Our previous journey: Kuwait
Showing posts with label Ramadan. Show all posts
Showing posts with label Ramadan. Show all posts

Sunday, June 11, 2017

Buka Puasa di Restoran Afghanistan



Merantau 7 tahun di Kuwait membuat kami cukup liberal dalam urusan menu makanan dari berbagai bangsa, terutama menu timur tengah. Buka puasa kali ini kami menyempatkan mampir restoran Afghanistan di dekat rumah.


20 menit jelang iftar, restoran sudah cukup ramai. Si bapak koki menyiapkan menu nasi briyani kebab di depan restoran. Jadi kami bisa memantau prosesnya. Mengingatkan kami pada suasana buka puasa di Kuwait. Walau dikerjakan sendiri, semua pesanan pelanggan restoran sudah siap santap saat iftar. 

Menurut kami, ini nasi briyani tergurih dan terenak semenjak kami tinggal di sini. Recomended!
Nama restorannya Balkh Shish Kabab dengan link Yelp di sini.

Thursday, June 18, 2015

Puasa Pertama di NYC

Hari pertama puasa. Papin dan Arwen mencoba berpuasa di negara ini. Lamanya 17,5 jam dengan waktu berbuka puasa jam 8:30 malam hari.



Dibanding saat di Kuwait, berpuasa di New York jauh lebih menantang. Selain lebih lama, semua kegiatan berlangsung seperti hari-hari biasa. Jangan harap ada restaurant atau tempat makan yang tutup seperti di Kuwait. Semua tetap buka dan tetap menyebarkan aroma sedap menggoda.



Kegiatan di kantor juga berlangsung seperti biasa. Kebetulan di hari-hari pertama puasa ini Papin harus syuting di studio. Syuting artinya gotong-gotong equipment dan olor-olor kabel. Saat yang lain break lunch, Papin break dengan corat coret nggambar di sketchpad buat menghabiskan waktu.
Di hari pertama, sempat dehidrasi dan exhausted. Sempat ditanya temen kantor yang memperhatikan Papin "You look exhausted!" Mungkin karena kegiatan di hari itu tetap dilakukan seperti saat tidak berpuasa.

Di hari kedua, sudah mulai paham tingkat kesulitannya. Sahur banyak-banyakin minum air. Dan perjalanan pulang pergi kantor tidak dilakukan terburu-buru. Jalan kaki & naik turun tangga stasiun subway dilakukan dengan santai. Dan ngga malu naik bus walau jaraknya dekat :D
Manajemen aktivitas ini cukup membantu tetap survive sampai jam buka puasa.

Akhirnya, mendapatkan Arwen dan Papin mendapatkan pertanyaan basic dari teman sekolah dan kantor, yang selalu dilontarkan orang barat pada yang berpuasa: Not even water?
Heran dan prihatin menghiasi ekspresi mereka. Kegiatan puasa seperti dianggap tidak baik untuk kesehatan.
"The key is activity management, my friend." jawab Papin santai. Semoga bisa tahan sampai akhir Ramadan! Bismillah!

Monday, July 14, 2014

Kuwait TV Covers Indonesian On Ramadan



Keluarga Indonesia dicover oleh stasiun TV pemerintah KTV tentang bagaimana Ramadan di Indonesia. Skip ke menit 14:54 untuk wawancara Dubes Indonesia untuk Kuwait atau menit 19:27 untuk langsung ke wawancara keluarga Dhanny Jauhar.

Tuesday, July 08, 2014

Bekerja Di Bulan Ramadan Yang Panas



Sepanjang pengetahuan kami, di bulan Ramadan biasanya pekerjaan luar ruang dikerjakan pada malam hari, seperti konstruksi atau pembangunan apartemen seperti yang pernah kami posting ini.

Namun sekarang, terpantau di dekat tempat kami tinggal mereka tetap bekerja. Bahkan di bawah suhu yang cukup panas kisaran 50ÂșC.

Wednesday, July 02, 2014

Non-Muslim Dilarang Ikutan Iftar

Di mesjid dekat rumah, selalu menyediakan menu gratis berbuka puasa bersama untuk warga sekitar. Biasanya selalu ramai, bahkan kadang terlalu ramai dikunjungin warga non-muslim - di sekitar kami banyak tinggal kebangsaan India (Hindi) - yang pengen ikutan menyantap hidangan iftar. Hingga panitia merasa harus menempel peringatan seperti ini :)



(photo by Yoshwar Saridam)

Suasana Buka Puasa di Mall

Hari ini, kami berencana berbuka puasa di sebuah mall yang selalu ramai setiap hari. Kami tiba 30 menit sebelum jam berbuka puasa.


