Our previous journey: Kuwait
Showing posts with label Entertainment. Show all posts
Showing posts with label Entertainment. Show all posts

Sunday, April 20, 2008

Tamasya ke Kuwait Tower

by : Pinot



Seumur-umur, kami belum pernah menyentuh lantai Monumen Nasional dan menikmati pemandangan dari ketinggian. Kini -- mumpung jadi turis -- kami sekeluarga menyempatkan diri bertamasya ke Kuwait Tower nan terkenal itu. Hanya dengan membayar 1 KD (Rp 30000-an) per kepala orang dewasa, kami bisa naik ke atas menikmati pemandangan Kuwait dari atas. Kami tiba tepat beberapa jam sebelum badai es mengobrak-abrik Kuwait seminggu lalu -- video rekaman menunjukkan kecepatan angin dan kondisi langit yang gelap menutup matahari sore saat pukul 16:00.

Di lantai viewing, terdapat 2 lantai. Paling bawah terdapat kursi dan meja untuk menikmati pemandangan. Di lantai atas, terdapat kafetaria dan toko suvenir. Tidak ada kursi, hanya meja tinggi untuk meletakkan makanan dan minuman, serta beberapa teleskop -- dengan memasukkan koin seharga 250 fils (Rp 7500-an) -- memantau pemandangan di kejauhan. Lantai 2 ini berputar dengan waktu 30 menit sekali putaran.


Diagram bukan aktual skala dan proporsi

Dengan bentuk struktur yang gemuk dan chubby, kami sempat menduga bahwa menara utama Kuwait Tower ini tidak lebih tinggi Monas (Monumen Nasional) Jakarta. Ternyata dugaan kami salah -- tertipu dengan bentuk struktur Monas yang ramping menjulang -- Kuwait Tower lebih tinggi 50 meter. Bahkan lantai public viewing-nya juga lebih tinggi daripada Monas. Ah, batal mbanggain Monas deh sama orang-orang Kuwait :P




Perbandingan
Monumen Nasional
Kuwait Tower
Tinggi
137 m
187 m*
Lokasi
Tengah kota
Pinggir pantai
Tahun pembuatan
1959 -
1961**
1975 -
1979
Ticket*
Rp 17.000***
KD 1
(Rp 30 ribuan)

Didapat dari berbagai sumber di internet.
* 187 m adalah tinggi menara utama, terdapat 2 menara lain dengan tinggi lebih rendah
** Dibuka untuk umum 12 Juli 1975
*** Harga tiket untuk hari libur. Hari biasa Rp 12.000

Related stories :
- Entertainment City
- Souk Sharq
- Friday market
- Kuwait (Mini) Zoo

Links :
- Monas Jakarta
- Kuwait Tower

Thursday, April 17, 2008

Entertainment City

by : Pinot & Dita



Beberapa minggu lalu, kami berkesempatan jalan-jalan ke Entertainment City -- semacam Dunia Fantasi -- di kawasan Doha, Kuwait. Bersama rekan kerja Papin : Yoswar, Aji, Eman, Bayu sekeluarga, Bably, Rami, Zaydun, Omniya, Hiba & sister. Dengan 3 mobil, kami melakukan perjalan sekitar 35 km dari Salmiya ke Entertainment City.

Entertainment City atau Al Madina Al Tarfihiya memiliki luas 50 hektar dengan tiket KD 3,5 (Rp 100 ribu an) untuk orang dewasa atau anak-anak di atas 5 tahun. Taman bermain yang diresmikan tahun 1984 ini memiliki 40 wahana lebih. Pada saat kami tiba, suasana tidak terlalu ramai atau bahkan cenderung sepi. Mungkin pada musim spring menjelang summer ini, orang-orang lebih suka datang sore dan malam (saat summer dibuka dari jam 5 sore hingga jam 1 dinihari).



