Our previous journey: Kuwait

Wednesday, December 26, 2007

Baby Needs : Nursing Room @ IKEA Avenues

by : Dita



Ternyata IKEA (The Avenues) concern juga dengan urusan private ibu dan anak. Mereka menyediakan nursing room yang terletak agak nyempil, deket dengan locker dan searah dengan toilet cowok dan janitor room. Walaupun kecil, cuman ada sofa one seater (jadi kalo mau menyusui emang harus ngantri, yahhh kalo udah kepepet berdiri aja :P), mereka juga menyediakan baby taffle untuk diaper changing, ada wastafel dan tempat sampah. Dan kalau mau, IKEA juga menyediakan baby food berikut microwave untuk memanaskan makanan.

Tampaknya kampanye breastfeeding di negeri ini belum kedengeran gaungnya. Tapi upaya IKEA bolehlah, patut ditiru sama mall-mall lain untuk mendukung kegiatan menyusui.

Cookaventure : Negeri 1001 Bumbu dan Rempah

by : Dita



Satu hal yang paling bikin gue betah gak berkedip adalah ketika belanja di supermarket dan memasuki area perbumbuan dan rempah.

Sebegitu terpesonanya gue dengan deretan rempah-rempah sampai gue betah berlama-lama menilik satu-persatu rempah apa gerangan ini? Kadang gue ambil terus gue ciumin satu-satu baunya. Cardamom, Fennel, Galangal, Turmeric, Clove, Cumin, Cinnamon, Coriander, Saffron, Lentils, Curry Leaf, Garam Masala, etc. Amazing!

Resep-resep "lokal" (masakan yang ada di Kuwait-red) boleh dibilang sebagai cross-cultural cuisine, karena masakan di negara ini adalah perpaduan dari berbagai macam bangsa, yang notabene semuanya kaya akan spices and herbs, seperti : India, Thailand, Srilangka, Philipina, dan China of course, dll--sekaligus reflecting the fascinating blend of peoples and cultures found in this country. Sama juga dengan masakan Asia yang memang banyak menggunakan pernak-pernik bumbu.

Gue selalu jatuh cinta sama resep-resep yang menggunakan banyak bumbu dan rempah. Walaupun memang proses masaknya agak merepotkan. But for me, Tropical Asian Cooking, Spicy Indian Cuisine and Exotic Middle East Gourmet are the world's most exciting and creative cuisines. Culinary genius! Makanya gue obsesi banget pengen belajar dan ngulik masakan "lokal".

Buat gue yang doyan berpetualang rasa, what is particulary fascinating to me is the interaction between the ingredients and the indigenous tastes that arise.

Betapa beruntungnya gue, di negeri ini begitu mudahnya mencari rempah dan bumbu Indonesia (Asia-red). Dan betapa menyenangkannya "terdampar" di negeri 1001 rempah sehingga bisa bereksperimen rasa.

Tuesday, December 25, 2007

Pila di Ishbilya

by : Pinot


Lembur di villa Ishbilya


Petugas pengamat gunung atau APIL?

Jika siang hari suhu paling tinggi hanya 13º - 14º, maka malam hari sudah pasti di bawah angka 10º. Dan karena pekerjaan kami menuntut untuk pulang larut, maka menggigillah 6 TKI (Papin, Eman, Bayu, Yoswar, Daud & Aji) ini saat bekerja. Berbalut kupluk, jaket, sweater bertumpuk-tumpuk membuat kami tampak seperti petugas pengamat gunung Tangkuban Perahu, Bandung. Atau, seperti orang-orang yang menawarkan villa untuk menginap di pinggir jalan di daerah Puncak atau Lembang, Jawa Barat. Sehingga ada istilah baru : APIL alias A'! Pila, A'! (diucapkan persis seperti orang-orang penjaga villa dengan logat Sunda).

Saking dinginnya, muncul becandaan-becandaan tidak lucu diantara kami seperti :
- Membuka jendela ruangan (terutama saat malam hari)
- Memegang leher teman dengan tangan dingin
- Menawarkan es teh manis kepada teman

Dan sudah pasti gebuk-gebukan jika ada yang mencoba memasukkan es batu ke baju teman sendiri. Jackass teaa... huekekekekekekekekek!

Di dalam villa Ishbilya (Ishbilya adalah sektor/daerah bagian dari Kuwait tempat kantor kami berada) ini, bersama kami juga ada Sami, Ahmad Najdi, Jaber dan terkadang Rami dan Heba masih ikut lembur. Hanya saja, jika melihat komposisi suku bangsa, kami berenam berasa jadi penjaga villa (APIL) dan mereka adalah tamu atau turisnya :D

A'! Pila, A'!!!!


Malam dengan suhu seperti ini, mending tidur berlindung di balik selimut tebal!

Friday, December 21, 2007

Rainy Kuwait City

by : Pinot

IMG_0008.jpg

FINALLY!!! Hujan membasahi bumi Kuwait! Setelah sekian lama dirindukan, muncul hanya beberapa percik, hujan turun dari pagi (kami pun bangun kesiangan jam 12:00, maklum siapa sih yang bisa bangun pagi kalau hujan? kekekekek) hingga saat ini jam 2 siang.

IMG_0027.jpg

Dari jendela kamar kami, jalanan 5th ring road tampak basah seperti cermin, memantulkan bayangan kendaraan yang lewat di atasnya. Orang-orang mulai mengandalkan payungnya yang (mungkin) sudah tersimpan berdebu di lemari selama berbulan-bulan.

