Our previous journey: Kuwait
Showing posts with label internet. Show all posts
Showing posts with label internet. Show all posts

Tuesday, March 04, 2008

Podcast Gantinya Broadcast

by : Pinot


Kapan ya bisa nonton stasiun TV Indonesia di Kuwait ini? Andai ada PODCAST-nya..

Saat ini, walau tidak memiliki unit TV (dan belum berminat beli TV) dan tidak ada tayangan broadcast TV di rumah, Papin dan keluarga tetap bisa update rutin informasi dunia. Menggunakan jalur internet, kami subscribe ke beberapa PODCAST berita dan informasi yang diupdate setiap hari. Dengan adanya layanan VIDEO PODCAST gratis dari CNN atau NBC (misalnya) kami tidak membutuhkan langganan satelit TV untuk mengetahui informasi dunia terkini secara audio visual.

Setiap pagi, MacBook kami otomatis refresh/update content PODCAST (jika ada content baru maka akan otomatis terdownload) untuk segera ditonton atau disinkronisasi dengan iPod atau iPhone, sehingga bisa ditonton di perjalanan ke kantor :D



Salah satu source PODCAST favorit adalah Mosaic dari LinkTV. PODCAST ini menayangkan kompilasi berita Timur Tengah dari berbagai stasiun TV negara-negara Timur Tengah dalam bahasa Inggris. Mosaic mencakup tayangan berita dari Qatar (Al Jazeera), Dubai (DubaiTV), Iran, Irak, Syria, Lebanon hingga Israel (IBA).

Arwen dan Leia tentu saja rajin menunggu update dari Nickelodeon Jr :D dan Sesame Street. Mamin? Jangan ditanya. PODCAST tentang gourmet dan masak memasak tidak pernah ketinggalan untuk selalu diupdate dan ditonton lewat iPod Touch nya.. huehehhehehe..(please drop by at Our Culina Sanctuarium for more stories about cooking podcast).

Untuk subscribe PODCAST, anda bisa mulai dengan software iTunes dan masuk pada menu iTunes Stores di sidebar kiri. Setelah masuk dalam iTunes Store, klik PODCAST untuk masuk dalam halaman PODCAST dan anda bisa SEARCH source dan content yang dibutuhkan.

Source yang menjadi favorit kami (klik untuk langsung ke halaman PODCAST masing-masing) :
- Mosaic : Seputar berita Timur Tengah dari negara-negara Timur Tengah
- CNN
- ABC World News
- National Geographic
- Discovery Channel
- Crash Test Kitchen
- Jamie Oliver

Sayang banget gak ada PODCAST berita-berita dari Indonesia, abis kalo nonton yang streamingan, tergantung banget sama koneksi internet.

Thursday, January 31, 2008

Internet Timur Tengah Lumpuh

by : Pinot

Dari kemarin kami tidak dapat mengakses internet seperti biasa. Kegiatan browsing dan email lumpuh total, kalau bisa dibilang pamer badan - padat merayap bandwith seadanya.
Ternyata terjadi kerusakan jaringan bawah laut di Mediterranean yang mengakibatkan kelumpuhan internet di beberapa negara seperti Mesir, Dubai dan beberapa negara teluk seperti Kuwait. Bahkan masalah ini juga dirasakan di India yang mengalami penurunan kualitas akses hingga 50%. Menurut kabar jaringan terputus akibat tersangkut jangkar kapal di perairan Alexandria, Mesir. Beberapa negara menyalahkan Mesir karena peristiwa ini.

Membuat posting blog ini saja cukup mati-matian karena saking seretnya. Mencari kesempatan dalam kesempitan kecepatan akses internet yang hari ini fluktuatif - kadang cepat kadang mati total.

Walau begitu, kami masih bisa mengakses website Indonesia seperti detik.com. Tampaknya jalur ke Asia Tenggara masih normal adanya.

More about this :
Kuwait Times : Net Outages Hit Kuwait
ForzaQ8 : Blame Egypt for this

Friday, December 28, 2007

Blog Obat Rindu

by : Pinot

RCTI alumny in Kuwait
Rame-rame nge-blog. Ki-ka : Daud, Yoswar, Aji & Bayu (yang motret : Eman)

Tibanya 2 orang teman lagi - Daud & Aji - menambah daftar blogger dari para alumnus RCTI ini. Sebelumnya Papin, Bayu dan Yoswar - yang sayangnya belum ter-update puluhan abad lamanya sejak mendarat di Kuwait.

