Showing posts with label illustration. Show all posts
Showing posts with label illustration. Show all posts
Wednesday, May 06, 2015
Watercolor: Musisi Jazz di Stasiun Subway
Terinspirasi dari apa yang kami lihat (dan nikmati) saat di stasiun 23rd, Papin menerjemahkannya dalam bentuk ilustrasi cat air.
Friday, February 06, 2015
Tuesday, November 12, 2013
Sarapan Chai Haleeb & Chapati
Entah kenapa (dan dimulai dari kapan) begitu memasuki bulan-bulan musim dingin, pengennya tiap pagi itu mampir ke warung india buat menyeruput chai haleeb (teh susu) dan nyocol chapati ke kari. Seperti hari ini, pulang dari mengantar Arwen & Leia sekolah, Papin, Mamin & Neo mampir warung india dekat rumah.
(coretan gambar ini bagian dari seri SEVEN Draw Your Day)
Kali ini kita mencoba warung baru yang direkomendasikan teman. Lokasinya juga tidak jauh dari rumah. Seperti biasa, warung penuh dengan supir-supir taksi berkebangsaan India, Pakistan atau Srilanka. Biasanya, kalau warung ramai dengan supir-supir ini berarti makanannya enak. Dan tentu saja murah!
Satu roti chapati harganya 50 fils atau Rp 1500 dan kari ayam Rp 15000. Plus chai haleeb 100 fils atau Rp 3000. Murah & kenyang!
(coretan gambar ini bagian dari seri SEVEN Draw Your Day)
Kali ini kita mencoba warung baru yang direkomendasikan teman. Lokasinya juga tidak jauh dari rumah. Seperti biasa, warung penuh dengan supir-supir taksi berkebangsaan India, Pakistan atau Srilanka. Biasanya, kalau warung ramai dengan supir-supir ini berarti makanannya enak. Dan tentu saja murah!
Satu roti chapati harganya 50 fils atau Rp 1500 dan kari ayam Rp 15000. Plus chai haleeb 100 fils atau Rp 3000. Murah & kenyang!
Wednesday, May 15, 2013
Mengemudikan Kendaraan Sambil Membaca
Seorang teman berkebangsaan arab dalam perjalanan ke kantor menjumpai sebuah kendaraan yang berjalan sangat pelan di jalur cepat ruas highway. Dalam hatinya, pasti pengemudinya sambil telpon atau SMS seperti yang biasa disaksikan di sini. Saat disalip, betapa terkejutnya dia ketika mendapatkan pengemudinya seorang wanita paruh baya sedang membaca buku - yang menurutnya adalah Al Qur'an - di tangan kanan dan kiri di setir.
Teman menyempatkan diri mengambil foto dengan iPhone-nya dan menunjukkannya pada kami di kantor sambil bercerita dengan semangatnya, seolah ngga percaya dengan apa yang dia lihat. "Menelepon & SMS saja sudah berbahaya, ini membaca kitab?!? Dan seharusnya membaca kitab suci harus konsentrasi, fokus dan tenang, bukan di jalan!!"
Kami hanya senyum-senyum mendengarkan ceritanya sambil menunjukkan foto-foto yang dia ambil, sambil berujar kepadanya "Selamat datang di Kuwait." :D
Note: walau ada bukti foto, teman kami prefer utk tidak menggugah foto-foto tersebut secara online. Maka dibikin sketch saja.