Mbak Stinni! A little rain and nippiness would be nice? This is more than nice!! Woohoooooo!!!


Di Jakarta basah oleh hujan, di Kuwait pun demikian. Hanya saja, dinginnya Kuwait membuat kopi hangat serasa lebih nikmat

Thursday, December 20, 2007

Kampus Kebon Jeruk

by : Pinot

Baru sadar, id-card RCTI Papin habis masa berlakunya bulan ini, Desember 2007. Walau sudah resign berbulan-bulan lalu, tapi kali ini sangat terasa bahwa identitas sebagai salah seorang karyawan RCTI sudah hilang 100%.

Lepas dari segala masalah yang pernah dialami, bagaimana pun Kampus Kebon Jeruk tersebut telah menyumbang banyak pada kehidupan Papin selama hampir 13 tahun. Salah satu hasilnya, bertemu Dita (Mamin) dan mempersuntingnya *UHUIY!*

Seperti yang sering diucapkan kepada sahabat-sahabat di sana, RCTI is not the place where I work, it's the place where I live.

Sampai jumpa, RCTI. Siapa tahu bakal bertemu (lagi) suatu saat nanti.

Kampus Ishbilya

by : Pinot

Walau id card sudah tidak berlaku lagi, namun kehangatan RCTI masih bisa kami rasakan. Terutama saat 2 teman seperjuangan kami (fresh ex-RCTI) tiba di Kuwait untuk bergabung dengan creative services Al Watan TV.
Daud & Aji tiba jam 7:30 pagi ini. Sore harinya dijemput Eman, mereka mengunjungi teman lama mereka (Papin, Bayu dan Yoswar) di kantor Ishbilya. Suhu dingin sore itu langsung menghangat begitu teman sekampung ini reuni. Sambutan dari teman-teman non-Indonesian juga cukup ramai. Sami - si paling rame dari Lebanon - langsung teriak-teriak sok akrab, "Welcome to the slavery, you orang tua!"

Bergabungnya Daud & Aji sedikit banyak membawa kehangatan Kebon Jeruk di Kuwait. Dalam sekejab, kami tiba-tiba seperti sedang ngerumpi di kantin kayu, sambil nyeruput kopi hitam, telor dadar mba Ati, rokok Sampoerna dan becanda ketawa gila-gilaan.

Selamat tinggal kampus Kebon Jeruk. Kami memulai lagi dari awal di kampus Ishbilya.

Chilly Kuwait City

by : Pinot

The Winter that Never Was. Itu judul blog teman blogger kami yang membahas tentang weather Kuwait yang tidak sedingin tahun-tahun sebelumnya. Tapi buat kami, terutama Mamin dan krucil yang baru datang, temperatur Kuwait sudah mulai merayap ke tingkat yang belum pernah kami rasakan sebelumnya. Jangankan saat malam hari, siang hari saat pukul 12 siang, temperatur hanya berkutat di angka belasan saja.

Apakah ini saat yang tepat beli heater? Naaahhhh.. nanti saja. Kata mbak Stinni saja sekarang belum dingin dan masih pakai sandal. Nanti tunggu kalau sudah dingin pisan, saat di rumah sudah mesti pakai kaos kaki. Mungkin Januari. Cihuiiyy!!!

Ini info suhu hari ini jam 12:30 PM. Minggu ini sudah totally memasuki "teen temperature" dan malam sudah di bawah angka 10.

Tuesday, December 18, 2007

Taxi nge-Bronx

by : Pinot

IMG_0724

Sekali lagi tentang taxi.
Seumur-umur baru kali ini kami naik taxi berwarna oranye. Dari awal kami sebenarnya sudah ogah saat taxi ini mendekat dan menawarkan jasa. Tapi Papin pikir - selain lagi susah dapat taxi - lucu juga nambah pengalaman naik taxi. Walau sempat ngotot-ngototan soal tarif akhirnya naik juga kami ke dalam Chevrolet Caprice buatan sekitar 1996 ini. Dikendarai oleh seorang Arab (ngga tahu pasti negara aslinya, ngga bisa ngobrol karena.. yha.. biasa masalah bahasa), interior tidak terawat, tidak ada logo perusahaan, tidak ada tanda pengenal. Berasa naik taxi antah-berantah di sebuah negara miskin. Si supir beberapa kali mengucapkan kata-kata kasar pada pengendara lain jika kebetulan terjadi masalah. Seru pisan.

IMG_0719
Jangan sampai Mamin & krucil sendirian naik taxi ini, that's for sure! :D

Shopaventure : LULU Rocks!

by : Dita

Ngomongin belanja kebutuhan dapur, masak ataupun baking gak pernah ada abisnya *maklum emak-emak*, apalagi buat yang punya passion dalam hal masak-memasak. Di tempat baru seperti ini, for me everyday is a new day. Selalu ada tempat baru yang siap di eksplor. Terutama tempat-tempat yang ngejual prentilan dapur, bahan-bahan baking, sayur, buah, spices dan herbs.



Lulu Hypermarket adalah sasaran "penjarahan" gue berikutnya, setelah sebelumnya beberapa kali nyatronin Sultan dan Carrefour. You can get everything you want at Sultan and Carrefour, but at Lulu??? You get more, beyond your expectation! *berbinar-binar*.