Suasana parkiran yang biasanya selalu rebutan, sore ini sangat lengang.


Toko, restoran & cafe masih tutup dengan beberapa karyawan sedang bersiap-siap. Namun tidak terlihat adanya pengunjung.

Thursday, June 26, 2014

Turun Harga Jelang Ramadan


Jelang Ramadan, semua toko & tempat belanja berlomba-lomba menurunkan harga. Seperti yang kami lihat di mall atau grocery store seperti Carrefour ini.

 

Konsepnya adalah supaya semua orang bisa menikmati Ramadan, miskin atau kaya kesejahteraan merata. Memang masih ada warga yang dianggap miskin di negeri kaya minyak ini. Umumnya bangsa pendatang yang berprofesi jadi tukang bersih-bersih, kuli atau buruh.

Antri di Dean & Deluca (foto oleh Yoswar Saridam)

Yang menarik, suasana banting harga ini tidak hanya menimbulkan keramaian dan antrian di grocery store, tapi juga cafe dan restoran sekelas Dean & Deluca. Pagi hari, pengunjung sudah mengantri untuk sarapan di Dean & Deluca, seperti mengantri sembako.

Beda banget ya dengan di Indonesia.

Wednesday, August 01, 2012

Ramadan: Gerge'an


Gergean adalah tradisi tengah Ramadan saat bulan purnama, anak-anak berbusana tradisional berkeliling dari rumah ke rumah untuk menyanyikan lagu tradisional dan mendapatkan candy & sweets, mirip dengan tradisi trick or treat Halloween di negara barat.

Arti harafiahnya, gergean adalah mengetuk pintu. Ada yang mengatakan tradisi ini lahir di lingkungan kaum syiah, bertepatan dengan hari lahir imam besar syiah. Kemudian menyebar ke jazirah arab. Di Oman mereka memanggilnya Qaranqashoh. Tidak diketahui apakah ada keterkaitan langsung dengan tradisi Halloween.

Related stories:
- Apa itu Gerge'an?

Saturday, July 28, 2012

Ramadan: Special live music in the mall



Bentuk lain festivity Ramadan di Kuwait adalah pertunjukan musik khas arab di mall. 4 orang dengan alat musik masing-masing aud (dawai khas timur tengah), biola, tabla dan satu orang menyanyi sambil menepuk tangannya. Mereka bermusik di dalam tenda yang didirikan di dalam mall. Bahkan mereka juga mengundang pengunjung untuk turut bernyanyi atau sekedar bertepuk tangan sesuai irama, duduk di tengah2 mereka.

Thursday, July 26, 2012

Ramadan: Tamar Hindi Juice Man



Salah satu pemandangan khas Ramadan di Kuwait adalah hilir mudiknya orang ini. Membawa tangki berisi tamarindus indica juice (jus asam jawa) & glycyrhiza glabra juice, menawarkan kepada pengunjung pusat perbelanjaan terutama kepada mereka yang berbuka puasa.

Ini bukan kultur asli lokal terutama negara-negara teluk, tapi berasal dari daratan Syria, Lebanon & Turki. Dahulunya, minuman yang dijajakan adalah wine. Namun setelah pengaruh Islam besar, mereka menggantinya dengan buah-buahan lain.

Sepertinya di sini juga berlaku tagline ikan "Berbukalah dengan yang (asam) manis."

Sunday, August 28, 2011

Buka Puasa dengan Menu Lamb Chop

Berbuka puasa di mall sudah menjadi kegemaran kami semenjak tinggal di Kuwait. Berbeda dengan mall Jakarta yang sangat padat saat jelang berbuka, di sini justru sepi sangat sepi! Keluarga Kuwaiti lebih suka berbuka bersama di rumah mereka yang besar berkumpul dengan keluarga (yang) besar.



Hari ini kami mau mencoba menu spesial hari Jum'at di IKEA Resto: Lamb chop! Saat kami tiba jam 5 sore (atau 1,5 jam sebelum waktu berbuka), pintu IKEA masih tertutup tapi orang-orang sudah berkerumun. Waahh.. ini pada ngantri lamb chop?





