Our previous journey: Kuwait

Thursday, March 10, 2011

Tehbotol dari Arab Saudi



Di Timur Tengah, Tehbotol Sosro kotakan dijual di Arab Saudi & Bahrain. Di Kuwait - walau tidak ada penyalur resmi - komunitas masyarakat Indonesia membawanya kemari.
Kami bisa dapatkan di beberapa restaurant atau 'warung makan' Indonesia di Kuwait dengan harga bervariasi dari Rp 8000 sampai dengan Rp 25000 per kotak.


Harap dimaklumi lidah ndeso ini, makan batagor minum Tehbotol jauh dari kampung halaman rasanya menentramkan :D

Restoran yang menjual Tehbotol Sosro:
- Restoran Mama Lala
- Mie bakso di Old Salmiya
- Restoran Anita Bakso

note: kami tidak memiliki afiliasi apapun dengan pihak Tehbotol Sosro

Wednesday, March 09, 2011

Genangan di Jabriya



Setelah diguyur hujan deras tadi malam, terlihat beberapa genangan-genangan di beberapa tempat, seperti terlihat di daerah Jabriya dekat New English School ini.

Mungkin karena sistem drainase Kuwait memang tidak dirancang untuk menghadapi hujan dengan debit besar. Bayangkan jika hujan yang turun berlangsung 1 jam, bencana banjir di padang pasir seperti Jeddah beberapa waktu lalu bukan tidak mungkin terjadi.

Dan Foke bisa berbangga dalam hal ini.

Related story:
- Hail storm & floods 2008
- Hail storm & floods 2009

Tuesday, March 08, 2011

Dari Twitter Tentang Demo 8 Maret

Our prayers go to our brothers in #Kuwait, hitting the streets tomorrow in demand of a new government and an elected PM
#kuwait is going to protest tomorrow to demand the change of the govt. Some bravely ask for an elected PM. #ChangeWeCan #March8

Somebody is fiddling around with Internet service in Kuwait, fear of interruption bc of protests tomorrow. #Obama #CNN #BBC #jan25 #Kuwait

in #Kuwait demonstrations are banned without prior approval. Organisers of Tuesday's protests have not sought approval --> Challenge!

Untuk menyimak perkembangan di Twitter, search dengan hashtag #Kuwait #Soor5. Sayangnya sebagian besar menggunakan bahasa Arab :D

Monday, March 07, 2011

Toko Buku di Avenues Mall



Jangan harap bisa nemu toko buku seperti Kinokuniya, QB, Aksara atau semacam Borders di Kuwait sini. Sepertinya masyarakat sini tidak memiliki budaya baca. Padahal jumlah kaum pendatang lebih banyak, namun mimpi punya Borders di Kuwait sini hanya sebatas isyu belaka.

Ada satu toko buku yang berani buka di mall terbesar Kuwait. Baru buka beberapa minggu lalu. Sangat berharap banyak saat kami membaca "That Al Salasil bookstore: Coming soon!" di Desember 2010, namun begitu buka kok jauh dari harapan & angan.



Space yang digunakan sebenarnya cukup luas, hanya saja jumlah koleksi bukunya kurang banyak jadi tidak optimal (Perbandingan: Periplus Pondok Indah Mall lebih sempit tapi koleksinya cukup padat & variatif.)



Terdapat area khusus untuk buku anak-anak.



Juga coffee shop di dalam bookstore. Masih dalam tahap soft-launch jadi terlihat garing.



Masih banyak rak yang kosong belum terisi.



Hal lain yang membuat kami tidak excited adalah koleksi bukunya didominasi buku berbahasa arab. Hanya sekitar 25% berbahasa Inggris.

Lepas dari rasa kecewa, kami tetap berharap banyak agar toko buku ini tetap langgeng & ada perbaikan sana sini termasuk penambahan koleksi buku berbahasa Inggris. Atau paling tidak mendorong lahirnya banyak toko buku sejenis di Kuwait sini. Jika perlu menghadirkan Kinokuniya.

Sunday, March 06, 2011

Kuwait Green Zone



Siapa bilang Kuwait cuma padang pasir? Di sebuah tempat di Jahra dekat perbatasan Irak, terdapat lahan peternakan & perkebunan. Dengan luas berhektar-hektar, ladang, kebun & sawah hijau terhampar. Berbagai jenis kebutuhan pangan lokal seperti sayuran tersedia di sini.