Lulu yang terletak di area Dream Mall ini memang nggak senyaman Carrefour yang ada di The Avenues ataupun seeksklusif The Sultan Center. Pengunjungnya kebanyakan pendatang terutama orang-orang India. Tempatnya juga nggak terlalu bersih, tata lay out rak-rak barang nggak rapi-rapi banget, terus walopun namanya Hypermarket tapi ternyata gak gueedeee amat. Apalagi yang belanja banyak jadi berasa sempit. Tapi kalo bole memilih, gue prefer belanja di Lulu.



Kenapa? Karena di Lulu gue menemukan beberapa items sayuran yang ada di Indonesia, yang selama ini susah dicari. Kalo Kacang Panjang, Bayam, Jagung, Wortel, Kentang, Buncis, Kol, Pare, Kecipir, Brokoli, Kembang Kol, Jahe, Kunyit, Cabe Ijo, Terong dan perbawangan, cukup mudah gue temukan di mana-mana termasuk di Lulu. Surprise juga ternyata di sini nggak susah nyari sayur-mayur "Indonesia". Tapi kalo Lengkuas, Cabe Merah, Toge, Jeruk Purut dan Daun Jeruk Purut....baru gue temukan di sini!!


deretan lengkuas, buncis, daun sereh, daun bawang, selada air, jamur, toge, etc.

Gue emang terobsesi nyari Lengkuas aka Galangal. Soalnya Lengkuas termasuk sering gue pake sebagai penyedap masakan. Cabe merah?? Yaaa jelas dicarilah. Orang Indonesia gitu lohh, can't live without cabe dan sambel, not to mention Yoswar :P. Tapi sebenernya gue gak boleh ketergantungan begini. Gue udah berjanji pada diri gue (agak obsesi juga sih...:P), gue harus bisa beradaptasi dan memasak makanan lokal....ok that's another story, gue akan cerita-cerita later.

Waktu nemuin Lengkuas dan Cabe Merah, gue nyaris jejingkrakan. Finally found u, guyz! :)) Abis itu makin surprise lagi karena satu rak dengan items itu, ada toge, jeruk purut, daun jeruk purut dan daun sereh, trus deket-deket situ ada rak berisi duren-duren (hehehe...bukan duran duran)...howaaaaaa....norak deh langsung pengen teriak-teriak manggil Papin, yang lagi nungguin di deket tempat daging! Yeaaaa LULU ROCKS!!!


noh dia duran durannya :P

First impression gue about Lulu sangat memuaskan. Kalo ditanya pilih belanja di mana? Untuk saat ini gue akan menjawab, "Lulu! Tapi gak tau deh nanti-nanti."

Lha kok? Yang jelas Lulu uda ada in my first list. "Perburuan" tempat belanja berikutnya? Tunggu ceritanya ya. Masih ada beberapa referensi tempat yang pengen banget gue eksplor.

Lokasi :

(click to enlarge the map)

Lat 29°18'55.02"N
Long 47°57'32.89"E

Saturday, December 15, 2007

Cookaventure : Bangladesh String Bean

by : Dita

Satu hal yang paling gue suka adalah belanja sayuran. Seneng rasanya kalo pas belanja terus menemukan sayur-mayur yang juga ada di Indonesia. Dari beberapa kali pengalaman beli sayur sebelumnya, gue sering menemukan hal-hal yang bikin surprise.

Kejutan itu biasanya datang dari rasa, aroma dan karakteristik sayurannya. Bentuk-bentuknya sendiri tak jauh beda dengan sayuran yang ada di Indonesia.



Seperti yang gue temui pada String Bean Bangladesh ini atau yang kita kenal dengan Kacang Panjang. Secara fisik, bentuknya tak jauh beda dari Kacang Panjang Indonesia. Perbedaan terletak pada warnanya. Kacang Panjang Bangladesh berwarna pucat, hijau muda kekuningan, mirip seperti sayuran yang akan layu. Jadi jika biasanya masak menggunakan Kacang Panjang Indonesia bisa tetap terlihat hijau segar (asal gak overcook), kalo mengolah String Bean Bangladesh agak-agak susah untuk tetap terlihat hijau menggiurkan. Mau overcook atau nggak, penampakannya tetep aja keliatan seperti sayuran yang overcook :).

Update 18/12/07 :
Eh..eh...ternyata gue menemukan kacang panjang dengan warna-warna ijo segar seperti kacang panjang Indonesia. Tapi gatau nih asalnya darimana, kayaknya bukan dari Bangladesh. Gajadi deh buru-buru ngecap kacang panjang sini warnanya "jelek" :P

Friday, December 14, 2007

Pak Ibrahim

by : Pinot



Taxi masih menjadi andalan transportasi ke manapun kami pergi. Setiap naik taxi, kami selalu mendapatkan berbagai kisah baru dari supir-supir taxi dengan beragam latar belakang budaya. Hari ini, seperti biasa kami kedapatan supir yang hanya bisa bahasa Arab dan beberapa penggal bahasa Inggris. Ketika sang supir bertanya asal kami dan kami menjawab, dia pun tertawa.

"Haaa... I think you are Filipino. Jakarta! Jakarta! Indonesia! I go there! Last time!"

Keakraban pun terjalin. Yoswar yang duduk di depan sebelah pak supir (yang sedang bekerja - kok jadi lagu?) pun mulai mencoba mengobrol dengan bahasa campuran (Arab, Inggris, kode, bahasa tubuh dan semua alat bantu komunikasi). Tak lama berselang pak supir berkata :

"My wife is Indonesian!"

Dia mengambil handphone, memencet nomor dan berkata sejenak kepada lawan bicaranya, untuk kemudian menyerahkan handphone-nya ke Yoswar untuk berbicara.

