Our previous journey: Kuwait
Showing posts with label motion graphic design. Show all posts
Showing posts with label motion graphic design. Show all posts

Wednesday, April 09, 2008

The Galta Project

by : Pinot

Finally. Setelah sekian hari, minggu dan beberapa weekend yang terkoyak, kerjaan keroyokan untuk graphic dan on air look Galta selesai hari Jum'at lalu. Hasilnya? It's not that bad. Jika semua dilakukan dengan baik dan benar -- tidak grasa grusu -- hasilnya mungkin bisa lebih baik. Well at least, banyak pengalaman berharga yang kami alami selama mengerjakan project tersebut. Terutama pengalaman belajar bekerja dalam satu tim yang melibatkan orang dari berbagai latar belakang budaya dan multinasional.

Watch this behind the scene video.



Download the high-res video in here.

Related story :
- Gempor weeks

Wednesday, April 02, 2008

Gempor Weeks

by : Pinot



Pekerjaan buru-buru karena deadline mepet? Sudah biasa.

Deadline mepet tapi ngga punya info tanggal pastinya? Tinggal meraba-raba.

Kerja keroyokan untuk satu project? The more the merrier.

Kerja bablas tanpa weekend? Jamak lumrah.

Rotoscope footage video? Kadang dilakukan kalau lagi pengen.

Hand drawing animation untuk sebuah intro acara? Kadangg masih dilakoni (tergantung deadline :P )

Hand drawing animation beratus-ratus frame sampai tangan keram leher pegel? Pernah tapi itu dulluuuuu...

Bikin animasi atau motion graphic untuk intro acara tanpa storyboard dan brief yang jelas? Sudah mendarah daging.

Big boss minta revisi padahal deadline sudah di depan mata? Pasrah dengan tangisan keras-keras.

Segala jenis nestapa pekerjaan seperti di atas sudah biasa kami lakoni bertahun-tahun di RCTI.
Namun, bagaimana jika semua nestapa tersebut dikombinasikan jadi satu dalam sebuah project? Jika disatukan dalam satu kalimat : mengerjakan project intro acara yang menggunakan teknik rotoscoping dan style hand-drawing animation hingga tangan keram karena berjumlah ratusan frame, melibatkan seluruh motion graphic designer (6 orang lebih), walau tanpa storyboard dan brief yang jelas harus diselesaikan dalam waktu hanya 2 minggu (tanpa tanggal yang jelas) hingga mengorbankan weekend, lebih demi menjaga keinginan big boss yang dengan setia menciptakan revisi baru setiap saat, termasuk merevisi pekerjaan yang sebenarnya sudah selesai jauh-jauh hari sebelumnya. *phew* panjang bener kalimatnya. Sampai ngga sempet ambil nafas :P

Itulah yang sedang kami alami dalam 2 minggu ini mengerjakan intro dan graphic dari sebuah acara 'project dewa' (istilah kami kalau ada pekerjaan yang melibatkan pimpinan tertinggi perusahaan) yang berlatar belakang kontes mengarang dan membaca puisi, melibatkan peserta dari negara-negara teluk. Intro, on air look dan graphic dari acara ini harus grande dan wah.

Awalnya, cuma Papin yang kebagian tugas ini. Berhubung cuma punya waktu 1 bulan, maka dirancang intro acara yang bisa selesai dalam jangka waktu tersebut. Konsep style dan on air look nya sendiri mengambil gaya coretan kuas kaligrafi, dikombinasikan gambar ilustrasi suasana kehidupan tradisional masyarakat Timur Tengah. Diperkaya dengan ilustrasi bergerak (animasi) yang mengambil gerak (rotoscope) dari salah satu adegan pertempuran film "300". Ngga banyak-banyak, cuma 3 detik, itupun dengan gaya gambar tangan yang sangat sederhana. Maklum yang ngerjain cuma satu orang :P




Intro/opening grahic yang 'ditolak'

Ternyata, justru dari sinilah awal nestapa tersebut. Ada keinginan dari boss untuk memperbanyak rotoscope dan mengambil style full hand-drawing animation. Intro yang sudah dibuat, dihentikan dan disimpan buat cadangan. *CAKEP!*
Maunya bos tuh, "If you want to do it, do it right and great." Masalahnya, waktunya sudah tinggal beberapa minggu lagi. Terpaksa, seluruh masyarakat creative department diberdayakan. Ada yang kebagian rotoscoping, ada yang kebagian masking, ada yang kebagian hatching, ada yang bagian compositioning. Ngga ada yang nganggur, semua bareng ngelembur. Project leadernya dibebankan kepada seorang rekan kerja yang memiliki latar belakang 2D animation berkebangsaan Mesir.

