Our previous journey: Kuwait

Thursday, June 26, 2014

Turun Harga Jelang Ramadan


Jelang Ramadan, semua toko & tempat belanja berlomba-lomba menurunkan harga. Seperti yang kami lihat di mall atau grocery store seperti Carrefour ini.

 

Konsepnya adalah supaya semua orang bisa menikmati Ramadan, miskin atau kaya kesejahteraan merata. Memang masih ada warga yang dianggap miskin di negeri kaya minyak ini. Umumnya bangsa pendatang yang berprofesi jadi tukang bersih-bersih, kuli atau buruh.

Antri di Dean & Deluca (foto oleh Yoswar Saridam)

Yang menarik, suasana banting harga ini tidak hanya menimbulkan keramaian dan antrian di grocery store, tapi juga cafe dan restoran sekelas Dean & Deluca. Pagi hari, pengunjung sudah mengantri untuk sarapan di Dean & Deluca, seperti mengantri sembako.

Beda banget ya dengan di Indonesia.

Saturday, June 07, 2014

Piknik Di Bawah Suhu 50˚C

Hari ini suhu di Kuwait mencapai 50˚C. Banyak yang penasaran seperti apa rasanya. Kira-kira mirip dengan berdiri di samping blower panas yang menyemprot angin panas.

"Berarti kalau sudah begitu lebih baik mengurung diri di dalam ruangan ber-AC dong ya?"

Ngga juga. Sore ini kami ke taman Riggae menghadiri acara perpisahan Mbak Mimi yang akan pulang ke Indonesia. Iya, di taman, gelar tikar seperti layaknya piknik di bawah suhu 50˚C.

Ada mie bakso, ada ketoprak, ada jajanan pasar dan ada taman bermain. Seketika lupa kalau suhu sedang panas-panasnya.
Sementara 4 bulan yang lalu, suhu Kuwait saat siang hari masih 1 digit di bawah angka 10˚C. Ekstrim!


Sunday, June 01, 2014

Semangka Rp 4 juta


Semangka yang diimpor dari Jepang ini memiliki 'keunikan': berbentuk hati. Sultan Center supermarket klaim semangka unik ini jumlahnya sangat terbatas, itu sebabnya dijual sangat mahal seharga 99KD atau Rp 4 juta. Menurut kabar, semangka ini sudah laku beberapa buah. 

4. Juta. Rupiah. Untuk. Sebuah. Semangka. #facepalm

Wednesday, May 28, 2014

Toyota Avanza Indonesia Masuk Kuwait



Terpantau Toyota Avanza dipamerkan di sebuah mall Kuwait. Dapat info dari teman staf KBRI, kalau yang masuk ini hasil produksi Indonesia. Pastinya spec-nya disesuaikan dengan pasar Kuwait yang bawel urusan kenyamanan dong ya?

Thursday, May 08, 2014

Mamin Di Bazaar Magazine Kuwait

"Food photography should tell a story & make people taste the delicious food by merely looking at the photo. So, it is also about the table setting, props, food styling, light and mood. It is about the atmosphere that depicts the mood & message of the pho

Mamin kembali mendapatkan kesempatan diwawancara majalah di Kuwait. Setelah sebelumnya majalah lifestyle CITY, kali ini majalah Bazaar terbitan Kuwait. Lingkup wawancaranya berkisar tentang food photography, food blogging dan kehidupan kreatif dalam keluarga. Selengkapnya bisa baca di sini.

Sedikit kutipan dari wawancara mamin di halaman 32 majalah Bazaar Kuwait tentang Food Photography :
"Food photography should tell a story & make people taste the delicious food by merely looking at the photo. So it also about the table setting, props, food styling, light and mood. It is about the atmosphere that depicts the mood & message of the photograph. It's art."

Bangga rasanya bisa membawa nama Indonesia di bidang kreatif, terutama di Kuwait sini yang rata-rata masih memandang rendah migran dari Indonesia. Dan senang rasanya bisa turut ambil bagian dan memberikan sumbangan pada kehidupan kreatif di Kuwait.