Perkebunan ini dimiliki oleh Kuwaiti dan memperkerjakan kaum pendatang di antaranya orang Indonesia. Lumayan buat yang kangen dengan suasana perkebunan & sawah bisa ke sini. Tinggal bikin saung & buka restoran Sunda. Wilujeng sumping!


Berasa lagi foto-foto di Garut. "Sini neng. Mamang poto yah?"


Abu Nasser di pemilik perkebunan

(foto oleh: Eman Sagala - Facebook)

Friday, March 04, 2011

Fast Food khas Timur Tengah

Bosen dan blenger dengan Fast Food model KFC, Burger King, dan sejenisnya? Sebenernya cukup banyak pilihan di sini. Coba saja datang ke food court di sebuah mall. Aneka Fast Food Stand khas Timur Tengah dan India ada di sana.

Makanan-makanan ini adalah jenis fast food yang sering kami pesan, karena rasanya cukup akrab di lidah : shish tavuk/chicken tikka, lamb kebab dan shawarma. Apalagi dengan bantuan bekal sambal ABC/Indofood dari rumah (makanan apapun jadi lebih nikmat *bukan iklan*). Khusus shawarma adalah makanan yang paling gampang dijumpai di mana-mana. Warung-warung kecil di pinggir jalan pun banyak yang menjual shawarma.

Shis Tavuk dan Izgara Tavuk fast food favorit kami adalah buatan Turkish Grill.

Middle east & South Asian Culinary Adventure : Shish Tavuk Middle east & South Asian Culinary Adventure : Izgara Tavuk middle east & south asian culinary adventure : kebab

Sedangkan chicken shawarma favorit adalah buatan Kurdo dan yang murmer buatan IKEA resto.

shawarma

Meshaltat Martabak Arab



Apakah gerangan di dalam bungkusan ini? Bukan dokumen, bukan surat tapi Meshaltat. Yuk di liat dalemnya...



Meshaltat ini snack khas Timur Tengah. Tekturnya mirip sekali dengan martabak telur versi Indonesia. Dengan kulit yang mirip pastry dan agak flaky. Isinya sangat variatif. ada yang isi keju, ada juga yang isi buah-buahan. Favorit kami adalah Meshaltat Honey&Cream. Lapisan dalamnya berisi cream plain, kemudian bagian atasnya disiram madu saat masih panas. Hmmm.....saat dimakan masih hangat, bener-bener lumer di mulut. 1 porsi meshaltat ukuran besar ini dipatok seharga KD 1.750 (harga tergantung isi).

Thursday, March 03, 2011

Sarapan Pagi di Souk Mubarakiyah

Nah kalo ke Souk Mubarakiyah, gak lengkap rasanya tanpa merasakan sarapan pagi grill grill-an khas Arab. Biasanya sebelum mulai belanja, kami mengisi perut dulu. Lokasi tempat makan ini berada di belakang pasar dan tidak berbentuk restoran hanya tempat-tempat makan outdoor dinaungi payung-payung besar. Saat summer ada kipas air yang siap menyejukkan pengunjung tempat makan. Di musim dingin enak banget minum teh hangat sambil nyemil gorengan khas Arab. Ada cabe goreng (hmm enak loh! Cabe hijau gede dibalur tepung terus digoreng), ada kentang goreng tepung, samosa, dll.





Makan besarnya bisa pilih chicken tikka/sish tavook, ada kebab juga dan lain-lain dan andalannya adalah lamb chop panggang!



Selain menu panggang-panggangan, kita bisa juga memesan aneka bubur khas Iran. ada bubur asin, ada juga bubur manis.



Harga menu grill-grill-an ini berkisar antara KD 1.250 sampai 2.500. Untuk bubur, dengan merogoh kocek 0.250 fills kita sudah bisa mendapat semangkuk penuh bubur nikmat.

Wednesday, March 02, 2011

Snapshot: The Butcher of Mubarakiya


Photo by Mamin via Instagram.