Stress, kesel sebel, mangkel, tangan pegel-pegel, situasi kerja uncertain - karena buru-buru dan tanpa storyboard yang pasti - mengiringi proses kerja. Semua ragu apakah hasil kerjanya bisa sedasyat yang diinginkan. Semua takut hasilnya setengah jadi alias maksa. Sementara waktu berlari kencang, sekencang lari kuda yang kami rotoscope :P

Tuesday, March 18, 2008

Harley Davidson & Suzuki Davidson

by : Pinot

Tidak ada hubungannya dengan dunia otomotif. Ini cuma istilah internal kami di kantor saat berurusan dengan teknis pekerjaan sehari-hari. Dalam dunia broadcast alias pertelevisian dikenal format video SD (standard definition) dan HD (high definition). Format SD masih digunakan di semua stasiun TV di tanah air, menggunakan ukuran 720 x 576 pixel. Sementara format HD (1920 x 1080 pixel) sudah banyak digunakan dibeberapa negara maju. Penonton harus menggunakan HDTV -- layar LCD atau Plasma -- untuk bisa menikmati tayangan acara HD. Al Watan TV, tempat kami bekerja menggunakan HD sebagai format utama -- untuk acara unggulan atau station ID -- dan SD sebagai format sekunder -- untuk tayangan promo atau special event yang harus dikerjakan secara instant dam buru-buru.

Yak cukup ngomongin teknis. Cuma mau cerita bahwa penggunaan format SD & HD ini menciptakan masalah tersendiri dalam bekerja. Jika diucapkan dalam bahasa Inggris akan menjadi ES DI dan EJ DI. Memang dasar kuping dusun, 6 orang Indonesia ini sering keliru menangkap informasi, karena secara sekilas mirip bunyinya, apalagi kalau diucapkan secara buru-buru.

Sering terjadi dialog seperti ini :
Bos : "I need animation. In HD please."
Kami : "HD (EJ DI) or SD (ES DI)?"
Bos : "HD. Harley Davidson"
Kami : "Oh okay"

Atau :
Bos : "I need animation. In SD please."
Kami : "HD (EJ DI) or SD (ES DI)?"
Bos : "Just SD"
Kami : "You mean Suzuki Davidson?"
Bos : "Yes!"





So, akhirnya dibuat kesepakatan. Semua orang dikantor memiliki jargon internal. Untuk format HD, maka disebut Harley Davidson. Sesuai dengan formatnya yang gede, bongsor dan mewah. Untuk format SD, disebut Suzuki Davidson -- kebayang motor bebek yang kecil, kompak, ringkas dan ekonomis.

Friday, August 24, 2007

Motion Graphic Designer Salary Range

Ngobrol-ngobrol dengan sesama profesi MGD (Motion Graphic Designer) di Timur Tengah, ternyata range salary di Indonesia (minimal bekas tempat kerja kita sebelumnya) tidak lebih buruk dibandingkan dengan Lebanon atau Mesir. Angka terendah untuk junior berkisar US$ 400 sampai dengan tertinggi US$ 1500. Berdasarkan pengalaman Papin, teman-teman MGD di stasiun TV Indonesia (terutama di Jakarta) berkisar diantaranya. CMIIW.



Para desainer dari negara-negara tersebut banyak yang hijrah ke Kuwait atau Dubai (UAE). Walau dengan konsekuensi pengeluaran relatif lebih besar, level penghasilan atau salary di kedua negara ini cukup baik bagi para desainer tersebut. Untuk ukuran salary Graphic Designer secara general, penghasilan per tahunnya di kedua negara ini ada dalam level average.

Bagi Papin dkk, apa yang kami dapat cukup memberi perbaikan taraf hidup. Paling tidak, alhamdulillah sekarang sudah bisa nabung buat keluarga. Dan tentu saja memberi semangat bagi kami untuk terus berprofesi di bidang yang masih muda ini. Hayo siapa lagi yang mau gabung jadi TKI ?