Our previous journey: Kuwait
Showing posts with label special event. Show all posts
Showing posts with label special event. Show all posts

Saturday, April 04, 2015

International Pillow Fight Day

Hari ini kami iseng menengok Washington Square, tempat di mana gebuk-gebukan bantal internasional berlangsung. Ogah ikutan, cuma pengen nonton aja, karena males bawa-bawa bantal & ketularan iler atau kutu.
Ternyata seru juga.

Sunday, November 11, 2012

Kuwait 50's Constitution Anniversary Fireworks






The US$ 14,000,000 fireworks for 1 hour, 4.4 km long from Kuwait Tower to Green Island.

Official video from Kuwait TV

Thursday, May 17, 2012

Didik Nini Thowok di Kuwait


Surreal. Ini yang dirasakan kami saat mendengar suara gamelan dan seorang Didik Nini Thowok menari di sebuah gedung exhibition di tengah gurun Kuwait. Beliau beraksi memukau pengunjung di arena Kuwait International Travel Expo 2012 tadi malam. Kami, perantau yang rindu kampung tidak hanya terpukau tapi juga merinding tercekat. Kapan lagi bisa menonton langsung Didik Nini Thowok memperlihatkan kelihaiannya menari di negara orang. Dan yang terpenting, event tersebut kami manfaatkan untuk memperkenalkan atau sinkronisasi budaya sendiri pada Arwen putri kami. We have awesome & beautiful culture, right kid?



Nyempetin foto bareng sebelum Didik pulang kembali ke Indonesia 2 jam kemudian :D


Sunday, February 27, 2011

Karnaval Kuwait!



Setelah menyaksikan rekaman video fireworks di Kuwait Towers sebelumnya, kami menyempatkan diri menunggu iring2an karnaval di Gulf Road.







Sejujurnya, karnavalnya sendiri rada garing. Dari segi penampilan terlihat buru-buru & ala kadarnya. Tidak ada marching band atau iring-iringan hiburan berjalan seperti biasa terlihat di karnaval. Kami juga tidak mendapatkan kesan khas budaya Kuwait di karnaval ini. Bayangannya bakal ada mobil hias yang ditutup kain SADU khas Kuwait atau atraksi burung-burung elang. Beberapa kendaraan malah hanya sekedar ditempel gambar raja begitu saja.

Tapi, kami mendapatkan pengalaman unik hari ini. Krucil terlihat excited. Terlebih lagi bersama dengan masyarakat Kuwaiti ini kami turut merasakan hingar bingar keramaian mereka. Keluarga-keluarga Kuwaiti di sekitar kami terlihat senang dengan kehadiran wajah-wajah Asia Tenggara di tengah mereka. Krucil beberapa kali jadi pusat perhatian terutama Neo, pipinya dicubitin melulu sama pria-pria arab. Leia & Arwen beberapa kali jadi sasaran kamera mereka. Dan yang terpenting, mereka tidak keberatan jadi sasaran kamera kami! Hahaaa!

Krucil jadi sasaran kamera mereka

Dan keluarga-keluarga Kuwaiti pun juga tidak keberatan jadi sasaran kamera kami




Maklum turis, it's always fun watching other countries' festivity.

Sunday, October 05, 2008

Lebaran 2008 : Full Story

by : Pinot

Beruntung. Papin bisa bermalam takbiran, berlebaran bersama keluarga kecil dan shalat Eid dengan normal, tidak seperti tahun lalu yang sendirian dan saat shalat Eid ngga mandi karena habis ngelembur di kantor (bahkan tetep harus ngantor setelahnya :P ).

Malam Takbiran

Malam takbiran di Kuwait tidak berkesan hingar bingar. Biasa saja. Tidak terdengar gema takbir di mesjid-mesjid, hanya terdengar suara petasan di sana sini.
Saat ke tempat perbelanjaan, ramainya sama seperti Jakarta. Kami pergi ke City Center (Souk Salmiya - sejenis Bintaro Plaza) mendapatkan parkiran penuh dan macet, apalagi di dalam gedung.





Pulang dari City Center, Mamin nglembur bikin lontong dan opor ayam, dibantu Papin dan krucil. Baru tidur jam 4 pagi :D



Lebaran Hari Pertama

Berhubung Mamin dan krucil baru tidur jam 4, Papin berangkat sendiri ke KBRI buat shalat EId, bareng keluarga Bayu. Sepanjang perjalanan banyak orang wira wiri mau shalat Eid. Tapi berkesan sangat lengang dan tidak ditemui kerumunan orang di tanah lapang untuk shalat Eid, rata-rata di dalam masjid.