Tiap sebulan sekali, Mamin dan ibu-ibu Al Watanesia (sebutan untuk temen-temen Indonesia yaang kerja di Al Watan TV) belanja bulanan ke Pasar Mubarakiyah. Pasar ini terkenal sebagai pusat oleh-oleh, gold market dan pasar sayur & daging. Belanja daging, ikan, udang dan sayuran tentunya lebih murah di sini. Foto di atas adalah tukang daging langganan kami. Orangnya baik, kalo beli banyak gampang nawarnya, udah gitu dia seneng di foto. Kalo rombongan ibu-ibu gak lengkap, ada yang gak ikut, dia pasti nanyain. Gitu juga kalo kita datang tanpa membawa anak-anak. "Where's baby?" gitu katanya dengan bahasa Inggris yang patah-patah. Si bapak tukang daging ini gak bisa bahasa Inggris, jadi cara berkomunikasi dengan kita ya dengan bahasa tarsan :D




Nah, sampe apartemen, rempong deh misah-misahin belanjaan. Soalnya bawanya dijadiin satu keranjang dan numpuk-numpuk. Ini suasana di lobby apartemen saat ibu-ibu sibuk milihin belanjaannya.

Makanan khas Timur Tengah

Mau tau penampakan makanan kecil/snack/sweets khas Timur Tengah?

Middle East & South Asian Culinary Adventure

Visit our Middle East dan South Indian Culinary Adveture set on Flickr

Tuesday, March 01, 2011

Oleh-oleh Dari Erbil, Kurdistan

Kembali dapat oleh-oleh dari perjalanan dinas Luigi Pralangga di Erbil, Kurdistan. Foto-foto lengkap bisa ditengok di sini.
Cerita lengkap di sini.





Monday, February 28, 2011

Kendaraan Mewah Para Raja



Di 360° mall berlangsung pameran kendaraan-kendaraan mewah raja Kuwait terdahulu. Koleksinya dari Chrysler Imperial, Ford Continental sampai dengan Rolls Royce.



King Saud Ibn Abdul Aziz Al Saud
Ford Continental 1956


Sheikh Jaber Al Ahmad Al Jaber Al Sabah
Chrysler Imperial 1956


Qaboos Bin Said Al Said
Studs 1978


Sheikh Zayed Bin Sultan Al Nahyan
Mercedes 300 Adenaur 1956


Sheikh Abdullah Al Salem Al Sabah
Ford Continental 1962


Sheikh Jaber Al Ahmad Al Jaber Al Sabah
Rolls Royce Phantom 5 Limo 1960

Pameran berlangsung dari tgl 15 Februari sampai dengan 5 Maret.

Sunday, February 27, 2011

Karnaval Kuwait!



Setelah menyaksikan rekaman video fireworks di Kuwait Towers sebelumnya, kami menyempatkan diri menunggu iring2an karnaval di Gulf Road.







Sejujurnya, karnavalnya sendiri rada garing. Dari segi penampilan terlihat buru-buru & ala kadarnya. Tidak ada marching band atau iring-iringan hiburan berjalan seperti biasa terlihat di karnaval. Kami juga tidak mendapatkan kesan khas budaya Kuwait di karnaval ini. Bayangannya bakal ada mobil hias yang ditutup kain SADU khas Kuwait atau atraksi burung-burung elang. Beberapa kendaraan malah hanya sekedar ditempel gambar raja begitu saja.

Tapi, kami mendapatkan pengalaman unik hari ini. Krucil terlihat excited. Terlebih lagi bersama dengan masyarakat Kuwaiti ini kami turut merasakan hingar bingar keramaian mereka. Keluarga-keluarga Kuwaiti di sekitar kami terlihat senang dengan kehadiran wajah-wajah Asia Tenggara di tengah mereka. Krucil beberapa kali jadi pusat perhatian terutama Neo, pipinya dicubitin melulu sama pria-pria arab. Leia & Arwen beberapa kali jadi sasaran kamera mereka. Dan yang terpenting, mereka tidak keberatan jadi sasaran kamera kami! Hahaaa!

Krucil jadi sasaran kamera mereka

Dan keluarga-keluarga Kuwaiti pun juga tidak keberatan jadi sasaran kamera kami




Maklum turis, it's always fun watching other countries' festivity.

No Party Foam Sprayer But Is It Safe Now?

No party foam sprayer this year in Kuwait National Day celebration, but now people bring water super soaker. So is it more safe now? I don't think so. We still need to protect ourself by closing the car window or wearing raincoat. Otherwise, prepare to get wet. And our kids are more scared :P



Related story:
- Pesta kemerdekaan Kuwait di Salem Mubarak