"Talk to my wife."

Ternyata beliau menghubungi istrinya. Kamipun kemudian berkenalan, bertukar nama dan nomor telepon (sang istri bernama Wahida bekerja di LuLu Supermarket).

Sang supir - yang kemudian kami tahu bernama Ibrahim - bercerita banyak tentang dia dan Wahida istrinya. Sayang, kami hanya bisa mengangguk dan tersenyum tanpa berhasil menerjemahkan arti dan maksudnya. Dan kami pun masih bertanya-tanya, darimana asal negara Pak Ibrahim ini dan mengapa ia tidak bisa bahasa Indonesia sedikit pun? Padahal Pak Ibrahim beristrikan orang Indonesia :)

ps : Bu Wahida kalau baca blog ini bisa cerita-cerita? :)

Wednesday, December 12, 2007

People in Kuwait : They Love Kids!

by : Dita



Jauh hari sebelum menginjakkan kaki di negara padang pasir ini, seorang teman pernah bercerita, bahwa orang-orang Arab sangat suka anak kecil. Gue pikir, yaaa biasalah orang suka sama anak kecil.

Ternyata benar adanya. Kalo kita jalan-jalan terus ketemu orang Arab, pipi Leia dan Arwen tak habis-habisnya jadi sasaran cubit mereka :D. Sering kami temui, mereka sedang asyik dengan aktivitas masing-masing, begitu liat Arwen dan Leia, mereka langsung menghentikan kegiatan dan menghampiri 2 gadis cilik kami hanya untuk mencubit pipi-pipi mungil bocah-bocah ini.

They really love kids!

Pinky H2

by : Pinot



Pagi ini ada yang ngejogrok di parkiran apartemen, sebuah pinky Hummer. Ada yang minat?

UPDATE : saat didekati, Pinky H2 ini ternyata dihiasi elemen bling-bling. Seperti pada logo HUMMER di bumper belakangnya. Eeewwwwww.. dat sucha nigga style!

Bling Bling H2

Tuesday, December 11, 2007

Cookaventure : Indian Onion?

by : Dita



Sepintas bentuknya sama dengan bawang merah Indonesia, bawang merah India agak lebih langsing daripada bawang Indonesia yang montok-montok. Bedanya terletak pada aroma dan rasa. "Bau"nya lebih menyengat dan rasanya agak getir/pahit.

I just found out waktu lagi ngalusin bumbu untuk masak Ayam Panggang. Pas dicicipin, loh kok rasanya getir, baunya tajem pulak. Agak-agak paniki soalnya udah nyampur bumbu cukup banyak. Tapi untung bisa dinetralisir dengan tomat dan kecap :).

Waaaaaa jadi makin excited explore bumbu-bumbu dapur di Kuwait.

Monday, December 10, 2007

Baby Needs : Nursing Room Crisis

by : Dita



Ada yang bisa kasih masukan? Apakah nursing room merupakan barang langka di Kuwait? Sebuah ruangan private yang bisa digunakan untuk aktivitas ibu dan anak, seperti diaper changing ataupun breastfeeding. Even, di Mothercare-Mothercare (hehehe...Mothercare ngamprah soalnya) Kuwait, sebuah toko perlengkapan bayi ternama di dunia, tidak mempunyai sebuah nursing room?

Beberapa waktu lalu, saat jalan-jalan di The Avenues, sempet liat sebuah ruangan berlogo bayi tapi belum cek and ricek, gimana kondisi di dalamnya.

Actually, is it common, here in Kuwait, if we are nursing in public? Terus terang Mamin agak rikuh juga nyusuin di muka umum. Kalo di Jakarta mah gak masalah dan Mamin gak kikuk. Bagitu Leia rewel "nenen nenen", langsung aja nyusuin di tempat sambil ditutupin pashmina.

Beberapa kali Mamin kesulitan mencari ruangan privat untuk "nenenin" Leia waktu ke Sultan, Marina Mall dan The Avenues. Akhirnya, suatu ketika karena Leia uda "ribut" berat, terpaksa deh Mamin nyusuin di depan publik. Cuek aja deh!! Kasihan Leia.

Any comment?

Sunday, December 09, 2007

Less is More

by : Yoswar

Segala hal yang menarik di Kuwait adalah hal2 yang tidak biasa kami temui di Jakarta. Dan hal-hal tersebut justru banyak ditemui pada sesuatu yang sepele alias gak penting, tapi cukup membuat kami merasa "wow!!" dgn lingkungan baru kami.

Salah satu hal sepele yang menarik perhatian adalah lahan parkir kantor dan komposisi mobil yang mengisi lahan parkir tersebut. Teringat saat kami masih bekerja di kantor sebelumnya, jika kita melongok keluar gedung kantor kami dan melihat mobil2 yang parkir disitu, umumnya terlihat beberapa "kasta" mobil, seperti seperti avanza/xenia, apv, honda jazz di kasta sudra alias buruh (no offense guys..:-)). Di kasta berikutnya terdapat Nissan Xtrail, Toyota Camry, Honda Civic/Accord di kasta brahmana alias manajer. Kasta2 diatas itu umumnya tidak terlihat di depan gedung kami bekerja. They have their own private parking space.

Saat kami bekerja disini, terlihat pemandangan yang cukup berbeda di tempat parkir. Walaupun tempat parkir di sini sangat terbatas, mengingat kantor kami merupakan "kelas jauh" dari kantor pusat yang ada di Suwaikh atau studio yg ada di Ardiya, tapi mobil2 yang mengisi tempat parkir tersebut cukup membuai mata (semacam mobil2 yg selama ini cuma bisa kami lihat di game Need For Speed atau Gran Turismo). Cukup sampai situ, bahkan utk memilikinya pun kami tidak berani bermimpi.

