Dapat SMS dari Wataniya (salah satu operator selular di Kuwait) dalam bahasa Indonesia.
Tapi siapa yang mau bela2in bayar KD 1 (Rp 30,000) untuk service begini?
Sebelumnya, Wataniya juga memberi kejutan pada tanggal 17 Agustus, diskon 50% buat SMS ke Indonesia selama hari kemerdekaan. Muncul sekali tahun 2009. 2010 lalu ngga ada lagi. Mungkin ngga efektif promosinya :D
Luigi "Eh gue mo berangkat ke Iraq besok. Mo titip apa?" Saya "Err... apa ya? Titip live-tweet & foto2!" Luigi "Mau gue cariin duit Saddam Hussein nggak?" Saya "Mau mau mau!"
Begitu pembicaraan saya dengan Luigi Pralangga via telpon sore-sore sebelum besoknya berangkat untuk UN Iraq Mission. Seru rasanya mendengarkan cerita langsung di Iraq. Karenanya saya akan share beberapa yang diceritakan Luigi via SMS, email & Twitter.
Twitter:
Eduun, subuh2 dibangunin alarm: "Berlindung..berlindung!..jgn keluar tanpa PPE (Personnel Protection Equipment = Rompi anti Balistik) Edan!. (link)
Kalau ke zona merah kudu punya autorisasi dan kudu dikawal 1 peleton USF dgn humvee-nya (link)
Email:
"Kantor saya persis disebelah markas besar USAID - Baghdad dan US Airbase, jadi ribut banget dengan lalu lintas heli yang datang dan pergi macam pangkalan ojek.. dan belom lagi pengumuman indikasi ancaman hujan roket dan mortir naik setahap... PPE itu rompi balistik dan helem, juga IDF adalah Indirect Threat yaitu bahaya serpihan mortir yang pecah dan masih melesat kecepatan tinggi akibat dihadang oleh berondongan meriam C-RAM (Counter Rocket Artilery Mortar).. setusan senapan dan dentuman mah sepertinya udah biasa di telinga ini.. saat menulis email ini aja ramai suara tembakan senapan diluar - persis kayak anak kecil main petasan disaat bulan ramadhan."
"Saat ini suhu di Baghdad dan keseluruhan Iraq mencapai 12-15 celcius, jadi lebih dingin dari Kuwait dan AC di kebanyakan kantor kita pasang, dan tinggal di akomodasi mission yang notabene berada dibawah struktur beton dan dikelilingin oleh karung pasir (Kecuali pintu keluar/masuk) membuat kita selama didalam kabin akomodasi (Baca: Rumah Kontainer) tidak bisa mengetahui apakah diluar itu bersinar matahari atau bulan, kecuali beranjak dan pergi keluar bunker..."
"..disini itu semuanya berlapis baja: kendaraan lapis baja, ambulans lapis baja, helikopter lapis baja, pakaian kerja - anti balistik plus helem dengan radio ini itu.. rasanya seperti beratnya menggendong tubuh kedua, ampun dah!"
Foto suasana akomodasi & kantor markas besar USAID di Baghdad.
Selamat bertugas! Stay safe & good luck!
UPDATE: Sudah ada cerita lengkap di blognya, silakan baca di sini. Seru pisan!
Seumur-umur tinggal di Kuwait baru sekali naik bis kota, itu pun saat masih jomblo tanpa Mamin & krucil. Maklum halte jauh & nggak direkomendasi naik bis saat summer.
Hari ini kami mencoba petualangan baru, menjajal naik bis ke Al Kout mall di Fahaheel, 31km dari area rumah kami. Ke haltenya sendiri terpaksa numpang Jamal, maklum haltenya jauh dari rumah & tidak ada angkot hehehe.
Kami naik bis nomer 102. Di Kuwait sini terdapat beberapa armada bis, namun semuanya melayani route dengan nomer yang sama. Misal kalau di Jakarta nomor 69 Blok M - Ciledug, nomor tersebut dilayani MetroMini, Mayasari Bakti, PPD dsb. Penumpang tinggal milih mana yang paling nyaman.
Supir merangkap kenek dengan mesin kasir kecil digital
Setelah membayar tiket dewasa 250 fils (0,25 KD atau Rp 7500) - anak-anak gratis & boleh tidak dipangku - kami duduk di bagian yang terdapat tanda 'Ladies Seats'. Tiba di pemberhentian terakhir di Fahaheel, kami masih harus berjalan 500 meter menuju Al Kout.