Teman menyempatkan diri mengambil foto dengan iPhone-nya dan menunjukkannya pada kami di kantor sambil bercerita dengan semangatnya, seolah ngga percaya dengan apa yang dia lihat. "Menelepon & SMS saja sudah berbahaya, ini membaca kitab?!? Dan seharusnya membaca kitab suci harus konsentrasi, fokus dan tenang, bukan di jalan!!"
Kami hanya senyum-senyum mendengarkan ceritanya sambil menunjukkan foto-foto yang dia ambil, sambil berujar kepadanya "Selamat datang di Kuwait." :D
Note: walau ada bukti foto, teman kami prefer utk tidak menggugah foto-foto tersebut secara online. Maka dibikin sketch saja.
Thursday, February 21, 2013
Ketagihan Indomie Cup Noodle
Bulan Januari, udara sedang dingin-dinginnya. Dari jam 5 pagi, warung depan apartemen kami sudah sibuk menyiapkan Indomie cup noodle dengan bumbunya & air panas, untuk anak-anak sekolah yang sudah ramai berkumpul di depan warung sebelum sekolah dimulai.
"Setiap hari kira-kira 40 cup selalu habis oleh mereka," kata si penjaga warung.
"Untung banyak dong?"
"Ah, anak-anak baong itu malah banyak yg ngutang," ujar dia dengan wajah mrengut.
Setiap pagi, setiap hari, setiap sebelum ke sekolah mereka menyantap Indomie tersebut. Terbayang kondisi perkembangan otak mereka karena selalu mengkonsumsi MSG :D
Wednesday, February 06, 2013
Jamal is Crazy
Sudah beberapa hari ini Arwen & Leia pulang sekolah dijemput oleh Jamal. Pengalaman baru buat mereka, karena semobil dengan Jamal tanpa papin atau mamin. Mereka pun jadi sering menyimak pembicaraan Jamal yang inggrisnya campur sari belang bentong. Belum lagi saat diajak ngobrol, mereka banyak ngga mudengnya.
Suatu ketika saat mereka tiba di rumah, Arwen bilang "He's crazy! I don't understand what he was saying! At all!"
• I'm Jabriya = maksudnya 'Saya lagi di Jabriya (nama tempat)'
• Jamal kebiasaan memanggil anak-anak kami dengan kata 'Uncle'. Jadi mereka dipanggil 'uncle Arwen', 'uncle Leia' dan 'uncle Neo'.
• Jamal sering ngomel-ngomel & teriak berantem dengan pengendara lain. Semoga Arwen & Leia ngga ketularan ngomong kasar ajaib.
Wednesday, October 31, 2012
Are You Moslem?
Di tempat kami tinggal, bangsa India sangat dominan, terutama yang muslim. Suatu ketika saat kami berbelanja di bakala (mini market) dekat rumah, kasirnya yang berkebangsaan India bertanya pada Arwen & Leia.
"Where are you from?"
"Indonesia."
"Indonesia? So are you moslem?"
"Yes," jawab Arwen & Leia senyum-senyum.
"Because you're moslem, then I'll give you these lollypops."
Dalam perjalanan pulang, Arwen bertanya "Kalau kita bukan muslim, kita ngga akan dapat lollypop ya?" Hihihihi.
Disketsa dengan Samsung Galaxy Note II & software S Note.
Monday, October 01, 2012
Chapter Baru: Minivan Buat Transportasi