Mobil2 seperti Hummer, Nissan 350Z, Chrysler Crossfire, Range Rover Sport, VW Golf R32 dan Mini Cooper S adalah beberapa diantaranya. Perlu diketahui, bahwa mobil2 ini rata2 adalah mobil2 kasta "sudra"-nya sini. Dari mobil2 diatas, hanya Range Rover Sport saja yang merupakan mobil kasta brahmana (manajer). Seperti Hummer, dan Mini Cooper yg dimiliki oleh beberapa editor, dan jajaran "buruh kasar" lainnya. Sangat berbeda dgn kantor kami sebelumnya.....jauhhhh. :-)

Dari hal2 kecil, "keanehan" dan perbedaan ini yg membuat kami tersadar akan nikmat dan berkah yg kami dapat saat ini. Minimal, kami saat ini sudah berani bermimpi untuk minimal memiliki mobil2 tersebut. Alhamdulillah.....


Silakan bermimpi mau pilih yang mana? (click to enlarge)

Windy Kuwait City

by : Pinot



Beberapa hari ini angin sejuk mulai menghiasi cuaca Kuwait. Dengan kecepatan angin sekitar 9 - 15 km/jam, udara dingin yang dibawa cukup membuat panik Arwen & Leia. Bolak balik minta topi atau kupluk buat menutup kepala. Tapi secara umum, 2 bayi pendatang ini cukup menikmati cuaca Kuwait - terutama saat jalan-jalan ke Marina kemarin.



Awan sudah mulai banyak menebar selimut langit, menghalangi sinar matahari dan memberi kesan mendung. Beberapa kali kami sempat tertipu mengira bahwa hujan akan datang - dengan kondisi yang sama, di Jakarta sudah pasti akan turun hujan - namun ternyata hanya percik-percik air saja yang turun ke bumi. Barangkali memang hujan masih malu-malu dan belum pede untuk mendarat di dataran pasir Kuwait.

This Month Trend 4


Trend
EXPIRED
FRESH
FoodSardenMamin's Kitchen
ShoppingIKEAIKEA with family
EntertainmentEnjoying the WeatherEnjoying the Family Reunion
Major ExpensesHousewareKitchenware
Main MissionDriving LicenseFamily Civil ID
Last month trend click here.

Saturday, December 08, 2007

Marina Fun

by : Dita

Jumat tlah tiba! Means : Libur tlah tiba! Biasanya ini waktu buat Papin jogging. Kalo dulu Papin ke Marina buat jogging (Marina Run) membakar lemak-lemak nakal, sekarang bertambah lagi aktivitas fat burning yang dilakukan di Marina...ngejarin Arwen dan Leia main di playground pinggir pantainya.

Rencananya sih pagi itu Papin mau lari pagi, tapi apa daya bangun kesiangan (yeaaaa...classical problem :P), padahal Mamin udah pagi-pagi bangun kriyip-kriyip siapin bekal buat anak-anak, tapi begitu liat yang lain masih pada "ngorok" dengan suksesnya, apa daya mending ikutan terlelap lagi di balik selimut....hehehe. Akhirnya menjelang siang, abis breakfast, kami baru berangkat ke Marina. Kalo Papin sendiri biasanya jalan kaki dari apartemen ke Marina, tapi berhubung bawa 2 bayi dengan gembolan stroller, akhirnya kita putusin naik taxi aja.



Dduuuhhhh...entah kenapa rada susah cari taxi pagi itu. Beberapa kali ada orang-orang yang menawarkan tumpangan. Mungkin kasian liat kami berdiri di pinggir jalan bawa bayi. Tapi menurut Papin, it's common...di sini kalo liat keluarga bawa bayi ato anak-anak sering ditawarin tumpangan. Nice...but Mamin gak bisa percaya begitu aja laa, kalo ada apa-apa, di negara orang gitu loh!

Setengah jam lebih kami menunggu taxi. Bukannya penuh, tapi jarang banget. Kalopun ada pasti udah ada penumpangnya. Tiba-tiba sebuah mobil toyota berisi pasangan Arab-Filipina berhenti di depan kami. Mereka menawarkan tumpangan dan menanyakan tujuan kami. Dengan santun kami tolak (walopun dalam hati mauuuuu juga sihhh.....capek banget berdiri dari tadi nggendong Leia). Mereka memaksa dan mengatakan tujuan mereka juga ke Marina.

"No, thank you!" tolak kami untuk beberapa kalinya.

Si bapak Arab langsung turun dan beberes kursi belakang mobil, some of his stuffs dia masukin ke bagasi. Lah loh...dia insist ternyata. Si Ibu Filipin masih merayu-rayu untuk naik ke mobil mereka. Yo wis lah, my insting said, "they seem so nice", gak ada bad intuition sama sekali.

Akhirnya kami menumpang mobil mereka. They thought we were Filipino! Hahahaha.....kecele mereka. But that's ok. Ibu Filipin cerita, si Bapak Arab -belakangan kami tau namanya Mohammed Jamal- sering memberikan tumpangan buat orang-orang Filipin yang mau berangkat kerja ke city. Kebetulan pak Jamal punya toko kacamata di city. Bolak-balik dia promoin tokonya dan mengundang kami untuk datang. Tak terasa obrolan yang berlangsung cukup hangat dari Salmiya ke Marina terhenti di tempat tujuan kami, Marina Mall.