Pada dasarnya, kami-kami ini ngga minat dengan blog. Ngga bakat nulis! Maklum, kami semua lebih gape berkomunikasi visual ketimbang verbal. Namun, keterbatasan kemampuan menulis tidak menghalangi untuk bercerita tentang petualangan baru kami. Apalagi dengan nge-blog, kami tidak perlu mengulang cerita yang sama jika kerabat-kerabat kami di kampung bertanya, "Bagaimana kabarnya Kuwait?" Monggo tengok blog-nya untuk kabar lengkapnya. Bahkan cerita yang kami share bisa lebih kaya dengan bantuan visual foto atau video. Dan yang terpenting, bagi kerabat di sana membaca cerita di blog bisa menjadi obat mujarab penghilang rindu.

Ini link blog mereka :
Aji - http://riasaji.blogspot.com
Bayu - http://workinkuwait.blogspot.com
Daud - http://sidaut.blogspot.com
Yoswar - http://perangbintang.blogspot.com (need to update, dude!)
Eman - http://belumpedenulisblog.com ... hehehehhehehe... beliau masih blog-less

Keep on blogging, guys. They need to know about the whole story.

Friday, July 20, 2007

Jomblo Malam Jum'at



Besok libur!! Jihaaa....!! Setelah keluyuran ke Avenue Mall, 4 hobbit pulang ke rumah Eman dan ngerumpul di kamar keponakan Eman, Gaga. Gitar-gitaran, nonton DVD, internet-an berempat. Sudah kaya anak kuliahan nginep di kamar kos-kosan.



Sesaat kemudian, 4 hobbit ini bercengkerama via Yahoo Messenger dan webcam dengan teman-teman yang pernah satu kantor di RCTI dulu dan yang masih di RCTI. Ada juga Anton Fatoni eks karyawan kontrak Promo. Kemudian Ayu, yang sudah keluar dari RCTI (sekarang sedang kuliah di London) jadi sasaran becandaan jomblo-jomblo ini. Sempat balas-balasan email dengan Rahmat yang sedang disiksa project besar HUT RCTI.



Lucu, walau kita sudah tidak satu atap, kita masih bisa saling bercanda seperti layaknya dulu. Gersangnya Kuwait jadi tidak terlalu menyiksa 4 hobbit ini, terbayang suasana kehangatan Kebon Jeruk masih lamat-lamat di depan mata.


Monday, July 09, 2007

Nggak Pusing Komunikasi Jarak Jauh



Sebelum Papin berangkat, kami sudah bersiap diri dengan alternatif komunikasi yang bisa membunuh rasa kangen kami. Pilihannya berupa telepon sambungan langsung internasional (SLI), sms, e-mail dan chatting. Option pertama tidak berhasil merebut hati kami, image sambungan internasional mahal kok kuat banget menempel di benak kami. Telpon-telponan pake SLI rasanya kayak dikejer-kejer argo :) dan dibatasi waktu. Pilihan kedua, sms masih bolehlah, tapi tetep aja terbatas kan? Gak bisa ngobrol ngalor-ngidul panjang lebar. E-mail, so pasti dong dipilih, bisa cerita panjang lebar dan bisa langsung bales-balesan pula. Lewat chatting lebih seru lagi, saat itu juga langsung bisa ke bales kalo pas lagi sama-sama online, apalagi kalo dilengkapi dengan webcam, bisa saling tatap muka.

Ada lagi nih alternatif lain yang bikin kami girang. Secara gak sengaja, pas lagi jalan-jalan ke Rumah Matahari Bintaro Plaza, Papin menemukan Skype USB VOIP Phone buatan Taiwan (telpon "skype-skype-an" nih, detilnya baca aja di pinotmac). Kebetulan kita nemu Skype USB VOIP Phone ini dengan harga lumayan murah, lagi diskon pula! Langsung aja disamber. Kalo telpon Skype asli mah bisa seharga 400 ribuan.





Nah, dengan telpon ini kami bisa asik-asik telpon-telponan tanpa terbebani biaya SLI dan sejenisnya. Gratisan pula, hanya perlu koneksi ke internet dan punya account Skype

Buat nelpon ke telpon biasa atau handphone juga bisa, tapi kalo yang ini kita harus beli credit sebesar minimal 10 US Dollar untuk penggunaan selama 7 jam....lumayanlah.