Setelah mamin dapat SIM (papin masih juga belum dapat :P), kami seperti dimudahkan untuk bawa mobil sendiri di Kuwait. Sempat sewa mobil, dipinjamkan Yoswar & Bayu yang liburan mudik, akhirnya kami memberanikan diri untuk memiliki sendiri sebuah kendaraan. Kini, Arwen & Leia tidak lagi berangkat & pulang sekolah menggunakan bus sekolah tapi diantar oleh mamin (kadang-kadang papin yang nyetir) & Neo. Minivan ini kami beri nama Chrys Kelana (kelana = Voyager) atau Chrisye. Semoga si Chrys ngga rewel ya. Amin.
Check our other sketches & illustrations about our journey in Kuwait here.
Monday, September 24, 2012
Sketching Kuwait
Digital sketches about our journey in Kuwait with Galaxy Note.

Vintage gadgets seller in Kuwait friday market. We find a lot of retro gadgets like Polaroid cameras, calculators, Nintendo consoles. More about Kuwait friday market.

A shawarma restaurant. They put fruits on the top of the meat. One of the guy slices the laham (meat) & other creates saj (similar to kobus bread) from doughs.

Arabian musics in the mall at Ramadan month.

Free gahwa and tea for iftar at Ramadan month.

Two Indian ladies waiting in front of bakala. India is the second largest population in Kuwait after Egypt.

Cashier guy in a grocery store with some Indonesian stuffs: "One telor asin and two terasi, all 1.2 KD."
A taxi driver having a good time. While driving, pulling his left leg & pulling hairs from his hairy nose. Life is good, eh?
Woman sells Kuwait traditional hand-woven textile, Sadu, in Souk Jumah. Some European tourists bargaining the price.

Waiting in the car wash station.
More sketches are coming. Stay tuned. Check our other sketches & illustrations about Kuwait here.
Vintage gadgets seller in Kuwait friday market. We find a lot of retro gadgets like Polaroid cameras, calculators, Nintendo consoles. More about Kuwait friday market.
A shawarma restaurant. They put fruits on the top of the meat. One of the guy slices the laham (meat) & other creates saj (similar to kobus bread) from doughs.
Arabian musics in the mall at Ramadan month.
Free gahwa and tea for iftar at Ramadan month.
Two Indian ladies waiting in front of bakala. India is the second largest population in Kuwait after Egypt.
Cashier guy in a grocery store with some Indonesian stuffs: "One telor asin and two terasi, all 1.2 KD."
A taxi driver having a good time. While driving, pulling his left leg & pulling hairs from his hairy nose. Life is good, eh?
Woman sells Kuwait traditional hand-woven textile, Sadu, in Souk Jumah. Some European tourists bargaining the price.

Waiting in the car wash station.
More sketches are coming. Stay tuned. Check our other sketches & illustrations about Kuwait here.
Pak Tua di Parkiran

Tadi sore, papin bermaksud mengeluarkan mobil dari parkiran. Terlalu sempit. Sudah maju mundur tetap ngga dapat space. Melihat kaca spion, ada satu bapak tua tertatih pakai tongkat dengan kantong kresek berdiri. Papin pikir "Oh dia mau lewat. Biarin dia jalan dulu." Tapi si bapak tetap di situ sambil melambai-lambaikan tangan. Ternyata dia bermaksud membantu melihat jarak supaya mobil kami bisa keluar dari parkiran. Dia berteriak-teriak dengan bahasa arab yang kira-kira berarti "Terus! Terus! Masih jauh!" sambil melihat ke dalam mobil tersenyum kepada Arwen, Leia & Neo.
Setelah bebas, papin pun menyapa & mengucapkan terima kasih. Si bapak tua tersenyum sambil dadah-dadah ke krucil dan melanjutkan perjalanan dengan tertatih-tatih menggunakan tongkat.
Sekian kalinya kami menemukan orang-orang berhati mulia di negeri yang gersang ini. God bless him & his family. Amin.
Sunday, August 19, 2012
Lebaran 2012

Akhirnya berkesempatan shalat eid di masjid yang dikhususkan untuk orang Indonesia. Jadi bisa dengerin khotbah bahasa Indonesia.

Selesai shalat, siangnya kami berbatik ria menuju rumah pak Duta Besar untuk acara open house.
Setelah bersalam-salaman, kami menuju halaman belakang, masuk ke dalam tenda dengan puluhan pendingin udara - maklum saat ini masih sangat panas dengan suhu 45ºC-48ºC - tersedia makanan kampung halaman! Merayakan eid fitr secara harafiah: pesta makan-makan!
Wednesday, August 01, 2012
Ramadan: Gerge'an
Gergean adalah tradisi tengah Ramadan saat bulan purnama, anak-anak berbusana tradisional berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyanyikan lagu tradisional dan mendapatkan candy & sweets, mirip dengan tradisi trick or treat Halloween di negara barat.
Arti harafiahnya, gergean adalah mengetuk pintu. Ada yang mengatakan tradisi ini lahir di lingkungan kaum syiah, bertepatan dengan hari lahir imam besar syiah. Kemudian menyebar ke jazirah arab. Di Oman mereka memanggilnya Qaranqashoh. Tidak diketahui apakah ada keterkaitan langsung dengan tradisi Halloween.
Related stories:
- Apa itu Gerge'an?
Saturday, July 28, 2012
Ramadan: Special live music in the mall