Kami sempet muter-muter dulu di dalam mall, sebelum akhirnya keluar ke pinggir pantai. Jadi lokasi mall ini persis berhadapan dengan pantai. Bagian depan mall, dipenuhi dengan cafe-cafe yang berjajar sepanjang pantai dan menyediakan kursi-kursi duduk di luar cafe, sehingga pengunjung bebas menikmati pemandangan pantai. Tapi kalo musim panas boro-borooooo!!! Mau disamber angin panas...nyosss!!! Ini karena lagi musim dingin aja rame begini.



Melewati deretan cafe, kami menuju ke area playground. Senengnya bisa liat playground (duuhhh gemes karena di Jakarta gak ada playground). Indah banget suasananya. Bocah-bocah berlarian di lapangan rumput, sesekali terdengar tawa dan jeritan nakal anak-anak, ditingkahi semilir angin pantai yang sejuk dan debur ombak laut lepas....duuhh serasa gak pengen musim panas :P. Arwen dengan gembiranya berlarian mencoba mainan-mainan yang ada di sana. Sementara Leia dan Mamin menunggu di pinggir pantai sambil menikmati sebotol jus dan roti panggang bekal dari rumah.



Menurut Papin, kalo musim panas, pantai ini ramainya justru di malam hari, apalagi menjelang weekend. Pas kita ke sana emang lagi ramai banget, karena pas kebetulan juga lagi ada event freestyle & skateboarding. Papin sempat ngga mau bergeming pindah ke tempat lain karena saking excited-nya nonton event tersebut. Maklum, (katanya) mantan skater :P



Setelah puas bermain dan terlihat anak-anak udah mulai ngantuk, kami memutuskan untuk pulang. Hujan rintik-rintik mengiringi kepulangan kami. Sebelumnya mampir ke Sultan dulu (di seberang pantai Marina), mau beli sayur dan buah-buahan.

Sampai apartemen, semua tewas dengan suksesnya, setelah lelah hampir seharian bermain. Bangun-bangun udah jam 9 malem, laper euyy...Untung tadi sempet mampir Sultan. Mamin masak bentar dan akhirnya kami menikmati malam dengan dinner Chicken Rosemary...nyam-nyam, abis itu...bobok lagi donggg!!! Dasar kebluk!!! :D

Foto-foto bisa ditengok di sini.

Friday, December 07, 2007

People in Kuwait : Parade Boots

by : Dita



Fashion item apa yang sekarang lagi hype di Kuwait?

Boots!! Bukan...bukan Boots monyet Dora :P, tapi sepatu Boots.

Maklum udah mulai masuk musim dingin, kemana-mana liat perempuan-perempuan (terutama) ber-Boots-ria. Anehnya bukan mantel-mantel dan coat-coat gaya yang menarik perhatian, tapi justru Boot-Boot yang eyecatching lebih mencuri perhatian kami. Dari yang model flat dengan warna-warna kalem sampe yang high heel dengan warna kinclong bak penyanyi dangdut, semua wara-wiri di sini.

Perhatian diawali dari teman kerja Papin - tentu saja wanita - yang bersepatu boots menutupi ujung jari kaki hingga betis sedikit di bawah lutut. Bunyi cetak-cetok high heel sepatu boots meramaikan suasana kantor. Nataly, yang bersepatu boots berwarna perak abu-abu mengatakan, seperti layaknya di Eropa, wanita di Timur Tengah - terutama negara yang mengalami musim dingin - rata-rata menggunakan sepatu boots. Agar kaki tetap hangat dan gaya, katanya sambil mesem-mesem.
Function & fashion, eh?

Wednesday, December 05, 2007

Simpatik - Si Sami pakai Batik

by : Pinot

Saat pulang ke Jakarta kemarin, Papin diberi selembar dolar 20-an oleh Sami untuk dibelikan celana batik buat tidur. Saat ditawarkan kemeja batik, dia cenderung menolak karena menghindari corak atau motif yang terlalu mencolok. Lha tiap hari busananya hitam-hitam melulu. Kerja di divisi kreatif kok penampilannya gitu-gitu aja.

Sampai di Jakarta, Papin tetap belikan kemeja buat dia. Corak dan warnanya merah meriah & abu-abu bercorak. Biarin deh, kalau dia ngga suka bisa dihibahkan ke orang lain. Sementara itu, bos kami Bader juga sudah dibelikan batik sebelumnya oleh Mamin.

Setelah kembali ke kantor, batik-batik tersebut diserahkan kepada pihak-pihak terkait (Sami & Bader). Alhamdulillah, mereka sangat senang dengan oleh-oleh batik tersebut. Tidak tanggung-tanggung, kemeja batik langsung dipakai dan mereka tampak bangga dengan kemeja batik tersebut. Sami, seperti merasa menjadi orang Indonesia dan bergaya bak presiden Indonesia berpidato : "My fellow Indonesian. Today, I'm wearing this batik to show you all.. that I'm Indonesian"


Bergaya pidato seperti Presiden Indonesia... atau Che Gueveara (baret itemnya itu lho)?


