Lamborghini dipajang di dalam toko sebagai hadiah itu tidak luar biasa. Yang luar biasa adalah saat seseorang masuk ke dalamnya, menyalakan mesin & menginjakkan pedal gas berkali-kali.
Really? Di dalam toko? Penjaga toko juga malah membiarkan si penjajal menikmati suara raungan mesin, ngga sadar orang-orang langsung menggerutu? Dan kadang suka ngga ngerti dengan isi kepala orang-orang ini. Luar biasa ajaibnya.
Satu hal yang menyebalkan saat berjalan-jalan di mall Kuwait sini: tidak ada toko buku macam Kinokuniya atau QB seperti di Jakarta. Harapan bertahun-tahun tampaknya jadi kenyataan saat menemukan salah satu sudut Avenues Mall: That Es Salasil Bookshop - opening soon. Semoga penampakannya tidak mengecewakan & mengobati rindu akan toko buku seperti Kinokuniya. Amin.
Ada penawaran menarik di XCite store di Avenues mall. iPhone 4 16gb dijual 150 KD (Rp 4,790,000) & 32gb 175 KD (Rp 5,600,000), dengan ikatan kontrak Zain selama 2 tahun - 16 KD (Rp 510,000) perbulan utk paket voice, SMS & 2gb mobile internet.
Paket Zain-nya sendiri cukup ekonomis, walau tidak bisa dibilang murah. Dan iPhone-nya sendiri sangat menggoda. Tergiur? Silakan datang ke XCite Alghanim di cabang mana saja. Penawaran berlaku sampai dengan 31 Desember atau barang habis. Buruan, stok terbatas!
Dekat kami tinggal ada sebuah taman yang kami namakan Taman India karena saking banyaknya orang India yang beraktivitas di situ, dari jogging hingga piknik saat udara sejuk. Dan banyak ibu-ibu bergerombol yang berolah raga jalan cepat mengelilingi taman. Sehingga memberi kesan aman dan tidak ada yang aneh-aneh dengan taman tersebut.
Namun pagi ini sedikit berbeda. Seorang teman wanita kami dengan wajah pucat seperti baru melihat sesuatu yang mengerikan menghampiri papin "Di dekat semak-semak situ ada bapak-bapak arab pamerin 'burungnya' ke aku." Ha? Ada exhibitionist di tempat ini? Papin menghampiri tempat yang ditunjuk, tapi sudah tidak ada siapa pun di situ. Sedikit tidak percaya karena saat itu cukup ramai orang berolah raga, termasuk ibu-ibu & wanita dari kebangsaan lain termasuk India & Arab. Dan sekian tahun kami beraktivitas di tempat itu, baru sekali ini ada peristiwa ajaib.
Bahasa Inggris kami tidaklah bagus. Grammar kacau dengan pelafalan yang medhok jawir. Tapi ternyata bahasa Inggris Jamal - sopir langganan kami berkebangsaan Bangladesh - lebih absurd dan surreal. Butuh effort & pemahaman yang tinggi untuk bisa mengerti apa maksud omongannya.
Teman di kantor membaca sebuah judul berita di surat kabar lokal Al Watan Daily (sekelas Kompas di Indonesia) dan bertanya kepada kami "What's this???"
Kami pun sibuk menerangkan sesuai dengan apa yang kami ketahui. Menarik, kasus ini ternyata 'sangat mendunia' & sempat mampir di Kuwait.
note: Al Watan Daily sendiri mengutip dari Jakarta Globe website.
Tingginya suhu di Kuwait (mencapai 55˚C pada siang hari) mendorong pemakaian listrik yang nyaris melebihi total kapasitas listrik Kuwait. Dari 11,000 megawatts yg terpasang, sudah terpakai 10,800 megawatts hari ini. Pemerintah Kuwait mengadakan pertemuan darurat untuk mengatasi krisis ini.