Bentuk lain festivity Ramadan di Kuwait adalah pertunjukan musik khas arab di mall. 4 orang dengan alat musik masing-masing aud (dawai khas timur tengah), biola, tabla dan satu orang menyanyi sambil menepuk tangannya. Mereka bermusik di dalam tenda yang didirikan di dalam mall. Bahkan mereka juga mengundang pengunjung untuk turut bernyanyi atau sekedar bertepuk tangan sesuai irama, duduk di tengah2 mereka.
Thursday, July 26, 2012
Ramadan: Tamar Hindi Juice Man
Salah satu pemandangan khas Ramadan di Kuwait adalah hilir mudiknya orang ini. Membawa tangki berisi tamarindus indica juice (jus asam jawa) & glycyrhiza glabra juice, menawarkan kepada pengunjung pusat perbelanjaan terutama kepada mereka yang berbuka puasa.
Ini bukan kultur asli lokal terutama negara-negara teluk, tapi berasal dari daratan Syria, Lebanon & Turki. Dahulunya, minuman yang dijajakan adalah wine. Namun setelah pengaruh Islam besar, mereka menggantinya dengan buah-buahan lain.
Sepertinya di sini juga berlaku tagline ikan "Berbukalah dengan yang (asam) manis."
Monday, July 09, 2012
Arwen Dan Uang 1 Dinarnya
Arwen mendapatkan uang dari 'peri gigi' yang ditukar dengan gigi tanggalnya, ditaruh di bawah bantal. Setelah sekian hari, dia bingung mau dipakai buat apa uangnya. Bimbang antara makanan atau mainan. Dia terlalu sayang dengan uang pertamanya untuk dihabiskan pada sesuatu yang tidak penting.
Hingga siang ini, dia berkata "Aku lihat ibu-ibu tua duduk di luar. Kasihan. Boleh nggak uangnya aku kasih dia?" Kami takjub & terkejut mendengar pernyataannya. Kami perbolehkan & dia memberi uang tersebut ke ibu itu. Sebagai 'pahala', Arwen pun kami ajak makan dengan menu yang dia suka.
"I think the toothfairy is happy when I gave the money to that old woman," kata Arwen sambil makan es krim. We are all more than happy because of you, Arwen.
Friday, June 01, 2012
Si Penjual Semangka
Suhu berkisar 48˚C siang ini. Tapi tidak menghalangi pemuda ini menjual semangka di pinggir jalan. Berjualan seperti ini beresiko diusir polisi, apalagi jika dilakukan di area pemukiman Kuwaiti. Atau dihampiri petugas CO-OP (koperasi pemerintah) dan diharuskan membayar denda sekian KD kepada pemerintah karena melakukan perdagangan di luar sistem yang sudah ditetapkan.
Saturday, March 31, 2012
Ketika Jamal Berkelahi
Masalahnya sepele, Jamal menyerobot jalur orang. Bukannya minta maaf, malah adu mulut & gebuk-gebukan. Yang kocak saat Jamal nempel-nempelin pantat di mobil biar ngga bisa jalan.
Sementara Papin cuma cengengesan lihat semuanya. Sempat mau bantu tapi dipikir-pikir ngapain juga, lha yang salah memang si Jamal. "Anta haiwan! Anta kelf!" Sama saja orang sini kalau sudah bersumpah serapah.
Sementara Papin cuma cengengesan lihat semuanya. Sempat mau bantu tapi dipikir-pikir ngapain juga, lha yang salah memang si Jamal. "Anta haiwan! Anta kelf!" Sama saja orang sini kalau sudah bersumpah serapah.
Wednesday, January 18, 2012
Si Bapak Penjual Buah
Orang Arab suka anak-anak, terutama yang berwajah asia seperti krucil kami. Seperti saat kami belanja buah-buahan di Souk Mubarakiya, Arwen bermaksud membeli apel. Si bapak tua yang tidak bisa berbahasa Inggris berusaha berkomunikasi dengan gesture yang kocak & sangat ramah. Malah sempat melakukan atraksi akrobat juggling supaya Arwen terhibur - maklum Arwen pasang tampang serius karena bingung. Saat proses pembayaran, si bapak memberi jempol menandakan uang yang diberikan Arwen sesuai harga. Kami pergi sambil dadah-dadah.
Monday, November 14, 2011
Seminggu Dalam Gambar
Mengikuti event SEVEN - menggambar dalam waktu 7 hari di Facebook - kami pun mencoba merekam semua kegiatan kami selama seminggu:

Hari pertama:
Suhu udara sudah sangat enak buat main-main di taman. Neo hepi bener dilempar-lempar ke udara.

Hari kedua:
Arwen lagi aktif ber-Instagram. Kegiatan outdoor winter kali ini jadi momen untuk belajar fotografi.

Hari ketiga:
Saking seringnya berkegiatan outdoor, anak-anak jadi sering mengumpulkan bunga-bunga kering dan memamerkannya pada kami.

Hari keempat:
Leia dan sepatu boot barunya! Senangnya dia mendapatkan winter boot baru.

Hari kelima:
Makan arabic grill di Souk Mubarakiya, sebuah pasar tradisional di Kuwait.

Hari keenam:
Udara sangat sejuk. Hari ini kita jalan kaki, beli shawarma hangat dan baca buku di kursi taman. Arwen & Leia asik membaca buku cerita petualangan Tintin sementara Neo sibuk melahap shawarma.

Hari ketujuh:
Akhir pekan tanpa mall. Mengunjungi sebuah amusement park kecil dan naik kereta kuda.

Hari pertama:
Suhu udara sudah sangat enak buat main-main di taman. Neo hepi bener dilempar-lempar ke udara.

Hari kedua:
Arwen lagi aktif ber-Instagram. Kegiatan outdoor winter kali ini jadi momen untuk belajar fotografi.

Hari ketiga:
Saking seringnya berkegiatan outdoor, anak-anak jadi sering mengumpulkan bunga-bunga kering dan memamerkannya pada kami.

Hari keempat:
Leia dan sepatu boot barunya! Senangnya dia mendapatkan winter boot baru.

Hari kelima:
Makan arabic grill di Souk Mubarakiya, sebuah pasar tradisional di Kuwait.

Hari keenam:
Udara sangat sejuk. Hari ini kita jalan kaki, beli shawarma hangat dan baca buku di kursi taman. Arwen & Leia asik membaca buku cerita petualangan Tintin sementara Neo sibuk melahap shawarma.

Hari ketujuh:
Akhir pekan tanpa mall. Mengunjungi sebuah amusement park kecil dan naik kereta kuda.
Tuesday, March 22, 2011
Horor Yang Kami Saksikan Tadi Malam


Di pinggir jalan, seorang bapak arab dengan busana gamis putih keluar dari van terburu-buru, terlihat sangat murka dan membuka pintu belakang.

Seketika si bapak meluncurkan berbagai pukulan ke dalam. Kami menduga dia sedang berkelahi dengan orang dewasa lain di bangku belakang. BAK BUK BAK BUK berkali-kali.

Saat kami melewatinya, betapa terkejutnya kami melihat ke dalam van tersebut. Ternyata si bapak sedang memukuli seorang anak (anaknya?) seperti layaknya memukul orang dewasa. Pukulannya disasarkan ke kepala & perut. Saya dan Yoswar hanya bisa berteriak mengeluarkan sumpah serapah & tidak mungkin menghentikan kendaraan secara mendadak.
Tidak heran perilaku orang-orang di sini demikian kasar, karena dari kecil pun mereka sudah diperlakukan dengan tidak wajar.
Kami hanya dapat berdoa agar anak tersebut baik-baik saja, berdoa si bapak diberi ganjaran yang pantas & berdoa agar anak-anak kami bisa terhindar dari petaka serupa dari orangtuanya. Amin.
Subscribe to:
Posts (Atom)