Bos Bader bangga dengan kemeja batiknya.. uhuiy!

ps : kalau jaman 80-an akronim simpatik bisa berarti simpanse pakai batik :D

Cookaventure : Kuwait Herb Spinach?

by : Dita

Udah 4 harian di Kuwait, rasanya kangen masuk dapur lagi. Penyebabnya selain pengen eksplor masak, juga untuk entertaining myself, apalagi belum ada TV di apartemen kami (tapi bersyukur juga jadi anak-anak gak dikit-dikit minta nonton TV) dan belum mood untuk jalan-jalan keluar sendirian.

Setelah sekian bulan gak ngutak-ngatik dapur (karena selama ditinggal Papin, kami tinggal di rumah Mama), pengen banget nguprek di dapur begitu liat kompor, oven, microwave dan rice cooker. Cuman belum ada perkakas lain, kayak pisau dapur, talenan, ulekan dan antek-anteknya. Kulkas pun belum ada, jadi agak susah untuk nyetok-nyetok sayur dan buah-buahan. Jadi so far titip Papin belanja sepulang kantor untuk masak keesokan paginya.

Malam itu Mamin punya rencana besok pagi mau masak sayur bening bayam dan ayam goreng kuning, jadi begitu pulang kantor, Papin berencana ke Sultan, Mamin langsung titip-titip. Kali-kali di Sultan ada bayam, seperti yang Mamin lihat kemarin di Carrefour. Dan kebetulan pas Papin lunch sempet nyariin pisau dapur dan talenan buat Mamin. Jadi udah enak mau motong-motong sayuran.

Di Sultan, Papin agak kesulitan menemukan bayam, sempet ngabarin Mamin bahwa bayamnya gak ada. Tapi setelah dilihat-lihat ternyata ada kata Papin.

Yo wis, Mamin bilang," ambil aja 2 iket."

Menurut Papin, 2 iket kebanyakan, mending 1 iket aja. Lah emang 1 iketnya gede banget apa? Mamin langsung inget iketan kalo beli bayam di Indonesia. Pan kecil?

Papin bilang, "iketannya gede, satu genggaman orang dewasa aja gak muat".

"Weehhh??? Gede banget dong! Berapa?"

"0.215 KD," kata Papin.

"Heee....6 ribuan, 1 iket gede? Udah sikat!" sambung Mamin.

"Ayamnya yang drumstick kan? Ada nih isi 5. Mau? Setengah kilonya 0.905 KD (red-sekitar hampir 30.000-an rupiah)" tanya Papin.

"Iya beli sekilo aja," sambut Mamin dengan gembira karena semua pesenan ada.

Papin sampai rumah krucils udah bobok, kesempatan nih buat Mamin sekalian mengolah ayamnya, jadi besok pagi tinggal nggoreng. Pas bongkar-bongkar kantong belanjaan, kok Mamin gak menemukan bayamnya.

"Lah ini apa?" kata Papin sambil mengambil seikat bayam dari dalam kantong belanja.

"Heeee?? Itu bayam? Bayam belah mana? Iketannya segitu?" kata Mamin heran karena penampakannya gak kayak bayam Indo. Ya ampyun, ternyata iketannya tuh kecil mana cukup untuk makan orang sekampung....hahahaha....Mamin aja bisa nggenggam kumpulan batangnya. Sementara persepsi Papin, yang digenggam bukan batangnya, tapi daun-daunannya yang rimbun....ya iyalah gak bisa digenggam satu tangan. Oalaaahhhh...begitu deh laki kalo belanja :P.

"Itu tulisannya Kuwait Herb Spinach," sela Papin.



Mamin pasrah mode on, ya sutrala. Kita coba aja deh, penasaran juga kayak apa sih rasanya mahluk yang bernama Kuwait Herb Spinach ini. Tapi gak jadi bikin sayur bening bayam, lupa juga gak punya kencur. Ditumis aja sama jagung pipilan dan bawang bombay sisa kemaren.

Setelah dirasain ternyata rasanya sama aja kok dengan bayam Indonesia :), cuman bedanya yang ini daunnya lebih gede-gede, bentuk daunnya pun berbeda. Tapi ngomong-ngomong kok masuk dalam keluarga herb ya?

Tuesday, December 04, 2007

Shopaventure : Ada Carrefour di Avenues

by : Dita

Hari pertama di Kuwait, setelah melepas penat, kami sempet belanja di The Sultan Center, cari susu UHT, diapers dan pernak-pernik krucils. Di Sultan Center, harga diapers Pampers isi 42 sekitar 2.600 KD (1 KD=kurleb Rp 30.000,-), sabun cair Pigeon Hair & Body 1.980 KD, Pigeon Baby Wipes 30 sheets 0.530 KD. Lumayan Lengkap dan buka 24 jam. Soal harga, denger-denger sih lebih murah Carrefour.


Komposisi standar keluarga Neverland saat belanja. Kali ini di Sultan Center

Hari kedua, coba-coba survey harga di Carrefour Avenue (Yippeee ada Carrefour! *norak yak*. Feels like home gitu. Ada tempat yang kita familiar untuk belanja) sekalian nyari pisau dapur dan peralatan masak. Maklum, kemaren-kemaren, sebelum Mamin dateng para bujangan di apartemen cuman punya alat masak seadanya. Sejauh mata memandang, cukup komplit juga. Yang pertama dicari adalah susu UHT anak-anak. Susu Almarai seharga 0.250 KD (kalo beli di bakala deket apartemen bisa seharga 0.350 KD). Buah-buahan banyak, sayur-sayuran yang akrab di Indonesia ada juga. Cuman belum terlalu eksplor, maklum karena di apartemen belum ada kulkas, jadi belanja sayur seadanya aja untuk 1 hari makan. Masak juga belum bisa yang aneh-aneh, baru bikin sup dan beef and brocolli with black pepper sauce, yang bahan-bahannya jelas-jelas ada...hehehehe....