Jangan-jangan bakal byarpet seperti PLN juga di sini. Tanpa AC, bakal gosong penduduk di sini :-/
Jam 8:00 pagi, seharusnya matahari sudah benderang bersinar, namun mendadak langit gelap gulita seperti mendung. Saat kami menengok keluar jendela, terasa angin kencang dan terlihat badai gurun tebal menyerang membuat kota seperti malam hari.
Selang beberapa menit kemudian, hujan deras disertai angin kencang ikut meramaikan suasana. Sarayat season!
Foto-foto saat badai pasir ini 'menyerang' Kuwait di sini.
Ada jambu air Thailand (rose fruit) di Sultan Salmiya seharga KD 2.7 atau Rp 70 ribuan sekilo. Harga segitu mending manjat pohon jambu Pak Haji kali yeee XD
Jam 1:00 dini hari, kami terbangun dengan suara air hujan yang sangat deras, lengkap dengan bunyi geluduk. Sebuah pengalaman indah di negeri yang sangat jarang dibasahi hujan.
Kami tidak terlalu suka dengan pertandingan bola. Apalagi seumur-umur ngga pernah nonton bola secara langsung di stadion. Namun, pertandingan Kuwait lawan Indonesia di stadion Keifan malam ini jadi pengecualian.
Merupakan pengalaman yang unik, menonton & jadi supporter pertandingan di negara orang.
Kami mengerahkan satu peleton keluarga lengkap dengan dresscode merah putih.
Suasana agak 'serem' saat berada di stadion, blending dengan pendukung Kuwaiti. Terbayang tingkah rusuh supporter di tanah air.
Dari seluruh tempat duduk stadion, 3/4 tempat diisi suporter Kuwait. Hanya kurang dari 1/4 diisi suporter Indonesia.
Aparat keamanan cengengesan lihat tingkah polah pendukung Indonesia. Mungkin ini pengalaman baru juga buat dia, melihat supporter bola dari bangsa lain di negaranya.
Pertandingan belum mulai Papin sudah acting. Maksudnya pemanasan buat nanti saat pertandingan *halah*
Indonesia kalah 2-1 dari Kuwait. Tapi pendukung Indonesia tidak rusuh dan melakukan anarki, malah foto-foto bersama biar bisa pamer di Facebook.
Pendukung team Kuwait meluapkan kegembiraan. Untung mereka menang, kalau kalah, pasti pendukung Indonesia ini dicegat ngga bisa pulang :D
Bagi kami, malam ini bukan sekedar pertandingan bola antar negara kami dan Kuwait, tapi sebuah pengalaman baru berkumpul dengan sesama merah putih. Dari pekerja kasar hingga manajer perusahaan ngumpul jadi satu, atas nama nasionalisme. Sesuatu yang mungkin sulit kami dapatkan di tanah air. Walau kalah, kami tetap bangga menyanyikan Indonesia Raya beramai-ramai & merah putih berkibar di stadion Keifan, Kuwait.
Perkenalkan, ini supir taxi gelap langganan kami bernama Habib berkebangsaan Iran. Sama sekali ngga bisa bahasa Inggris, tapi kelakuannya rusuh & suka iseng. Berumur paruh baya mengaku punya 5 istri di Teheran, Iran :D
Becandanya suka rasis. Sambil nyetir, sering nunjuk-nunjuk ke orang di pinggir jalan "Bengali!" atau "Musr (Mesir)!" atau "Kuwaiti!"
Yang sering jadi korban orang Bengali (Bangladesh). Setiap menemukan mereka entah sedang berjalan atau ambil air, Habib melambatkan mobilnya dan berteriak-teriak seperti mengomel kepada mereka kemudian kabur sambil ketawa-ketawa meninggalkan korbannya terbingung-bingung.
