eskalator turun terlihat toko ikan dan burung. Leia dan Arwen seneng banget ngliatin burung kutilang dan deretan anak-anak ayam yang diberi warna-warni. Mereka tambah seneng lagi karena di sekitarnya adalah toko mainan anak-anak. Sekilas kami langsung menangkap kesan, seperti Pasar Pagi Mangga Dua dengan deretan kios-kios yang menjual aneka barang. Mainan-mainan yang dijual adalah mainan-mainan made in China, persis deh kayak toko-toko mainan ITC. Iseng-iseng kami masuk ke salah satu toko karena tertarik ngeliat tokonya yang penuh banget, bukan cuman sama mainan, tapi juga dengan barang-barang prentilan kebutuhan sehari-hari seperti gunting kuku, sisir, benang jahit sampe piring-piring makan. Nah di toko inilah Papin menemukan harta karunnya. Setelah Papin girang dengan penemuannya dan Arwen serta Leia senang dengan mainan barunya, kami melanjutkan perjalanan.

Di sana-sini terlihat toko-toko pakaian, sepatu, sandal, tas-tas bahkan peralatan elektronik. Khas Mangga Dua deh! Di sebuah sudut kami menemukan toko barang pecah belah dan keperluan rumah tangga. Hmmmmm.....Mamin mah gak bisa liat yang beginian. Byasa deh pikirannya langsung urusan props! Yang dicari pastinya bukan barang biasa tapi barang pecah belah dengan model dan motif unik.

Bener aja kan, feeling Mamin tepat, gak salah deh masuk toko ini. Barang-barang dagangannya semua digelar di bawah, mereka tidak menggunakan rak-rak pajangan. Dari mulai laundry bag, lemari-lemari kecil baik yang berbahan plastik atau kayu, piring aneka bentuk, gelas, panci-panci dari yang kecil sampe yang segede gabon buat jualan bakso ;), ada semua.

Areal tokonya lumayan luas, jadi kita memang musti telaten merhatiin barang satu-satu. Singkatnya, sampailah Mamin di sebuah pojok peralatan baking. Sempat terkesiap, terbelalak dan gak bisa berkata-kata. "YESSSS!!! Ini kan yang selama ini gue cariiiiiii!!!!" Yupppp!!! Mamin menemukan deretan loyang-loyang beraneka rupa ragam bentuk!! Yang kayak beginian barang langka dan susah nyarinya di Kuwait! Mamin udah pernah cerita betapa susahnya berburu peralatan baking di sini apalagi untuk urusan loyang dan cetak mencetak kue. Ya kalo nyarinya loyang standar kotak dan bulet sih banyak. Jadi serasa nemu toko loyang Edi Mayestik.....hehehehe....walopun gak selengkap toko Edi. Ok....tenang tenang....mari kita liat satu-satu.....



.....Ada loyang bongkar pasang kotak!! Ada yang kayak loyang muffin tapi bentuknya macem-macem bukan cuman bulet doang tapi berbentuk hati, kotak, dll. Trus ada juga yang kayak loyang muffin tapi bulet-buletannya berbentuk loyang pie (enak nih buat bikin pie kecil-kecil). Ada loyang donat (yang ini langsung gue samber ber!!). Ada loyang tulban aneka ukuran. Nah itu tuh apa lagi tuh??!! Gubrak! Loyang Madeleines!!! OMG!! Ada loyang Madeleines yang selama ini gue cari-cari!!!!!! (tapi gak beli, nanti aja deh kalo pas butuh yang penting udah tau tempatnya). Ada loyang-loyang silikon aneka bentuk. Duh bisa pingsan deh gue! Pengennya ya beli semuanya :D. Sambil senyum-senyum gue milih-milihin loyang :)) *norak* (sayang motretnya gak bisa detil, harus sneaky-sneaky pake hp).



Buat yang bawa anak kecil, hati-hati kalo ke sini karena kalo emak udah kalap gak liat kanan kiri, takutnya anak-anak jahil tangannya megangin pecah belah yang ada di bawah. Jadi musti sambil ngawasin bocah-bocah, ada bagusnya juga sih jadi gak kalap-kalap amat! :P.

Akhirnya sore itu, kami pulang dengan hati gembira (gak pulang ding, mampir Lulu dulu nyari mesin jahit....story menyusul ya *wink*). Semua menjinjing harta karun masing-masing :D. Dan yang pasti dengan membawa rasa penasaran untuk kembali lagi. Papin penasaran pengen nglengkapin action figure Beatles-nya yang baru ada 2, Mamin pengen melototin lagi loyang-loyang yang lain, dan anak-anak pastinya pengen liat-liat lagi toko mainan yang ngamprah di mana-mana.

Related Stories :
1. Found : Yellow Submarine Action Figures
2. Lulu Rocks!