Carrefour Avenue, Kuwait

Abis belanja di C4, sempet liat-liat dulu di lantai 1 Avenue Mall. Mamin sempet masuk ke Zara dan liat-liat harga, ternyata gak beda jauh sama di Jakarta (kirain lebih murah). Beberapa item memang lebih murah, tapi gak semuanya. Gitu juga dengan Mothercare, sempet mampir cari kursi mandi anak-anak, sekalian cek harga. Hhhmmm....untuk kursi mandinya lebih murah daripada babyshop di Jakarta, pernak-pernik sandang ada yang lebih murah, ada yang lebih mahal, stroller??? ini dia yang paling mahal, harganya berkali-kali lipat dari Jakarta *phhuuiihhh...untung bawa stroller dari Jakarta*

Pulang belanja, lappperrrr berat sementara Leia masi cranky gak bisa diajak kompromi, akhirnya perut Maminlah yang diajak kompromi :). Menjelang mimpi, Mamin baru inget, PISAU dan PERALATAN DAPURNYA LUPA DIBELI....gubraaakkkkkk!!!!! wakakakakakkk!! Saking excited-nya browsing di C4. Akhirnya besok pagi, Mamin masak bermodalkan Victorinox Papin dengan meja dapur sebagai talenannya..hehehehe...darurat abis! Untung mejanya marmer :P.

Saturday, December 01, 2007

Ahlan Wa Sahlan Neverland Family



Here we are. Starting new chapter in Kuwait with the whole family.

Petualangan Dimulai

oleh : Pinot & Dita



Pukul 16:15, kami berempat meninggalkan negeri tercinta. Keberangkatan kami lengkap satu pasukan berikut gembolan-gembolan yang nyaris overweight (maklum bawa bayi), menandai dimulainya Neverland Journey. Papin, yang biasanya wira-wiri sendiri sekarang excited karena ditemani Mamin, Arwen dan Leia. Walau juga harus diakui, sebenarnya Papin sendiri jadi lebih ketar ketir daripada biasanya. Maklum, baru pertama kali ini kami traveling jarak jauh dengan 2 bayi, naik pesawat pulak yang gak ada berhenti-berhentinya.


Good bye everybody, sez Arwen

Selain itu sudah pasti dibutuhkan stamina lebih demi menjaga kenyamanan perjalanan 2 bayi ini. Apalagi Leia yang gampang bosan dan menu wajib breastfeeding. Untungnya Arwen tidak rewel dan justru terlalu excited. Thanks juga to Ipod yang udah jadi hiburan Arwen dan Leia slama perjalanan. Bahkan saat pesawat beberapa kali mengalami goncangan karena cuaca buruk, Arwen malah berteriak-teriak kegirangan, "goncang! goncang! asikkkk!!", sementara emak bapaknya ketar-ketir.

Hingga pesawat mendarat di Abu Dhabi sekitar 10 jam kemudian, Arwen hanya sempat tidur beberapa menit. Sisanya ketawa-ketawa becanda wira-wiri kemana-mana. Sementara Leia sempat beberapa kali tertidur lama, untungnya ada baby bassinet, jadi ia bisa dengan nyamannya terlelap di balik selimut.



Mengurangi rasa bosan dengan mewarnai buku warna & memandang dataran awan dengan matahari terbenam di ujung sana

Transit di Abu Dhabi memakan waktu 9 jam dan sayangnya Airport Hotel sudah penuh. Kami pun terpaksa tidur bermodalkan kursi tunggu bandara. Arwen dan Leia yang dari tadi terlihat full-charged baterenya, tiba-tiba meredup mengantuk dan tidur. Papin dan Mamin pun bisa mengambil kesempatan tersebut untuk merem sejenak. Sayangnya, ketidak-nyamanan kursi bandara membuat Arwen harus terbangun dan menangis. Kasihan, bolak balik mengucapkan kata sambil sesenggukan, "Arwen pingin bobok di rumah.."
Kami pun berusaha mengalihkan rasa letih Arwen ke toko mainan di bandara tersebut. Sayang, Abu Dhabi International Airport gak baby friendly, gak ada nursing room, kamar mandi khusus bayi dan playground untuk anak-anak. Yang ada hanya jajaran duty free shop yang hanya bisa dinikmati orang dewasa :(. Bayangin mau nyari susu uht aja susyeeenya minta ampun.


Bagai pengungsi tanpa istirahat yang layak

Setelah menunggu tanpa istirahat yang layak, akhirnya kami berangkat paginya pukul setengah sembilan. Dalam perjalanan 45 menit ke Kuwait, Arwen dan Leia bisa sejenak membalas rasa letih mereka untuk memejamkan mata di kursi pesawat.

Di bandara Kuwait, kami bisa segera keluar tanpa ada masalah administrasi dan barang bawaan. Mas Heru sudah menunggu di gerbang untuk menjemput kami. Udara sejuk musim dingin juga menyambut kedatangan kami (berbeda saat Papin tiba di awal bulan Juli lalu, yang langsung 'ditampar' angin panas Kuwait saat summer).

Tiba di apartemen, kami bersih-bersih dengan air hangat. Walau Arwen sempat canggung dengan suasana barunya (dan kembali ingin bobok di rumah), akhirnya kami bisa memejamkan mata, sejenak melepas penat untuk membalas istirahat yang tertunda selama hampir 20 jam.