Sunday, April 13, 2014

Mamin Dita Satu Kereta Bareng Noel Galagher

Dalam perjalanan ke Liverpool dari London, mamin tetap update laporannya via iMessage biar bisa dipantau papin & krucil. Tiba di Liverpool, mamin kirim foto dia bersama seseorang. Papin mikir kok mirip seseorang tapi ngga yakin. Masak iya sih bisa foto bareng seleb? Ternyata bener, mamin foto bareng sama Noel Galagher dari OASIS!!!!


GELAAAAKKKK. Papin langsung histeris dan menyebar foto ini termasuk ke adik-adik papin di Jakarta yang nge-fans dengan OASIS.

Buset! Mimpi apaaaa ini?? :D

Monday, February 17, 2014

Naik Bus Ke Pasar

Mamin lagi sering jalan ke pasar naik bus ditemani Neo. Mobil kami tidak ada masalah, hanya saja mamin berasa lebih santai kalau 'disopirin', ngga perlu pusing mikir parkiran atau nunggu taxi.


Apalagi sekarang masih sejuk untuk jalan-jalan. Neo juga semangat banget kalau sudah naik bus, walau harapannya naik double decker seperti di London beberapa waktu lalu :D

Monday, December 30, 2013

The Expedition Day 3: Bledington, Stow on the Wold, Oxford

Bledington

Lokasi: 51.902875,-1.647156

View Larger Map

Hari ke tiga kami nunut rombongan tur Pak Daus ke pedesaan Inggris. Cuaca selama perjalanan hujan & mendung tanpa matahari. Tapi ajaibnya, saat di Bledington tiba-tiba matahari nongol.

Untitled

Van Pak Daus diparkir dan kita pun keluar buat foto-foto di desa tua ini.

Cold rainy day in an old village.#pinoditauk Crossing the bridge. #pinoditauk

Excited pisan kita bisa menikmati suasana tempat ini. Desa ini hanya berpopulasi 503 orang saja. Berdiri bersamaan dengan dibangunnya gereja St Leonard di abad ke 12. The Kings Head Inn tempat kita berfoto bersama ini sendiri berdiri dari sejak abad ke 16.

The Panorama

Menghangatkan badan, kita pun masuk ke dalam pub The Kings Head Inn ini. Papin memesan segelas bir buat menghangatkan badan. Leia nyumput ke tempat paling hangat di situ: fireplace.

Untitled Stay warm in this cold rainy day. #pinoditauk



Beberapa saat kemudian kami melanjutkan perjalanan ke Stow-On-The-Wold.


Suasana perjalanan dari Bledington ke Stow on the Wold

Stow on the Wold

Lokasi: 51.930619,-1.723266

View Larger Map

Untitled

Kami mengunjungi kota tua lainnya, Stow on the Wold. Kota kecil ini sudah ramai dihuni dari sejak jaman besi (iron age) sekitar awal Masehi. Dan kota ini menjadi perlintasan penting di jaman Romawi, terutama untuk lintas perdagangan. Di tahun 1107, Raja Henry II meresmikan berdirinya kota Edwardstow. Hingga kini, masih berdiri market square tempat perlintasan perdagangan dari 6 penjuru daerah.

Stow. On the Wold. #pinoditauk Kids' favorite place: library. #pinoditauk
Perpustakaan tua di tengah kota dan suasana di dalamnya

Window shopping. #pinoditauk Come, let's have some tea. #pinoditaUK
Suasana toko-toko bergaya vintage, kasirnya umumnya orang-orang yang sudah sepuh

Kota ini terasa sangat tenang dan damai. Cocok sekali buat yang pensiun & menghabiskan masa tua :D

Oxford



View Larger Map

Menuju arah balik London, kami menyempatkan diri mampir di Oxford. Suasananya bagai kota pelajar. Maklumlah karena di kota ini berdiri universitas tertua di Inggris, Oxford University yang berdiri dari abad ke-12.