Balik lagi ke telpon Skype, dengan kelengkapan webcam di masing-masing komputer, kita juga bisa saling melihat lawan bicara, asik kan! Sambil nelpon bisa liat-liatan antara Papin yang nun jauh di seberang dunia dengan Mamin, Arwen dan Leia. Sayang koneksi internet Mamin di Indonesia rada bapuk jadi sering gak sukses kalo mau video call, sementara kita bisa memandangi wajah Papin dengan lancar-lancar aja.

Photobucket - Video and Image Hosting
Papin, Mamin & Arwen chatting dengan Yahoo Messenger

Melakukan video call inilah yang paling sering kami lakukan. Biaya yang dibayarkan hanya biaya internet aja, gak perlu keluar biaya telpon :).

Hari gini masih bingung komunikasi jarak jauh? Gak lah ya! Asal punya koneksi internet memadai dan modal USB VOIP Phone model Skype gini, bisa jadi solusi mengobati rasa kangen dengan orang-orang tersayang yang terpisah jarak.

Sunday, January 21, 2007

Aroma Sedap dari Dapur Maya



Memasak selain merupakan kebutuhan juga merupakan kegiatan yang menyenangkan. Bahkan sekarang banyak muncul klub-klub masak dan memiliki prestise tersendiri. Kalau dulu memasak identik dengan "si mbok" atau ibu-ibu paruh baya, sekarang lihat sendiri...ibu-ibu muda bahkan wanita muda yang belum menikah tak segan turun ke dapur.


Fenomena ini tampaknya berkembang sejalan dengan makin mudahnya masyarakat mengakses internet dan kebutuhan akan memasak sendiri, yang sudah memasuki fase merupakan "gaya hidup." Coba saja "googling" di internet tentang sebuah topik masakan, ribuan topik akan bermunculan, dari mulai resep, sekolah kuliner sampai blog-blog tentang masak. Kalau dulu saya harus menelpon atau menghubungi ibu saya hanya untuk mendapatkan sebuah resep, kini hanya tinggal dengan sebuah "klik", ratusan bahkan ribuan resep dengan berbagai variasinya akan muncul di layar monitor. Mulai dari resep sayur lodeh sampe chicken cordon bleu ada di sini lengkap dengan step by step cara membuatnya. Favorit saya adalah sebuah situs pribadi milik Riri dan Belanga, yang cukup lengkap dan sistematis menyajikan aneka resep menu makanan, dari sambal, makanan kecil, hidangan penutup hingga makanan berat.

Tak hanya sampai di situ, klub-klub masak dan mailing list masak lokal pun bermunculan untuk mengakomodasi hobi memasak seseorang, sebut saja Natural Cooking Club, Dapur Bunda dan Belajar Memasak. Semua orang bebas bergabung, tak terkecuali saya yang tak pandai memasak. Justru dari sinilah, saya dapat belajar dan bertukar informasi dengan anggota lainnya bahkan dengan para pakar dan suhu kuliner. Seperti yang dilakukan Budi, seorang pakar boga, yang tak segan berbagi ilmu kuliner dan boga pada yang membutuhkan, dan siap menjawab keingintahuan kita, melalui blognya. Pertukaran ilmu tak hanya dilakukan di dunia maya. Secara berkala sering diadakan pula kursus memasak atau membuat kue. Tempatnya bisa di salah satu rumah anggota, di toko bahan kue, gedung pertemuan bahkan hotel bintang lima.

Dari sinilah kemudian bermunculan blog/situs pribadi yang mengusung topik masak-memasak/resep atau biasa dikenal dengan Food Blog (Foodlog). Tak sulit bagi saya untuk dapat mengetahui resep andalan keluarga seseorang. Dan tentunya cerita seru dibalik resep yang ada. Ibu-ibu sekarang, tidak lagi hanya berkutat dalam kepulan hawa dapur yang panas, tapi juga tak gagap teknologi. Canggih yah? Untuk bisa membuat blog setidaknya kita perlu memahami bahasa-bahasa sederhana HTML, bisa mengoperasikan kamera digital, bahkan kamera video (untuk membuat video blog), menguasai teknik fotografi sederhana dan menguasai photoshop secara garis besar. Ya...
Inilah yang terjadi ketika kesibukan di dapur bertaut dengan kemampuan yang melek teknologi.

