Our previous journey: Kuwait
Showing posts with label independence. Show all posts
Showing posts with label independence. Show all posts

Sunday, February 27, 2011

Karnaval Kuwait!



Setelah menyaksikan rekaman video fireworks di Kuwait Towers sebelumnya, kami menyempatkan diri menunggu iring2an karnaval di Gulf Road.







Sejujurnya, karnavalnya sendiri rada garing. Dari segi penampilan terlihat buru-buru & ala kadarnya. Tidak ada marching band atau iring-iringan hiburan berjalan seperti biasa terlihat di karnaval. Kami juga tidak mendapatkan kesan khas budaya Kuwait di karnaval ini. Bayangannya bakal ada mobil hias yang ditutup kain SADU khas Kuwait atau atraksi burung-burung elang. Beberapa kendaraan malah hanya sekedar ditempel gambar raja begitu saja.

Tapi, kami mendapatkan pengalaman unik hari ini. Krucil terlihat excited. Terlebih lagi bersama dengan masyarakat Kuwaiti ini kami turut merasakan hingar bingar keramaian mereka. Keluarga-keluarga Kuwaiti di sekitar kami terlihat senang dengan kehadiran wajah-wajah Asia Tenggara di tengah mereka. Krucil beberapa kali jadi pusat perhatian terutama Neo, pipinya dicubitin melulu sama pria-pria arab. Leia & Arwen beberapa kali jadi sasaran kamera mereka. Dan yang terpenting, mereka tidak keberatan jadi sasaran kamera kami! Hahaaa!

Krucil jadi sasaran kamera mereka

Dan keluarga-keluarga Kuwaiti pun juga tidak keberatan jadi sasaran kamera kami




Maklum turis, it's always fun watching other countries' festivity.

No Party Foam Sprayer But Is It Safe Now?

No party foam sprayer this year in Kuwait National Day celebration, but now people bring water super soaker. So is it more safe now? I don't think so. We still need to protect ourself by closing the car window or wearing raincoat. Otherwise, prepare to get wet. And our kids are more scared :P



Related story:
- Pesta kemerdekaan Kuwait di Salem Mubarak

Friday, February 25, 2011

Hiruk Pikuk Hari Kemerdekaan Kuwait





15:00 Suasana di City Center Salmiya beberapa orang mempersiapkan kendaraannya untuk arak-arakan keliling kota.



19:07 Suasana 5th ring road menuju City Center yang dipadati kendaraan arak-arakan. Beberapa malah berhenti di tengah jalan & tampak beberapa orang menari-nari di jalanan & di atas mobil mereka.



21:15 Suasana jalanan 5th ring road dari jendela apartemen kami masih hingar bingar terdengar terompet & sirene polisi.



21:30 Ada fireworks dari Rumaithiya!

Related story:
- Lampu Sorot di Bayan Palace
- Pesta kemerdekaan Kuwait di Salem Mubarak
- Pernak pernik kemerdekaan Kuwait
- Banner Kuwait

Monday, February 21, 2011

Cantiknya Lampu Sorot di Depan Bayan Palace

Menyambut kemeriahan hari kemerdekaan, Kuwait sibuk berhias diri. Salah satunya konfigurasi puluhan (atau ratusan?) lampu sorot di Bayan Palace samping 5th ring road. Amazing euy.

Sunday, August 17, 2008

Setahun Lewat : Indonesia (part 1)

Ini adalah seri 'laporan khusus' setahun kami menginjakkan kaki di bumi Kuwait, dalam rangka mengenang, merenung dan mensyukuri apa yang sudah diberikan oleh-Nya kepada kami selama kami di sini.



Kerja di negara orang, ternyata mengemban tugas baru : membawa nama bangsa. Tugas tersebut semakin terasa berat saat mendapatkan kondisi image Indonesia -- di Kuwait sini -- yang mencerminkan sebuah negara miskin terbelakang. Image negara pembantu melekat erat di benak orang-orang sini. Maklum, tingkat populasi pekerja non-profesional (TKI) sekitar 80 - 90 % dibanding pekerja profesional.