Kecuali Eman yang kebetulan diundang shalat Eid di lapangan parkir dekat rumahnya, diadakan oleh tetangga-tetangga Kuwaiti. Tidak ada yang nggelar koran bekas kata Eman, karena seluruh permukaan shalat dialasi karpet.. huahahaha. Setelah shalat, panitia membagi-bagikan candy, chocolate dan makanan ringan kepada Eman dan keluarga Mas Heru.


Ketupat karya keluarga Mas Heru

Setelah shalat Eid, Papin dkk bersalam-salaman dengan teman-teman di KBRI. Dari situ berangkat ke rumah Mas Heru buat silaturahim.



Sorenya, kami berjalan-jalan melihat suasana. Walau bunyi petasan masih bergerilya di sana sini (tanpa suara tabuhan bedug :P ), suasana berkesan lengang tidak ada keramaian. Beberapa toko terlihat tutup.


Lengang di jalan Salem Al Mubarak




Kami pun nongkrong di StarBucks. Saat kami tiba cukup sepi, begitu menjelang malam, suasana menjadi ramai penuh ABG (Arab Baru Gede). Begitu pula jalanan Salem Al Mubarak, sebelumnya kami bisa melenggang menyeberang dengan santai karena sepi, semakin malam kami pun masih bisa menyeberang dengan santai karena jalanan sudah penuh kendaraan yang berbaris macet :)
Tampaknya memang kehidupan dan suasana ramai baru dimulai di atas jam 9 malam. Kami pun pulang setelahnya, diiringi suara musik keras-keras dari kendaraan gaul ABG dan tentu saja : dar der dor petasan :P

Lebaran Hari Kedua



Kami ke Avenue Mall (terbesar di Kuwait) untuk melihat-lihat suasana. Wuih ramainya luar biasa. Jika Avenue Mall sebesar Pondok Indah Mall 2, pasti sudah berdesak-desakan.


ABG duduk-duduk di atas meja makan IKEA, diusir petugas malah ngece

Banyaknya ABG membuat suasana terlihat agak rusuh. Perilaku 'kampungan' mereka membuat kami malas berlama-lama di mall ini. Di toko olah raga, mereka rusuh pecicilan bermain bola (produk yang dipajang). Arwen dan Leia cepat-cepat diselamatkan sebelum terkena dampak gedombrangan mereka. Eman, yang kebetulan datang setelah kami pulang, bercerita sempat terjadi keributan dan perkelahian antar gang di mall tersebut (have a look at 248am.com). Great!!

Sampai di rumah, kami pun menghabiskan malam dengan menonton update-an Tumblr dari keluarga di Indonesia.
(pinodita.tumblr.com).

Tuesday, October 16, 2007

Eid in Kuwait

Pengalaman baru bagi kami, untuk pertama kalinya berlebaran di negeri orang. Jujur, tidak ada yang spesial di hari-hari mendekati Idul Fitri. Selain suasana di Kuwait sendiri yang cenderung 'adem ayem', kami juga tetap bekerja seperti biasa sampai menjelang lebaran.


Lembur ngga tidur menyiapkan pesanan kue lebaran

Suasana agak berbeda justru ada di rumah mas Heru. Luni, sepupu Eman 'mudik' ke Kuwait dan berkumpul bersama, demikian juga keluarga Mas Iyo. Mba Ida juga ngelembur kebanjiran order membuat kue lebaran dan lontong (pengganti ketupat) untuk teman-teman Indonesia di Kuwait.


Kemacetan di 5th ring road saat malam takbiran

Tidak ada gema takbiran di malam menjelang lebaran. Kami tetap berkutat dengan pekerjaan hingga pagi dan berangkat grudak gruduk ke KBRI untuk shalat Eid (lihat video). Bahkan setelah shalat pun, Yoswar dan Eman terpaksa harus balik kantor karena pekerjaan harus selesai hari itu juga. "Bos lu PKI tuh, lebaran-lebaran gini tetep masuk dan gak shalat," canda salah satu teman di KBRI. Memang benar, saat berangkat paginya, hanya kami berempat yang sibuk bersiap shalat Eid. Orang-orang Arab di kantor justru tetap tinggal meneruskan pekerjaan. Saat kami bertanya kepada salah satu rekan Arab tentang kepastian jam untuk shalat Eid, tidak ada yang bisa menjawab. Tampaknya memang mereka sudah bertahun-tahun tidak shalat Eid :P


Buru-buru berangkat ke KBRI untuk shalat Eid. Ganti baju pun cukup di dalam taxi.


Ngantuk tak tertahankan saat khotbah shalat Eid

Garing pisan. Untungnya, di rumah mas Heru kehangatan lebaran bisa terasa. Selain opor ayam dan lontong, berkumpulnya teman-teman di sana cukup menggantikan suasana silaturahmi seperti layaknya berlebaran di rumah sana.

Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan bathin.