Seperti daerah gersang lainnya di Kuwait, Entertainment City pun sama gersangnya. Saat kami datang suhu berkisar antara 29˚ - 31˚ dengan semilir sejuk angin laut. Tidak terasa sudah berapa kali kami membeli minuman karena kehausan :D Walau begitu, kami sekeluarga sangat terhibur, apalagi wahana yang disediakan cukup asyik. Yang menarik, kelompok pengunjung ini saling becanda dan ketawa ketiwi dalam 3 bahasa : Inggris, Arab & Indonesia :D


"Halilintar" (Lightning) -nya Entertainment City

Wahana yang cukup asik adalah Lightning Strike (Halilintar :D) yang berupa inverted coaster -- seperti roller coaster tapi pengunjung duduk di kursi yang digantung di atas rel berputar-putar. Sayang, Papin rada kecut hari itu untuk diputar-putar di ketinggian lebih dari 50 meter... hehehehe




Tornado-nya Entertainment City

Selain itu ada lagi wahana Tornado (seperti pada gambar). Rekan kami Bably terpaksa 'puasa' setelah jungkir balik karena perut berasa mual!


Bably termenung karena mual ditengah derai tawa putri-putri kami

Secara overall, sebagai tempat hiburan tempat ini cukup menyenangkan. Tidak seperti Kuwait Zoo yang ngga ada apa-apanya dibanding Kebon Binatang Ragunan, Entertainment City ini bisa dianggap sebanding dengan Dunia Fantasi di Ancol.


Seumur-umur belum pernah bawa 2 bocah ini ke Dunia Fantasi, akhirnya terlaksana juga : Dunia Fantasi-nya Kuwait :D


Perbandingan
Dunia Fantasi
Entertainment City
Area
20 hectare*
50 hectare
Wahana
2840
Tahun
19851984
Ticket
Rp 60.000 -
Rp 85.000
KD 3,5 (Rp 100 ribuan)**

Didapat dari berbagai sumber di internet.
* = tidak termasuk area Ancol keseluruhan
** = harga tiket masuk, tiket masing-masing wahana bervariasi dari 500 fil (Rp 15000) hingga KD 2 (Rp 60000)


Location :
Photobucket - Video and Image Hosting
(click to enlarge the map)

Lat 29 20.872
Long 47 48.845

Related story :
- Kuwait (Mini) Zoo

Saturday, March 29, 2008

Postcard : Entertainment City


Di Jakarta ngga pernah sempat ke amusement park seperti Dufan atau Taman Mini komplit berempat. Sekalinya sempat, justru pas di Kuwait. Bersama teman-teman kantor, kami diajak ke Entertainment City, Dufan-nya Kuwait. More story to come.

Saturday, January 05, 2008

Kuwait (Mini) Zoo

by : Pinot & Dita

Gerbang Kuwait Zoo

Sore ini, kami diajak oleh mas Hakim sekeluarga menengok kebun binatang Kuwait (Kuwait Zoo). Walau kami sendiri sudah menduga bahwa kebun binatang ini hanya ala kadar-nya, tapi ngga apa-apalah untuk dikunjungi - sekedar melihat dari dekat seperti apa yang diceritakan di blog keluarga om Noor Aziz atau suami rekan kerja Papin tentang kebun binatang ini.


Si ibu pedagang kaki lima

Memasuki lapangan parkir, beberapa orang (seperti kebangsaan Bangladesh, India atau Pakistan) mengerubungi kami menawarkan balon untuk anak-anak kami. Leia sudah sakaw saja menunjuk-nunjuk balon minta dibelikan. Disekitar gerbang terdapat pedagang kaki lima menjajakan mainan anak-anak (ada juga ternyata di sini pedagang kaki lima ya?) Seorang ibu pedagang berbusana hitam dengan cadar menutupi wajah memanggil-manggil Arwen & Leia menawarkan mainan dagangannya.

Ngetem di depan kandang
Ngetem depan kandang rusa

Setelah membayar 500 fils per orang (termasuk anak-anak) kami memasuki taman margasatwa milik pemerintah Kuwait ini. Arwen menyewa sebuah mobil-mobilan dengan tarif 1 KD/jam dan civil ID sebagai syarat jaminan - berasa mau sewa mobil beneran saja.