Melalui blog, mereka termasuk saya "memamerkan" hasil karya di dapur. Tak pelak keinginan untuk memamerkan karya food photography yang apik juga ikut muncul. Coba perhatikan foto-foto kuliner karya Riana dan Eliza. Atau Cupcakeblog, Chubby Hubby dan The Food Palate. Cantik bukan? Ajang pajang karya di blog juga dapat terus mengasah rasa percaya diri dan kecintaan pada dunia kuliner. Kemudian saling bertukar komentar dengan pengunjung blog dan akhirnya menjalin tali pertemanan. Tak tanggung-tanggung, saya bisa mendapatkan teman yang tinggal di belahan dunia lain. Bahkan saling menghantarkan "hasil karya" ke rumah teman-teman masing-masing.

Banyak pula yang menjadikan blog sebagai ajang promosi kepandaian seseorang membuat kue atau memasak. Kita bisa memesan kue melalui blog. Tengok saja yang dilakukan Yuli, melalui Proyekdapurku, ia menerima pesenan cupcakes untuk berbagai acara. Ada pula Peni dengan Cake miracle-nya yang bisa menghadirkan cake-cake cantik untuk acara spesial kita. Luluk dengan cap Mamalehe-nya yang spesialis bermain dengan fondant untuk dekorasi cake. Atau Nonon melalui Dapurnya yang mungil, mulai memberanikan diri mengeluarkan label sendiri mengambil nama buah hatinya, Anaya. Dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Seperti candu, banyak yang tadinya tak terlalu cinta dunia masak, kemudian malah terjangkiti virus kuliner. Timbul rasa ingin terus "menaklukkan" resep-resep baru. Dan semakin rajin mengikuti kursus-kursus memasak. Belum lagi tawaran kursus yang makin marak di internet. Seperti teman saya, Anne, seorang wanita karir yang memilih berhenti bekerja kemudian menjadi ibu rumah tangga, sangat tergila-gila pada kursus. Ia memang menikmati keikutsertaannya berkelana dari satu kursus dan kursus lainnya. Hasilnya tentu saja tak mengecewakan. Pada hari ulangtahun suami dan anaknya, Jasmine, ia menyiapkan sendiri cake cantik dan semua keperluan goodie bags-nya. Tentunya pujian dari orang sekitar makin menambah rasa percaya diri dan menguatkan nyalinya untuk menerima pesanan kue, dan menghadirkan masakan bak racikan chef hotel bintang lima.

Perkembangan Foodlog tak hanya sampai di sini saja. Kemampuan mengoperasikan kamera video dan editing memunculkan Foodlog yang Vlog, maksudnya Food Blog dengan Video Blog. Jadi Food Blog tidak hanya terdiri dari gambar visual saja tapi juga menggambarkannya secara audio visual. Pernah mampir ke Crashtestkitchen milik Waz dan Lenny, pasangan suami istri dari Inggris yang dinobatkan sebagai Person of the Year 2006 oleh majalah Time? Mereka melakukan inovasi Foodlog melalui genre video blog. Kegiatan mereka di dapur diabadikan dalam bentuk video dan dapat disaksikan jutaan pasang mata di seluruh penjuru dunia. Saya sendiri pernah melakukannya (silahkan klik di sini), tapi belum cukup percaya diri untuk membuat video-video kuliner berikutnya, mengingat ketrampilan memasak saya yang masih bersifat pemula.

Beralih ke manajemen resep. Masih segar dalam ingatan saya, bagaimana ibu saya menyimpan resep-resep peninggalan Eyang saya dalam bentuk buku dan tulisan tangan. Sekarang buku itu sudah berwarna kuning, kumal dan terlihat noda-noda minyak di sana-sini. Bahkan ada beberapa halaman yang sudah robek, lapuk dimakan usia. Thanks to technology, sekarang saya mem-file-kan resep-resep saya dengan bantuan software-software kuliner yang saya dapatkan dari internet (silahkan "googling"). Sebut saja Organized Gourmet. Dengan software ini, resep-resep saya tersimpan rapi lengkap dengan keywords yang memudahkan saya dalam pencarian resep. Ada juga fitur shopping list yang membantu saya mengecek bahan masak yang sudah habis dan tidak tersedia di dapur.

Jaman sudah berubah, masuk dapur tak perlu malu, tapi merupakan bagian dari gaya hidup. Punya Food Blog dan bisa masak menghadirkan kebanggaan tersendiri. Hawa dapur berhembus, aroma sedap masakan menerbitkan liur lewat dapur-dapur maya.(Dita)