Suatu ketika, Habib dan kami memergoki teman sekantor kami (Yoswar & Eman - ex RCTI juga) sedang berjalan di parkiran bank. Isengnya kumat, Habib menginjak gas dan bersiap menabrak Yoswar & Eman. Kontan saja mereka berdua kaget setengah mati melompat ke trotoar menyelamatkan diri. Habib pun ngakak dari balik kemudinya.
Hari ini, korbannya seorang bapak-bapak sedang tenang & damai bersepeda di pinggir jalan. Habib menempelkan mobilnya tepat di samping pengendara sepeda, menggebrak pintu & berteriak keras dalam bahasa arab. Langsung kabur, Habib tertawa terkekeh, merasa puas membuat si pengendara sepeda nyaris jatuh. "Hada Irani (Itu orang Iran)" katanya. Buset. Orang sebangsanya juga jadi korban. Dasar Irani gila.
Pura-pura tidur di kemacetan. Baru 'bangun' setelah mobil belakang klakson-klakson.
Pagi ini kami mampir ke Sultan supermarket. Yang menarik, kini tersedia mangga Indonesia. Cuma harganya yang luar biasa, sekilo dijual Rp 70.000 saja! Kebayang kalau di kampung tinggal manjat pohon dan metik sendiri. Pengen sih beli, cuma ngga rela sama harganya. Sementara Leia yang duduk di trolley sudah teriak-teriak pengen mangga-nya. Neo yang duduk di sebelah Leia juga ikut excited. Nanti pas mudik saja ya nak, kita pesta mangga! *balada perantau*
Ini adalah sepenggal kisah Arwen saat menjelang berangkat sekolah.
Membangunkan Arwen seperti membangunkan kerbau yang sudah seminggu ngga tidur karena ada lemburan. Susahnya minta ampun. Kadang berhasil bangun tapi sambil marah-marah :D
Berhubung Arwen sudah mandi malam sebelumnya, bangun pagi tinggal sikat gigi & cuci muka. Sambil merem tentunya
Sarapan juga setengah ngantuk. Sering ngga habis, karena memang ngga lapar XD
Tepat jam 6:19, Arwen sudah di lobi apartemen menunggu bisa sekolah datang. 6:20, bis sekolah datang. Tepat 30 menit!
Hari ini Papin kembali berolah raga lari di Taman India dekat rumah. Disebut Taman India karena banyak orang India & ibu-ibu India lengkap dengan selendang sari mereka berolah raga di sini.
Kebetulan Papin terlalu bersemangat buat lari ngebut pagi ini, berusaha menyalib ibu-ibu berselendang sari. Akibatnya, belum 1 km sudah ngga kuat, berhenti sambil ngos-ngosan, dilirik ibu-ibu berselendang sari yang tadi Papin salib
Hari ini Papin memberanikan diri untuk kembali masuk rimba administrasi Kuwait demi mengurus izin tinggal (iqomah) Neo. Mungkin krn sudah bolak balik ke sini jadi merasa ngga grogi & gugup lagi seperi awal-awal dulu.
Monday, October 26, 2009
Sampai di sekolah, ternyata Arwen & Azka sudah tiba di sekolah & sedang sibuk bermain-main. Phew!
Nggak tenang, kami menyusul ke sekolah. Takutnya Arwen pipis di jalan
Vaksinasi Neo - HIB - DPT - Hepatitis B Di klinik Salmiya deket fire station. Susternya nanya jadwal imunisasi dari rumah sakit which is kita ngga punya, untung dibolehin.
Agak kaget juga hari ini melihat ada counter kecil di tengah-tengah mall Avenues: Indonesia. Dengar dari staf KBRI, promosi ini atas prakarsa Dinar Pariwisata RI.
Hore! Ngumpul sesama kampung di event tahunan Kuwait: Indonesian Day! Dan yang penting: makan-makan!
Dangdutan, sumbangan gempa Padang, somay, lontong, ketupat semua tumplek!
Seperti kata pepatah: Mangan ora mangan ngumpul. Kalau di event ini: Mangan pasti mangan ngumpul!