Suasana di Oxford (lokasi)

Hanya 1 jam kami di sini, menikmati menu chinese food di sebuah restoran bernama Bamboo. Setelah kenyang hujan mulai rintik-rintik, kami kembali ke parkiran. Di sana pak Daus sudah menunggu & balik arah ke London.


Ini van pak Daus yang digunakan untuk road trip.

Sunday, December 29, 2013

The Expedition Day 2: Central London

Hari ini kita menuju tengah kota London. Sekalian mengukur stamina krucil berjalan. Udara cukup dingin dan pemandangan dihiasi embun-embun es.



Krucil sibuk menikmati embun-embun es yang mereka temui, sesekali membuat gambar di kaca mobil.

One icy morning. #pinoditaUK



Tujuan pertama kami adalah Covent Garden. Karena dianggap tempat yang semua ada dan layak buat anak-anak.



Tiba di Covent Garden, suasana sangat meriah. Seniman jalanan banyak ditemui di sini. Dari atraksi sulap hingga akrobatik, atau sekedar menyanyi dengan harapan menerima receh dari turis & penonton.

 
Street artist performance at Covent Garden. #pinoditaUK Apple Market #pinoditauk

Benjamin Pollock.

Big Ben.

Naik double decker, kami pun melipir ke daerah Westminster untuk melihat Big Ben dari dekat.


Bus tua & bus modern jejer-jejer


Momen ketika krucil melihat Big Ben

Di jembatan Westminster, tongsis mamin beraksi. Ada yang penasaran, ada yang ketawa, ada yang nyaris kena pentung.. hihihihi.





Hamleys

Dari seputaran Westminster, kami lanjut naik bus ke arah Regent's Park. Krucil pengen lihat toko mainan Hamleys. Sampai di sana, penuh sesak seperti pasar.

Hamleys! Toy heaven. So packed and I can't even breathe  @hayyoona  #pinoditauk

Kelar untel-untelan di Hamleys kami leyeh-leyeh sejenak minum kopi & makan sup panas di Pret-A-Manger dekat situ. Suasananya enak, sampai keenakan buat gambar-gambar.

Sketching UK day 1. #pinoditauk #pinoditart

Jam 7 sore sudah mulai mengantuk. Kami pun berjalan mencari stasiun tube untuk pulang. Jalan kaki dari stasiun ke penginapan, masih menyempatkan mampir beli buah lagi.

Untitled

Sampai penginapan, langsung lelap!

Saturday, December 28, 2013

The Expedition Day 1: Mendarat

Keluar dari Heathrow Airport, kami dijemput Pak Daus dari Wisma Indonesia. Perjalanan ke Wisma cukup jauh dan melewati beberapa ruas macet.


Pak Daus, mantan kernet angkot yang kini hidup di London & berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga bangku kuliah *jempol*

Tiba di penginapan, setelah beberes kami pun mencoba melihat-lihat sekitar sambil mencari makan siang. Matahari sudah agak kriyep-kriyep menjelang senja, padahal waktu masih menunjukkan pukul 15:30.



Name: Jakarta. Food: Thai, Indonesian & Malaysian culinaries. Owner: Jewish. Bhineka Tunggal Selera.
Menurut kabar, rumah makan bernama Jakarta ini pemilikinya seorang Yahudi Inggris :')))

Banyak toko-toko & restoran berlabelkan HALAL seperti tempat kami makan ini.

Untitled 

Untitled

Setelah makan kami pun membeli buah supaya badan tetap fit. Jeruk, apel dan pisang harganya pun tidak terlalu mahal. Semua buah diletakkan di luar, baru kemudian ditimbang & dibayar di dalam warung.


Suasana sekitar penginapan

The corner of Colindale. That bird dropped its poop right in front of me. The message "STOP TAKING PICTURE YOU TOURIST!"
Suasana di Colindale. Banyak tempat makan & toko berlabel 'halal'

Matahari tenggelam pukul 15:50, kami pun kembali ke penginapan buat istirahat.

Off To UK


Tim Neverland Family memulai ekspedisi UK. Berangkat dini hari, krucil rada ngantuk. Sempet tiduran sebelum boarding. Tapi umumnya aman terkendali.