Untungnya, kami berenam bertugas di bidang media kreatif. Dengan populasi bangsa terbanyak di departemen (lebih banyak dibanding Kuwaiti-nya sendiri), kami bisa membantu memperkuat image positif Indonesia diantara teman-teman kerja kami. Tentu saja dengan cara yang kreatif pula :D


Politik

Indonesia sebagai negara besar sebenarnya sudah cukup populer di mata orang-orang.
Seorang rekan kerja mengucapkan 'bela sungkawa' saat Pak Harto meninggal beberapa waktu lalu. Selain itu juga, rekan kerja dari negara lain jadi agak perhatian dengan kampung halaman. Beberapa kali, mereka malah memberi tahu atau bertanya apa yang sedang terjadi di Indonesia jika mereka menemukan berita di media cetak atau televisi.


Makanan

Ya ya ya. Memang yang namanya selera ngga gampang nyambung dengan lidah Indonesia. Walau sempat terjadi kecelakaan (tragedi kripik usus) atau yang bermasalah dengan aromanya, pada dasarnya mereka senang makanan Asia, terutama bos Bader yang sempat dibawakan tongseng. "This is delicious!! What was that again? Tangsang?"


Budaya

Berhubung kami bekerja dekat dengan seni dan budaya, rekan-rekan kerja non-Indonesia sudah cukup mengenal budaya Indonesia. Beberapa diantaranya selalu minta dibelikan batik jika salah satu dari kami pulang kampung. Sudah ngga heran kalau beberapa kali diantara mereka datang ke kantor berpakaian batik, either oleh-oleh titipan dari kami atau memang sudah punya sebelumnya saat pelesir ke Indonesia.


Sami dan batiknya

Suatu ketika, Sami the Lebanese mengirimkan junk-mail ke kami dengan subject "Somewhere in Africa". Email tersebut berisi gambar-gambar pria kulit hitam setengah telanjang menggunakan koteka pada kemaluan mereka. Kami jelaskan bahwa itu adalah pria-pria Papua Indonesia bukan Afrika. Sami terkejut, "It's in your country? Indonesia? How many tribes that you have there??"
Dan ujung-ujungnya dia minta dibelikan koteka dari Papua. Kami tanya balik, "Does it fit with yours?"

Banyak kisah dan hikayat tentang Indonesia yang kami siarkan kepada rekan-rekan kerja kami. Sesuatu yang remeh tapi ternyata memberi kebanggaan tersendiri bercerita tentang negeri sendiri.

We know it's not a perfect country, but it's our country.

Related stories :
- Batik di kantor Al Watan TV
- Tentang Pak Harto
- Aroma makanan Indonesia
- Kabar Indonesia
- Lagu Benyamin S
- Tragedi Kripik Usus

Wednesday, February 27, 2008

Pesta 47 Tahun : Banner Kuwait

by : Pinot

Sejauh ini, kami jarang sekali menyaksikan warga Kuwait mengibarkan bendera negara mereka di tiang bendera di rumah masing-masing, tapi justru menggelar banner Kuwait -- yang lebarnya lebih dari 2 meter -- di depan rumah yang juga besarnya juga ngga kira-kira. Banner digelar dengan posisi portrait/vertical. Biasanya diletakkan di pagar teras atau dari atap rumah mereka. Malah ada yang menggelar dengan lebar lebih dari 5 meter dari lantai 3 hingga menyentuh tanah dan dilengkapi lampu hias -- saat malam tiba terlihat meriah seperti Istana Merdeka Jakarta saat 17 Agustus.

Mungkin kalau dijembreng di rumah kelas RSS di Indonesia nutupin satu rumah ya? Hehehehe..