Rusa senior
Leia mencoba berkomunikasi dengan sang rusa yang tampak sedih ingin curhat

Jika dibandingkan Ragunan, Jakarta atau Gembira Loka, Yogyakarta (seperti yang disebut om Noor Aziz), kebun binatang ini cupu pisan. Mungkin setara dengan Taman Hewan di bilangan Ganesha, Bandung. Sesuai informasi, luas kebun binatang ini hanya 18 hektar dan dilengkapi 60-an spesies di dalamnya. Jumlah ini adalah sisa setelah 70% populasi hewan di sini disantap pasukan Irak saat menyerbu Kuwait.
Walau koleksi hewan tidak banyak dan area tidak luas, kami tidak bisa berkeliling dan menengok seluruh kandang karena hari sudah gelap (kami datang terlalu sore).

Untuk sebuah kebun binatang, tempat ini hanya sekedar pelengkap syarat fasilitas sebuah kota. Tidak lebih. Tapi untuk sebuah taman kota dengan fasilitas pelengkap beberapa kandang binatang, tempat ini cukuplah untuk hiburan keluarga.


Perbandingan
RAGUNAN ZOO
KUWAIT ZOO
Area
140 hectare
18 hectare
Species
29565
Specimen
4040140
Ticket
Rp 4000
500 fils (Rp 15000)
Didapat dari berbagai sumber di internet.
Jumlah species & specimen bukan angka akurat.





Lokasi :

(click to enlarge the map)

Lat 29°18'3.31" N
Long 47°57'40.34" E

Sumber :
http://www.kuwait-info.com/sidepages/tourism_placesofiterest.asp
http://id.wikipedia.org/wiki/Kebun_Binatang_Ragunan

Wednesday, August 15, 2007

Nonton Bioskop



Hari ini kita nguber mau nonton Harry Potter. Setelah melihat jadwal di website Cinescape, kita ngebut dari kantor ke Al Fanar untuk mengejar yang jam 19:30. Sayangnya, Harry Potter sudah tidak diputar di bioskop tersebut dan berhubung sudah kadung tiba di lokasi kita memilih menonton film lainnya, Bourne Ultimatum. Hitung-hitung jajal nonton bioskop di Kuwait.

Harga tiketnya KD 2,5 (Rp 75.000-an) dengan konfigurasi urutan tempat duduk dari A sampai L dan deret A adalah yang terdekat dengan layar - kebalikannya di Indonesia. Yang menarik, konfigurasi dibagi 2 area antara bachelor/single dan keluarga. Area bachelor/single berada di deret A sampai E, posisi paling dekat dengan layar! Kebayang kalau judul film-nya yang lagi ramai ditonton, sudah pasti para bujangan ini berebut untuk posisi di tengah di area A - E tersebut. Menderita sekali kalau menonton film di deret terdepan tapi nomor posisi duduk di paling pinggir. Bikin sakit leher dan mata pegel.

Kita dapat posisi di deret E dengan nomor 3, 4, 5, 6. Seperti di Indonesia, layar dibuka diawali dengan trailer promosi film dengan subtitle bahasa Arab dan Perancis (subtitle Perancis hanya muncul di trailer, tapi tidak muncul saat film diputar). Setelah itu iklan-iklan lokal bermunculan dan ..... *uhuiy* iklan 'corporate image' perusahaan tempat kami bekerja, Al Watan TV. Karena menggunakan format film 35 mm, iklan tersebut terlihat memukau saat ditonton di layar lebar. Rich colors, crisp images. Kami sempat terlihat 'kampungan' di antara penonton lain karena menunjuk-nunjuk ke layar kegirangan. Tumben-tumbennya kami merasa bangga bahwa perusahaan tempat kami bekerja nongol di bioskop. Kampungan!

Setelah itu Bourne Ultimatum diputar. Dengan style pengambilan gambar 'handheld camera' ala dokumenter, film ini cukup melelahkan jika ditonton di deret tempat kami duduk. Mata kami terlalu dekat dengan layar bergambar adegan bergoyang-goyang tidak stabil, membuat kami agak mual. Tampaknya, film dengan style 'handheld camera' hanya bisa ditonton buat yang sudah berkeluarga saja di Kuwait.

Keluar dari gedung bioskop, secara psikologis kami langsung menuju area parkir untuk mengambil mobil dan pulang. Maklum, baru pertama kali menonton di negeri orang.