Dengar dari teman, kalau lamb chop IKEA ini enak & persediannya terbatas. No wonder pada bela-belain ngantri.



Dalam paket menu ini selain lamb chop dengan mashed potato juga dilengkapi sayuran, cemilan manis ala Kuwait, kurma, minuman yoghurt & juice. Kenyang sekenyang-kenyangnya. Belum lagi tersedia teh manis gratis untuk berbuka. Kalau sudah selesai berbuka puasa, bisa duduk-duduk selonjoran di tenda ini sambil nyeruput teh atau gahwa (kopi).



Burp! Alhamdulillah.

Saturday, September 06, 2008

Kerja Malam

by : Pinot

IMG_0004
A Hard Days Night

Bulan Ramadan begini, biasanya waktu dan jam kehidupan jadi 'berantakan'. Tahun lalu, kami memilih bekerja malam (dari jam 20:00 - 5:00) dengan pertimbangan -- selain dapat jatah buka puasa dan sahur gratis ;) -- semua rekan kerja Arab bekerja saat malam. Dan memang saat Ramadan ini, rata-rata kehidupan normal baru berjalan setelah berbuka puasa. Tempat perbelanjaan rata-rata buka hingga malam (jam 1:00 atau malah hingga waktu sahur).

IMG_0011

Di dekat apartemen tempat kami tinggal, sedang dilakukan pekerjaan pembangunan apartemen baru. Jika sebelumnya saat musim panas mereka bekerja dari jam 5 pagi hingga jam 12 siang (pertimbangan suhu yang terlalu panas untuk bekerja), bulan Ramadan ini mereka bekerja dari jam buka puasa hingga menjelang sahur.

Akibatnya bagi kami, tidur selalu diiringi bunyi glondangan gabruk sana gabruk sini dari para pekerja konstruksi dan alat-alat beratnya :P

IMG_0019

Thursday, September 27, 2007

Gerge'aan



Kurang tahu juga, apakah kata yang Papin tulis di title itu benar atau salah. Gerge'aan, salah satu tradisi lokal Kuwait (?) di tengah bulan Ramadan, dimana anak-anak berpakaian tradisional membawa kantong, berjalan sekeliling rumah dan mendatangi tiap rumah tetangga untuk minta candy, permen atau coklat tradisional.

Mirip seperti Halloween di barat, hanya saja sepertinya tradisi ini lebih tua - walau tidak tahu sudah berumur berapa tahun - yang asalnya dari hari ulang tahun seorang tokoh kaum Shiite. Dari pada cuma copy paste dan malah salah tulis, silakan lanjut infonya ke sini. Atau intip blognya Didat di sini. *BTW nanggok apa sih, Dats?*

Ini adalah motion graphic untuk Gerge'aan di Al Watan TV, yang hanya tayang 1 hari di hari ke 15, di bulan Ramadan.

Tuesday, September 18, 2007

Ronda di Ishbilya

Mumpung bulan puasa, Papin dkk usul ke bos Bader untuk masuk malam, instead of regular day work. Sehingga kami bisa bekerja lebih tenang, lebih konsentrasi dan tentu saja : bisa kerja sambil nyeruput kopi, sahur gratis ngga perlu bangun, pagi pulang tidur seharian, bangun tidur kuterus buka! Bader setuju-setuju saja. Dan dia pun ingin kerja malam juga, karena memang pada dasarnya dia juga night-worker. Sayang siang harinya dia banyak diganggu urusan departemen jadi ngga bisa ikutan shift malam.

Sebelumnya, Papin pernah kerja shift malam di departemen News di kantor lama selama... uhm.. 7 tahun dan sekarang kembali bekerja malam untuk 1 bulan. Memang bekerja malam memberikan kenikmatan tersendiri. Serasa lebih renyah dan gurih. Lebih santai, tenang bak nge-ronda jaga kampung. Paling baru blingsatan kalau ada maling iseng.

Hanya saja, kok begitu keluar ruangan saat pulang, matahari terasa lebih menusuk dan menyakitkan mata ya? Tampaknya sapa pagi matahari di Kuwait lebih pedas untuk mata kami yang belum tidur - dibanding saat dulu pulang shift malam di kantor lama.


Dari malam hingga pagi datang