Tuesday, February 26, 2008

Pesta 47 Tahun : Pernak Pernik Kemerdekaan Kuwait

by : Pinot



Menjelang hari kemerdekaan Kuwait, pusat perbelanjaan beramai-ramai menjajakan dagangan berbagai asesori dan perlengkapan 'pesta kemerdekaan'. Warna bendera Kuwait (hijau, putih, merah dan hitam) menghiasi ruangan dan counter. Asesori yang dijual diantaranya bendera (d'oh!), rambut palsu, pin bergambar Emir dan Pangeran, topi, berbagai perlengkapan pesta dan tentu saja : party foam sprayer yang menjadi sumber kemeriahan (dan juga biang kerusuhan :D ) Rata-rata dijual dari 150 fils (Rp 4500) hingga 3 KD (Rp 90.000). Kami sendiri membeli bendera seharga 200 fils buat Arwen dan Leia :D



Party foam sprayer, anyone?

Related stories :
- Salem Al Mubarak
- Postcard Warna Warni Kemerdekaan

Monday, February 25, 2008

Pesta 47 Tahun : Salem Al Mubarak

by : Pinot, Dita & Aji

Rusuh. Itu komen kami tentang Kuwait saat menjelang hari kemerdekaannya, terutama apa yang kami saksikan di Salem Al Mubarak (tanggal 15 Februari 2008). Aji yang lebih dulu tiba di sana, mengabari kami bahwa ada keriaan seperti habis ada pesta jalanan. Tanpa ba bi bu kami pun menyambar kamera dan bergabung dengan Aji.


Polisi sibuk membubarkan massa yang mulai rusuh (Photo by Aji)


Iseng yang Kampungan

Jalanan ditutup untuk kendaraan, karena ada beberapa panggung gembira acara Festival Hala. Saat kami tiba pertunjukan di panggung sudah usai, menyisakan lautan orang-orang yang sedang bergerombol dan berlarian sana sini. Beberapa anak muda terlihat menyemprotkan kaleng foam (party foam) ke mana-mana. Bahkan kendaraan yang kebetulan lewat disemprot termasuk pengemudi dan penumpang di dalamnya. Keisengan ini beberapa kali berujung perselisihan sehingga menciptakan kerumunan orang yang saling berteriak ledek-ledekan. Polisi berjaga sana sini hanya berusaha melerai dan membubarkan massa yang mulai terlihat rusuh.


Porsche merah mandi party foam (Photo by Aji)


Jualan pernak pernik kemerdekaan Kuwait (Photo by Aji)


Pesta telah usai, namun massa masih ngrumpul di sana sini (Photo by Dita)

Tidak hanya kendaraan -- termasuk mobil polisi -- menjadi korban semprotan foam ini, Mamin sendiri sempat menjadi korban semprotan foam di muka saat melewati segerombolan anak-anak. Selesai iseng mereka berlari tertawa-tawa. Kampungan! Aji lebih beruntung, hanya sekedar di-iseng-in ledekan "Filipino! Filipino!" saat lewat ditengah-tengah anak-anak remaja 'kampung' ini. Memang bener anak-anak ini perlu diajari sopan santun. Lha wong sugih kok kelakuan ndeso?


Perhatikan anak-anak ini saat bermain dengan party foam spray (video by Aji)


No Picture!

Saat kami tiba, kamera langsung jepret sana jepret sini. Sudah muka tembok saja (it's a bit tricky to take picture in this country -- read here), yang penting bisa merekam suasana unik ini. Pas ada peristiwa unik, Papin lempeng ambil gambar dari jauh. Kebetulan di depan Papin ada segerombolan ibu-ibu berkerudung hitam. Mereka mengira sedang diambil gambarnya dan berteriak dalam bahasa Arab seperti keberatan. Papin tidak sadar -- karena view finder kamera zoom in ke peristiwa -- sampai akhirnya seorang pemuda mendekati Papin dan bertanya, "Why do you take picture?" Papin jawab, "I'm just make a personal documentation for my family" Berhubung kalimat berikutnya berbahasa Arab, Papin masih ngga sadar duduk masalahnya. Baru sadar setelah diberitahu Mamin. Huehehehehe.. ge er amat deh tuh ibu-ibu.


Suasana jalanan -- dan suasana keributan di depan KFC

Galeri foto-foto suasana di jalan Salem AL Mubarak (foto oleh Aji, Papin & Mamin)