Jelang malam, kami memutuskan kembali pulang sebelum anak-anak kelelahan. Dan kembali menggunakan bis nomor 102 untuk pulang.
Lamborghini dipajang di dalam toko sebagai hadiah itu tidak luar biasa. Yang luar biasa adalah saat seseorang masuk ke dalamnya, menyalakan mesin & menginjakkan pedal gas berkali-kali.
Really? Di dalam toko? Penjaga toko juga malah membiarkan si penjajal menikmati suara raungan mesin, ngga sadar orang-orang langsung menggerutu? Dan kadang suka ngga ngerti dengan isi kepala orang-orang ini. Luar biasa ajaibnya.
Satu hal yang menyebalkan saat berjalan-jalan di mall Kuwait sini: tidak ada toko buku macam Kinokuniya atau QB seperti di Jakarta. Harapan bertahun-tahun tampaknya jadi kenyataan saat menemukan salah satu sudut Avenues Mall: That Es Salasil Bookshop - opening soon. Semoga penampakannya tidak mengecewakan & mengobati rindu akan toko buku seperti Kinokuniya. Amin.
Ada penawaran menarik di XCite store di Avenues mall. iPhone 4 16gb dijual 150 KD (Rp 4,790,000) & 32gb 175 KD (Rp 5,600,000), dengan ikatan kontrak Zain selama 2 tahun - 16 KD (Rp 510,000) perbulan utk paket voice, SMS & 2gb mobile internet.
Paket Zain-nya sendiri cukup ekonomis, walau tidak bisa dibilang murah. Dan iPhone-nya sendiri sangat menggoda. Tergiur? Silakan datang ke XCite Alghanim di cabang mana saja. Penawaran berlaku sampai dengan 31 Desember atau barang habis. Buruan, stok terbatas!
Dekat kami tinggal ada sebuah taman yang kami namakan Taman India karena saking banyaknya orang India yang beraktivitas di situ, dari jogging hingga piknik saat udara sejuk. Dan banyak ibu-ibu bergerombol yang berolah raga jalan cepat mengelilingi taman. Sehingga memberi kesan aman dan tidak ada yang aneh-aneh dengan taman tersebut.
Namun pagi ini sedikit berbeda. Seorang teman wanita kami dengan wajah pucat seperti baru melihat sesuatu yang mengerikan menghampiri papin "Di dekat semak-semak situ ada bapak-bapak arab pamerin 'burungnya' ke aku." Ha? Ada exhibitionist di tempat ini? Papin menghampiri tempat yang ditunjuk, tapi sudah tidak ada siapa pun di situ. Sedikit tidak percaya karena saat itu cukup ramai orang berolah raga, termasuk ibu-ibu & wanita dari kebangsaan lain termasuk India & Arab. Dan sekian tahun kami beraktivitas di tempat itu, baru sekali ini ada peristiwa ajaib.
Bahasa Inggris kami tidaklah bagus. Grammar kacau dengan pelafalan yang medhok jawir. Tapi ternyata bahasa Inggris Jamal - sopir langganan kami berkebangsaan Bangladesh - lebih absurd dan surreal. Butuh effort & pemahaman yang tinggi untuk bisa mengerti apa maksud omongannya.
Teman di kantor membaca sebuah judul berita di surat kabar lokal Al Watan Daily (sekelas Kompas di Indonesia) dan bertanya kepada kami "What's this???"
Kami pun sibuk menerangkan sesuai dengan apa yang kami ketahui. Menarik, kasus ini ternyata 'sangat mendunia' & sempat mampir di Kuwait.
note: Al Watan Daily sendiri mengutip dari Jakarta Globe website.
Tingginya suhu di Kuwait (mencapai 55˚C pada siang hari) mendorong pemakaian listrik yang nyaris melebihi total kapasitas listrik Kuwait. Dari 11,000 megawatts yg terpasang, sudah terpakai 10,800 megawatts hari ini. Pemerintah Kuwait mengadakan pertemuan darurat untuk mengatasi krisis ini.
Jangan-jangan bakal byarpet seperti PLN juga di sini. Tanpa AC, bakal gosong penduduk di sini :-/
Jam 8:00 pagi, seharusnya matahari sudah benderang bersinar, namun mendadak langit gelap gulita seperti mendung. Saat kami menengok keluar jendela, terasa angin kencang dan terlihat badai gurun tebal menyerang membuat kota seperti malam hari.
Selang beberapa menit kemudian, hujan deras disertai angin kencang ikut meramaikan suasana. Sarayat season!
Foto-foto saat badai pasir ini 'menyerang' Kuwait di sini.